
Daniel menghampiri Saski dan mereka berjabat tangan.
"lama tak jumpa ya"ujar saski berbasa basi.
"hmm.."Daniel pun menjatuhkan tubuhnya di sofa menyandar sambil merentangkan tangannya.
"Apa kau sudah sarapan?"Tanya Saski mencari perhatian.Dia bingung harus bicara apa pada pria satu ini,bila dengan Andrean pasti mereka langsung akrab dan berbincang bincang.
"Sudah."Jawab Daniel singkat.Matanya masih menatap ke layar televisi,seolah ada acara seri di sana.Padahal hanya acara infotainment.
"Tadi pagi aku membuat kan opa sandwich keju.Apa kau mau?itu kan makanan favorite mu."ucap Saski mencoba menawarkan lagi.Ia berharap Daniel mau mencicipi sandwich buatan nya.
"Eumm baiklah jika kau memaksa."ujarnya,mengiyakan tawaran Saski.
"Oke.tunggu sebentar ya".Kata Saski sambil tersenyum lebar.Ia pun segera berlari ke dapur untuk membuatkan sandwich keju untuk Daniel.
Aku tau kau tak akan menolak nya.Ini kan makanan kesukaan mu sejak kecil.Batin Saski.
Daniel masih duduk santai di sofa panjang yang berada di ruang keluarga.Mata nya berkeliling,tak ada yang berubah dari tempat itu.Bahkan kakek nya tak pernah sekali pun mengubah cat diding rumahnya.Benda kecil yang di letakkan di sudut ruangan pun seperti pot hias,tak pernah bergeser dari tempat nya.
Kakek nya yang di panggil Opa itu bilang,semua yang tersusun dan tertata itu adalah hasil desain mendiang nenek.Tak ada yang berhak merubahnya,hanya boleh di bersihkan saja.
Kakek nya itu memang suami yang bucin.Hanya ada sang nenek menghiasi mimpi malam nya.
Daniel mengambil remote televisi yang berada di atas meja.
"Acara apa ini sebenar nya?kenapa sedari tadi hanya membicarakan masalah orang lain?huh"Gumam nya sambil memencet tombol remote.
Padahal sedari tadi Daniel terlihat serius mengamati acara infotainment itu.
Saski masih sibuk di dapur.Padahal membuat sandwich itu tidak sulit,tapi ia membuatnya menjadi rumit.Dengan menata piring dan makanannya ala chef,dan ia pun terus memandangi makanan itu sambil tersenyum-senyum.
Saski adalah cucu angkat dari Tuan Wirawan atau sang Opa.Ia sekarang bekerja di sebuah Rumah sakit sebagai seorang perawat.
dr.Arman awalnya memiliki harapan besar pada Saski untuk menjadi penerus profesi nya sebagai seorang Dokter.Tapi apa daya,Saski tak mampu lolos dalan seleksi masuk ke Universitas kedokteran Waktu lalu.Akhirnya,sebagai keputusan final Saski pun masuk ke universitas keperawatan.
Dan profesi itulah yang kini di jalani nya.
Aduh Saski apa yang kau tunggu?Cepat lah sebelum Daniel berubah fikiran .Batin Saski.
Lalu ia pun membawa maha karya nya ke hadapan Daniel.Seperti seorang peserta master chef yang menghidang kan makanan di depan para Juri.Hati nya gemetaran,dengan reaksi apa yang akan di berikan oleh Daniel tentang makanan itu.
Daniel masih memindahkan channel telivisi yang menurut nya,tak ada acara yang ia sukai.
__ADS_1
Daniel jarang sekali menonton televisi,ia hanya sibuk dengan setumpuk pekerjaan kantor nya saja,atau sesekali hanya membuka internet untuk menonton film aksi.Jadi ia tidak mengikuti perkembangan acara di televisi.Bahkan entah ia pernah menonton acara sinetron hits nya emak-emak atau tidak.Mungkin dia akan mengerut kan keningnya dan berkomentar pedas.
Saski masih berdiri kala makanan yang ia hidangkan belum di sentuh oleh Daniel,bahkan belum di lirik nya.
"Ehm"Saski berdehem,agar Daniel menyadari bahwa dirinya sudah menyiapkan makanan dan telah menyediakan nya.
Daniel melirik sekilas.
"Kau ini membuat sandwich atau membuat rendang sih?"Tanya Daniel menyinggung.Saskia memang telah menghabiskan banyak waktu untuk itu.
"Maaf"ucap nya dengan suara rendah.
Daniel pun memakan sepotong makanan itu,tapi matanya masih fokus ke televisi.Sepertinya ia sudah menemukan acara yang seru.
Saski masih menunggu komentar Daniel mengenai sandwich yang ia buat.
Tapi Daniel malah tidak merespon apapun.
Saski kembali berdehem.
Daniel melirik lagi,ia mengerutkan dahinya.
"Kenapa dengan tenggorokan mu?kau sakit?"Tanya nya dengan polos.
"Bagaimana rasa nya?"Tanya Saski terus terang.
"Rasa apa?ini?"tanya Daniel menunjuk kearah piring.Saski dengan cepat mengangguk.
"Memang aku harus bilang apa?memang begitu rasa nya."ucap nya acuh.
"issh..tapi kan ini buatan ku.pasti rasa nya berbeda dari biasa"ucap Saski menahan kesal nya.
"Biasa saja.bukan kau yang membuat roti kan,bukan kau juga yang membuat keju.?"tanya Daniel.
Huh..Saski..apa yang kau harap kan dari pria jutek ini?Kau sudah tau betul bagaimana sikap nya.Masih saja berharap lebih.cih!.Batin Saski.
Saski pun kembali duduk di sebelah Daniel.
"Kau tidak bekerja?"Tanya Daniel.
Eh dia bertanya pada ku?haha akhirnya.
"Aku libur."Jawab Saski singkat.
__ADS_1
Tak ada obrolan bagi Saski di hadapan Daniel.Ia hanya memperhatikan Daniel diam -diam dan beralih pandangan ke televisi sesaat.
Hati nya berdesir tatkala memandang saudara angkat nya itu.Hati tak dapat di bohongi bukan?.
Saski sudah mencoba bersikap layak nya seorang saudara.Tapi rasa itu tak terelakkan,ia menyukai Daniel sejak lama.
Rasa yang selalu ia tepis tapi,malah semakin menjadi.Pesona Daniel memang tak dapat di hindari dari pandangan mata.Saski mencoba menutupi rasa dalam hati nya itu,meski sebenarnya Daniel pun sudah menyadari nya sedari dulu.Itu adalah hak bagi setiap orang,rasa cinta,suka dan kagum hanya berbatas lembaran tipis.Sulit untuk membedakannya.Tapi setiap orang punya hak atas rasa yang ada di hati nya.Walaupun tak semua rasa dapat berbalas.
**
Di halaman belakang,Nyonya wini dan sang mertua sedang membicarakan hal serius mengenai masa depan sang cucu nya yang jutek.
Nyonya Wini meminta bantuan Ayah mertua nya mengenai perjodohan itu.
"Bagai mana menurut Ayah?"Tanya nyonya Wini sesaat setelah menceritakan perihal tersebut.
"Masalah perjodohan adalah baik,tapi kebahagiaan kedua nya adalah hal terpenting.Jangan sampai masa depan mereka hanya terpaku atas perjodohan ini.Mereka harus bisa menciptakan kebahagiaan mereka sendiri.Dan perjodohan hanya lah sebagai jalan nya saja."Tutur Tuan Wirawan berpendapat.
"Kami sudah memikirkan hal ini,Ayah.Kami tidak akan memaksa kan mereka.kami hanya memberi jalan,seperti yang Ayah kata kan tadi.Tapi masalah nya,Daniel tak menolak dan tak pula menyetujui.Ia selalu mengalihkan pembicaraan kami saat membahas ini."Sambung Nyonya Wini.
"Daniel itu tidak akan menolak permintaan mu,walau dia tidak mau.Tapi kau harus pastikan bahwa dia tidak benar-benar terpaksa"ujar Tuan Wirawan.
"Bagaimana cara nya?".Tanya nyonya Wini.
"biarkan Daniel memikirkan masalah ini sendiri.jangan tanyakan keputusan nya,tapi biar dia memutuskan dengan sendiri nya.Biar ia berfikir hal ini penting untuk nya atau tidak."Jawab Tuan Wirawan bijak.
"Tapi berapa lama,kami harus menunggu kepastian nya.Sedangkan kami juga harus memberi kepastian pada pihak wanita.Karena memang sang gadis pun belum di beri tau perihal perjodohan ini."ujar Nyonya Wini lagi.
"Aku akan membantu mu nanti.Tenang lah".Ucap Tuan Wirawan penuh teka teki.
Nyonya Wini sangat percaya dengan apa yang akan di lakukan sang Ayah mertuanya.Ia hanya menganggukkan kepalanya,meyakinkan dirinya.
Tuan Wirawan hanya tersenyum,mungkin sudah ada ide di kepala nya untuk menghadapi cucu nya yang keras kepala itu.Hanya dia yang tau.
Daniel pun datang menghampiri sang ibu,yang kebetulan sudah menyelesaikan pembicaraannya.
"Mam,apa kita bisa pulang sekarang ?"Tanya Daniel.
"Oh iya sayang,Mami sudah selesai bicara pada Opa mu."Nyonya Wini melirik ke gadis yang tiba-tiba muncul di belakang Daniel.
"Hay Saski apa kabar?"
"Baik Tante,"ucap saski seraya meraih tangan Nyonya Wini dan mencium punggung tangannya.
__ADS_1