The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Di pecat


__ADS_3

Yuna mengikuti langkah ibu tiri nya menuju dapur.Masih menundukkan kepalanya.


"maaf bu,tadi aku..."kata-katanya terhenti saat mata mereka bertemu.Julia menatap tajam,dia duduk di kursi.


"Bukan kah pacar mu itu sudah minta maaf tadi"ucapan ya ketus.


"Dia bukan pacarku bu,kami hanya berteman."


"Memangnya aku peduli?,tapi tenang saja,,kali ini aku tidak akan menghukum mu."ujarnya sembari bertumpang kaki dan melipat kedua tangannya di dada.


Diam sesaat,Yuna masih dalam posisi berdiri.Sesekali dia melirik ke arah jam tangannya.Julia sibuk mengotak -atik ponselnya.


Aku harus mandi dan bersiap-siap pergi ke cafe.Bagaimana ini...Apa sebenarnya yang sedang ibu fikirkan.Batin Yuna


"bu..."seru Yuna


"Tunggu sebentar..."masih fokus pada Gawainya."Ah..ini dia."Julia memberikan ponselnya pada Yuna.


Yuna pun meraih ponsel milik ibu tiri nya yang di sodorkan padanya.


"Ini apa bu?"Tanya Yuna heran.Dia mengerutkan dahinya melihat satu stel baju yang ada di ponsel itu.


"kau fikir itu apa?"mata nya pun melotot pada Yuna.


"ba baju bu.."ujarnya terbata.


"Tentu saja itu baju.Menurut mu?apa yang harus kau lakukan untuk menebus kesalahan mu?"


"Aku..tidak tau bu.."matanya mengguratkan kecemasan.


"haha..kau sudah kehilangan fikiran mu?bukankah kau siswi peraih bea siswa?yang cerdas?masa kau tidak mengerti?"dengan suara yang tegas dan keras.


"Apa aku harus membelinya bu?"tanya nya ragu.


"Tentu saja 'bodoh'."Bentaknya sambil mendorong dahi Yuna dengan jarinya.


Yuna hampir terdorong kebelakang,tapi dia menahannya.Mata nya terbelalak melihat harga baju yang tertera pada layar ponsel itu.Dia menelan salivanya yang terasa kering itu.


Astaga...harga nya..hampir setengah dari gaji ku di cafe.Batin Yuna.


"Kenapa?kau tidak punya uang?minta saja sana dengan pacar mu itu.Aku akan memakainya ke arisan minggu depan.ingat... bilang pada Ayah mu,kalo kau Membelikan nya untukku."Dengan nada mengancam.


Yuna hanya mengangguk,seperti tak ada kekuatan untuk menolaknya.


Setiap hari,selepas subuh Yuna mencuci baju,membersihkan rumah dan memasak.Uang belanja yang di berikan oleh Ayahnya pun acap kali tidak di gunakan semestinya,akhirnya Yuna harus memakai uangnya sendiri untuk memenuhi kebutuhan dapur,tanpa sepengetahuan Ayah nya.Itu pun tidak lepas dari ancaman dari Julia,sang ibu tiri.


*


Yuna pun berangkat ke cafe,dengan terburu-buru.Setelah mandi dan menunaikan solat Ashar.


Fikirannya masih berkecamuk perihal baju yang di ingin kan oleh ibu tiri nya itu.Pasalnya bulan ini banyak sekali pengeluaran untuk kebutuhan kuliahnya.Untuk transport pun menggunakan uang nya sendiri,karena Yuna adalah gadis yang enggak merepotkan orang lain,meski ia butuh.


Aku harus mengecek tabungan ku dulu semoga uang nya cukup.Tapi bagaimana untuk bulan depan?sedangkan gajian ku masih lama.Semoga tidak ada lagi pengeluaran untuk kuliah bulan ini.Batin Yuna


Sebelum menuju ke cafe,Yuna mampir ke ATM dulu untuk mengecek saldo.

__ADS_1


"Alhamdulillah..uangnya masih cukup"


Yuna pun segera menuju tempat kerjanya dengan tergesa.


*


Di cafe


" Hai,kau baru datang?tumben terlambat?"Tanya Rendy yang sedang sibuk kesana kemari mengantarkan pesanan.


"maaf ya,aku tadi ada urusan."Ujar Yuna sembari berlari kecil menuju ruang ganti.Untuk mengganti seragam nya,dan kembali lagi.


"Tadi bu ola kemari,dia menanyakan kamu."lanjut ica


Yuna yang hendak merapikan piring -piring itu pun terkejut.


"ada apa?"Tanya Yuna.


"Tentu saja karena kamu terlambat."sahut Ica ketus.Ica adalah salah satu karyawan cafe yang tidak menyukai Yuna.Entah kenapa,Author juga tidak mengerti...


"Ren,benar kah ibu ola mencari ku?"tanya Yuna pada Rendy yang baru saja kembali mengantar pesanan.


"oh iya,dia menyuruh mu ke ruangannya"sahut Rendy.


"Apa dia akan memarahi ku karena aku terlambat?"Tanya Yuna dengan mimik wajah cemas.


"jangan khawatir,dia.tidak akan memecat mu hanya karena kau terlambat sekali,sudah sana"ujar Rendy.


"Tapi bu ola mute nya sedang tidak baik.Bukan hal yang mustahil dia akan memecat mu."sambung ica.


Ica hanya cemberut melirik Yuna.


Yuna pun bergegas menuju ruangan bu ola di lantai dua.


tok


tok


tok


"permisi bu...ini saya Yuna."


"masuk".suara bu ola terdengar dari dalam.


Kemudian Yuna pun masuk ke dalam ruangan itu.Bu ola pun sedang memeriksa berkas di mejanya.Dia terlihat sibuk.


"Apa ibu memanggil saya Bu?"tanya Yuna dengan nada rendah.Bu ola sang menajer cafe yang jutek itu pun mending akan kepalanya,melihat Yuna yang masih dalam posiainya berdiri.


"kenapa kamu terlambat?"tanya nya singkat.


"maaf bu,tadi saya ada keperluan sebentar."ujar Yuna mencari alasan.


"kamu berniat terlambat berapa kali?kamu sudah bosan bekerja di sini?"tanya nya lagi.membuat Yuna tersentak,dia menelan salivanya.


Aku kan baru kali ini terlambat.kenapa bu Ola bicara seperti itu?Seolah aku sering terlambat.Batin Yuna.

__ADS_1


"maksud bu ola?"tanya Yuna menegerutkan keningnya.


"kamu masih tanya maksud ku?"ia meninggikan suaranya."kamu sudah beberapa kali terlambat,masih tanya maksud ku?"suaranya kian menggema memenuhi ruangan.


"maaf bu,tapi baru sekali ini saja saya terlambat bu."ucap Yuna menjelaskan peihal sebenarnya.


"Sekali kamu bilang?...enak sekali kamu bicara seperti itu.kamu sudah lima kali terlambat.kamu bilang baru kali ini?haha...usaha yang bagus untuk membela diri."Bu ola malah tergelak,mata menatap Yuna tajam.


"tapi benar bu,saya baru kalu ini terlambat.saya bicara sebenarnya bu,saya mohon maaf sebelumnya.Dari mana ibu dapat informasi itu?"ujar Yuna tegas.


"kamu mempertanyakan saya soal ini?kamu fikir saya ini siapa?pokok nya sesuai catatan yang ada kamu sudah terlambat melebihi toleransi yang berlaku di cafe ini."sambung bu ola dengan amarahnya.


"tap tapi..bu"Yuna terbata,dia bingung harus bicara apa lagi.Dia marah dan sedih.kenapa bisa ada catatan keterlambatan nya sampai lima kali.


"Kembali bekerja,hari ini adalah hari terakhir mu bekerja di sini".Bu ola tampak begitu marah,dia membuang muka dan kembali memeriksa berkas di mejanya.


"tapi bu,tolong beri saya kesempatan.Saya akan membuktikan pada ibu,bahwa saya baru kali ini terlambat bu..saya mohon"Wajah Yuna berubah sendu,dia mencoba untuk meyakin kan bu Ola bahwa dia benar-benar baru kali itu datang terlambat,tapi nihil.Bu Ola tidak mendengarkan nya.


kring


kring


Suara telefon berdering,Bu ola dengan segera mengangkatnya.Dia mengibaskan tangannya,menyuruh Yuna untuk keluar dari ruangannya.


Dengan hati yang bercampur aduk,Yuna akhirnya pasrah dengan keputusan sang manager.Dia keluar dengan perasaan sedih.


Yuna menuruni anak tangga dengan langkah yang lemah.Fikirannya jauh entah kemana,ingin rasanya ia menjerit,tapi lidahnya terasa kelu.


Apa yang harus ku lakukan?kenapa aku bisa kehilangan pekerjaan ku.hiks!Batin Yuna.


Yuna berjalan menuju dapur dengan wajah yang muram.Rendy yang kebetulan berada di sana memperhatikan tingkah Yuna.


"Yuna bagaimana?apa katanya?"tanya Rendy.


"Hari ini adalah hari terakhir ku bekerja disini.Menurut data yang bu Ola terima,ini adalah kelima kalinya aku terlambat.Jadi..."jawab Yuna dengan suara sendu.


"Hah?mana mungkin Yuna... bukan kah baru kali ini kau melakukan kesalahan.biar aku bicara pada bu Ola."ucap Rendy dengan nada kesal ia pun hendak ke ruangan bu Ola,tapi Yuna mencegahnya.


"Sudah lah.Aku tidak apa-apa kok...sudah lebih baik kau kembali bekerja Ren,terima kasih atas perhatian mu,tapi aku tidak mau jika kau malah terkena masalah karena aku."Yuna berusaha meyakinkan Rendy.Akhirnya Rendy pun mengalah,dia menuruti kata-kata Yuna.


Aku tau kau punya banyak tanggungan Ren,kau butuh biaya untuk adik-adik mu.Terima kasih kau mau peduli padaku.Batin Yuna.


Yuna menyematkan senyum atas kepedulian Rendy selama ia bekerja disini.


"Aku tidak menyangka kau akan di pecat"Seru ica yang tiba-tiba datang.Yuna hanya tersenyum perih,mengingat kesalahan nya itu bisa membuatnya kehilangan pekerjaan.


"ini karena kesalahan ku,aku akan terima konsekuensinya.Maaf jika selama ini aku punya salah sama kalian"ujar Yuna pada beberapa pegawai cafe yang berada di sana.


Semua menunduk kan pandangannya.Mengingat bahwa Yuna memang tidak pernah melakukan kesalahan fatal selama bekerja di sana,bahkan Yuna sering membantu meringankan pekerjaan mereka.Bahkan Yuna sering pulang lebih larut karena membantu membersihkan cafe,yang nota bene adalah pekerjaan para cleaning service.


"Yuna maaf kan kami ya,selama ini kami selalu merepotkan mu"Sambung salah satu Waitress.


"Seharusnya kami sangat berterima kasih pada mu,telah banyak membantu kami.Entah siapa yang telah berbuat jahat padamu,karena tidak mungkin kau terlambat sekali saja bisa membuatmu di pecat kan?"Sambung yang lain.


"iya benar,ada yang tidak beres dengan pemecatan Yuna,"Rendy melirik ke arah ica.Ica hanya membuang muka."jika ketahuan siapa yang melakukannya,aku akan membuat pelajaran untuknya."

__ADS_1


"Sudah lah,teman-teman.Aku tidak apa-apa kok,aku akan ncari pekerjaan lain.Jangan khawatir".Yuna bahagia menerima perhatian dari teman-teman nya itu.


__ADS_2