
Pagi mulai menampakkan wajahnya.Meski berada di sudut kota yang ramai,pagi yang indah takkan mampu tertutupi oleh kebisingan jalanan kota.Suasana yang hampir setiap hari terulang,semua orang mulai bergegas untuk beraktifitas kembali,meski lelah mereka belum hilang berselang malam.
Selepas sholat subuh Yuna pun mempersiapkan Segala keperluannya untuk ujian praktek hari ini.
Yuna menemui Ayahnya di halaman dapur.Ia berpamitan lebih awal karena khawatir terjebak macet.Doa dari Ayahnya pun tak lupa ia pinta,hal yang sama seperti setiap harinya.
Setelah memesan ojek online beberapa menit sebelumnya,Yuna berdiri di pelataran rumahnya sambil terus melihat jam di tangannya.
Selang beberapa lama ojek online yang ia pesan pun datang,ia bergegas memakai helm dan masker.Ojek itu pun melaju dengan kecepatan sedang.
Sesampai di pertengahan jalan,tiba-tiba suasana sangat ramai dari arah berlawanan.Beberapa orang sibuk berlarian.
"Ada apa pak?"tanya Yuna pada driver ojek online.
"sepertinya ada kecelakaan neng"jawabnya.
Yuna pun turun dari ojek yang ia tumpangi itu.
"sebentar ya pak,saya mau lihat dulu,bapak tidak apa-apa kan jika menunggu?"Tukas Yuna.
"iya neng tidak apa-apa"
"jika dalam waktu sepuluh menit saya tidak datang,bapak pergi saja ya.ini ongkosnya"Yuna memberikan selembaran uang yang ia raih dari saku jaket nya.
Driver itu hanya mengangguk dan menepikan motornya.
Yuna berlari ke pusat keramaian.Beberapa orang sedang berkerumun.
"Ada apa ini mba?" Tanya Yuna pada seorang wanita yang berada di sana.
"itu ibu-ibu tadi lagi nyembrang eh keserempet mobil,kasian deh belum ada yang menolong.Semua hanya melihat saja."tuturnya.
Yuna terkejut dan mencoba menerobos kerumunan itu.
"maaf permisi,permisi"
Mata Yuna terbelalak melihat keadaan korban yang bersimbah darah.Tak ada satu pun yang berani menyentuh.Yuna mencoba untuk tidak panik,mencoba berfikir dengan hati-hati,apa yang harus ia lakukan sesegera mungkin.
"kenapa kalian hanya diam saja.."teriak Yuna dengan emosi nya
.
Mereka hanya beradu pandangan satu dengan yang lain.Kebingungan nampak di wajah mereka.
__ADS_1
"Hubungi Ambulan,sekarang.Tolong lah"Yuna benar-benar tidak bisa menutupi kepanikannya kala itu.Seorang pria setengah baya yang berdiri di sampingnya itu pun menawarakan diri untuk menghubungi Ambulan.
"Biar saya saja yang menghubungi "tukasnya.
"Terima kasih".ucap Yuna.Dengan segera,ia memeriksa denyut nadi nya.Yuna mengeluarkan peralatan medis atau Emergency kit yang ia bawa tadi untuk keperluan ujiannya.
"Apa anda Dokter"Tanya seseorang yang juga ikut membantu.
"Bukan,tapi saya mahasiswa kedokteran."jawabnya,menoleh sekilas.
Yuna melakukan pertolongan pertama pada korban.Dan mencoba menghentikan pendarahan nya.Wajah Yuna terlihat cemas.
"korban terluka parah,ia sudah kehabisan banyak darah.Mana Ambulance nya?"Tanya nya menaikan volume suaranya.
Yuna mengeluarkan segala kemampuan nya dalam bidang kedokteran yang ia kuasai.Baru kali ini ia menangani pasien emergency.Tapi tanpa ragu dan penuh keyakinan,ia mengeluarkan segala kemampuannya.
Dan segera memasang cairan infus yang dia bawa.
Ambulance pun datang,Yuna segera memapah korban yang belumuran darah itu ke dalam mobil Ambulan di bantu oleh beberapa orang.
Yuna menggenggam jemari wanita paruh baya itu.manik matanya menyiratkan kesedihan.
Ia teringat kembali saat mengantarkan jenazah ibunya dari rumah sakit kala itu.
Tumbuh mungilnya terisak dalam rengkuhan Ayahnya.Mata yang memerah dan sembab,dada nya berdenyut menahan kepedihan.Ingatan yang takkan pernah terhapus dalam memori nya.
"sedang di usaha neng,tapi jalanan macet."tutur sang driver.
"Ambil jalan pintas,segera.Keadaan korban kritis.Ia kehilangan banyak darah."Yuna mencoba untuk meredam kepanikannya.Ia mencoba menghubungi Rumah Sakit.
Dalam beberapa menit mereka pun tiba di Rumah Sakit.Beberapa pegawai Rumah Sakit itu sudah bersiap.Dan membawa korban ke ruang IGD.
"Nyonya.."ujar salah satu suster.Suster itu sepertinya telah mengenal korban.Tapi Yuna tidak memperdulikannya.Pandangannya hanya tertuju pada korban.
Yuna menatap korban yang terbaring di atas brankar itu dan ikut mengantarkan ke ruang IGD,sebelum suster yang bertugas menghentikan langkahnya memasuki ruangan.
"Tunggu di sini ya."tutur nya.
Yuna terlihat cemas akan keadaan korban.Ia hanya duduk dan berdiri lagi.Manik matanya berkaca,ia terus berdoa dalam hatinya.Semoga apa yang ia lakukan tadi dapat menyelamatkan korban.
Ia melupakan bahwa hari itu adalah hari dimana ujian prakteknya akan di laksanakan.
Fikiran nya hanya di penuhi tentang kejadian tadi.
__ADS_1
Ya Allah selamat kan ibu tadi,jangan biarkan anaknya kehilangan seorang ibu.Batin Yuna
Beberapa menit berlalu,salah seorang suster keluar dari ruangan IGD.Yuna langsung berdiri dan menghampirinya dengan wajah yang sangat cemas.
"Bagaimana dengan keadaan korban sus?"Tanya nya tidak sabar.
"Kondisi pasien saat ini sudah stabil."Jawabnya.
Yuna pun menghela nafas,seolah beban yang menyesaki dadanya telah hilang.
Syukurlah...terima kasih ya Allah.Batin Yuna.
"Anda bisa kembali sekarang"ujarnya
"Tapi sus,bagaimana dengan pasien nanti?Saya tidak tau dimana keluarga nya,karena saya tidak mengenalnya.Saya hanya kebetulan melihatnya di jalan tadi"Tanya Yuna.
"Anda tidak usah khawatir,biar pihak Rumah Sakit yang mengurusnya."sambungnya.
Walaupun Yuna merasa heran dengan penjelasan suster itu,tapi ia percaya bahwa pasien akan baik-baik saja.Yuna pun hendak meninggalkan tempat itu.
"Tunggu nona,"panggil suster.
Yuna pun membalikkan badannya.
"ya sus?"
."bisa kah Anda meninggalkan data diri ?"
"oh iya sus,bisa."Yuna pun mengikuti suster itu menuju meja resepsionis.
"silahkan beritahu data diri anda"ujar suster itu sambil memegang pena dan berkas di tangannya.
"Nama saya Yunanda Prisilia,saya dari fakultas kedokteran universitas xx.Apa ada lagi?"ucap Yuna.
Suster itu mencatat semua data diri yang di berikan Yuna.
"silahkan catat nomer ponsel anda".suster itu memberikan kertas dan pena pada Yuna.
"apa saya bisa pamit sekarang?"Tanya Yuna setelah Yuna memberikan catatan,ia pun melihat jam tangannya.
Ada hal yang ia lupakan saat itu,tapi tak ada yang lebih penting dari menyelamatkan nyawa seseorang.Tak ada yang lebih berharga dari kehidupan.
Ia memejam kan matanya,ada sesuatu yang membuncah di dalam dadanya.Tak ada yang sia-sia dengan ketulusan yang kita berikan untuk orang lain,sekecil apapun itu.Mungkin begitu berarti bagi orang lain.
__ADS_1
Setelah selesai Yuna pun meninggalkan rumah sakit itu.Dan bergegas menuju kampus,setelah ingat bahwa ia melewatkan jadwal prakteknya hari itu.
Hai para reader...jangan lupa dukungannya ya..like and vote 😘 terima kasih...