
Andrean masih menunggu jawaban Yuna sejak malam.Hingga pagi hari,Andrean masih terus menatap layar ponsel nya.Berharap Yuna memberi keputusan.Andrean sudah berada di bandara,setelah Daniel dan sang Mami mengantar nya.
"Jaga dirimu baik-baik ya,jangan lupa beribadah dan jaga kesehatan.Mami akan merindukan mu."Ucap Nyonya Wini seraya memeluk erat putra sulungnya itu.
"Iya Mam,Mami juga jaga kesehatan ya,aku akan berusaha sesering mungkin menghubungi Kalian."Ujar Andrean.
"Jujur saja kak,memang kau sering sekali bolak balik ke luar negeri.Tapi memang sekarang ini kau akan pergi cukup lama.Semoga kau sukses dan cepat kembali.Dan aku akan menemani mu untuk melamar wanita misterius itu."kata Daniel tergelak.
Dibalas tepukan di bahu oleh Andrean.
Bahkan aku belum mendapat jawaban hingga saat ini.Batin Andrean.
"Baiklah,kami pamit ya,jaga diri baik-baik."Ujar Daniel memeluk kakak nya.
"Oh ya,kapan Sany akan menyusul?"Tanya Nyonya Wini.
"Mungkin ketika kondisi nya sudah benar-benar sehat."Jawab Andrean.
"Sampai jumpa sayang,good luck"Ujar nyonya wini memeluk putra nya lagi,seolah tak mau melepaskan nya.
"Aku masih ada setengah jam lagi sebelum jadwal penerbangan,Jadi kalian pulang lah dulu.aku sedang menunggu salah satu staf kantor yang belum datang.Kau juga harus segera ke kantor Niel."Tutur Andrean.
"Baiklah,ayo Mam."Ajak Daniel pada sang Mami.
Mereka pun meninggalkan Andrean masih duduk di kursi tunggu.Sambil melihat jam tangannya Andrean pun kembali melihat layar ponselnya.Yuna belum juga menghubunginya.
***
Yuna masih terdiam di ruangan nya.Jadwal periksaan di mundur kan beberapa jam lagi karena ada kesalahan teknis.
Jadi Yuna masih bersandar di kursi ruangan kerja nya.Dia melirik layar ponsel nya,Sedang berfikir bagaimana cara menjelaskan pada Andrean mengenai hal yang ia hadapi saat ini.
Kak Andrean pasti menunggu jawaban ku.Tapi aku bingung harus bilang apa.Batin Yuna.
Yuna pun bangkit dari duduk nya,dan melangkah keluar ruangan,setelah meraih tas nya yang ia simpan di meja.
"Selamat pagi Dok,anda mau kemana?"Tanya suster Rena,sesaat setelah Yuna keluar dari ruangan nya.
"Saya sedang ada perlu mendadak,jadi jika semua nya sudah baik,segera hubungi saya ya"Tutur Yuna.
"Baik Dok"Jawab Suster Rena seraya mengangguk.
Yuna pun segera melangkah keluar dari rumah sakit.Ia memesan taksi online sebelum nya.Dan terlihat sudah menunggu di depan gerbang pintu rumah sakit.Segara Yuna menuju suatu tempat.
Aku harus menemui kak Andrean,aku harus menjelaskan nya secara langsung.Tidak bisa jika melalui telpon.Batin Yuna.
"ke kantor PT.Wira group ya pak"Ucap Yuna pada driver taksi.Dan di balas anggukan oleh sang driver.
Beberapa saat kemudian,sampai lah Yuna di depan gedung megah nan menjulang tinggi.Dan terpampang nama perusahaan terkenal itu di depan nya.Segera Yuna masuk dan berbicara pada seorang resepsionis.
"Ada yang bisa saya bantu Nona?"Tanya nya.
"Saya ingin bertemu seseorang,dia bekerja di sini"jawab Yuna.
"Boleh saya Tau siapa?"
"Andrean"Jawab Yuna.
Resepsionis itu mengerutkan kening nya.
"Oh,Maksud anda...pak Andrean Direktur utama perusahaan ini?"Tanya nya lagi.
"Iya,mungkin.Apa saya bisa bertemu?"
__ADS_1
"Maaf Apa sebelum nya anda sudah ada janji?"
"Saya akan menghubungi nya"Ujar Yuna segera mengambil ponsel nya.
Tapi panggilan nya terputus.
"Bagaimana nona?"
"Saya tidak bisa menghubungi nya.Mungkin lain kali.saya kemari lagi.Terima kasih".
"Sebentar ya,Saya mecoba untuk menanyakan nya."Ujar Resepsionis itu.Ia pun terlihat menghubungi beberapa staf kantor.
"Maaf Nona,menurut informasi dari staf kantor,Pak Andrean sudah berangkat ke singapura".Jelas nya.
Yuna mengerutkan dahi nya.
"Untuk berapa lama ya ?"
"Saya kurang tau,mungkin anda bisa menanyakan nya langsung pada beliau"
"Oh kalau begitu terima kasih"Ucap Yuna lalu kembali menuju pintu keluar,dengan perasaan kecewa.
Kenapa Kak Andrean tidak memberi tau,jika ia akan keluar negeri.Batin Yuna.
Ketika sampai di pintu keluar,tiba-tiba.
Brukk...
Yuna menabrak sesuatu.Saat ia menatap siapa yang ia tabrak,ia menelan Saliva nya berat.
"Kau...?"Tanya kedua nya bersamaan.
"Kalau jalan gunakan mata mu"Ujar nya sewot.
"Tapi kau juga harus menggunakan mata mu"Ujar nya lagi semakin marah.
"Baiklah,terserah kau saja."Ucap Yuna.
"Ayo minta maaf".
"Tidak mau"Ujar Yuna kekeuh.
"Cepat".Pinta nya memaksa.
"Aku bilang tidak mau,lagi pula kau juga yang salah."
Daniel membelalakan matanya.Lalu ia ingat sesuatu,begitu pun Yuna.
Astaga...aku dan dia kan sudah di jodohkan.Cih untuk apa sih dia ada di sini.Batin keduanya hampir memiliki pemikiran yang sama.
"Sedang apa kau di sini?"Tanya Daniel.
"Kau yang sedang apa?".Tanya Yuna lagi.
Daniel malah tergelak.
"Haha..ini kantor ku,kau yang sedang apa di kantor ku?Oh... atau jangan-jangan kau mencari ku ya"Ucap nya penuh seringai.
"Maaf ya,waktu ku terlalu berharga untuk hanya sekedar mencari mu sampai ke mari."ucap Yuna.
"Apa?Kau ini ya...lantas apa alasan mu berada di sini?"Tanya Daniel kesal.
"Aku mencari seseorang,tapi dia sedang tidak ada di kantor."Jelas Yuna.
__ADS_1
Daniel tersenyum menyeringai.
"Alasan yang cukup masuk akal".
"Terserah kau saja."Ucap Yuna melangkah .meninggal kan Daniel yang masih terpaku di ambang pintu.
"Kau masih punya hutang maaf padaku..."Teriak Daniel.Tapi tak di gubris oleh Yuna.
Beberapa staf kantor memperhatikan sang bos nya itu,pasalnya selama ini,mereka tak pernah melihat Daniel bertingkah seperti itu.Apa lagi Daniel terlihat senyum-senyum sendiri.
Daniel menatap tajam beberapa karyawan kantor yang sedang memperhatikan nya.Hingga mereka menundukkan pandangan mereka.
Ada apa si dengan mereka?Aku memang tampan,tapi mereka kan hampir setiap hari melihat ku.Ya itu adalah bonus yang tidak di miliki perusahaan lain.Batin Daniel.
Ke 'pede' an.😜
***
Sore hari Yuna kembali ke rumah nya,saatr sampai di ambang pintu,ia melihat ibu dan Ayah nya mengobrol serius.
Yuna pun menghampiri keduanya.
"Assalamualaikum,"
"Waalaikum Salam"Jawab keduanya hampir bersamaan.
"Eh sayang,kau sudah pulang?"Ujar Pak Heru.
"Iya Ayah,Apa ayah tidak ke kedai?"Tanya Yuna ,karena tidak biasa nya sang Ayah berada di rumah sesore ini.
"Ayah pulang lebih cepat sayang,bagaimana dengan pekerjaan mu?"
"Alhamdulillah lancar Ayah,"
"Syukurlah,oh iya duduk lah."Tutur sang Ayah.
Kemudian Yuna pun duduk di samping pak Heru.
"Sayang,besok Ayah dan Ibu mu di undang untuk berkunjung ke kediaman Daniel"jelas Pak Heru.
"Apa ?berkunjung?"Tanya Yuna terkejut.
"Iya,tapi kau tidak perlu khawatir,hanya Ayah dan Ibu saja yang akan kesana.Jadi,kau bisa tetap bekerja "Jelas ibu Julia.
"Oh,ya sudah kalau begitu,Oh iya Ayah.besok lusa aku akan berziarah ke makam Ibu.Sudah lama aku tidak kesana,karena kesibukan ku akhir-akhir ini.Kebetulan jadwal ku hanya setengah hari."ujar Yuna.
"Ya,silahkan sayang.Kau mungkin bisa pergi bersama ibu Julia,karena lusa Ayah tidak bisa menemani mu."Ujar pak Heru.
"Iya sayang,kau bisa pergi dengan ibu."Ujar Bu julia.
"Iya Bu,"
"Lain kali,kita bisa pergi bersama ya,karena lusa nanti Ayah sudah ada Janji dengan pemilik kios,Ayah akan membuka cabang di RT sebelah."Jelas Pak Heru.
"Wah,Ayah tambah sukses sekarang"ujar Yuan.
"Doa kan ya sayang,ini juga Berkat doa kalian,orang-orang yang ayah sayangi"Ujar Pak Heru.
"Ya Ayah,aku akan mendoakan Ayah dan ibu selalu."Ucap Yuna seraya memeluk kedua nya bergantian.
"Kami pun menyayangi mu Yuna.".
"Aku permisi ya,gerah sekali hari ini,aku mau mandi dulu ya"ujar Yuna,dan di balas anggukan oleh keduanya.
__ADS_1