
Beberapa minggu berlalu,Yuna sedang termenung di sudut taman di kampusnya.Setelah kelasnya usai beberapa menit lalu.
Bagaimana ini?Aku harus mencari pekerjaan baru,untuk menambah uang saku ku.Aku tidak mau merepotkan Ayah,yang sudah repot dengan macam-macam kebutuhan ibu.Batin Yuna.
"untuk apa ya,ibu meminta uang sesering itu?bahkan Ayah pun tidak tau di pergunakan untuk apa uang yang selama ini Ayah berikan untuk ibu."Gumamnya.
Tiba-tiba muncul lah Stevania dari arah belakang Yuna,mengejutkan nya.
"hey..."menyentuh bahu.
"Astagfirullah. .ya Ampun stev,aku bisa-bisa jantungan tau"memukul tangan Stevani.
"haha..sory guys,abisnya ngelamun terus.Ada apa?cerita dong"tanya Stevani yang kemudian duduk di samping Yuna.
Yuna menghela nafas."Aku butuh kerjaan"ujarnya,matanya masih menatap lurus ke depan.
"kerjaan?kerjaan apa?"mengerutkan keningnya.
"ya kerjaan untukku "memiringkan pandangannya ke arah stevania.
Terlihat Stevania berfikir sejenak."kau bisa apa?"
"maksudnya?"mengerutkan keningnya menatap temannya itu.
"ya,,maksudku kau bisa melakukan pekerjaan apa?"
"emm apa saja,aku bisa..aku butuh pekerjaan paruh waktu,yang tidak mengganggu jadwal kuliah"lanjut Yuna menjelaskan.Gadis manis itu hanya mengangguk,sejenak berfikir.
"aku akan menghubungi kawan ku.sebentar ya"ia pun mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya.
"Halo,Ren.ini aku Stevi,aku mau tanya.waktu itu kau menanyakan soal pegawai di cafe tempat mu bekerja kan.kau bilang di sana sedang membutuhkan pelayan?"stevania pun mengangguk-anggukan kepalanya.
"baiklah nanti aku ke sana bersama temanku.oke terima kasih ya..bay"Sejenak Stevania menutup telfon nya.Ia menoleh ke arah Yuna yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan nya saat menelfon.
"bagaimana?bisa?dia bilang apa?"Yuna pun meluapkan rasa penasaran nya.
"mmm...dia bilang,kita sebaiknya ke cafe nya langsung untuk bertemu manajernya.karena sepertinya,belum ada pegawai baru.semoga saja ini rezekimu."Stevani menepuk bahu Yuna.
*
Selepas kuliah berakhir Yuna dan stevania menuju ke cafe tempat salah satu teman Yuna yang bernama Rendy bekerja.
Setelah stevania memesan taksi online,dan mereka pun sampai di tempat tujuan.
"wah ini cafe nya?keren banget"Yuna pun merasa takjub melihat cafe yang iya jumpai itu.
"iya,di cafe ini makanannya enak,dan harga nya juga standar lah.walaupun tempat nya keren begini,harga menu yang di sajikan masih cocok di kantong mahasiswa kaya kita.Apa lagi macem anak rantau kaya aku,Haha."stevania tergelak."tuh kan liat pengunjungnya rame"menunjuk ke arah dalam cafe yang hampir semua meja terisi penuh para pengunjung.Yang di dominasi para ABG atau pun para mahasiswa.Juga ada beberapa pegawai kantoran.
__ADS_1
"mana teman mu?"tanya Yuna mata nya berkeliling.
"mungkin dia sibuk,tunggu sebentar ya,ayo kita masuk dulu"Mereka pun melangkahkan kaki masuk ke dalam Cafe berkonsep ala kekinian di dominasi warna hitam dan putih.
Terdengar alunan musik untuk menghibur para pengunjung.
Yuna pun memilih tempat duduk setelah mencari beberapa saat.Stevania sibuk dengan poselnya.
"sebentar lagi Rendy datang."mengulas senyumnya.
"terima kasih ya,kau mau membantuku"ujar Yuna.
"ah jangan sungkan,kita kan sahabat,haha"Stevani menyenggol lengan Yuna sambil tergelak.
Tak lama kemudian datang lah seorang pria memekai seragam yang sama seperti yang di pakai pelayan cafe yang membawakan pesanan mereka tadi.Stevania melambaikan tangannya.
"itu Rendy.."menunjuk ke arahnya.
"hey Stev,apa kabar?"sapa Rendy sambil menjabat tangan mereka berdua.
"baik,apa kita mengganggu waktu mu?"tanya Stevania.
"oh tidak santai saja."Rendy pun tersenyum simpul ke pada Yuna.
"mmm..oh ya,ini Yuna.Teman kampusku.Dia yang sedang mencari pekerjaan sampingan.Bagaimana?"
"oh iya,sebaiknya kalian ke langsung ke ruangan manajer cafe ini saja,kalo kalian mau.mari ku antar"
Setelah Rendy masuk dan mereka berdua pun di persilahkan masuk.
Sampailah mereka di dalam ruangan yang cukup rapi itu.
Terlihat seorang wanita cantik dengan pakaian yang modis berada di balik meja kerjanya.
"silahkan duduk"wanita yang terlihat sedikit jutek itu mempersilahkan mereka duduk,dan Rendy berdiri di belakang mereka.
"Ada yang bisa saya bantu?"Tanya nya sambil memainkan laptop yang berada di mejanya.
Stevania hendak bicara tapi,Yuna mencegah nya dengan menyentuh tangan Stevi dan menggelengkan kepalanya.
"Begini bu,saya membutuhkan pekerjaan paruh waktu"ucap Yuna.
"pekerjaan seperti apa yang kau cari?apa keahlian mu?"tanya lagi masih dengan sikap acuhnya.
"apa saja bu..."
Wanita itu mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
"kau bisa bersih-bersih?membawa makanan ke pelanggan,itu sudah cukup"mulai memperhatikan Yuna.
"ya bu,saya bisa.apa ibu bisa menerima saya untuk bekerja disini?"tanya Yuna penuh harap.
"tentu saja,karena cafe ini sedang butuh pegawai.Tapi,kau harus melewati masa percobaan dulu,selama tiga minggu.Bagaimana?"
"iya bu.terima kasih banyak sudah memberi saya kesempatan.Tapi,saya seorang mahasiswa bu,saya hanya bisa bekerja paruh waktu."
"ya tadi Randy sudah memberi tau,nanti ada bagian yang mengurus jadwal kerja mu,temui pak dodi."Yuna mengangguk yang bukan kepalanya.Dia menoleh ke arah Stevi dan Rendy bergantian,sambil mengulas senyumnya.
Mereka pun meninggalkan ruangan itu dengan rasa lega.
"terima kasih banyak ya,untuk kalian berdua,atas bantuannya"ucap Yuna dengan wajah berseri.
"ya sama-sama,berhentilah berterima kasih,kau sudah mengucap kan nya berkali-kali tadi"ujar Stevi.
"oh iya,bu ola itu orang memang sedikit jutek.Tapi,dia orang nya baik kok."ucap Rendy.Lalu Yuna dan stevania meninggalkan cafe,di antar Rendy sampai ke depan cafe itu.
*
Yuna pun menyampaikan pada Ayahnya perihal pekerjaan barunya di cafe itu.Sang Ayah sempat tidak mengijinkan,karena Yuna seharus bekerja dari sore hingga malam hari.Ayahnya merasa khawatir pada putri semata wayangnya itu,karena harus pulang malam.Tapi Yuna tidak urung menyerah,ia terus membujuk Ayahnya.
"biarkan saja lah dia bekerja,lagi pula dia sudah dewasa.Tidak perlu khawatir,yang penting pekerjaan nya itu pekerjaan yang baik"ujar ibu tiri nya yang berjalan melewati Yuna,dia melirik dengan sorot mata tajamnya.
"iya Ayah,tidak usah khawatir,aku bisa menjaga diriku kok.Lagi pula aku hanya bekerja di cafe yang tutupnya tidak sampai jam sepuluh malam.Percayalah padaku."
"Baiklah,Ayah mengijinkan.Tapi beri kabar pada Ayah sesering mungkin"ujar Ayah nya,yang masih tersirat kecemasan di wajahnya.Ibu tirinya hanya membuang muka sambil memicingkan matanya.
Carilah uang sendiri,jangan merepotkan Ayahmu.uang Ayah mu hanya untuk ku saja.huh!Batin ibu tirinya.
"Terima kasih Ayah."wajah Yuna pun berseri-seri,ia tak memperdulikan apa yang ibu tirinya itu fikirkan.
*
Akhirnya Yuna pun bisa mulai bekerja di cafe itu,selepas kuliahnya.Sore hari hingga malam Yuna bekerja di sana.Dalam masa percobaan,Yuna mengerjakan hampir seluruh pekerjaan yang di berikan oleh seniornya.Di hari pertama,ia merasa kewalahan.Tapi ia tidak boleh lemah,dia wanita yang kuat.Hingga malam telah larut,Yuna pun pulang dengan keadaan yang sangat letih.
Membagi waktu ketika ia di SMA dulu harus bekerja paruh waktu di toko buku,jauh lebih berat dengan yang ia alami sekarang.
Beberapa bulan kemudian,Yuna pun resmi menjadi pegawai di cafe itu.Kuliah pun berjalan lancar.Yuna sangat bersyukur dengan semua yang telah dia dapatkan.Meski menjalani nya tidak mudah.Terkadang Yuna kualahan mengatur jam kuliah nya.Belum lagi ibu tiri nya yang selalu menyuruh Yuna untuk mengerjakan pekerjaan rumah,bahkan dia sering sekali melupakan jam makannya.
Tuhan...beri aku kekuatan untuk melewati masa ini,Batin Yuna.
Tubuh Yuna,kian hari berat badannya pun semakin berkurang.Stevania dan Doni pun merasa iba dengan kondisinya sekarang,mereka tak pernah lelah untuk mengingat kan Yuna agar menjaga pola makan dan kesehatan nya.
"Yuna,jaga kesehatan mu,jangan lupa jam makan mu.Aku tau kau wanita yang kuat.Tapi kau bisa sakit jika pola makan mu berantakan begini"ujar Doni menatap Yuna lekat.Mereka seperti biasa sedang berada di kantin saat kelas usai.
"ehm...ehm"Stevania memperhatikan mereka sambil tersenyum-senyum."perhatian banget siii"ujar stevania sembari tergelak.
__ADS_1
"apaan si?"Doni pun melotot pada Stevani.
"iya,terima kasih atas perhatian kalian selama ini,kalian adalah sahabat terbaik ku,terima kasih ya"Yuna pun melukis senyum tulus dibibirnya yang sedikit pucat.