
Dua hari berlalu,semenjak kejadian itu,dimana perlakuan buruk Julia terhadap Yuna.Kini kesehatan Yuna sudah pulih kembali,badan nya sudah terasa sehat dan bugar lagi.Serta kelakuan buruk itu pun tak di lakukan Julia lagi.Seperti nya Julia sangat terkejut dengan penyataan Yuna saat itu,hingga membuat ia berfikir berulang kali untuk mengulanginya.
Yuna sudah bisa menjalani aktifitas nya kembali,ia sudah kembali kuliah,mengejar semua ketertinggalan nya saat ia sakit.
Kedua sahabat nya itu pun sering menjenguknya,hampir setiap hari.
Yuna pun sudah kembali bekerja di cafe.meski suasana cafe benar-benar sudah berubah.Semenjak di berhenti kan nya Ola,semua pegawai sudah kembali seperti sedia kala.Mengerjakan pekerjaan sesuai porsi masing-masing,begitu pun dengan Yuna.
Kini jabatan manajer sudah di gantikan oleh pak dodi.Pria baik hati,yang berusia sekitar empat puluh tahunan lebih,mungkin sebaya dengan Ayah Yuna.Beliau pernah menjadi Chef ternama di salah satu resto milik keluarga Andrean.Begitulah menurut informasi dari beberapa rekan kerja Yuna yang begitu antusiasnya menyampaikan informasi itu,ketika Yuna mulai aktif kembali di cafe.
Ternyata Yuna sudah punya rencana lain untuk ke depannya.Yakni Yuna harus kembali fokus dengan study nya,yang sudah mendekati akhir.Ia takkan punya waktu lagi untuk bekerja paruh waktu.Mengenai biaya saku kuliahnya,Yuan sudah berfikir dan mempunyai ide lain untuk mencari pendapatan yang tidak menyita waktu nya.
Niat nya sudah bulat untuk berhenti bekerja di cafe dan mulai menjalani bisnis online nya.Itu adalah usaha yang sudah di fikirkan oleh Yuna matang-matang.
Hari terakhir Yuna bekerja di cafe,membuat beberapa rekannya merasa sangat sedih,karena selama ini Yuna sudah bekerja dengan keras.Tapi saat dimana semua kondisi mulai membaik dengan di berhentikan nya Manajer yang di kenal semena-mena itu,Yuna malah memutuskan untuk berhenti.
Andrean yang mengetahui hal tersebut pun,mencoba untuk membujuk Yuna agar tetap bekerja di sana,tapi semua itu adalah hak Yuna yang dimana Andrean pun menghormati keputusan yang telah Yuna buat.
*
Perusahaan Wira Grup kini sedang menjulang namanya,begitu pun dengan kesibukan two brother yang menjadi idola di kalangan karyawan dan beberapa orang yang mengenal mereka.Tapi keluarga Wirawan tidak mengizinkan media mana pun meliput kehidupan pribadi keluarga mereka,jadi keluarga Wirawan tidak begitu di kenal di halayak ramai,kecuali di lingkup para pembisnis,atau orang -orang yang terlibat langsung dengan perusahaan mereka.
**
Beberapa tahun berlalu begitu cepat.Yuna sudah menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sarjana.Kini ia pun hampir menyelesaikan pendidikan profesi atau co-*** nya di salah satu rumah sakit di luar kota.Semua berjalan dengan baik,dan begitu juga dengan kedua sahabat nya.
Stevania akan melangsungkan pernikahan setelah menyelesaikan pendidikannya itu.Sedangkan Doni,mulai serius menekuni bidang ini,karena sampai ia mendapat kan gelar sarjana pun,Doni masih saja belum fokus dan serius.Tapi berkat suport dari orang terdekat nya,kini Doni kian fokus dan serius.Terutama dengan motifasi yang di berikan oleh kedua sahabat nya yang juga sama-sama berjuang demi mencapai semua impian.
***
Kedai Heru yang semula sangat sederhana,kini telah berubah.Dan kini Heru pun memiliki beberapa karyawan,juga memiliki beberapa gerobak sate yang di siap kan untuk para karyawan nya berjualan keliling,dengan sistem setoran.Perekonomian mereka pun kian membaik.Hingga Heru mampu untuk menunjang segala kebutuhan putri semata wayang nya itu dalam pendidikan nya.Jadi Yuna tak perlu lagi susah payah mencari penghasilan tambahan,Karena semua hutang -hutang Heru yang telah membebani nya selama ini pun telah di selesaikan nya,meski harus mencicil selama bertahun-tahun.
Semua kesulitan yang di alami nya,kini berangsur-angsur hilang.Meskipun begitu,setiap manusia yang masih bernyawa,pasti lah takkan pernah luput dari cobaan.Tergantung bagaimana kita menghadapinya.
Sabar... adalah kunci kesuksesan dalam melewati segala ujian yang kita alami.
__ADS_1
Julia pun kini sedikit demi sedikit dapat merubah sikap nya.Dengan ketidak hadiran Yuna di rumah,membuatnya sadar bahwa selama ini Yuna sudah banyak membantu nya dalam segala hal.Dan semua hal buruk yang telah di lakukan nya pada Yuna,tak satu pun sampai ke telinga Suaminya.Meski pun begitu,Julia belum bisa bersikap baik pada Yuna.Tapi dengan tidak bersikap buruk pun itu jauh lebih baik.
*
"Dokter Yuna..."panggil salah satu perawat sambil berlari kecil menghampiri Yuna yang sedang berjalan di lorong Rumah sakit setelah menangani pasien emergency di ruang IGD.
Yuna menghentikan langkahnya,dan menoleh.
"Ah iya suster"
"Dokter,Anda di minta segera kembali ke ruang IGD sekarang,ada pasien kecelakaan dok."sambung perawat muda itu.
"oh baik lah,ayo".Yuna berjalan cepat menuju ruang IGD.
"kemana Dokter yang lain?"Tanya Yuna sembari memasuki ruangan.
"Baru saja menuju ruang operasi Dok.dan yang lain sedang menangani pasien-pasien yang lain.Ada sekitar sepuluh pasien dok".
"Baiklah segera siap kan semua peralatan"Yuna pun segera menangani beberapa pasien kecelakaan itu,beruntungnya sebagian besar pasien hanya mengalami luka ringan.Dan ada dua orang yang mengalami luka berat,salah satu nya harus segera menjalani operasi.
"Sudah Dok,sebentar lagi Dokter Andi sampai."
"Baiklah".
Setelah Operasi selesai,Yuna menyandarkan tubuhnya di kursi.Kecelakaan yang menimbulkan banyak korban di antara nya lima orang meninggal.Kecelakaan bus pariwisata yang hendak berlibur itu,tergelincir karena jalanan yang licin.Yuna mendengar informasi yang di sampaikan oleh salah satu perawat.
"Kasian dok,banyak anak-anak yang menangis karena orang tua mereka harus terluka karena kejadian itu."ujar salah satu perawat yang lain.
"Dimana mereka sekarang?"Tanya Yuna.
"Anak-anak itu ada luar dok."
Yuna menoleh ke arah jendela kaca,dan ada seorang anak berumuran sekitar tujuh tahun mengintip.Yuna tersenyum dan melambaikan tangannya.Anak laki-laki itu terlihat menyeka air mata nya.
Yuna segera bangkit dari duduknya lalu meletakkan snelli dan stetoskopnya di loker.Ia pun berjalan keluar dan mendekati anak itu.
__ADS_1
"Hai...sayang,"sapa Yuna.Anak itu tidak menjawab, terlihat air matanya terus mengalir.Yuna menghampiri nya dan berjongkok mensejajari tinggi tubuh anak itu.
"Jangan takut ya,ayo kita duduk di sana"ajak Yuna menunjuk ke arah kursi yang berada di ruang tunggu.Beberapa anak yang ada di sana pun berhambur mendekati Yuna.
"Dokter...Dokter"panggil mereka hampir bersamaan.Yuna menoleh dan tersenyum.
"Hay.."Yuna melambaikan tangannya.
"Bagai mana jika kita duduk di sana"ajak Yuna pada anak-anak itu.Ada yang merespon,ada juga yang hanya terdiam.Tapi mereka semua mengikuti langkah Yuna menuju kursi tunggu.Yuna meminta izin pada beberapa polisi yang berada di sana dengan sorot matanya,mereka pun menganggukkan kepala nya,menyetujui Dokter cantik itu,untuk mengajak mereka duduk di kursi yang letaknya tidak jauh dari tempat mereka semula.
Mereka dengan tertib duduk sejajar di kursi.Beberapa polisi yang sejak tadi di beri tugas untuk mengawasi anak-anak itu pun tersenyum melihat mereka.
"Baiklah,siapa yang pipinya masih basah?"Tanya nya memperhatikan satu persatu."Ayo hapus dulu air matanya,karena kalo kita menangis terus nanti mata kita jadi perih,".Beberapa anak yang masih menangis itu pun berusaha menghapus air mata mereka.
"Nah,sekarang kan jauh lebih baik.Oh iya,apa kalian sudah makan?".Tanya Yuna lembut.
Mereka menggeleng kan kepala hampir bersamaan.
"eumm..oke,bagai mana kalo kita makan dulu,tapi jangan di sini,kita ke kantin saja.Apa kalian setuju?"
"Aku tidak mau makan,aku mau bertemu mama..hiks hiks"jawab salah satu anak perempuan yang berumur 9 tahunan,kira-kira.
"Sayang,mama mu sedang di obati oleh Dokter,jadi jangan khawatir ya,sekarang kita makan sama-sama,nanti kalau tidak makan,kamu bisa sakit.Mama mu bisa sedih nanti."Bujuk Yuna.
Anak itu kembali mengusap pipinya yang basah,dan mengangguk sambil tersenyum tipis.
"Anak pintar,sebentar ya,Dokter mau minta izin dulu dengan pak polisi.kalian tunggu di sini ya.."Yuna mengusap rambut anak-anak itu lembut dan menghampiri polisi yang sedang terduduk.
"Maaf permisi pak,saya mau minta izin untuk menemani anak-anak makan di kantin Rumah sakit. Apa boleh?".
"Tentu saja boleh Dokter,sedari tadi kami sudah membujuk mereka untuk makan,tapi mereka menolak."jawab salah satu polwan.
"Oh begitu,terima kasih pak.saya permisi".Yuna pun melangkah sambil tersenyum pada anak-anak itu yang memperhatikan nya sedari tadi.
"Ayo...kita makan sama-sama.."ajak Yuna sambil menuntun dua anak yang paling kecil.Tapi ada satu anak laki-laki masih terduduk sambil menundukkan kepalanya.Yuna menoleh dan menghela nafas nya menahan hati nya yang terasa pedih.
__ADS_1