The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Terlambat


__ADS_3

Setelah keluar dari Rumah sakit,Yuna bergegas menuju ke kampus.Di perjalanan menuju kampus,baju nya yang terlihat kotor,menjadi pusat perhatian.Karena terdapat beberapa bercak noda darah yang tersisa.Padahal sebelumnya ia telah membersihkan diri di toilet Rumah Sakit.


Beberapa penumpang Angkot yang ia tumpangi tampak memperhatikan nya.Ada yang bertanya,dan Yuna hanya menjawab sekenanya.Ada juga yang sekedar melirik penuh tanya.


Ia tak memperdulikan hal itu,karena fikiran nya saat itu hanya tertuju pada ujian praktek yang ia lewatkan,juga tentang keadaan pasien tabrak lari yang masih berada di ruang IGD dan belum tau pasti keadaan yang sesungguhnya.


Yuna menghela nafas,mencoba menetralisir keadaan nya sekarang.Mencoba untuk tenang dan berfikir positif.Bahwa semua yang terjadi pasti ada hikmahnya.


Sampai di halaman kampus,dia bergegas turun dari angkot dan dengan tergesa melangkah penuh kecemasan.


Semoga saja aku tidak terlambat.Batin Yuna.


Ia tetap yakin,meski dia tau jika ia sudah benar-benar terlambat.Tak ada penyesalan dalam hatinya,bahkan ada sesuatu di dalam dada nya yang membuatnya merasa bangga.Bahwa semua hal yang telah dia pelajari,segala sesuatu yang dia impikan selama ini,dapat ia pergunakan untuk hal yang semestinya.Tidak hanya sekedar ilmu yang di simpan dalam kepala,tapi ilmu yang terealisasi di kehidupan nyata.Berguna untuk orang lain,ilmu yang bermanfaat.


Ada butiran bening di sudut matanya.senyum terulas di bibirnya yang manis.


Aku tidak percaya,jika aku bisa melakukanya.Takkan ku sia-sia kan ilmu yang ku dapat.Semoga ini membawaku pada keridhoan Allah.


Yuna mempercepat langkahnya,tak peduli dengan beberapa mahasiswa yang memperhatikannya.Ia pun sampai di ruang praktek,beberapa mahasiswa keluar dari ruangan itu,sepertinya ujian telah selesai.


Mata Yuna berkeliling mencari sang dosen.


Stevania menghampiri Yuna,yang terlihat kebingungan.Di susul Doni yang memang sangat khawatir dengan ke tidak hadiran Yuna di ruang praktek.


Stevania pun terkejut, matanya terbelalak melihat kondisi baju Yuna yang terdapat bercak darah.Begitu juga dengan Doni yang begitu terkejutnya sampai dia berlari menghampiri yuna,hingga menyenggol Stevania yang masih berdiri mematung.Hampir saja Stevania terjatuh karena nya.


"Apa yang terjadi dengan mu?apa kau terluka"Tanya Doni mengguncang Bahu yuna,karena rasa khawatirnya ,sambil ia memperhatikan bagian tubuh Yuna,khawatir ada yang terluka.


Stevania pun ikut berhambur memeluk Yuna.


"Yuna..kau kenapa?"


Doni menarik tubuh Stevania dari pelukan Yuna."Stev kau bisa menyakiti nya nanti.minggir"


"Tenang teman-teman,aku tidak apa-apa kok,tenang dulunya,aku harus menemui bu riska dulu,karena aku tidak ikut ujian praktek hari ini.sebentar ya".


Yuna meninggalkan kedua sahabatnya yang masih di landa kecemasan itu.Dengan wajah kebingungan dan mulut yang menganga,memperhatikan Yuna yang malah menghampiri sang dosen.


"permisi bu,"tegur Yuna,sang dosen yang sedang sibuk merapikan beberapa lembar kertas di meja itu pun menoleh.


Beliau juga terkejut melihat penampilan Yuna.

__ADS_1


"Apa yang telah terjadi pada mu?apa kau terluka?"tanya nya dengan wajah cemas.


"aku tidak apa-apa bu,aku juga tidak terluka bu, tapi begini..."Yuna menghela nafas nya sejenak,melepas lelah nya."bu,apa saya masih bisa mengikuti ujian susulan?"tanya nya terengah-engah.


"jika soal itu,belum bisa ibu putuskan.kamu bisa ikut ke ruangan ibu sekarang."jawabnya.


Yuna pun mengikuti langkah Dosennya itu.Kedua sehabatnya yang masih di landa kekhawatiran dan banyak nya pertanyaan yang belum sempat mereka lontarkan,hanya bisa pasrah karena Yuna melambaikan tangannya keluar dari ruangan itu.


Doni melirik ke arah Stevania,tapi Stevania hanya mengangkat bahunya.


*


Di ruang dosen.


"silahkan jelaskan alasan mu hingga melewatkan ujian hari ini.?"tanya bu Riska,yang baru saja duduk di kursi,sembari meletakkan beberapa berkas di mejanya.Dan meminum segelas air putih yang tersedia di meja.


Yuna menelan salivanya,tenggorokannya terasa kering,karena sedari tadi banyak energi yang ia keluarkan dan belum meminum setetes air pun untuk membasahi nya.


Yuna menjelaskan dengan detail semua kejadian pagi tadi yang membuatnya terlambat ke kampus, hingga melewatkan ujian praktek yang ia nantikan beberapa hari belakangan.


Segala persiapan telah ia siapkan.Ia telah belajar berhari-hari demi mendapatkan nilai yang memuaskan,tidak mungkin ia melewatkannya begitu saja tanpa ada alasan yang benar-benar mendesak.


Bu Riska hanya mengangguk-angguk mendengar semua penjelasan Yuna.Yuna meyakinkan bahwa ia sangat serius dalam mengahadapi ujian kali ini.Dan ia memohon untuk di beri kesempatan mengikuti ujian susulan.


"Baik lah,kalo begitu,kamu bisa ikut ujian susulan.Tapi waktunya belum bisa ibu tentukan sekarang.Karena ibu ada urusan beberapa hari ke depan"


"baik bu..terima kasih banyak atas kesempatannya."Yuna meraih tangan Dosen nya itu,dan mencium punggung tangannya.Bu Riska menepuk-nepuk bahu Yuna.Seperti tersirat kebanggaan dalam matanya.


Telepon yang berada di atas meja bu Riska bun berdering,dengan segera beliau mengangkatnya.


"halo..iya pak...oh kalo begitu kebetulan sekali,Yuna berada di ruangan saya.ya ya baik pak."Bu Riska menutup telpon nya dan matanyabterruju pada Yuna.


"pak Yosep memintaku untuk keruangannya.sekarang"tutur Bu Riska.


"pak Yosep?memang ada apa ya bu?"tanya Yuna,dahi nya berkerut.


"Ibu juga tidak tau pasti,tapi sepertinya ada hal yang penting."jawab Bu Riska.


"Baiklah kalau begitu,saya segera kesana.Sekali lagi terima kasih banyak ya bu atas kesempatannya."Yuna membungkukkan badan nya.


Bu Riska hany mengangguk.

__ADS_1


Dengan segera Yuna menuju ruangan Pak Yosep.


"permisi pak"setelah beberapa kali mengetuk pintu,Yuna pun masuk ke ruangan itu.


"Ya,silahkan duduk Yuna"tuturnya.


Dengan wajah yang sedikit tegang,Yuna duduk perlahan.


"Begini Yuna,apa benar tadi pagi kamu menolong seorang wanita korban tabrak lari?"Tanya pak Yosep.


"Benar pak"Jawab Yuna,menegakkan tubuhnya.


"Baru saja pihak Rumah Sakit menghubungi saya,mereka meminta mu untuk ke rumah sakit sekarang."


"A a ada apa pak?apa kondiai korban memburuk?"tanya Yuna cemas.


"Mereka bilang,kondisi korban sudah membaik.Tapi apa kau tau Yuna,wanita yang kau tolong itu adalah istri dari derektur Rumah sakit tempat kau membawa korban."


"Benar kah?"Yuna terkejut.


"kau diminta menemui Direktur RS itu sekarang.Ini kartu nama beliau,kebetulan saya mempunyai kartu nama beliau.ini."Pak Yosep memberikan secarik kartu nama.


"Kalo begitu,Saya segera kesana ya pak.permisi" Yuna pun beranjak bangun dan keluar ruangan.


Dia berjalan terburu-buru.Sampai di lorong kampus ia berpapasan dengan kedua sahabat nya,yangs e dari tadi mencarinya.


"Yuna...bagaimana keadaan mu?"tanya Doni yang berlari menghampirinya.


"Teman-teman,aku tidak apa-apa.Hanya menolong seorang wanita korban tabrak lari..dan bla bla"Yuna menceritakan semua yang terjadi,karena jika tidak,kedua sahabatnya itu akan terus mencecar Yuna dengan beribu pertanyaan.


Mereka hanya mengangguk-angguk,seperti yang dilakukan Bu Riska.


"kalo begitu,aku pergi dulu ya...sampai jumpa"Yuna pun berlalu.


Sesampainya di rumah sakit,dia berjalan pelan,matanya terus melihat kartu nama yang di berikan pak Yosep.


"Direktur Rumah sakit xx Dr.Arman Wirawan."Yuna berfikir sejenak,ia tidak memperhatikan jalan di depannya.


"namanya seperti tidak asing"


Tiba-tiba.

__ADS_1


Brakk!


__ADS_2