The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Cemburu


__ADS_3

Yuna berjalan meninggal kan meja itu,ia berjalan dengan langkah panjangnya.Sambil menyeka butiran bening di sudut mata nya.Ada pedih yang menerusup di sela batin nya.


Aku tau,jika aku adalah istri yang tidak di ingin kan.Tapi setidak nya hargai status ku.Batin Yuna.


Saat di depan pintu keluar,Yuna terkejut dengan keberadaan Adrean di sana.


"Yuna?"sapa Andrean.


"Ah kak Andrean"sahut Yuna.


"Dimana Daniel?"Tanya Andrean,mencoba mencari keberadaan Daniel,dan ia melihat nya sedang bersama seseorang,yang ia juga mengenal nya.


Andrean mengerut kan dahi nya.


"Apa-apaan itu..."Andrean terlihat emosi dan hendak menghampiri Daniel,tapi Yuna mencegah nya.


"Biarkan saja kak.Daniel terlihat bahagia.Aku tidak ingin menganggu nya."Ujar Yuna Sambil menahan perasaan nya yang terasa aneh itu.


"Tapi yang dia lakukan itu,tidak benar."


"Aku tidak apa-apa kak.Ayo..."Ajak Yuna menarik lengan Andrean.


Mereka pun berjalan menuju dimana mobil Andrean terparkir.Yuna masih menundukkan pandangan nya.


Saat masuk ke dalam mobil.


"Apa kau yakin,akan meninggal kan Daniel dengan wanita itu?"Tanya Andrean yang sudah duduk di belakang kemudinya.


Yuna mengangguk.


"Apa kak Andrean sudah makan?".


"Belum,bagaimana dengan mu?".


Yuna menggelengkan kepala nya.


"Baik lah,kita akan makan di mana ?eum...di kedai sate Ayah mu,seperti nya enak.Aku sudah lama sekali tidak berkunjung ke sana."Ujar Andrean.


"Tapi itu jauh kak.Aku rasa waktu nya tidak akan cukup."Ujar Yuna melirik jam tangan yang melingkar dilengan nya.


"Memang nya kenapa?kau takut Papi memecat mu?".tanya Andrean tergelak.


"Bukan begitu...tapi,aku kan profesional kak.Yaa walau pun jadwal pemeriksaan sudah selesai.Aku harus kembali ke Rumah sakit ."Ucap Yuna merendah kan suara nya.


"jadi...kita akan makan di kedai Ayah mu ya..."Ucap Andrean sambil menginjak pedal dan melajukan mobil nya tanpa menunggu jawaban dari Yuna.


Akhirnya Yuna pasrah.


"Kak...apa mungkin pernikahan ku dengan Daniel akan berhasil?Aku tidak tau bagaimana akhir nya.Aku merasa semakin tidak yakin dengan pernikahan yang baru di mulai ini.".Serelah heningng beberapa saat,Yuna mulai bercerita.Dia menghela nafas nya,Andrean masih mendengarkan .

__ADS_1


"Orang bilang,pernikahan tanpa cinta memang tidak akan mudah awal nya.Tapi banyak yang berakhir bahagia.Tapi banyak juga yang berpisah."Ujar Yuna dengan tatapan kosong.


Membuat Andrean tiba-tiba merasa iba dengan yang di alami Yuna.


"Kenapa kau berfikiran seperti itu?Apa karena sikap Daniel tadi.Dia memang keterlaluan.".ujar Andrean geram.


"Sudah lah kak,jangan bahas masalah ini dengan Daniel ya..Aku mohon.Aku tidak ingin bertengkar dengan nya.Aku tidak enak dengan Mami dan Papi,jika mereka mengetahui nya."


Andrean terdiam.


"Kak.."Panggil Yuna.


"Hmm..."Masih Fokus pada jalanan.


"Berjanjilah jangan bertengkar dengan Daniel karena aku ya..".Ucap Yuna memelas.


"Apa kau mencintai Daniel?"Tanya Andrean dengan suara yang berat.Yuna tau,tidak mudah bagi Andrean menanyakan hal itu.Dan tidak mudah juga bagi Yuna menjawabnya.


Yuna hanya terdiam.


"Kau cemburu melihat Daniel dengan Miranda kan?".Tanya Andrean lagi.


Yuna masih tak bergeming.


Andrean pun memutuskan untuk tidak lagi bertanya.Karena itu pun membuat diri nya semakin terluka.Jika seandai nya Yuna menjawab 'iya'.


Beberapa pertanyaan pun di lontarkan pak Heru,karena Yuna datang bersama Andrean.Tapi mereka telah memberikan alasan yang membuat pak Heru tidak cemas dan yakin.


***


Malam hari,saat Yuna sedang merapikan tempat tidur.Daniel pun datang,ia tampak begitu lelah.Yuna hanya terdiam,dia enggan menanyakan perihal tadi siang.ia mencoba bersikap biasa saja.


"Siap kan air hangat aku mau mandi"Pinta Daniel.


"Air hangat?apa harus aku yang menyiap kan?"Tanya Yuna bercampur dongkol di hati nya.


"Ya tentu saja.kau kan istri ku,sudah selayak nya kau menyiapkan kebutuhan ku"Jawab Daniel sedikit marah.


"Benar kah aku istrimu?Aku tidak merasa kau telah memperlakukan aku sebagai istri."Jawab Yuna.


Daniel menoleh dan menatap tajam mata Yuna.Yuna pun juga menatap nya.


Daniel melangkah mendekati Yuna,semakin dekat,hingga dada Yuna menyentuh Daniel.Yuna melangkah mundur,tapi Daniel juga terus mendekat.Yuna tersudut,tidak bisa mundur lagi,ia terjatuh di atas ranjang.Daniel pun berada di atas tubuh Yuna,dia menahan tubuh nya dengan kedua siku nya.


Mata nya masih menatap Yuna.


Yuna terlihat ketakutan.


Ia mencoba mendorong tubuh Daniel,meski sia-sia.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan pada mu?meniduri mu?bercinta?kau menginginkan nya".


Yuna menatap mata Daniel tajam.Membuat Daniel.meredupkan pandangan tajam nya.


"Aku tidak gila akan seks,meski itu dengan suami ku.Kau bisa memperlakukan ku semau mu,Tapi setidak nya kau bisa hargai aku di hadapan orang lain.Apa kau bahagia melihat aku di rendah kan?tinggikah derajat seorang suami jika harga diri seorang istri di rendah kan?"Ucap Yuna.Membuat Daniel tercekat.


Apa ini karena makan siang tadi.Batin Daniel.


"Kau cemburu?"Pertanyaan Daniel,membuat Wajah Yuna bersemu merah.


"Benar kan,kau cemburu?".


Yuna mendorong tubuh Daniel dengan kuat,hingga Daniel terjungkal di sebelahnya.Dan bangkit,bersamaan dengan Yuna yang juga bangun dan merapikan baju nya.


"Bukan perkara cemburu atau tidak.Tapi aku hanya ingin di hargai.Setidak nya orang lain tidak merendahkan ku dengan sikap mu".Ucap Yuna sambil melangkah meninggalkan Daniel yang masih terpaku.


Yuna melangkah menuju ke halaman belakang.Malam sudah mulai larut,tapi tak ada kantuk yang hinggap di pelupuk mata nya.Ia masih terjaga,dengan kebimbangan yang mungkin mengganggu di setiap hela nafas nya.


Perasaan apa ini?kenapa aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan perasaan ku,dengan perlakuan Daniel tadi.Ada getaran yang sulit untuk ku fahami.Batin Yuna.


Yuna termenugn sendiri ia terduduk di kursi kayu berukir yang berada di sana.Ia pun bangkit dan mematung memandangi keheningan malam,mata nya melihat ke halaman yang di hiasi lampu taman berwarna warni.Sayup-sayup suara serangga malam masih terdengar.karena sang empunya rumah memang menyukai tanaman hias yang memenuhi halaman belakang,Sehingga mungkin terdapat beberapa serangga bersembunyi di sana.


"Jangan melamun"Suara itu terdengar dari belakang.Yuna menoleh.


"Kak Andrean"Sahut Yuna.


Andrean tersenyum dan menghampiri nya.


Kenapa kak Andrean selalu muncul saat aku merasa sedih ya..Batin Yuna.


"Ada apa?Masih memikirkan yang tadi siang?sudah lah.Kau harus percaya pada Daniel.Dia bukan pria hidung belang.Aku tau betul bagaimana dia.Semua wanita yang pernah dekat dengan nya,aku tau."jelas Andrean


"Benarkah?seterbuka itu,dia dengan kakak?"Tanya Yuna menoleh.


"Hmm...Lalu?"tanya Andrean,Membuat Yuna mengernyit kan dahi nya.


"Lalu Apa?".


"Lalu apa yang akan kau lakukan untuk membuat nya jatuh cinta pada mu.?".


"Untuk apa?aku rasa itu tidak perlu,biarkan dia melakukan apa pun semau nya."


"Apa kau yakin tidak cemburu,jika Daniel bersama wanita lain.?"


"Kak...kakak tau betul siapa yang aku cintai.Aku bahkan belum bisa menghilangkan rasa ini.Jadi masalah aku cemburu atau tidak,Aku rasa tidak.Aku hanya ingin ia menghargai ku sebagai seorang istri,meski tidak ada cinta dia antara kami.Tapi itu bukan berarti ia bisa mengumbar kebencian nya pada ku di depan orang lain.Apa lagi di hadapan mantan kekasih nya.Aku terluka karena harga diri ku di rendah kan."


Tanpa mereka sadari,Daniel sedang berdiri di belakang mereka,di bersandar di balik pintu agar tidak terlihat.Daniel.menundukkan pandangan nya,saat mendengar kata-kata Yuna.


Apa mereka sudah saling mengenal sebelum nya?Mereka terlihat begitu akrab.Dan dengan santai nya Yuna mengungkapkan isi hati nya.Aku tau Kak Rean adalah pria yang baik.Tapi apa bisa seterbuka itu,pada wanita yang belum begitu di kenal nya?.Batin Daniel.

__ADS_1


__ADS_2