The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
jumpa


__ADS_3

Sore hari Andrean memutuskan untuk mengunjungi kedai sate pak Heru,ia pergi hanya seorang diri setelah Daniel menolak ajakan nya untuk menemaninya.


Seperti biasa, Andrean menepikan mobil di halaman kedai.Ia melihat saat itu kedai telah sepi .


"tumben kedainya sepi"Gumamnya.


Lalu ia pun bergegas turun dari mobil dan malangkah menuju kedai.


Ternyata di sana ada seorang gadis yang ia kenal.


"Yuna?"tegur Andrean


Yuna menoleh ke sumber suara.


"kak Andrean.."Yuna mengulas senyum seraya menghampiri Andrean."Ada yang bisa ku bantu kak ?"


"satenya habis ya?"tanya nya sambil melihat gerobak sate yang sudah rapi.


"iya,satenya sudah habis"


"yah,aku telat dong,hari ini satenya habis lebih cepat ya"Andrean pun duduk di bangku.


"iya soalnya Ayah sedang ada urusan hari ini,jadi membuat satenya lebih sedikit dari hari biasanya."


"oh...begitu,eumm kamu sudah mau pulang?" tanya Andrean lagi.


"iya kak"


"kamu mau tidak,temani aku cari makanan?tadi siang aku hanya makan cemilan"ucapnya ragu.


"eumm...boleh deh,kebetulan aku juga belum makan"jawab Yuna.


"kamu belum makan siang?"tanya Andrean mengerutkan keningnya.Yuna hanya mengangguk.Andrean menghela nafasnya,"oke,ayo aku bantu beres-beres"


"tidak usah kak,biar aku saja,kakak bisa tunggu di mobil"mencoba mencegah Andrean yang hendak merapikan kursi.


"Tidak usah sungkan,sini aku bantu.Lagi pula kau sampe jam segini belum makan?kau bisa sakit Yuna.jika ku bantu,kan bisa lebih cepat selesai"merebut kembali kursi itu,dan segera merapikan beberapa kursi yang masih berserakan.


"baiklah terima kasih,malah merepotkan begini"Yuna meringis,merasa tidak enak,saat seorang Direktur PT.wira grup malah membantunya merapikan kedai sate yang sederhana milik Ayahnya itu.


Ada kekaguman dalam hati Yuna pada pribadi Andrean yang tulus dan rendah hati.


Benarkah ada orang seperti dia?jauh dari kata sombong.Bahkan lebih santun di banding kan dengan kebanyakan orang.Semoga kak Andrean bukan satu-satunya pria yang tulus dan rendah hati di muka bumi ini.Batin Yuna.


"selesai..."Ujar Andrean sambil menepuk-nepuk kedua telapak tangan nya,sesaat menutup pintu rolling kedai itu.


"Terima kasih kak."ucap Yuna seraya tersenyum penuh rasa terima kasih.


"ya ampun terima kasih mulu,iya...santai saja.Ayo kita cari makan"menampakan senyum nya yang menawan.Sambil melangkah ke arah mobil."silahkan nona Yuna"sembari membukakan pintu mobilnya,mempersilahkan Yuna masuk.


Yuna yang semakin merasa canggung itu hanya mengangguk dan meringis,merasa semakin tidak enak.


"iya kak terima..."Yuna menghentikan ucapan nya melihat Andrean menempelkan telunjuknya di bibir.


"shyuuttt .."lalu menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Andrean memutari mobil dan duduk di belakang kemudi.


"kita berangkat.oh iya,kita mau cari makan kemana ya?"Tanya nya memiringkan posisi tubuhnya menghadap Yuna yang sudah duduk di sampingnya dan memasang sabuk pengaman di pinggangnya.


"terserah"sambil mengangkat bahunya.


" tempat yang makanan nya enak dimana ya..eumm.."Gumamnya sambil mengingat-ingat,tangannya mengetuk-ngetik kemudi.ia belum menghidupkan mobil nya."ahha..iya,aku tau tempat yang bagus,"ujarnya langsung menghidupkan mobil nya.Yuna hanya tersenyum dan mengiyakan ide apa yang entah ada di fikiran Andrean saat itu.


*


Mereka pun sampai di resto dengan nuansa pedesaan,dekorasi yang di buat senyaman mungkin untuk para pengunjung yang merindukan suasana pedesaan.


Andrean menepikan mobilnya di lahan parkir,lalu mereka berdua memasuki resto itu sambil mata mereka berkeliling,melihat konsep resto yang cukup unik.


"Banyak yang bilang,makanan di sini enak"ujar Andrean,mata nya masih berkeliling mencari tempat yang nyaman.


Lalu Andrean pun memesan tempat VVIP yang berada di lantai dua,gedung resto itu.


"apa tidak salah?kak Andrean memesan tempat di sini?"tanya Yuna ragu,mata nya memperhatikan tempat yang di desain lebih mewah di banding beberapa tempat yang ia lihat di lantai satu tadi.


"kenapa?apa kau tidak menyukai tempat ini?"Tanya Andrean yang merasa tidak enak,karena Yuna terlihat canggung.


"bu bukan itu maksudku...tapi tempat ini...apa tidak berlebihan.kakak kan hanya makan dengan ku."menggelengkan kepalanya."bahkan aku tidak keberatan jika kita makan di tempat yang biasa saja."


"Yuna,ini pertama kalinya kita pergi makan bersama,tidak mungkin aku mengajak mu di tempat biasa."menebar senyum nya."kalo kau tidak suka tempat ini,kita bisa cari tempat yang lebih bagus?"tanya Andrean.


"tidak kak,ini sudah sangat nyaman sekali.Terima kasih"Yuna mengerutkan keningnya.Dia merasa Andrean sudah memeperlakukannya begitu baik.


"baiklah,kalo begitu,ayo pesan makanan mu,"memberikan buku menu pada Yuna.


"oh ya,bagaimana dengan kuliah mu?"Tanya Andrean.


"eumm,,baik kak.Alhamdulilah.Bagaimana dengan pekerjaan kakak?"


"Biasa lah.Ada beberapa masalah untuk pekerjaan di luar kota."mengetuk-ngetuk meja.


"oh iya,kapan kakak kembali dari luar kota?lama sekali kita tidak berjumpa ya"


"baru saja tadi pagi.Bahkan bulan depan aku harus ke luar kota lagi,ada beberapa pekerjaan yang belum selesai."menghela nafas nya."kau sibuk dengan kuliah mu ya..semoga kau bisa sukses.Dan menjadi Dokter yang hebat."


Yuna hanya mengangguk."terima kasih kak.Bulan depan aku juga sudah mulai magang"


"oh benarkah?semoga lancar,oh ya berikan menu yang kau pesan"ucap Andrean setelah seorang pelayan resto itu menghampiri.


"semoga pekerjaan kakak juga berjalan lancar."mengulas senyumnya.


"iya..Aamiin"ujar Andrean.


*


Mereka pun menikmati makanan yang mereka pesan,sambil mengobrol obrolan ringan.


Setelah makanan mereka tandas,mereka pun menikmati suasana resto beberapa saat,sebelum akhirnya Yuna menyampaikan bahwa diri nya harus bekerja sore ini.


Andrean mengantarkan Yuna menuju rumahnya.

__ADS_1


Di dalam mobil.


"kak,apa bisa mengantarkan ku ke pemakaman ibu ku?"tanya Yuna.


"oh bisa,tentu saja bisa"


Andrean pun menepikan mobilnya du depan pintu gerbang pemakaman ibunda Yuna.


"Di sini ya?"tanya Andrean sambil melihat keluar jendela mobil.


"iya kak,terima kasih banyak untuk makanannya dan sudah mengantarkan ku ke sini."ujar Yuna,menundukkan kepalanya dan turun dari mobil.


Andrean pun ikut turun dari mobil.bergegas melangkah mensejajari Yuna yang sudah berjalan melewati gerbang pemakaman.


"eh,kak Andrean"Yuna menoleh dan sedikit terkejut karena tiba-tiba Andrean berada di sampingnya.


"aku boleh ikut ke makam ibu mu kan? Aku juga ingin turut mendoakan beliau"ujar Andrean yang sejenak berhenti.


"tentu saja,tapi apa tidak menganggu waktu kakak?dan apa kakak juga tidak lelah.bukan kah kakak sedang banyak pekerjaan?"ucap Yuna ragu.


"tidak apa-apa,aku sudah tidak lelah kok.Ayo.."Andrean pun melangkah meninggalkan Yuna yang masih terpaku.


Andrean melangkah mendahului Yuna.


"kak..kak Andrean.."Yuna berteriak memanggil Andrean yang sudah jalan menjauh.


Andrean pun memalingkan wajahnya.


"Ada apa?ayolah..."balasnya dengan sedikit mengencangkan suaranya.


"iya...tapi makam ibuku bukan ke arah sana.."teriak Yuna.


Duaaarrr!


Andrean menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu,muka nya memerah.


"ke arah sini kak.."Yuna pun menunjuk ke arah berlainan.


Andrean hanya nyengir,ia begitu malu saat itu.Yuna hanya tersenyum-senyum.


"ke arah sini?"tanya nya.Yuna hanya menganggukkan kepalanya."kalo begitu kau jalan duluan ya hehe"


"oke haha"Yuna tergelak.


Akhirnya mereka berdua pun berdoa di makam ibunda Yuna.Yuna berdoa dengan khusuk nya.Andrean memandangi Yuna dan tersenyum simpul.


Semoga kau selalu bahagia Yuna.selalu mendapatkan kebahagiaan mu...Batin Andrean.


Selepas Berziarah ke makam ibunda Yuna,Andrean pun mengantarkannya pulang.


"sampai jumpa,kak.Sekali lagi terima kasih banyak"Yuna melambaikan tangan nya.


Mobil yang di kendarai Andrean pun menjauh menyisakan titik dari kejauhan.


kau pria yang paling baik yang pernah ku temui kak.Batin Yuna.

__ADS_1


__ADS_2