The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Kembali bekerja.


__ADS_3

Andrean tetap menahan langkah Seila.


"sudah lah,nanti saja minum nya...".


Perdebatan pun terjadi.


"Ada apa ini?"Tanya seseorang menghampiri mereka.


"Kak Niel..".sahut Seila.


"Tidak ada apa-apa,seila hanya ingin di buatkan makanan,tapi ini sudah malam,aku mengantuk".Jawab Andrean berbohong,dia menguap untuk meyakin kan.


Seila terlihat mengerut kan dahi nya.


Daniel melanjutkan langkah nya menuju kamar.Daniel telah selesai menghabiskan nasi goreng buatan Yuna,perut nya sudah terisi penuh dan ia pun kembali mengantuk.


Begini ya rasa nya punya istri...Batin Daniel.


Andrean dan Seila hanya terpaku melihat Daniel yang tidak memperdulikan mereka.


Tidak lama kemudian,Yuna muncul setelah mencuci piring dan membersihkan sisa memasak nya tadi.Yuna menundukkan kepala nya pada kedua kakak beradik yang sedang menahan haus itu.Dan berlalu menuju kamarnya.


Andrean menelan Saliva nya,rasa sakitnya kian terasa saat menyaksikan kedua nya masuk dalam satu kamar yang sama.


"Kak..kakak.."Panggil Seila mengejutkan Andrean hingga ia mengerjakan mata nya.


"Apa?".


"Memang nya apa yang kak Rean lihat tadi?"Tanya seila masih penasaran.


"Tidak ada,mereka hanya makan berdua,itu saja."Jawab Andrean ringan.


"Huuu..aku pikir ada adegan romantis apaan.itu sih biasa saja...mana ada romantis-romantis nya..Sudah ah..aku haus". ucap Seila melanjutkan langkah nya.


"Kakak dulu,kakak juga haus.."Ujar Andrean mendahului Seila.


"Eeh..kenapa kak Rean tidak puasa saja...".


***


Di kamar.


Daniel sudah terlelap saat Yuna memasuki kamar.


"Apa dia begitu mengantuk,habis makan malah langsung tidur seperti itu..."Gumam Yuna.


Yuna terduduk di sofa.Mata nya masih memperhatikan suami nya,ada senyum di ujung bibir nya.


Aku tidak menyangka bahwa akan menikah dengan pria arogan itu...Apa akan ada cinta di antara kami nantinya?atau kami akan hidup bersama dalam ke ragu-ragu an?Akan kah kebahagian itu akan aku rasa kan bersama nya...Entah lah...Batin Yuna.


Yuna memutuskan untuk kembali tidur di sofa nya,ia tidak mau membuat Daniel merasa tidak nyaman.ia mengambil selimut di dalam lemari dan tidur sambil memandangi suami nya,berharap cinta akan tumbuh dengan cara menatap nya.


Waktu pagi pun tiba.Yuna sudah tidak terlihat di tempat tidur nya.Daniel terkejut saat mendapati Yuna tidak berada di samping nya.


Daniel melihat ada selimut dan bantal di atas sofa.


Apa semalam dia tidur di sofa lagi...Astaga.Padahal aku kan sudah mengijinkannya untuk tidur bersama ku...Dasar...Batin Daniel.


Daniel mendengar suara gemericik dari kamar mandi.Daniel melangkah menghampiri.Dia berdiri di depan pintu kamar mandi dan mengetuk nya.

__ADS_1


"Kenapa mandi...bukan kah kau sedang sakit?..."Teriak Daniel.


Yuna mendengar kan dengan sekesama dari.mana su.ber suara itu.


"Ada apa?..."Tanya Yuna memastikan apa yang di dengar nya.


"Aku bilang kenapa kau mandi?bukan kah kau masih sakit.?"Tanya Daniel mengulangi pertanyaan nya.


"Aku sudah sehat.Aku akan kembali bekerja."Jawab nya.


Daniel menghembuskan nafasnya.Dan Yuna pun keluar dari kamar mandi.


"Apa kau mau mandi juga?silahkan aku sudah selesai."Ucap Yuna,seraya memegang penuh handuk yang membelit tubuhnya.


Daniel masih menatap Yuna.Membuat Yuna membuang pandangan nya dan segera masuk ke ruang ganti.


Beberapa saat kemudian,Yuna yang masih belum selesai mengenakan pakaian nya, tiba-tiba Daniel memasuki ruangan ganti.Membuat Yuna terkejut.


"Sudah mandi nya?"Tanya Yuna spontan.


"Kenapa wanita selalu lama jika mengenakan pakaian si."Ujar Daniel.Tapi Daniel malah dengan santai nya memakai pakaian di sana.Membuat Yuna menutup mata nya.


Apa-apaan si dia?aku kan masih di sini.Apa tidak bisa menunggu sebentar.iisshhh..Batin Yuna.


Yuna tidak banyak bicara,ia melangkah cepat keluar dari ruangan itu.Karena memang Yuna sudah selesai,tinggal berhias wajah saja.Setelah itu,Yuna pun keluar dari kamar dan menuju ruang makan.Wajah nya masih bersemu merah.


Saat hendak menuruni tangga,Andrean tiba-tiba memanggilnya.


"Yuna".


Yuna pun menoleh,dan tersenyum.


"Kau mau kemana?kerumah sakit?apa kau yakin sudah pulih?"Tanya Andrean terlihat khawatir.


"Iya kak,aku sudah sehat.Aku akan kembali bekerja."Jawab Yuna.


"Baik lah"Ujar nya menundukkan pandangan nya."Ayo kita sarapan,mana Daniel?".Tanya Andrean melihat ke arah pintu kamar Daniel yang masih tertutup.


"Dia sedang bersiap."Jawab Yuna ringan.Dan melangkah kan kaki nya menuruni anak tangga menuju ruang makan,Andrean mengekor di belakang Yuna.


"Selamat pagi..."Sapa Yuna sumringah.


Membuat yang lain menoleh dan mengangguk.Kecuali Seila yang masih memasang wajah jutek nya.


"Pagi Sayang,kau mau kemana?ke Rumah Sakit?kau sudah sehat?"Tanya Nyonya wini.


"Iya Mam,aku sudah sehat aku akan bekerja.Bolehkan pap?"Tanya Yuna pada Dokter Arman yang sedang makan.


"Iya tentu,jika kau merasa sudah membaik.Kau bisa bekerja.Hanya saja,kau harus mengurangi jam kerja mu ya.."Jawab Dokter Arman.


Dan di jawab anggukan oleh Yuna.


Pandai sekali kau mencari perhatian.Huh...aku semakin tidak suka pada mu.Batin Seila.


Tak lama kemudian,Daniel pun datang bergabung,penampilan nya sudah tampak sempurna dengan jas dan dasi nya yang terlihat sangat pas di tubuhnya.Penampilan tanpa minus sedikit pun.


Yuna sempat terperangah melihat Daniel yang tampak memukau pagi itu.


"Selamat pagi sayang"Sapa Nyonya wini ketika Daniel duduk di kursi nya.

__ADS_1


"Pagi Mam..."Sahut nya.


"Kau tampak segar sekali pagi ini.Apa tidur mu nyenyak?"Lanjut Nyonya wini.


"Iya Mam.."Jawab nya singkat.


Semalam Mami tampak begitu kesal padaku,tapi pagi ini sikap nya berubah drastis.Entah lah...Batin Daniel.


Semua tampak sarapan pagi dengan normal.Setelah itu,mereka saling berpamitan.


"Daniel,kau akan mengantar Yuna ke Rumah Sakit kan?".Tanya Dokter Arman ketika mereka berjalan keluar rumah.


Daniel masih terdiam.


"Tentu saja Pap,mereka kan pengantin baru..."Ujar Nyonya wini.Sambil tersenyum-senyum.


Seila terlihat mengerutkan sudut mata nya,rasa tidak suka nya pada Yuna memang tak bisa di pungkiri.Ia merasa bahwa semua kasih sayang keluarga nya harus terbagi ketika Yuna hadir di tengah mereka.Meskipun pada awal nya Seila memang tidak menyukai Yuna.


"Yuna berangkat bersama Papi saja ya...kalian kan satu tujuan."Jawab Daniel.


"Iya Pap,aku dengan Papi saja ya..".Pinta Yuna.


"Ya sudah,"jawab Dokter Arman.


Seila tersenyum menyeringai.


Haha...aku tau Kak Daniel Pasti tidak mau mengantar nya.Batin Seila.


Daniel dan Andrean pun masing -masing susah berangkat.Di susul mobil Donter Arman dengan Yuna.


***


Sesampai nya di Rumah sakit,Yuna mendapatkan sambutan dari beberapa Dokter dan para perawat juga para staf Rumah sakit yang sedang tidak bertugas.


"Selamat ya...Dok. "Ucap Mereka hampir bersamaan.


Dan di balas anggukan dan rasa terima kasih oleh Yuna.


Yuna berjalan menuju ruangan nya,di ikuti Suster Rena di sampingnya.


"Dok,saya tidak menyangka sekali dengan pernikahan Dokter dan Tuan Daniel.Maaf ya,waktu itu kami sempat membicarakan nya"ujar Suster Rena menunduk.


Yuna menepuk bahu nya lembut.


"Tidak apa-apa Sus.."Jawab nya seraya melukis senyum nya.


"Dokter Yuna..."Panggil seseorang dari belakang nya,membuat kedua nya menoleh.


Dokter miranda?


Yuna tersenyum dan menundukkan pandangan nya,ia masih ingat betul tentang siapa Dokter cantik di hadapan nya itu.Dia adalah mantan kekasih suami nya.Dan menurut gosip yang merebak bak virus itu,dia adalah mantan kekasih Daniel yang tak pernah ada kata putus dia antara kedua nya.


Dengan kata lain,seandainya Yuna tidak menikah dengan Daniel,besar kemungkinan mereka akan kembali bersama.


Karena lagi-lagi menurut gosip yang Yuna dengar,Daniel begitu mencintai dan mengagumi sosok Dokter cantik itu.Bahkan ia rela bolak balik kerumah sakit yang nota bene menjadi tempat yang paling tidak di sukai nya itu hampir setiap hari,hanya untuk mengantar jemput Dokter miranda.


Yuna tersenyum di ujung bibirnya merasa kan sesuatu yang perih,tiba-tiba menerusup dalam dada nya.


Bahkan Daniel menolak untuk mengantar kan Yuna ke sana.Padahal mereka adalah sepasang pengantin baru.Mungkin untuk kebanyakan pasangan lain tidak mau berpisah meski hanya satu meter saja.Ah lebay...

__ADS_1


Dokter Miranda melangkah mendekati Yuna ya g masih terpaku.Suster Rena menunduk saat Dokter Miranda sampai di hadapan mereka.


__ADS_2