
Yuna telah sampai di depan pintu gerbang perguruan tinggi itu,ia menoleh sekilas masih meyakinkan dirinya,bahwa ia telah mengerjakan tes itu semaksimal mungkin.Tak ada keraguan dalam hatinya,tinggal menunggu apakah Tuhan menghendaki ia untuk mewujudkan mimpinya atau tidak.
Ia terkejut ketika seseorang berada di samping nya tanpa ia sadari.
"permisi nona,apa nona juga akan mendaftar di kampus ini?"tanya pria yang memakai jaket biru tua itu.
"eh,tidak.Aku baru saja mengikuti seleksi."jawab Yuna sedikit menjauhkan diri.
"oh begitu,seleksi untuk jurusan apa?"tanya lagi.
"untuk jurusan kedokteran"jawabnya singkat sambil melihat ke arah lain.
"wah hebat kau calon Dokter ya"
"bukan,saya baru calon mahasiswa di kampus ini,itu pun jika saya di terima"ucapnya seraya menundukkan kepala.
"kalau kau bisa di terima di kampus ini,kita bisa jadi teman dong,aku juga mendaftar kan diri untuk masuk jurusan kedokteran"
"benarkah?"Yuna menoleh ke pria yang ada di sampingnya itu.Pria tampan dan berkarisma di sampingnya itu pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"kenalkan namaku Doni"Pria itu menyodorkan tangannya.Yuna pun menyambutnya,sambil menunduk.
"nama ku Yunanda,panggil saja Yuna,oh ya aku permisi ya,sampai jumpa"Yuna pun bergegas meninggalkan pria yang masih terpaku itu.
Kenapa Gadis itu terlihat mempesona ya,dia terburu-buru sekali,padahal aku ingin mengobrol dengannya.Huff Batin Doni.
*
Di Kantor
"pagi pak"ucap seorang sekertaris yang memasuki ruangan besar dan mewah itu,ruangan Direktur utama PT.WIRA GROUP.
Yang merupakan perusahaan besar dan sebagai investor utama dari berbagai tempat,seperti Rumah Sakit,sekolah,perguruan tinggi,mall dan masih banyak lagi.
"ya..."Terlihat seorang Pria berjas nampak duduk di balik meja,sedang sibuk memeriksa beberapa berkas yang sudah memenuhi meja pagi sekali.
"pak,hari ini ada jadwal meeting di resto xx dengan klien kita.Klien kita yang telah memilih tempatnya.Kapan pak Andrean bisa menemuinya?"Tanya Nina sekertaris Andrean.
"emm..sebelum makan siang ya.Aku harus menyelesaikan beberapa dokumen ini dulu.Sampaikan pada klien kita,"
"baik pak"sekertaris itu pun kembali ke luar ruangan.
Andrean menyandarkan tubuhnya di kursi nya,ia mengurut keningnya.
"Huff...kenapa pekerjaan ku sebanyak ini,aku tidak bisa terlalu membebani para staf ku.Tahun depan Daniel kembali,ia akan meringankan pekerjaanku.semoga saja dia bisa di andalkan"ia pun menghela nafas panjang.kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya.
Selepas meeting dengan kliennya,Andrean pun memilih makan siang di kedai sate favorit nya.Ia melajukan mobil mewahnya menuju kedai yang ia rindukan itu,setelah beberapa minggu lalu ia harus keluar kota untuk urusan pekerjaan.Ia ingin melepas rasa rindunya pada bumbu sate yang selalu menggugah selera makannya itu.Entah kenapa,meskipun banyak restoran mewah berjejer di sepanjang jalan ke kantornya,tak ada yang membuatnya berselera,meski terkadang ia harus makan di sana jika bertemu kliennya.
Tapi hari ini,bahkan ia hanya memesan kopi saat meeting dengan klien nya tadi.Ia begitu merindukan makanan kesukaan nya,sehingga ia pun memilih tidak menghabiskan waktu makan siangnya ke tempat itu.
Tak butuh waktu lama,ia pun sampai di tempat tujuan.Lalu memarkir kan mobilnya di halaman kedai.
Andrean pun turun dari mobilnya,ia melangkah menuju kedai yang terlihat lumayan ramai.Ia tidak memperdulikan beberapa orang yang memperhatikannya,penampilan nya yang berbeda dari kalangan lain itu,terasa asing di mata mereka,padahal Andrean sudah sering mengunjungi tempat itu.
__ADS_1
"selamat siang pak Heru,"sapa Andrean yang kemudian mencari kursi yang masih kosong,dan duduk di sana sambil melonggarkan dasi nya,jas yang ia kenakan pun seperti biasa,ia simpan di dalam mobil.
"selamat siang nak Andrean.Apa kabar?lama tidak jumpa"Heru pun membalas sapaan Andrean di sela-sela kesibukan nya melayani pembeli.
"baik pak,"seraya mengukir senyum mempesonanya itu.Beberapa wanita yang ada di sana terlihat berbisik dan memperhatikan Andrean.
Andrean malah memperhatikan Gadis yang berada di samping pak Heru sedari tadi.
Yuna menoleh ke arah Andrean,pandangan mereka pun bertemu.Yuna hanya menganggukkan kepalanya,dan kembali membantu Ayahnya.
"ini pesanan nya tuan"Yuna mengantarkan pesanan Andrean,setelah beberapa menit menunggu.
"terima kasih,maaf,kau Putri pak Heru kan?"tanya Andrean sambil terus memandangi Yuna.
"iya,tuan"Yuna mengangguk.
"kau terlihat berbeda,apa sudah lulus sekolah?"tanya nya kemudian.
"belum tuan,"
"Dia baru saja mengikuti seleksi di perguruan tinggi."sambung Heru memotong pembicaraan putrinya yang terlihat malu itu.
"oh begitu,sudah mau kuliah ya"
"dia mendapat bea siswa dari sekolahnya,"ujar Heru seraya mengusap punggung putrinya dengan rasa bangga.
"wah hebat sekali,pasti putri anda gadis yang cerdas.Akan mengambil jurusan apa?"tanya Andrean lagi.
"jurusan kedokteran tuan"kali ini Yuna menjawab.Masih menundukkan kepalanya.
"Aamiin,terima kasih tuan"ujar Yuna malu-malu.
Andrean hanya menggelengkan kepalanya.
"kau seperti Ayahmu,terlalu canggung memanggil ku,"
Heru dan Yuna pun saling pandang,mereka pun tersenyum.
Andrean mulai melahap makanan yang Yuna hidangkan tadi.
setelah beberapa lama Yuna melihat jam tangannya.
"Ayah,aku harus ke sekolah menemui pak kepsek,Beliau memintaku untuk menemui nya selepas duhur"kata yuna,seraya meraih tas nya yang berada di samping meja kasir.
"ya sudah hati-hati ya,langsung saja pulang kerumah setelah dari sekolah,kau pasti lelah"ucap Heru sambil mengeluskan kepala putrinya itu.
Andrean yang diam-diam mendengar pembicaraan mereka pun ikut bersuara.
"Yuna mau kemana?ke sekolah? bagaimana jika aku antar saja"ucap Andrean yang baru bangun dari duduknya itu.
Yuna dan Heru pun menoleh ke arah Andrean.
"tenang saja,aku tidak akan menculik putri bapak,haha"Andrean tergelak.
__ADS_1
"bukan begitu nak Andrean,Bapak takut Yuna merepotkan nantinya."sahut Heru.
"tidak apa-apa kok pak,sekolah mu ke arah mana?"tanya Andrean,matanya tertuju ke arah jalan raya.
"ke arah kanan tuan"jawab Yuna sambil menunjuk ke arah yang di maksud.
"kalo begitu kita satu arah kan?baik lah ayo berangkat"Andrean meletakkan uang di meja kasir dan berjalan keluar kedai.
Yuna bertanya pada Ayahnya melalui sorot matanya.Heru hanya menggangukkan kepalanya.
Akhirnya Yuna pun mengekor di belakang Andrean.Terlihat beberapa wanita yang sedari tadi memperhatikan mereka memicingkan matanya,seolah iri melihat Yuna karena bisa pergi bersama pria yang tampan paripurna itu.
Di dalam mobil.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang,entah kenapa terjadi kebisuan di antara kedua insan yang baru saling mengenal itu.
sesekali Andrean melirik gadis yang duduk di sebelahnya itu,gadis itu terlihat gugup dan terus menggenggam tangannya.
"kok diam aja si?"tanya Andrean memecah keheningan di dalam mobil.
Yuna menoleh ragu,ia tersenyum.Hanya itu yang bisa ia lakukan.
"emmm..kapan hasil tesnya keluar?"tanya Andrean lagi setelah berfikir sejenak.
"besok atau lusa tuan"Yuna pun menjawab dengan sedikit terbata.
"tuh kan,kau panggil aku tuan lagi,panggil saja Andrean,atau kak Andrean begitu"
"iya maaf kak"
"kau malah minta maaf,haha kau menggemaskan sekali ya"Andrean tergelak sambil memukul kemudinya pelan.
Yuna melirik sambil mengerut kan dahinya.
Kenapa dia tertawa?apa nya yang menggemaskan si?Batin Yuna
Yuna menyentuh pipinya sekilas,sikapnya itu tertangkap oleh Andrean.
"sikap mu yang menggemaskan,pipimu juga sih"masih tergelak."maaf maaf,,aku bercanda.Jangan kaku begitu dong."
Yuna hanya meringis mendengar nya.
"emm,bagaimana kalau kita berteman?"tanyanya melirik ke arah Yuna.
"ber teman?"tanya Yuna merasa bingung
"iya kita berteman,kau mau kan"ucap nya mempertegas,sambil terus fokus pada jalanan.
Yuna mengangguk menyetujui ide yang tiba-tiba itu.
"sip...kalo begitu,terima kasih ya"ujarnya.
Yuna hanya tersenyum melihat perkataan pria disebelahnya.
__ADS_1
Apaan si,baru juga kenal udah minta temenan kesannya maksa banget.sikap mu itu yang menggemaskan,bukan aku.ck!ya sudahlah,lagi pula sepertinya dia orang yang baik,tidak ada salahnya jika berteman dengannya.Batin Yuna