The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Para penerus sang Kakek (part 2)


__ADS_3

kediaman Wirawan


Daniel masuk ke kamarnya yang sudah hampir dua tahun tidak ia tempati.


Ia menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur.Tubuhnya Benar-benar terasa lelah sepanjang perjalanan tadi,terlebih lagi perdebatan dengan Ayahnya yang membuatnya semakin lelah.


Aku sebenarnya merasa bersalah pada papi,tapi aku tidak akan mungkin bisa melakukan hal yang Papi inginkan.Maaf kan Aku pap.huff!Batin Daniel.


Daniel memejamkan matanya,mencoba untuk menetralisir semua ketegangan yang terjadi dengan Ayahnya tadi.Daniel membuka matanya lagi dan memiringkan kepalanya ke arah pintu,setelah kakak nya mengetuk dan terdengar suara knop pintu kamarnya terbuka.


"kakak"ujarnya masih dalam posisinya,dan kembali memejamkan matanya meski tidak untuk tidur.


"bagaimana kuliah mu?"Tanya Andrian seraya duduk di tepi ranjang di samping Adiknya.


"Baik kak"jawabnya singkat.


"sudahlah,Papi tidak akan memaksa mu lagi,lambat laun beliau pasti akan mengerti."matanya berkeliling memperhatikan kamar adiknya yang terlihat rapi dan tidak ada perubahan meski tak berpenghuni.Karena memang Daniel sangat jarang masuk ke kamar Adiknya itu,tapi justru adiknya lah yang sering berada di kamarnya hampir setiap waktu.


"Aku tau,Papi pasti akan memaklumi akhirnya.Tapi,aku selalu merasa bersalah kak."ujarnya yang kemudian bangun dan duduk di samping kakaknya.


"Sudah lah.fokus saja pada study mu,setidaknya kau tidak mengecewakan kakek,yang sudah membiayai study mu."


"Tapi bagaimana dengan papi kak?beliau kan sangat mengharapkan ada yang mengikuti jejak beliau menjadi dokter"Daniel sekilas berfikir."oh ya,bagaimana kalau Seila saja"


Seolah menemukan ide,bahwa Adik perempuan nya yang bisa menjadi Dokter sebagai gantinya.

__ADS_1


Andrean tergelak sambil memukul bahu adik nya."apa?Seila??haha...itu tidak mungkin Niel.."


"kenapa memangnya?Seila menolak?"tanya nya memiringkan wajahnya menatapa sang kakak.


"kau sudah lupa?sejak dia duduk di Bangku SMP Kan,sudah terlihat bakatnya sebagai seorang desainer.Lagi pula adik bungsu kita itu sangat fobia dengan jarum suntik.haha"lanjut Andrean sambil membayangkan pada waktu lalu,adik perempuannya itu hampir pingsan,saat Ayahnya memegang jarum suntik.


"iya aku tau,tapi aku khawatir ini akan membebani fikiran Papi.kakak kan tau bagaimana cintanya Papi pada profesinya itu."


Daniel pun merubah posisinya,dia berjalan menuju jendela kamarnya dan menatap keluar jendela,waktu sudah hampir sore,senja mulai menampakan warna nya,udara pun sudah membawa hawa sejuk.


"ya mau bagaimana lagi,kita kan hanya tiga bersaudara,sudah lah lagi pula sepertinya Papi sudah faham bahwa tidak semua orang tua bisa memaksa anaknya untuk menuruti semua kehendaknya.jadi sudahlah.Papi bukan orang yang egois kok.kau kan tau Papi sangat menyayangi kita,dan tak pernah membedakan kita semenjak kita kecil dulu."Andrean pun menghampiri dam memeluk pundak adiknya.


"Benar,kita sangat beruntung bukan hahaha"Daniel malah tertawa karena dia juga tahu seperti apa Ayah kebanggaannya itu.


Andrean pun kembali duduk di sofa besar yang terletak di sisi jendela.


"apa?"matanya masih menampar ke jendela,seperti merindukan suasana yang telah lama tidak ia rasakan.


"untuk tetap fokus pada kuliahmu,tanpa di bumbui oleh skandal wanita"lanjut Andrean sambil bertumpang kaki dan bersandar pada sofa memposisikan tubuhnya supaya lebih nyaman.


"maksud kakak?huh...apa itu skandal wanita?aku tidak mengerti"Daniel pun berjalan menuju kursi yang berada disamping nakas di sisi ranjangnya.


"jangan pura-pura polos,aku tau dimana ada kau pasti ada wanita cantik haha"Andrean tergelak sampai menggetarkan tubuhnya.


"hah??itu salah kak.Mereka yang selalu membuatku tidak nyaman,aku ini bukan pria seperti itu,lagi pula aku disana benar-benar serius belajar kok.Aku kan ingin menjadi sukses seperti kakek dan akan membantu kakak di perusahaan nantinya."ujar Daniel dengan nada sedikit emosi tidak terima dengan asumsi kakaknya.

__ADS_1


"benar begitu??atau kau masih memiliki perasaan pada Sani?haha"Andrean belum puas menggoda Adiknya.


"sudah lah kak,sudah ku Bulang,jangan sebut nama nya lagi,aku sudah melupakan ai penghianat itu.Lagi pula,aku akan fokus pada karirku dulu.tidak akan memikirkan masalah wanita lagi."ujarnya dengan suara semangat.


"benar begitu?"tanya Andrean lagi sambil melirik adiknya yang terlihat agak kesal.


"ih kakak ini..."Daniel bangun menghampiri dan memukul bahu kakaknya,seolah ingin mempertegas pernyataannya.Andrean hanya tersenyum sambil mengusap bahu nya.


Mereka saling tertawa bersahutan.


"Bagaimana dengan kakak?apa kah kakakku ini sudah menemukan wanita idaman?"menyenggol bahu kakaknya.


"kenapa balik bertanya?membahasmu saja belum kelar"sambil mengusap tengkuknya yang terasa pegal."sudahlah,mandi dan istirahat lah sana.Aku juga mau mandi"Andrean beringsut dari dari duduknya dan menuju pintu keluar.


"ah...selalu saja mengalihkan pembicaraan.Sudah waktunya kakak mencari pacar...apa perlu aku yang carikan?.."Daniel mengeraskan suaranya karena Andrean sudah keluar dari kamarnya.


Andrean keluar kamar dan menuruni anak tangga,ia melihat adik perempuannya sedang berbincang dengan kedua orang tuanya di ruang keluarga.


"Sudah pulang dek!" tanya Andrean yang masih menyusuri tangga.


"baru saja..kak.oh iya Niel mana?di kamarnya ya?"tanya seila berjalan menghampiri kakaknya.Ia hendak menaiki tangga sebelum Andrean memegang tangannya menghentikan."kenapa kak?aku ingin bertemu Niel."mencoba melepaskan tangannya.


"Biarkan dia beristirahat,nanti saja bertemunya."ujar Andrean seraya melepaskan tangan adiknya itu,lalu pergi menuju dapur.Seila hanya terpaku,kemudian berjalan kembali ke ruang keluarga,ia mengurungkan niatnya untuk menemui kakak keduanya yang baru pulang dari luar negri itu.meski pun sedikit kesal,tapi seila tidak akan membantah kakak tertuanya itu.


Seila merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.Putri satu-satu nya keluarga Wirawan itu,telah duduk di kelas satu SMA terfavorit.Sekolah tepatnya mengecam pendidikan itu,adalah salah satu yayasan milik kakeknya.Gadis yang populer di sekolah,dengan wajah yang paripurna,membuat dirinya di juluki miss beauty,pakaian modis yang di kenakan diri nya saat pergi ke beberapa acara,atau sekedar hang out dengan teman-teman nya merupakan pakaian hasil rancangannya sendiri,yang di jait oleh butik ternama.Bahkan beberapa hasil karyanya pernah menjadi salah satu pakaian terbaik,saat beberapa waktu lalu di adakan event bergengsi dalam peragaan busana di kotanya.

__ADS_1


Gadis muda yang cantik dan berbakat memang telah melekat dalam diri Seila wirawan.Tapi karena ia mendapatkan perhatian yang berlebih dari keluarganya,terkadang dia menjadi wanita yang sedikit egois dan sombong,sangat menodai kesempurnaan dirinya sebagai sang Hawa.Kedua orang tuanya tidak pernah lelah memberikan nasihat untuk nya,karena ia di lahirkan di keluarga yang sangat menjunjung tinggi kesopanan dan sifat rendah hati.Jiwa sosial yang di tanam kan keluarga nya,sudah menjadi sesuatu yang wajib ada dalam setiap anggota keluarga Wirawan,begitulah petuah sang Kakek.Kakek yang merupakan Tuan besar dari wirawan group dan salah satu investor ternama.


__ADS_2