
Yuna sudah membeli hadiah pernikahan,dia terduduk di sebuah cafe sendirian.Masih dengan fikiran nya yang entah kemana.Ia tidak fokus.Bahkan seseorang yang menyapa nya saja tak di sahuti nya.
Apa yang harus ku katakan pada kak Andrean?Batin nya.
Yuna mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Andrean.
Panggilan telpon pun terhubung.Terdengar Andrea menjawab nya.Yuna menarik nafas nya pelan,mencoba untuk mengontrol batin nya yang masih tersisa kesenduan.
"Halo kak,Aku...hanya ingin bicara menegenai acara pernikahan Stevania".Ucap Yuna pelan.
"Aku...eum..maaf tidak bisa datang bersama kakak.Aku mungkin akan pergi bersama Doni.Kami harus datang lebih awal,karena...kau tau Stevania adalah sahabat kami.jadi aku minta maaf ya,harus membatal kan janji."Lanjut nya.
Terdengar Andrean begitu kecewa.Tapi akhirnya Yuna mengakhiri panggilan telpon nya.
"Kalau begitu,sekali lagi maaf ya kak.Oke.sampai jumpa"Klik panggilan di akhiri.
Yuna menyandarkan tubuh nya di kursi dan mencoba menenang kan hati nya.
Aku tidak mau ada dia antara hubungan orang lain.Aku rela terluka demi mereka bahagia.
Tiba-tiba ponselnya berdering.
Ayah?
segera Yuna menjawab nya.
"Halo Ayah?Apa pertemuan keluarga dengan dr.Arman sore ini?Baiklah,aku segera pulang,kebetulan urusan ku susah selesai.Sampai jumpa Ayah.Wassalam muaalikum"Klik Yuna mematikan ponsel nya.Dan ia segera bangkit dan meraih beberapa belanjaan yang di simpan di meja.
***
Nyonya Wini mencoba menghubungi Daniel melalui ponsel dr.Arman.
Tapi seperti nya Daniel sedang sibuk.
"Baiklah Pap,lebih baik kita pergi dulu,nanti kita coba hubungi Niel lagi.Aku tidak mau keluarga Dokter Yuna sampai menunggu lama"Ajak Nyonya Wini yang memang sudah bersiap-siap.
"Kalau begitu,baik lah".jawab dr.Arman.
Dan mereka pun segera menuju kediaman Yuna.Sepanjangan perjalanan,Nyonya wini terus menghubungi Daniel.
"Mam,apakah Mami sudah memastikan bahwa keputusan Niel semalam itu serius?"Tanya Dr.Arman,merasa khawatir dengan jawaban Daniel.
"Ya Tentu saja,Mami sudah menanyakan nya semalam,tadi pagi juga.Dan jawaban nya...iya dia mau menerima perjodohan ini.Tapi dia masih ragu jika Dokter Yuna lah yang akan menolak."jawab Nyonya Wini.
"Semoga Saja semua nya berjalan dengan baik ya,sesuai dengan yang kita harapkan"ujar dr Arman.
"Ya,Aamiin semoga saja"Ucap Nyonya Wini.
Mereka pun sampai di halaman kediaman rumah Yuna.Terlihat Bu julia sudah menyambut,saraya tersenyum dari kejauhan.
__ADS_1
Dia melirik jam Diding yang terlihat dari pintu keluar.
Mana Yuna?kenapa dia belum datang juga.Batin Bu julia.
Nyonya Wini dan Dr.Arman pun memasuki umah Yuna,dengan sambutan kedua orang tua Yuna.Mereka berbincang-bincang sambil menunggu kedatangan Yuna.
Beberapa kemudian Yuna pun datang,dan ikut. bergabung setelah menyimpan barang -barang belanjaan nya.
"Maaf ya menunggu lama,"Ujar Yuna setelah menjabat kedua tangan calon mertua nya itu.
"Tidak apa-apa,lagi pula kami juga belum lama datang.Tapi maaf Daniel mungkin tidak bisa datang hari ini,mungkin dia sedang sibuk.Pertemuan selanjutnya,saya pastikan dia akan datang"jawab Nyonya Wini.
"tidak apa-apa,kami mengerti dengan kesibukan nya"Ucap Bu julia.
"Terima kasih.Oh iya,kita langsung saja ke pokok pembicaraan.Jujur saya sudah tida sabar mengenai keputusan kedua nya"Ujar Nyonya wini.
"Begini Pak Heru,setelah kami bertanya dan ncoba meyakin kan Daniel,akhirnya...Daniel.mau menerima perjodohan ini.Dan kami tinggal menunggu jawaban dari Yuna"ujar Dr.Arman.
Apa?pria arogan itu,menerima nya?aku tidak visa membayang kan bagai mana menghadapi nya nanti.Batin Yuna.
"Begini Tuan,Nyonya.Kami juga telah mendapat kan jawaban nya dari Yuna pagi ini.Dan saya menyerah kan pada kalian untuk memastikan nya lagi."ujar Pak Heru.
Yuna menundukkan pandangan nya.Dia masih memantap kan hati nya mengenai keputusan yang ia ambil.
pandangan keluarga tertuju pada Yuna yang masih terdiam.
"Bagaimana Sayang.Apa keputusan mu?Kami akan menerima nya dengan tangan terbuka,apa pun itu,asal kan tidak membebani fikiran mu."Ujar Nyonya wini.
"Aku sudah memantap kan hati ku untuk menerima perjodohan ini.Aku bersedia menerima Daniel"Jawab Yuna.
Membuat semua nya tersenyum bahagia dan merasa lega.Seketika Nyonya wini berhambur memeluk Yuna erat.Ia sangat bahagia,itu terlukis jelas di mata nya.
"Terima kasih ya,kau mau menjadi bagian dari keluarga kami.Kami sangat bahagia.terima kasih..sayang..."Ucap nya mengecup kening Yuna.
"Iya tante,aku juga senang bisa menjadi bagian dari keluarga tante."Ucap Yuna tersenyum,dan tepukan di bahu oleh dr.Arman.
***
Andrean masih berada di ruangan kantor nya.Masih memikirkan perihal Yuna yang membatal janji nya.Dia masih bingung,kenapa Yuna membatalkan janji nya secara mendadak.Andrean terlihat kecewa,padahal ia sudah mempersiapkan kejutan untuk Yuna.Tapu,dengan otomatis semua nya gagal.
Andrean menyandarkan tubuhnya di kursi.Tiba-tiba Sany mengetuk pintu ruangan nya.
"Masuk"sahut Andrean masih dalam posisi nya.
"Permisi pak,jadwal keberangkatan anda ke singapura,di maju kan besok."Tutur Sany.sambil membawa berkas di tangan nya dan di letakkan nya di meja Andrean.
"Apa?besok?Kenapa bisa di percepat?"Tanya Andrean menegakkan tubuhnya.
"Iya pak,ada beberapa klien kita yang mengajukan pertemuan besok"jelas Sany.
__ADS_1
"Tapi aku tidak bisa jika harus besok.Sampai kan lusa aku akan berangkat."Ujar Andrean.
"Baik pak akan saya sampai kan.Kalau boleh tau memang besok ada acara apa ya?"Tanya Sany.
"Aku akan menghadiri pernikahan salah satu staf kita di surabaya,pagi sekali aku akan berangkat.Jadi siap kan tiket dan akomodasi ku selama di sana."
"Untuk berapa orang pak?Bukan kah pak Andrean sudah mempersiapkan nya beberapa hari lalu."ucap Sany,mengerut kan keningnya.
"yang lalu,batalkan saja.persiapkan ulang ".
"Baik pak.Eum apa aku boleh ikut?"Tanya Sany berharap
"eumm...baik lah.tapi pesan tiket baru ya."
"Oke pak siap".Sany pun keluar dari ruangan nya.
Akh...aku bisa pergi berlibur kyahaha.bahagia nya.lusa aku akan pergi ke singapura.Kok aku merasa bahagia ya,setiap kali berada di samping pak Andrean.Batin Sany.
Tiba-tiba Daniel masuk ke ruangan Andrean,meliwati Sany yang masih sibuk dengan pemikiran nya..
"Eh..eh..Niel...ada keperluan apa?issh Daniel semakin hari semakin menyebalkan.Aku sudah malas mendekati nya."Gumam Sany.
Daniel memasuki ruangan Andrean.
"Kak"Sapa Daniel.
"Hmm"sahutnya.Masih memeriksa berkas yang di berikan sany tadi.
"Aku dengar kakak akan berangkat besok?"Tanya nya seraya menjatuhkan tubuhnya di sofa.
"Tidak.Aku akan berangkat lusa.Karena besok aku harus ke surabaya menghadiri pernikahan Charlie."
"Oh iya,sampai kan salam ku,aku tidak bisa menghadiri nya ".
"Ya"
"Oh ya,tadi Mami menelpon ku berkali-kali ada apa ya?tadi aku sedang rapat."ujar Daniel sambil melihat layar ponsel nya
"Coba kau hubungi lagi.Mungkin ada hal yang penting."ucap Andrean .
"Baiklah."Daniel pun segera menghubungi Mami nya.
"Halo Mam,Maaf tadi aku sedang rapat.sebentar lagi aku dan kak Andrean juga akan pulang.Ada apa?bicarakan saja sekarang Mam.Baik lah kita bicara di rumah.Sampai jumpa Mam."Klik Daniel pun mengakhiri panggilan nya.
"Apa kata Mami?"Tanya Andrean.
"Mami ingin bicara di rumah."Jawab Daniel.
"Baiklah kau pulang terlebih dahulu saja.aku ada beberapa pekerjaan yang harus ku selesaikan.Aku akan pulang sebelum makan malam."Biar Andrean.
__ADS_1
"Baik lah."Daniel pun segera bergegas untuk pulang.