The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Malu


__ADS_3

Daniel menoleh dan terkejut.Mata nya terbelalak.


"Apa-apaan ini?"Tanya nya marah,saat Yuna memberikan piring itu.Piring yang sengaja di letakkan sendok dan garpu serta spons pencuci piring di atas nya.


"Kau menyuruhku untuk memasak dengan cepat kan?ini...aku hanya menemukan ini di dapur"Jawab Yuna cuek.Mengabaikan kemarahan Daniel.


"Tapi kan kau bisa bilang tadi.kenapa malah menyuguhkan ini?kau mulai berani ya.."Daniel mendekati Yuna.


"Apa?"Tanya Yuna saat Daniel memandang nya lekat.


"Kau mau membuatku kesal?bahkan hukuman mu saja belum kau dapatkan.Kau sudah membuat ulah lagi."Ucap Daniel.


"Oke..maaf...tolong maaf kan aku,suami ku yang..."Yuna menghentikan kata-kata nya.


"Yang apa?"Tanya Daniel dengan tegas.


"Yang tampan"Yuna mencoba untuk berpura-pura ramah,ia menampakkan gigi nya.Kali ini entah kenapa dia sangat takut melihat Daniel marah.Sikap keras kepala dan menantang nya seketika lenyap.Yuna ingin


melihat senyum di bibir Daniel sekali saja pada nya.Senyum yang pernah ia lihat saat Daniel bersama Miranda.Entah kenapa Yuna merindukan senyum itu tersemat di bibir suami nya,untuk dirinya.


"Kita makan di luar"Ujar Daniel.Emosi nya seketika mereda.


Ah..dia suka di puji rupa nya.Mudah sekali ternyata...hihi.Batin Yuna.


Namun sebenar nya,Yuna lah yang seharusnya marah karena perlakuan Daniel.Tapi setelah memahami sikap Daniel,Yuna merasa terbiasa dengan hal itu.


"Makan di luar?kau mengajak ku makan di luar?"Tanya Yuna tidak percaya.


"Kenapa?Kau tidak mau..ya sudah".ujar Daniel sambil melepas kancing baju nya.Karena ia memang belum mengganti baju kerja nya.


"Kau mau apa?"Tanya Yuna polos.Entah kenapa Karena sikap Daniel yang terlalu dingin pada nya lah,malah membuat sikap Yuna yang dewasa berubah menjadi agak kekanakan.


"Mau mengganti baju ku..kau pikir mau apa?menyetubuhi mu?kau menginginkan nya?"Goda Daniel tanpa ekspresi.Membuat Yuna bersemu merah.


"Aku tidak yakin kau mampu melakukannya"Ucap Yuna keceplosan ia menutup mulut nya.


Daniel menoleh,kancing kemeja nya telah terlepas semua menampakkan dada nya yang atletis di balik singlet putih yang ia kenakan sebagai dalaman.Ada bulu-bulu halus di dada nya yang bidang.


Yuna terpana sekejap.Tak pernah ia melihat itu sebelum nya.pemandangan yang begitu indah.Yang ia tau, tidak lepas dari seputar ilmu kedokteran yang dipelajari nya.Bukan real melihat dada seksi pria tampan di hadapan nya.Mungkin pernah sesekali.melihat di televisi,foto atau gambar di internet.


Yuna mengerjap kan mata nya.Daniel melangkah mendekat.


"Apa maksud dari perkataan mu tadi.Kau meragukan ku? kau mau melakukan nya sekarang?" Ucap Daniel masih mencoba mendekat.Yuna malah terpaku,ia tidak.menghindar seperti biasa nya.

__ADS_1


Yuna menelan salivanya.Mata nya masih menatap Dada Daniel.Daniel melepaskan kemeja nya,dan melemparkan nya ke sembarang tempat.Yuna melirik kemeja Daniel yang terlempar tepat di atas piring makan siang yang di tolak Daniel tadi'Spons original'.


Lalu pandangan nya kembali menatap Daniel yang sudah tak berjarak lagi dengan nya.Hingga dada Yuna menyentuh tubuh Daniel.Yuna menelan Saliva nya lagi.


"Mau apa?"Tanya nya masih dengan wajah polos.


"Mau membuktikan pada mu bahwa aku mampu."


"Mampu apa?"


Daniel memegang dagu Yuna dan menghadapkan kewajah nya.Daniel menatap lekat mata Yuna.


Mata yang indah..Batin Daniel.


Yuna yang merasa gemetar itu,di sadari oleh Daniel.Daniel tau betul bagaimana Yuna.Dia tidak pernah menjalin hubungan apapun dengan pria lain kecuali kakak nya.Begitu lah menurut informasi yang iya dapat pagi tadi dari Gino.Karena terbongkarnya hubungan Yuna dan Andrean,diam-diam Daniel mencari informasi mengenai Yuna.


Dan Daniel pun tau bagaimana kakak nya itu memperlakukan wanita.Jangan kan Andrean yang jarang dekat dengan wanita,Daniel pun yang terkenal playboy.Tidak pernah menyentuh wanita lebih dari sebatas ciuman.


Keluarga mereka begitu menjujung etika dan moral.Seburuk-buruk nya perilaku,jangan sampai menempat kan wanita dalam posisi terendah.


Jadi lah pria yang dapat menghormati wanita bukan hanya dari sekedar kata.Tapi sikap dan perbuatan.Karena sekali kita merasa kan hal yang kotor tapi nikmat,diri kita akan menjadi kotor meski kita terlihat bersih.


Daniel menatap lekat dua bola mata Yuna yang kecoklatan.Seandai nya pun dia sampai melakukan hal intim,bukan kah wajar.Karena wanita yang berada di hadapan nya itu kini telah syah menjadi istrinya.Dan perbuatan yang nikmat berselimut haram akan menjadi wajib dan bernilai ibadah jika di lakukan oleh pasangan halal.Benar kan!


Yuna membalas tatapan Daniel.Dia memang tidak selembut Andrean.Tapi entah kenapa ada rasa nyaman di rasa kan nya saat Daniel mulai merengkuh nya,tangan Daniel.telah melingkar di pinggul nya yang ramping.Hangat,menenangkan,Yuna menarik nafasnya,merasakan aroma wangi tubuh suami nya itu.


Ya bukan kali pertama Daniel mendekati nya,ini yang kedua kali.Tapi tatapan nya kali ini sangat dalam,sungguh meneduh kan.Yuna memejam kan mata nya,merasakan sensasi hangat dan harum tubuh Daniel.


Daniel tersenyum tipis melihat reaksi Yuna,yang terpesona saat di peluk nya.Daniel mengecup ujung hidung Yuna yang runcing.Untuk kedua kalinya.


Daniel berbisik di telinga Yuna,hingga membuat bulu kuduk Yuna meremang.


"Kau menikmati sentuhan ku ya...kenapa?apa kau berharap aku mencumbu mu?"Bisik nya.Daniel tergelak,tapi tangan nya masih melingkar di pinggul Yuna.


Seketika Yuna membuka mata nya.Ia tersenyum kecut.Wajah nya memerah,Yuna merusaha mendorong Daniel.Tapi Daniel.memperkuat rengkuhan nya.


"lepas..."Ujar Yuna masih berusaha mendorong.Ia tak kuat menahan rasa malu nya.


Daniel terkekeh melihat wajah Yuna yang sudah merah padam.


"Haha...aku tau yang kau fikirkan...haha kau nakal juga ya"Daniel melepaskan tangan nya dan tertawa.Membuat Yuna menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.


Yuna berbalik dan keluar dari kamar.

__ADS_1


Ah..malu nya...kenapa aku jadi terlihat berharap si...Batin Yuna kesal.


Yuna berbaring di sofa sambil menutup wajah nya dengan bantal sofa.Rona bahagia tak dapat di sembunyikan nya.


Persis anak SMP yang baru mendapat surat cinta dari pria yang di taksir nya.


Ah dia terlihat menggemaskan ...Batin Daniel ,ketika melihat tingkah Yuna dari pintu kamar nya.


Astaga...kenapa aku jadi begini?..Yuna...Yuna kau adalah seorang dokter dengan lulusan terbaik.Kenapa sikap mu seperti bocah ingusan si.Malu sama reader...ihh.Batin Yuna.


"Ayo bangun,cepat rapikan rambut mu.kita keluar.Aku lapar"Pinta Daniel yang terlihat sudah mengganti pakaian nya.


Yuna menyingkirkan bantal dari wajah nya yang masih bersemu merah.Tampak berantakan memang.


"Sekarang?"Tanya nya.


"Astaga...iya lah.Aku lapar,kalau dengan mencium mu bisa mengisi perutku,aku tidak akan ke restoran,aku akan melahap mu sekalian"Ujar Daniel tegas.


Membuat Yuna bergidik,ingat film horor yang dia tonton minggu lalu.iiih serem...


Bahkan tadi kau tidak mencium ku.hanya mengecup ujung hidung ku saja..batin Yuna.


"Iya baik lah..jangan galak-galak,tunggu ya.."Yuna tidak mengganti pakaian nya,ia hanya merapikan baju dan rambut nya,juga mengoles tipis bedak serta lipstik berwarna pink pastel kesukaan nya.


"Ayo..aku sudah siap."Ujar nya sambil menenteng tas jinjing milik nya.


"Hmm.."Daniel mematikan ponsel nya dan berjalan menuju pintu keluar,Yuna mengekor di belakang nya.


"Kita mau makan dimana?"Tanya Yuna.


"Tempat favorit ku"Jawab Daniel singkat.Yuna mengingat tempat itu,tempat nya kemarin makan bersama Miranda.Yang membuat nya menjadi dongkol.


Tempat itu lagi...issh menyebalkan.semoga saja wanita tidak tau malu itu tidak berada di sana..tapi,apa mungkin Daniel janjian bertemu dengan nya ya...akh,semoga fikiran ku salah.Batin Yuna.


Yuna sibuk dengan pemikiran nya sendiri,ia jalan tertunduk di belakang Daniel.Dan..


Bugh..


Daniel berhenti tepat di depan pintu lift.Yuna yang tidak konsentrasi itu,menabrak punggung Daniel.


"Eh..maaf"Ujar Yuna terkejut.


"Ternyata kau menginginkan nya ya..tapi ini tempat umum.."Ujar Daniel tanpa menoleh.

__ADS_1


Ngomong apa si dia?Batin Yuna.


__ADS_2