
Ola menuju ruangan di mana para pegawainya sedang sibuk bekerja.Sedangkan Andrean masih sibuk di ruangannya untuk memeriksa perihal semua laporan mengenai cafe nya itu.OIa melangkahkan kakinya ke arah dapur.Beberapa pegawai menganggukkan kepalanya memberi hormat.
"Dimana Yuna?"Tanya nya pada seorang Waiter yang berpapasan dengannya.
"Sedang mengantarkan pesanan bu"jawabnya.
"Suruh dia kemari."Ola pun duduk di salah satu kursi di ruangannya yang menuju ke dapur.
"baik bu"waiter itu segera menemui Yuna yang sedang mencatat pesanan pelanggan.Dia menghampiri Yuna dan berbisik di sebelah nya.
"Yuna,bu Ola ingin bertemu,dia ada di belakang"bisiknya.
Yuna hanya mengangguk.
"sini aku saja yang melanjutkan pekerjaan mu"ujarnya mengambil catatan yang si pegang Yuna.
"iya,terima kasih ya"ujar Yuna,dia pun segera menemui Ola.
Ola sedang duduk sambil Mengetuk-ngetukkan kuku nya yang berkutek warna warni itu di atas meja kaca.Dia berfikir keras mengenai hubungan antara Andrean dan Yuna.
Andrean tidak pernah semarah ini pada ku.Tapi karena gadis itu,Andrean bahkan akan memecat ku.Huh!kurang ajar.Aku akan memberikan perhitungan padanya.Batin Ola.
Yuna melangkah perlahan mendekati Ola.Pandangan nya masih tertunduk.
"permisi bu,apa ibu memanggil saya?"Tanya Yuna.
"duduk"ucap Ola.masih dengan wajah juteknya.
"iya bu"
"setelah saya periksa data tentang keterlambatan mu,ternyata ada kesalahan.Jadi kamu masih tetap bekerja di sini."kata Ola,masih tidak merubah posisinya.
"Benar kah bu?terima kasih banyak bu,sudah memberikan kesempatan pada saya.Saya tidak akan terlambat lagi bu."ujar Yuna.Senyum nya mengembang,hatinya merasa lega.
Terima kasih ya Allah.Batin Yuna.
"Ada tapi nya..."melirik ke arah Yuna.
"Tapi apa bu?"wajah Yuna pun berubah tegang.
"Tapi jam kerja mu bertambah.Kau bisa pulang setelah semua pegawai pulang.Kau harus membersihkan ruangan di lantai dua"sambungnya kemudian,Ola menyeringai penuh kemenangan.
Yuna tau,hal itu di luar dari pekerjaannya sebagai seorang waiters.Tapi Yuna tidak keberatan,asalkan dia masih bisa bekerja di sana.
"baik bu."menundukkan pandangannya.
Ola pun kembali melangkahkan kakinya menuju ruangannya.
"bawakan aku cappuccino ice ke ruangan ku"ucapnya.
"baik bu"
Yuna pun membawakan pesanan manajernya itu ke ruangannya.
"permisi bu..ini pesanan anda"Yuna meletakkan gelas itu di meja dengan hati-hati.
"saya permisi bu"Ucap Yuna,ia hendak membuka knop pintu.
"Tunggu.."
Yuna pun membalikkan badannya.
"iya bu"
"Apa hubunganmu dengan pak Andrean?"tanya nya penuh selidik.
Yuna terkejut,dengan pertanyaan bos nya itu.Dia diam sesaat.Ola menatap Yuna lekat.
"saya.. tidak memiliki hubungan apa-apa dengan pak Andrean bu,kami hanya berteman."jawab Yuna terbata.
"Berteman?haha...bagaimana bisa pak Andrean mau berteman dengan orang sepertimu.?"Suaranya menggelegar memenuhi ruangan.
Yuna merasa tercekat.Ia berusaha menahan hatinya dengan pernyataan yang Ola lontarkan.
__ADS_1
Yuna hanya terdiam.
"Sudah sana pergi,aku semakin muak melihat mu"ujarnya penuh amarah.
Ada apa dengan bu Ola?kenapa dia bisa semarah itu dengan ku?apa salah ku padanya?Batin Yuna.
Yuna pun keluar dari ruangan itu dengan hati yang sedih.Ia masih menundukkan pandangannya.
Melangkah perlahan.
"Yuna"
Ia menoleh ke sumber suara.
"pak Andrean"seraya menganggukkan kepalanya.
"hey ada apa?kenapa wajah mu sedih begitu?"tanya Andrean menghampiri Yuna,dia melirik ke arah pintu ruangan Ola.
"Apa dia tetap memecat mu?"
"oh tidak pak,saya tidak jadi di pecat."ujar Yuan sedikit panik.
"haha..kenapa kau jadi canggung begini?panggil saja aku seperti biasa.Lalu kenapa kau sedih begitu?"tanya nya lagi
"Aku tidak sedih pak,aku hanya heran kenapa ketika pak Andrean datang ,aku tidak jadi di pecat?"Tanya Yuna dengan Wajah polosnya.
"Aku hanya menanyakan kebenaran dari data yang bu Ola punya mengenai kesalahan para pegawai.Dan ternyata benar,memecat mu adalah sebuah kesalahan."ucap Andrean.
Yuna hanya mengangguk.
"Terima kasih atas bantuannya pak."
"please Yuna,panggil aku kakak saja."mengulas senyum nya."oh iya,bagaimana kalo nanti kita pulang bersama?ku harap kau tidak menolak,aku memaksa."
"emm..."berfikir sesaat."baiklah,tapi...aku tidak enak dengan pegawai lain.jadi,"
Senyum Andrean terlihat mengembang,
"kalo begitu,aku bisa menunggu mu di luar cafe kan?ayolah"
*
Yuna kembali bekerja dan Andrean pun kembali ke ruangannya,setelah memesan lemon tea.
Jam kerja pun usai,beberapa pegawai sudah meninggalkan cafe.Yuna masih sibuk mencuci piring di dapur,yang merupakan pekerjaan tambahan dari bu Ola.
"Yuna Aku duluan ya"ujar Rendy yang sudah bersiap hendak pulang.
"iya Ren"masih sibuk membilas piring-piring.
"jangan terlalu memaksakan diri.wajah mu sudah terlihat lelah begitu,oh iya,kau belum makan kan?"
"iya Ren,nanti aku juga makan kok.makasih ya.Hati-hati di jalan"
"iya,oh iya lebih baik kau bersiap untuk pulang.lagi pula ku lihat tadi bu Ola sudah meninggalkan cafe,jadi lebih baik kau istirahat."
"iya,sedikit lagi kok.oh iya,apa kak,eh pak Andrean sudah pulang?"tanya Yuna sembari mengelap piring.
"sepertinya belum.Dia masih di ruangannya.ya sudah Aku pulang dulu ya.bay"Rendy pun beranjak meninggalkan Yuna yang masih berada di dapur seorang diri.Hanya ada cleaning service yang berada di ruangan lain.Dan mereka pun sudah bersiap untuk pulang.
"hay..."Tegur Andrean menghampiri Yuna.
"eh pak.ups"Yuna menutup mulutnya.ia pun tertawa.
Andrean menghela nafasnya.
"ck.. ternyata kau seorang pekerja keras ya,tapi kenap kau mengerjakan pekerjaan ini?bukan kah kau seorang waiters?"Tanya Andrean merasa heran.
Yuna terlihat berfikir,mencari alasan untuk itu.
"emm...aku hanya mengisi waktu,selama menunggu kak Andrean"memaksakan tersenyum,agar Andrean tidak curiga,bahwa itu adalah pekerjaan tambahan yang di berikan Ola.
"Benarkah?kalo begitu kau harus mendapat uang lembur."Andrean tergelak.
__ADS_1
Yuna mengangkat alisnya.
"haha.."
"Aku serius,jadi apa yang kau ingin kan untuk jam lembur mu?"Tanya Andrean.
"sudah lah jangan bercanda,apa pekerjaan kakak sudah selesai?"Tanya Yuna sambil mengelap tangannya yang basah.
"sudah ku bilang Aku serius.Apa kau sudah makan malam?kenapa wajah mu pucat sekali?"sambil memperhatikan Yuna.
"benarkah?"Yuna memegang pipi nya."aku..belum makan malam kak"ujarnya tersipu.
"Astaga...yang benar saja,kau bekerja sampai semalam ini,tapi belum makan?"Andrean terlihat cemas.
"Aku lupa kak,pola makan ku memang tidak teratur."
"Tunggu di sini."Andrean menuju dapur,dia mempersiapkan beberapa bahan makanan dari lemari es.Yuna hanya terpaku sambil memperhatikan yang di lakukan sang big bos.
Andrean mulai memotong beberapa bahan makanan,lalu menghidupkan kompor.Dia mulai sibuk memasak.
"kakak mau apa?"Tanya Yuna masih merasa heran.
"kau pikir aku sedang apa?tentu saja memasak dong.ck..."Andrean menggeleng kan kepalanya.
"iya aku tau,tapi untuk apa?"masih kekeh bertanya.
"duduk lah,dan diam tidak usah banyak tanya"
Beberapa saat kemudian,Nadrean menyelesaikan masakannya,dan menyajikannya di hadapan Yuna.
"Ayo makan"Andrean pun duduk di hadapan Yuna.
Yuna mencium aroma masakan itu,matanya berbinar,perutnya mulai berbunyi.Yuna pun mencoba masakan yang di hidangkan Andrean.Setelah dia bertanya dengan sorot matanya pada Andrean.
"Bagaimana?enak?"Tanya penuh harap.
Yuna hanya mengangguk,dia pun melahap habis makanan itu.
"wah,makanan nya memang enak atau...kau yang memang sedang lapar ya"goda Andrean.
"Masakan kakak memang luar biasa,tidak salah kakak membuka cafe keren ini"ujar Yuna,setelah meneguk segelas air.
"pandai kau memuji yah"
"haha..itu benar kak"
"ya sudah,kalau kau sudah kenyang mari ku antar kau pulang,ini susah larut"Ujar Andrean beranjak dari kursinya.
*
Akhirnya Andrean mengantarkan Yuna pulang.
Di mobil,Yuna terlihat begitu lelah dia menguap beberapa kali.
Ketika Andrean menoleh,Yuna sudah terlelap bersandar di kursi mobil.
Andrean memandangi Yuna,sambil tersenyum-senyum.
"kau terlihat lelah sekali.Tidur lah wahai gadis yang penuh semangat.Hari-hari mu sepertinya harus kau lalui dengan penuh peluh.Aku salut padamu,kau jauh dari kata manja.Dan kau tidak pernah mengeluh.Semoga kau selalu bahagia.Yuna.."Gumam Andrean.
Mobil pun sampai di pelataran rumah Yuna,tapi Andrean tidak tega untuk membangun kan Yuna.
Andrean pun memutuskan untuk turun dari mobil dan memberi tahu Ayah Yuna yang kebetulan keluar dari pintu rumahnya,sesaat mendengar mobil terparkir di halaman rumahnya.
"Pak,Yuna tertidur di mobil,aku tidak tega membangunkan nya"kata Andrean.Dan kemudian Andrean pun menceritakan perihal keberadaan Yuna bersama nya.
"Tapi bapak tidak kuat mengangkat Yuna,bisakah tuan Andrean membantu untuk menggendongnya ke kamar,tapi kalau tuan keberatan,Yuna di bangun kan saja."tutur Heru.
"eh tidak pak,jangan di bangun kan,biar aku saja yang mengangkatnya dan memindahkannya ke kamarnya"
Andrean pun menggendong Yuna dan memindahkannya ke kamar.
Hati Andrean merasa tak karuan.
__ADS_1
paras mu cantik,hatimu juga cantik,kepribadian mu mempesona, kau sempurna.Batin Andrean.
Matanya terus menatap Yuna dalam dekapan nya.Ia menidurkan Yuna di kasur dengan hati-hati.Heru pun berada disana,ia hanya tersenyum melihat kejadian itu.