
Andrean masih menunggu jawaban Yuna.Mata nya tak berpaling dari wajah Yuna.
kau terlihat mempesona,banyak wanita yang ku jumpai dan sering menggodaku,tapi baru kali ini aku terpana pada sosok wanita yang sederhana,bahkan tanpa menonjolkan diri nya,dia sudah terlihat berbeda...dia istimewa.Batin Andrean
"Bagaimana?sudah ada jawaban?"tanya Andrean beberapa saat kemudian.
Makanan pun telah di hidangkan.
"Ayo makan dulu,kalian pasti sudah lapar"ujar Heru seraya meletakkan piring pesanan di hadapan mereka.Yuna melirik Andrean dan makanan bergantian,seolah meminta Andrean untuk makan dulu.
Andrean mengangkat bahunya.dan mulai menyantap pesanan nya.
Setelah makanan mereka berdua tandas,Andrean pun tidak menyia-nyiakan waktu untuk meminta jawaban dari Yuna.Dengan sorot matanya yang seolah menunggu kepastian itu,akhirnya Yuna pun menjawabnya.
"maaf"Yuna menundukkan kepalanya.
Andrean pun merasa sedikit kecewa hingga dia membuang pandangannya ke sembarang arah."jam berapa kakak bisa menjemputku?" ucapan Yuna itu membuat Andrean terkejut.
"kau menerima ajakan ku?"ujar Andrean dengan nada bersemangat.
Yuna hanya menganggukkan kepalanya.
"tapi aku punya waktu selepas magrib,karena aku kan kerja."
"kerja?kau kerja dimana?"tanya Andrean.
"aku bekerja di toko buku sampai sore"ujarnya sambil mengaduk es teh manis di hadapannya.
"baiklah,nanti aku menjemput mu,selepas magrib."Andrean pun menebar senyum nya.Melirik ke arah Heru yang juga menganggukkan kepalanya.
*
Esokan harinya selepas magrib, Yuna pun pulang dari toko buku,ia melangkahkan kakinya menuju kamarnya.Dia melihat dua bingkisan di atas kasurnya.Lalu dia mendekat dan memperhatikan dua buah bingkisan yang satu sebuah paper bag,dan Yang satunya sebuah kotak sepatu.Ia melihat secarik kertas dan terdapat tulisan di sana.
untuk mu Yuna,pakailah..
aku akan menjemputmu jam tujuh malam.
by:Andrean
Kemudian Yuna membuka bingkisan itu ternyata paper bag itu berisi sebuah gaun yang indah dan berkelas,berwarna putih dengan taburan mutiara di sisi-sisinya,gaun di bawah lutut yang cukup sopan,sesuai dengan karakter Yuna.Senyum Yuna mengembang seraya mencoba gaun itu di depan cermin miliknya.Dan ia pun membuka kotak sepatu yang berisi hils yang berwarna cream dan terlihat taburan titik -titik keemasan.
"cantiknya.."Yuna terpana melihat isi dari bingkisan itu,ia melirik jam dinding di kamarnya,sudah pukul 18:45 wib.Yuna bergegas memakai gaun dan sepatu pemberian Andrean itu.
Sepuluh menit berlalu,Yuna sudah terlihat begitu menawan,dengan riasan yang sederhana justru memperlihatkan natural kecantikan nya.Aura mempesona nya terpantul di depan cermin yang ia pandangi.Ia bahkan tidak pernah bermimpi memakai pakaian yang seperti dia pakai sekarang.
"harganya pasti mahal.kenapa kak Andrean membeli pakaian ini?padahal hanya untuk pergi ke pesta yang bahkan tidak sampai setengah hari"Yuna menggelengkan kepalanya.
**
Di rumah kediaman Wirawan
"Terima kasih ya,kau sudah membuatkan gaun pesta untuk temanku"mengelus rambut adiknya yang sedang asik duduk di ruang televisi sambil memainkan gawainya.
__ADS_1
"eh..iya kak.sama-sama,semoga pacar..eh maksudnya teman kakak menyukainya ya."jawab seila
."tentu saja,desain mu itu sangat memuaskan kok.lihat...apa kakak sudah rapi"berdiri di samping seila sambil memperlihatkan pakaian yang sudah di kenakannya.
Seila melihat kakak nya dengan seksama.Dari ujung kepala sampai ujung kaki.Ia pun mengacungkan kedua ibu jari nya.
"wah...wah..kakak ku tampan paripurna sekali..wanita yang mendapatkan kakak pasti sangat. beruntung"
"ah...jangan berlebihan,kalau kakak mu ini tampan,semua orang juga tau"Andrean pun tergelak."ya sudah kakak berangkat ya,"
Andrean pun segera bergegas menuju mobilnya dan duduk dengan sedikit tegang di belakang kemudinya,ia pun memasang sabuk pengaman sambil terus membayang kan bagaimana penampilan Yuna malam itu,dia sudah tidak sabar lagi.Ia pun segera melajukan mobil nya menuju rumah Yuna.
Yuna terlihat sudah menunggu di depan rumahnya,ibu tirinya beberapa hari ini menginap di rumah orang tuanya karena sedang di adakan acara keluarga,jadi Yuna tidak perlu repot-repot meladeni kejulidan ibu tiri nya itu.
Yuna terlihat tegang,karena memang ini pertama kalinya ia pergi ke pesta bersama teman laki-laki yang bahkan baru ia kenal.
kenapa ya aku menerima ajakannya?huff,tapi aku yakin sekali dia pria baik-baik,Ayah juga percaya sekali dengannya,jadi aku tidak perlu merasa khawatir.Batin Yuna
Yuna yang gerogi itu,beberapa kali merubah posisinya.Terlihat sorot lampu mobil yang menyilaukan memasuki pekarangan rumah Yuna,dan berhenti tidak jauh dari tempat Yuna berdiri.Terlihat seorang pria turun dari mobil merah yang sudah Tak asing lagi itu,Pria tampan yang tidak di ragukan lagi.memakai kemeja putih dengan balutan jas berwarna cream lembut dan celana panjang yang senada tapi warna cream nya lebih pekat.Dan tatanan rambut yang rapi juga menawan.Aroma parfum yang meanly dan menebarkan wanginya,membuat Yuna menghirup wangi aroma kedatangan Andrean.
Andrean yang baru turun dari mobilnya pun mengerjapkan mata nya sekilas ,ia mencoba untuk tidak membuat Yuna gerogi dengan tatapannya yang terlihat begitu terpana,dengan penampilan Yuna yang juga sangat mempesona.
Andrean menghampiri Yuna,dengan langkahnya yang tenang.
"sudah siap?kita berangkat sekarang?"
Yuna hanya menganggukkan kepala nya dan masuk kedalam mobil yang pintu nya sudah di bukakan oleh Andrean.
"terima kasih ya,kau sudah mau menemaniku ke pesta"ucap Andrean memecah keheningan yang terjadi.
"aku juga sangat berterima kasih atas ajakan nya,juga pakaian ini"menunjuk pakaian nya dengan sorot matanya."ini gaun yang indah,tapi kenapa repot-repot harus membelikannya."
"oh iya itu,adikku yang memaksa ingin membuatkannya,tadinya aku ingin mengajakmu untuk memilih sendiri gaun yang akan kau kenakan.Tapi,syukurlah kalau kau menyukainya,"mengulas senyum nya."kau terlihat sangat cantik dan mempesona"Andrean pun menghentikan kata-kata nya,ia takut jika Yuna merasa canggung."maaf".
"terima kasih,ini gaun yang indah"melukis senyumnya ,menambah kecantikan yang hampir tidak rela untuk Andrean palingkan dari pandangannya.
Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai,setelah menerobos padatnya jalanan juga beberapa saat terjebak macet.
Andrean menepikan mobilnya di lahan parkir yang telah di sediakan oleh penyelenggara.
Mereka pun melangkahkan kaki menuju gedung pesta,dengan jalan beriringan.
Tiba-tiba dua orang pria dan dua orang wanita yang saling berpasangan menghampiri mereka.
Melambaikan tangan dan saling berjabat tangan.Yuna hanya terdiam ikut menyambut uluran tangan mereka,meski dua orang wanita di hadapannya itu terlihat tidak menyukai Yuna.
"wah kalian cocok sekali.kau hebat Andrean,,ku pikir kau akan datang sendiri haha"ujar salah satu pria teman Andrean
"namanya siapa?dia terlihat masih kekanakan sekali"bisik salah satu temannya di telinga Andrean.
"ah sudah lah ayo kita masuk,nanti malam bisa semakin larut.Ayo Yuna"Andrean pun mengajak Yuna berjalan meninggalkan mereka yang masih terpaku.
"Ah seperti nya Andrean hanya membayar gadis itu,aku yakin."ujar salah satu wanita yang memakai pakaian yang cukup terbuka itu.
__ADS_1
"tentu saja,mana mungkin Andrean menyukainya wanita seperti itu."sambut salah satu wanita yang lainnya.
"hey sudah-sudah.ingat jangan membuat masalah dengan gadis itu.Jika itu sampai terjadi,Andrean bisa marah.Dan bisa mengancam pekerjaan ku."ujar teman prianya.
"benar,Andrean bisa-bisa membatalkan kontrak kerja kita".
"tidak mungkin hanya karena gadis polos seprti itu.."
"jangan coba-coba,kalau kalian nekat.Hubungan kita akhiri saja"Ancam satu pria.Lalu kedua pria itu meninggalkan kedua wanita seksi yang masih menahan kesalnya.Mereka melirik satu sama lain sesaat kemudian mereka masuk ke gedung menyusul kedua pria yang meninggalkan mereka tadi.
Sesampainya di dalam gedung, mereka di suguhi suasana pesta dengan dekorasi romantis memakai latar berwarna putih,banyak bunga-bunga yang tertata rapi di beberapa tempat dan di sudut-sudut ruangan,di dominasi dengan bunga mawar merah dan putih.
Dihadiri cukup banyak tamu undangan yang sedang menikmati makanan,berdansa dan berbincang-bincang.
Beberapa orang menyambut kedatangan Andrean sambil membungkukan badannya.
"selamat datang Pak Andrean,terima kasih telah bersedia menghadiri pesta kami"sambil mempersilahkan Andrean menuju podium tempat kedua mempelai pengantin berada.
Yuna mengekor di belakang Andrean memberi selamat kepada kedua mempelai.
Mereka pun menyantap makanan yang sudah di hidangkan.Yuna dan Andrean duduk di kursi dengan meja bundar yang di hiasi vas besar bunga yang di tata begitu indah.
Terlihat beberapa orang ikut bergabung di meja mereka,dua orang pria dan dua orang wanita yang tadi bertemu mereka di parkiran.
"boleh kita bergabung?"tanya seorang pria yang bernama john itu.
"hmm"Andrean mengiyakan permintaan mereka.
Yuna hanya tersenyum dengan sapaan mereka.setelah selesai menyantap hidangan,mereka pun berbincang ria.Tak ada yang menanyakan perihal status Yuna yang mendampingi Andrean malam itu.Begitu juga kedua wanita yang sedari tadi melirik Yuna dengan tatapan tidak suka.
John dan kiano adalah teman kuliah Andrean yang sama berkecimpung di dunia bisnis.Mereka berdua mempunyai kontrak kerjasama dengan perusahaan yang di pimpin Andrean.Mereka sangat berhati-hati dengan sikap dan tingkah mereka,meskipun mereka begitu akrab.Tapi,kesalahan yang dilakukan oleh mereka,bisa mengancam pekerjaan mereka.Sebenarnya mereka lah yang meminta Andrean datang ke pesta bersama wanita,karena jika tidak,mereka akan menjodohkan Andrean dengan seorang wanita yang tidak di sukainya.Tantangan di terima,akhirnya ia datang bersama Yuna.
Selepas menghadiri pesta itu,Andrean pun mengantarkan Yuna pulang.
"terimakasih ya,sudah menemani ku malam ini,"ujar Andrean yang masih berfokus pada laju kendaraannya.
"iya sama-sama,aku baru pertama kali pergi ke pesta mewah seperti tadi,emm apa aku tidak mempermalukan mu tadi?"tanya Yuna sedikit ragu.
"kau terlihat mempesona,jadi apa yang membuatmu berfikir seperti itu?kedua wanita yang bersama john dan kiano?"
"oh tidak.."Yuna menggelengkan kepalanya.
"emm,,sampaikan salam ku pada Ayahmu ya"
Sesaat setelah menepikan mobilnya di halaman rumah Yuna.
"tidak mau mampir dulu"Ujar Yuna.
"tidak usah,takut mengganggu,sepertinya Ayahmu sudah beristirahat.Gara-gara macet kita jadi terlambat pulang."sambil menengok kaca jendela rumah Yuna yang lampu nya sudah padam.
"baiklah,akan aku sampaikan pada Ayah."bergegas turun dari mobil
"sampai jumpa"Andrean melambaikan tangan yang juga di sambut oleh Yuna.Andrean terus memandangi Yuna dari dalam mobil,hingga Yuna menghilang di balik pintu rumahnya.Dan Ia pun menghidupkan mobilnya dan melaju menuju rumahnya.
__ADS_1