The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Ajakan ke pesta


__ADS_3

Andrean menepikan mobilnya persis di depan sekolah Yuna.


"di sini ya sekolah mu?"tanya nya sambil melihat kearah luar kaca mobil.


"iya"sahut Yuna, sambil mencoba melepaskan sabuk pengaman yang melilit tubuhnya."kalo begitu terima kasih banyak.Aku permisi"


"eh tunggu."ujar Andrean yang tidak sengaja menyentuh lengan Yuna spontan.


Yuna melirik lengannya itu.


"eh maaf ya,tapi bisa kah tunggu sebentar"pintanya dengan nada sedikit rendah.


"ya ada apa?"tanya Yuna mencoba menjauhkan tangannya.


"Apa minggu besok,kau ada acara?"tanya Andrean dengan sorot mata seriusnya.ia menatap Yuna dalam.Yuna merasa gerogi karena Andrean menatapnya seperti itu,dia membuang pandangannya ke arah lain.


"memangnya kenapa?"


"begini,apa kau bisa membantu ku?"


Yuna pun menoleh"membantu apa?apa yang bisa ku bantu".


"wah kau baik sekali,langsung mau membantuku.hehe"Andrean memundurkan tubuhnya.


"kau serius atau tidak.jangan bercanda melulu,aku akan turun"ujarnya mengancam.Andrean terkejut dan kembali menyentuh tangan Yuna yang hendak turun.


"tunggu,,jangan marah.aku minta maaf teman."suaranya memelas.Yuna pun membenarkan posisinya.


"oke,apa yang bisa ku bantu?"


"em,aku tidak memaksa ya,tapi mau kah kau menemaniku ke acara pesta pernikahan?"tanyanya sedikit ragu.


"kak Andrean mau mengajakku ke pesta?tapi..kita kan baru kenal.Lagi pula kenapa kakak harus mengajak ku?"


"kita kan kenal sudah lama,jadi tolonglah"menampakan deretan giginya yang rapi."salah seorang temanku meminta ku datang dengan seorang wanita,tapi"Andrean menghentikan suaranya.


"tapi kenapa kak?"tanya Yuna sedikit memiringkan pandangannya.


"tapi,akhir-akhir ini aku sibuk di kantor,aku tidak mengenal banyak wanita,yah aku sudah coba untuk mengajak adik ku tapi,ia menolak.jadi bisa kah kau membantuku?"


"emm...bagaimana ya,aku harus bertanya dulu pada Ayah,apa ia mengizinkan atau tidak."


"oh baik lah kalo begitu,nanti aku yang akan meminta izin pada Ayahmu."


"ya terserah kakak saja,aku permisi ya,terima kasih atas tumpangannya"Yuna menundukkan kepalanya.


"ya sama-sama,hati-hati sampai jumpa hari minggu ya..baay"Andrean pun melambatkan tangannya sesaat Yuna turun dari mobil.


'Huh ternyata dia berteman dengan ku karena ada mau nya,menyebalkan**' Gumam Yuna.

__ADS_1


Andrean melajukan mobilnya menuju ke kantor.Dia mengutuki dirinya sepanjang perjalan.


kenapa aku malah terlihat aneh di hadapannya ya,huh.


kenapa juga aku tiba-tiba mengajaknya ke pesta.Cih! pasti dia berfikir aku memanfaatkan pertemanan yang baru saja terjalin.Bodohnya aku!bodoh bodoh bodoh.


Ada apa denganku ya,kenapa perasaan ku seperti ini?Batin Andrean. seraya memukul-mukul kemudinya.


**


Sore hari di kediaman Andrean.


"Assalamualaikum.."Andrean melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah besar kediaman keluarganya itu.Terlihat ibunya sedang menonton televisi seorang diri.


Andrean pun berjalan menghampiri ibunya itu.dan meraih tangannya,yang kemudian mencium punggung tangan wanita yang ia cintai itu.


"mami,,kenapa rumah sepi sekali?"tanya nya seraya matanya berkeliling.hanya terlihat beberapa asisten rumah tangga yang sedang sibuk di area dapur dan halaman rumah.


"iya papi ada operasi sore ini,adik mu juga sedang menghadiri acara ulang tahun temannya.Bagaimana kantor?apa baik-baik saja?"


"iya mi,alhamdulilah.."


"kau pasti bekerja dengan baik"mengelus rambut putra sulung nya itu."sudah sana bersih-bersih,istirahat lah.Kalo butuh sesuatu panggil mami ya"


"iya mi,aku ke kamar dulu ya"seraya mengecup kening ibunya.


Andrean pun melangkah kan kaki,menaiki anak tangga menuju kamarnya di lantai dua.


Ada apa dengan ku ya..kenapa aku memikirkan gadis itu.Hati ku rasanya tidak karuan begini.Ah...sudah lah.Batin Andrean


Suara ketukan di pintu kamarnya memudarkan lamunannya.ia menoleh ke arah sumber suara.


"masuk lah"sahutnya dengan sedikit mengeraskan suaranya.ia pun bangun dan duduk di tepi ranjangnya.


Ternyata Seila adiknya terlihat dari balik pintu itu,tanpa ragu ia pun langsung menjatuhkan diri di tempat tidur kakaknya.


"kau sudah pulang?bagaimana pestanya?"tanya nya pada sang adik sambil berjalan menuju meja kerja yang berada di samping rak buku.


"ya,,pestanya seru.oh iya kak,ngomong-ngomong apa kakak sudah mendapat teman wanita untuk ke pesta nanti?"tanya seila masih dalam posisi nya.


"sudah"jawabnya singkat.


Seila pun terkejut dengan perkataan kakaknya.Ia mencoba untuk bangun dan memperhatikan kakaknya.mencari kebohongan.Tapi seperti nya ia serius.


"benarkah?aku tidak percaya..."diam sejenak sambil berfikir."oh atau jangan-jangan kakak sudah punya pacar ya?eh tapi kenapa kemarin kakak malah mengajakku?memangnya kalian bertengkar?siapa sih pacar kakak?"Seila memberondong kakaknya dengan pertanyaan,ia di landa penasaran.


"Banyak sekali pertanyaan mu,"Andrean mendekati adiknya itu,lantas mendorongnya keluar pintu."sudah sana cerewet.kakak mau istirahat"Seila pun meronta mempertahankan keberadaannya di sana.Tapi Andrean malah memaksanya keluar,Seila pun menyerah sambil terus berceloteh.


"kakak,pacar kakak cantik tidak?apa pekerjaannya?pasti dia bekerja di kantor ya?kapan kakak mulai mengencaninya?kakak... kakak.."Andrean pun menutup pintu dan menguncinya.Seila terdengar masih mengetuk-ngetuk pintu sambil berteriak."kakak...buka pintunya..huh pelit"

__ADS_1


Selang beberapa lama suara seila pun menghilang.Mungkin dia lelah.


"huh dasar gadis cerewet,mau tau saja urusan orang".gumam Andrean.


**


Di Rumah Yuna


"Ayah,"ujar Yuna mendekati Ayah nya yang sedang duduk sendiri di teras rumah.


Malam itu cuaca sangat cerah,beberapa bintang terlihat.


"ya sayang"Ayahnya pun menoleh ke arah Yuna yang sudah duduk di samping nya."ada apa? oh iya,bagaimana menurut mu mengenai tuan Andrean?"


"ah iya dia..."Yuna diam sesaat."dia terlihat aneh"


"maksud mu?aneh kenapa?"tanya heru penasaran.


"masa baru saja kenal,dia minta berteman dengan ku"ucap Yuna menebalkan bibir bawahnya.


"haha...itu bukan aneh,tapi dia memang pria yang supel.lagi pula,Ayah sudah lama mengenalnya."


"benar kah?"Yuna menatap Ayah nya.


"sejak dia kuliah dulu,dia sering sekali makan di kedai,biasanya dia datang bersama teman-teman nya,atau dengan adik laki-laki nya"


"apa dia pernah datang dengan seorang wanita?"


"kenapa memangnya,kau bertanya seperti itu?"Heru mengerutkan keningnya


"soalnya tadi,tiba-tiba dia mengajakku untuk menemaninya ke pesta pernikahan,huh padahal kita kan baru saja kenal"


"haha..."Heru tergelak."mungkin dia punya alasan sendiri memintamu untuk menemaninya.Setahu Ayah sih,dia tidak pernah terlihat bersama seorang wanita,mungkin itu alasan nya dia mengajakmu"


"tapi dia kan pasti punya teman wanita,tidak mungkin tidak ada kan?"Yuna berseru dengan suaranya yang di pertegas.


"mungkin saja,tapi apa kau menolaknya?"


"aku tidak menolaknya,tapi aku hanya bilang bahwa,aku harus meminta izin pada Ayah dulu.Apa ayah mengijinkan?"tanya Yuna dengan sorot mata tajam nya.


"terserah kau saja.Ayah sih percaya pada tuan Andrean.Dia pria baik-baik"Heru meyakinkan dirinya dengan mengangguk.


"jadi...serius Ayah mengijin kan aku pergi ke pesta dengan Tuan Andrean?"melihat Ayah nya dengan sorot mata tajam.


"memang nya kau tidak mau?ya...itu terserah kau saja,"mengulas senyum.


Yuna menyandarkan tubuhnya di kursi,terlihat dia berfikir.


Bagaimana ini,,,mungkin tidak apa-apa jika aku menolaknya.Lagi pula,dia bisa mengajak orang lain.Aku bukan satu-satunya wanita yang dia kenal kan?Batin Yuna.

__ADS_1


Yuna bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam rumah tanpa bicara apapun pada Ayahnya itu.Heru hanya menggelengkan kepala nya sambil tersenyum memperhatikan putri nya.


__ADS_2