The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Terkejut.


__ADS_3

Daniel masih tertegun mendengar apa yang di sampaikan Nico mengenai keadaan ibu nya.Daniel merasakan ada sesuatu yang basah dalam dada nya.


"Nico,aku akan memindahkan mu ke perusahaan utama.Kau bisa mengobati ibu mu di Xx Hospital.Semua nya sudah di tanggung.Jadi kau tidak perlu mikirkan berapa biaya yang harus kau keluarkan untuk pengobatan.Gino akan mengurus kepindahan mu"Ucap Daniel serius.


Gino mengangguk.


"Baik Bos."


Nico merasa tertegun.Ia tidak menyangka bahwa Daniel akan sebegitu perhatian nya pada ia dan juga ibunya.


"Aku...tidak tau harus bilang apa.Kau begitu berjasa dalam hidup ku Niel."Ucap Nico.Mata nya berkaca-kaca.


Daniel dan Nico memang dulu menjalin hubungan yang sangat dekat.Karena itu lah Daniel dulu mengenal Sany.Karena Daniel sering berkunjung ke rumah Nico.


"Segera urus semua nya.Setelah ini,aku akan menjenguk ibu mu"Ujar Daniel.Membuyarkan kenangan masa lalu yang berada di benak Nico.


"Iya..baiklah. terima kasih Niel.Kau tidak melupakan ku,meski kau tidak lagi bersama Sany.Dan..."kata-kata Nico terhenti.


"Sudah lah.aku ini manusia,bukan Dewa.Apa yang harus aku bangga kan.Aku bahkan masih membutuhkan orang lain dalam hidup ku."Ujar Daniel.


Tersirat kekaguman di mata Gino.Bos nya yang terkenal arogan dan tegas atau lebih mendekati 'galak' itu ternyata menyimpan hati bak malaikat.Tak semua orang mampu bersikap seperti itu.


Aku bangga pada mu Bos.batin Gino.


***


Yuna pulang dengan kondisi yang sangat lelah,ia merebahkan tubuhnya di ranjang.Setelah sampai di apartemen nya.


"Ah..malam.ini aku akan tidur nyenyak.Daniel pulang besok sore.Tapi kenapa aku merasa kesepian ya...bukan kah bagus,malam ini ia tidak melakukan hal-hal yang mendebarkan.UHF...Yuna..kenapa kau begitu takut.Dia itu adalah suami mu,sudah seharus nya kau memberikan jiwa dan raga mu untuk nya."Ujar Yuna pada diri nya sendiri.


Tapi Yuna bergidik saat mengingat kata-kata Daniel tentang 'kuda-kudaan'.Ia menutup wajah nya dengan bantal.


Telpon pun berdering.Yuna sumringah saat melihat siapa yang menghubunginya dari layar ponsel.


Stevania...


"Halo..Stev...bagaimana kabar mu?"Tanya Yuna antusias.


☎"Aku baik.maaf ya,aku tidak bisa hadir di acara pernikahan mu.tapi aku janji akan hadir saat resepsi nya nanti.kapan itu?"tanya Stevania.


"Aku belum tau.Daniel masih sibuk.Oh ya,aku dengar kau masih berbulan madu?"


☎"Iya...haha..aku betah di sini,tapi Charlie selalu membuat ku kelelahan setiap malam nya..haha.."Ucap Stevania tanpa malu-malu.


"Bicara apa kau ini..."Yuna bersemu.


☎" Bagaimana dengan mu?sanggup berapa kali semalam..haha..sudah lah.kita kan sudah menikah.pasti pernah merasakan nya."


"Ah,plis jangan bicarakan itu.."


Bahkan aku belum pernah sekalipun.Tapi jika kau tau,aku pasti di hujat habis -habisan oleh mu...huh Batin Yuna.


☎"Kenapa kau tidak berbulan madu?ku dengar kau malah bekerja?padahal kita bisa ber bulan madu bersama.Disini tempat nya indah sekali cocok bagi kita pasangan yang baru menikah." Ujar Stevania.


Dan mereka pun mengobrol panjang ria.Lelah yang di rasakan Yuna seolah terabaikan.


***

__ADS_1


Daniel mengirimkan pesan


📩"Hey,apa kau sudah sehat?".


Yuna mengerutkan keningnya saat membaca pesan itu.


Apa maksud nya si...oooh..mungkin karena tadi siang...hihi.Batin Yuna.


📩"jangan tidur di ranjang ku lagi.semalam aku bahkan tidur di sofa.coba saja kalau kau berani.".


Yuna tak membalas pesan dari Daniel.


Pasti dia kesal karena aku tak membalas.Biarkan saja lah....Fikir Yuna.Dia benar-benar mengacuhkan pesan dari Daniel.Dan tidur dengan pulas di ranjang kebesaran sang raja.


***


Saat bangun pagi,Yuna yang merasakan pegal di sekujur badan nya,karena pekrjaan nya yang emnumpuk kemarin.Yuna hendak membersihkan diri.Di luar masih gelap,di tambah dengan cuaca yang mendung awan menggumpal berwarna gelap menandakan hari ini akan turun hujan yang cukup deras.Petir bersahutan,angin berhembus cukup kencang.


Yuna memutuskan untuk mandi air hangat.Dia masih mengucek-ngucek mata nya,penglihatan nya meremang.Tapi ia masih berusaha untuk berjalan meski tergopoh.


Adzan subuh sudah berkumandang hampir lima belas menit lalu.


Yuna membuka knop pintu kamar mandi.


Mata nya terbelalak sesaat setelah menyaksikan sesuatu di sana.


"Aaaaa....."Teriak Yuna seraya menutup kedua mata nya.


"Kapan kau datang?kenapa tiba-tiba ada di kamar mandi?".Tanya Yuna.


"Keluar... "Teriak Daniel.Ia menutupi belalai nya dengan kedua tangan nya.


Dugh...


Dahi Yuna terbentur pintu kamar mandi.


"Aawww..."


Daniel spontan memegang bahu Yuna yang hampir jatuh.


"Hati-hati..."Ucap nya.Tanpa dia sadari belalai nya menyentuh tubuh Yuna.Seketika kelaki-lakian nya berkobar.Hingga tegap berdiri.Ups!.


oke lanjut!.


"Apa ini?"Yuna yang merasakan sesuatu mengganjal,ia spontan menghindar.Ia masih menutupi mata nya.


Daniel segera meraih handuk,dan memakai nya.meski masih tampak sesuatu menonjol dari luar.


Yuna segera bangun dan berjalan keluar,sambil mengusap-ngusap dahinya yang memerah.


"Aduh...sakit".


Daniel keluar daru kamar mandi nya.Ia masih memakai handuk dan mengambil kotak p3k.


"Coba ku lihat luka mu.."Ujar Daniel memperhatikan dahi Yuna.


Mau tidak mau Yuna menunduk untuk memperlihat kan luka nya.

__ADS_1


"Biar ku obati.Diam!".


Yuna menurut.Tapi sial nya,belalai milik Daniel masih tampak menonjol dari luar.Yuna mengerjapkan mata nya.Mengusir pikiran kotor yang melintas di fikiran nya.


Ahh...aku ini kenapa sii...berhenti berfikir yang tidak-tidak Yuna..Tadi itu hanya kebetulan..Batin Yuna.


"Bagaimana sudah baikkan?"Tanya Daniel setelah memakai kan plester di dahi Yuna.


"Iya sudah..sshh masih sakit.kepala ku pusing".Ujar Yuna merintih.


"Sudah lah jangan cengeng.".Ujar Daniel seraya menyimpan kotak p3k itu di meja.


"memang nya sejak kapan kau ada di rumah?kau bilang besok sore baru pulang?".


"Memang nya kenapa?kau tidak suka melihat ku di rumah?istri macam apa kau ini..ck".Ucap Daniel kesal.


"Bukan begitu,tapi kau mengejutkan ku tadi.bagaimana jika aku pingsan.Karena tiba-tiba Ada orang di kamar mandi.Aku pasti mengira kalau itu hantu."Ujar Yuna mata nya terbuka lebar.


"Tidak usah berlebihan.Mana ada hantu setampan aku."


"iiish..pede sekali si."Ucap Yuna memajukan bibir bawah nya.


"Apa pekerjaan mu sudah selesai.Kapan kau pulang?".


"Semalam.Dan aku lihat kau menguasai tempat tidurku.Kan sudah ku bilang jangan tidur di ranjang ku.kau malah membantah."


Ujar Daniel menjewer telinga Yuna pelan.


"Hehe...ku pikir kau tidak akan tau.Tapi..semalam kau tidur dimana?"


"Di samping mu..."Jawab Daniel santai.


Yuna mengerutkan kening nya.ia berdengus kesal.


"Apa?? di samping ku?kau berbuat macam-macam ya..".


"Jangan ge er.Aku bahkan tidak menyentuh mu..malah kau menendang ku hingga jatuh ke lantai.kau keterlaluan."Kata Daniel kesal.


"Benarkah,setau ku,aku tidur sangat manis,tidak pernah seperti itu..."Ucap Yuna mata nya memandang langit-langit,seolah mengingat sesuatu.


"huh..manis apa nya...Sudah lah.Aku mau melanjutkan mandi"Ujar Daniel bangun dari duduk nya dan menuju kamar mandi.


"Jangan lama-lama.Aku juga mau mandi...mengejar waktu subuh.Jadi cepat lah".Teriak Yuna.


"Kalau kau tidak sabar,mandi lah dengan ku..".Teriak Daniel dari kamar mandi.


"iiish dasar mesum".


Apa benar dia semalam tidur di samping ku?dan benarkah dia tidak melakukan apa-apa?ahk..aku curiga..Batin Yuna.


Yuna melihat beberapa bagian tubuh nya,tidak ada sesuatu yang mencurigakan,fikir nya.pakaian yang ia kenakan semalam...


Aaaaa...Aku bukan memakai baju ini semalam...jadi apa yang terjadi semalam.Dasar...menyebalkan!!!batin Yuna.


***


Hay para reader...

__ADS_1


jangan lupa dukungan nya ya...like and vote nya di sertai coment ya...Agar semakin semangat lagi nih author nya.Terima kasih sudah bersedia meluangkan waktu di karya ku...love u all 😘.


__ADS_2