The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Tak tau malu


__ADS_3

Daniel berjalan menuju ruang rapat,beberapa staf sudah menunggunya.


Tiba-tiba seseorang berjalan di samping nya.


"Hai Niel.."sapa nya seraya tersenyum.Daniel pun menoleh ke arah nya.


Mimik wajah Daniel berubah kesal ketika menyadari siapa yang berada di samping nya.


Tapi Daniel hanya terdiam,tak bergeming.Ia melangkahkan kaki nya semakin cepat.Hingga wanita di sampingnya itu berlari-lari mengikuti langkah Daniel.


Daniel tersenyum di ujung bibirnya.Sepertinya Sany tidak menyerah,dia terus mengikuti Daniel.


"Niel tunggu aku.Kenapa kau marah begitu lama,jangan seperti ini dong"Ucap nya terengah-engah.


Lagi-lagi Daniel mengacuhkannya,dan memasuki ruangan rapat.Ia menutup pintu dengan cepat saat Sany baru sampai di depan pintu.


Brak!


Sany terkejut,untung saja ia menghentikan langkahnya,sebelum keningnya terbentur pintu.


"Niel sangat menyebalkan.Tapi aku tidak akan menyerah untuk mendekati mu lagi.Lihat saja nanti."Gerutu nya.ia pun memasuki ruangan rapat itu,setelah merapikan penampilannya,dan memoles bedaknya sekilas.


Rapat segera di mulai beberapa saat kemudian.


Selama rapat berlangsung,mata Sany terus memandangi Daniel.Daniel yang menyadari itu,merasa tidak nyaman.


Beberapa staf yang menyadari tingkah Sany pun hanya memperhatikan dan tersenyum-senyum.


Andrean beberapa kali menegur Sany dengan berbagai cara.Tapi bukan Sany nama nya jika tidak ngeyel.


Sungguh tidak tau malu.Menyebalkan.!Batin Daniel.


Selepas rapat usai,mereka pun kembali ke ruangan masing-masing.


"Pak Andrean,aku meminta izin untuk bicara pada Niel ya,sebentar saja boleh ya?"ucap Sany ketika berjalan menuju ruangannya bersama Andrean.


"Sany..ini kan jam kerja,maaf aku tidak bisa mengijinkan mu selain urusan pekerjaan.Jadi cari lah waktu yang tepat"jawab Andrean.


Walaupun kecewa,Sany tetap mengikuti langkah Andrean ke ruangannya.Meski pun wajah nya terlihat cemberut.


Daniel baru saja memasuki ruangannya,di ikuti oleh Gino.


"Bos ada beberapa klien yang mengajukan berkas .Mereka meminta persetujuan mengenai projek yang akan di laksanakan minggu ini."Tutur Gino.


"Berkas?berkas apa?"Tanya Daniel mengerutkan dahi nya.


"Berkas bulan lalu Bos,mereka mengajukannya lagi setelah memperbaiki beberapa data yang Bos tolak."Sambung Gino

__ADS_1


"Aku kan sudah menolaknya,bukan meminta mereka memperbaiki nya.Mereka fikir aku Dosen?Aku mempunyai alasan dengan semua itu.Beri tau mereka,jika aku tidak menyetujui projek mereka ."tukas Daniel dengan tegas.


"Mereka bilang,jika Bos menolak nya lagi,Mereka ingin bertemu langsung dengan anda".


"Cih,untuk apa?mau menjilat?hah bilang aku tidak mau"


"Baik Bos.Saya permisi."


"Hmm.."


Beberapa klien yang meminta suntikan dana untuk beberapa pembangunan di luar kota,di tolak mentah-mentah oleh Daniel.Karena Daniel tau bagai mana kinerja perusahaan mereka.Terlalu besar resiko yang harus di hadapi jika menyetujui nya.


Beberapa kali perusahaan nya mengalami kerugian akibat perusahaan mereka.


Karena kekerabatannya dengan Kakek mereka.Hingga mereka tak jera juga untuk meminta kerja sama dengan PT.Wira Group.


*


Waktu makan siang pun tiba,Daniel berjalan bersama sekertaris nya menuju pintu keluar.Tiba-tiba Sany muncul menghampiri mereka.


"Hay Niel,kau mau makan siang ya?kita makan siang bersama yuk"Ajak nya sambil terus merapikan rambutnya.


Daniel mengacuhkannya.


"Maaf nona,bukan kah anda pegawai di kantor ini?Jaga sikap anda.Dan bisa kah anda sopan jika memanggil.Bos Daniel."tegas Gino.


Sany mengerutkan dahinya,ia merasa perkataan sekertaris Daniel itu berlebihan.


"Tentu saja aku tau siapa anda nona.Anda adalah sekertaris baru pak Andrean kan?"jawab Gino tegas.


Wajah Sany semakin cemberut,ia terlihat kesal.


"Bukan itu yang ku maksud.Aku adalah.."


"Gino,Ayo pergi.Aku tidak mau membuang waktu ku".Daniel pun berjalan keluar dari kantor dan segera masuk ke dalam mobilnya yang susah terparkir di depan pintu keluar.Gino pun segera menyusul Daniel.


Sany masih terpaku melihat Daniel meninggalkan nya,bahkan tanpa sedikit pun melirik ke arahnya.Sany yang terlihat sangat kesal pun pergi makan siang di kantin yang di sedia kan oleh kantor WiRA group.


Ketika Sany duduk sendiri di meja yang paling ujung,karena tempat itu memang sudah penuh.Seseorang mendekati Sany,ia salah seorang karyawan di kantor itu juga.


"Hay.Boleh aku duduk di sini?"Sapa nya.


Sany hanya menoleh sekilas lalu mengangguk.Pria itu pun duduk di sebelah Sany.Sany terlihat mengacuhkannyaeski pria itu beberapa kali berbasa basi dengan nya.


"Kita belum saling kenal kan?kau sekertaris baru pak Andrean,apa benar?"tanya nya.


"Hmm"Sany hanya mengangguk.

__ADS_1


"Kenal kan nama ku gery"Pria itu mengulurkan tangannya.Sany pun menjabatnya tanpa melihat wajah pria itu.


"Sany"jawabnya.


"Oh nama yang indah.eumm apa aku mengganggu mu?"tanya nya lagi.


"Tidak kok,tapi jika kau terua bicara,makanan mu itu bisa basi nanti"ujar Sany ketus,sambil melirik ke makanan yang Gery bawa.


"Oh baik lah,kau benar.Aku makan dulu,selamat makan Sany"ujar nya.


"Hmm"


Dasar pengganggu,rencana yang ku susun jadi buyar tau.Aku harus berfikir ulang untuk mencari cara agar aku bisa bersama Daniel lagi.Setidaknya aku bisa dekat dengannya lagi.Tapi bagaimana?sikap nya sangat mengerikan.Tapi sekarang dia jadi tambah tampan.hrrr!Aku tidak akan menyerah.Batin Sany.


Selepas makan siang,Sany pergi ke sebuah toko kue,dia membeli sebungkus kue kesukaan Daniel dulu.Sany mencoba untuk mengingatkan nya lagi tentang masa lalu mereka.


"ini kue kesukaan Daniel.Pasti dia tidak akan menolaknya.hmm..."Sany dengan wajah sumringah nya meninggalkan toko kue itu dengan menjijing sebuah kantong yang berisi kue kesukaan Daniel.


Saat memasuki kantor.Sany pun melihat Daniel bersama sekertaris nya,juga Andrean sedang mengobrol sebelum memasuki ruangan mereka masing-masing.


Sany berjalan dengan percaya diri nya menghampiri mereka.Sambil terus merapikan penampilannya,yang terlihat tidak berubah sama sekali.


"Hay,two brother tampan,apa aku menganggu kalian?"sapa Sany dengan gaya centil nya.Penampilan yang seksi dan mempesona bagi sebagian laki-laki,tapi tak berpengaruh pada kedua kakak beradik yang telah mengenalnya sangat lama itu.


Daniel terlihat membuang muka nya.Hanya Andrean yang tersenyum pada Sany.Gino pun terlihat tidak menyukai tabiat wanita satu ini,sama seperti sang bos.


Mau apa lagi si dia.huh!Batin Daniel.


"Ada apa Sany?"Tanya Andrean.


"ini kak,aku membawakan kue untuk Daniel.Pasti kau menyukai nya"ujar Sany,sambil memasang senyum menggodanya.


Daniel terlihat tidak tertarik sedikit pun.Andrean menyadari itu.


"Terima kasih ya"Ujar Andrean melirik ke arah Gino agar mengambil bungkusan itu.Gino pun paham maksud Andrean dan segera mengambil bungkusan itu dari tangan Sany.


"Terima kasih"ucap Gino.


"ingat,ini bukan untuk mu ya.ini untuk Daniel."kata Sany dengan ketus nya Wajahnya terlihat mengkerut.


Gino hanya mengangguk kan kepala nya.Daniel malah pergi dan menuju ke ruangan nya.Di susul oleh Gino,sambil membawa bungkusan itu.


"Saya permisi pak"ucap nya seraya membungkuk kan badannya di hadapan Andrean,dan di balas anggukan olehnya.


Tiba -tiba Sany berjalan dan menghalangi langkah Daniel.Seketika Daniel pun berhenti.Ia mengerut kan keningnya.Mata nya terbuka lebar,wajahnya terlihat jengkel dengan kelakuan mantan kekasihnya itu.


"Niel,aku masih sangat mencintai mu.Tolong maaf kan aku.Aku mau kita seperti dulu lagi"ucap Sany tanpa ragu.

__ADS_1


Mata Daniel terbelalak,keningnya berkerut dalam.ia menggeleng kan kepalanya,seolah tidak mengerti dengan sikap konyol orang yang pernah sangat ia cintai dulu itu.


Andrean dan Gino pun sama terkejutnya.Tapi Andrean malah tersenyum-senyum.Sedangkan Gino terlihat tegang.Entah apa yang akan di lakukan oleh Bos nya yang terkenal dingin dan galak itu.


__ADS_2