The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Perlakuan buruk Ola.


__ADS_3

Ola bersimpuh di hadapan Andrean,dia menangis sejadi-jadinya.


"Rean,ku mohon jangan pecat aku,maaf kan aku.Aku khilaf melakukan nya.Maaf Rean,maaf kan aku,beri aku kesempatan lagi.Hiks hiks"


"Kesempatan untuk mu sudah habis,jadi cepat pergilah,sebelum aku berubah fikiran.Kau tidak mau kan jika masalah ini sampai ke meja hijau?"


"eu..mm..aku tapi aku.."Ola kehabisan kata-kata.Ia hanya bisa pasrah kala itu.Dia meraih tas nya yang berada di meja dan berjalan tergopoh keluar dari ruangannya.Ruangan yang sejak lama ia tempati,kini ia harus pergi tanpa hormat.


"Kau akan menerima gaji terakhir mu,dan uang pesangon mu.jangan khawatir"ujar Andrean,lalu memalingkan wajahnya.Ia berusaha menahan amarahnya.


Ola hanya menatap nanar ke arah Andrean.Tapi Gun membukakan pintu dan mempersilahkan nya untuk segera keluar.Ola menatap tajam Chef Gun,ia tidak menyangka bahwa Gun adalah orang kepercayaan Andrean yang berada di cafe ini.Chef Gun hanya melirik ke arah luar,berharap Mantan manajernya itu untuk segera keluar.Manajer yang suka memarahinya,seenaknya memerintah dan penuh dengan perilaku buruk padanya itu,kini benar-benar harus meninggalkan cafe itu.Chef Gun merasa hal ini tidak sebanding dengan apa yang telah Ola lakukan pada cafe itu.


Awas kalian semua!Aku tidak akan terima begitu saja atas perlakuan kalian.Dan untuk gadis kurang ajar itu,aku akan membuat perhitungan padanya,lihat saja.Batin Ola.


Ola melangkah menuju pintu keluar cafe.Beberapa pegawai memperhatikannya,sambil berbisik.Mereka merasa lega dengan di berhenti kan nya manajer juteknya itu,kini pekerjaan mereka baru sa kembali pada semestinya.Entah kenapa Manajer Ola yang semula bersikap normal,tiba-tiba berubah menjadi semena-mena dan tidak profesional lagi.Padahal awal nya Bu Ola yang mereka kenal bukan lah orang yang seperti itu.


*


Beberapa minggu yang lalu


Yuna dengan tergesa menuju cafe,hari itu ia harus menyelesaikan beberapa catatan yang di buat manajernya.catatan tugas tambahan apa saja yang di berikan nya.


Yuna segera mencuci piring semua pelanggan nya yang sejak pagi tidak di cuci.kebayangkan bagaimana banyaknya?


Itu semua sengaja di lakukan Ola untuk menegerjai Yuna.Setelah Yuna menyelesaikan semuanya,dia di minta untuk mengangkut sisa-sisa makanan kemarin yang sudah mulai berbau tidak sedap. dan mengelap semua perabot yang ada di lantai dua .Pekerjaan itu pun harus ia lakukan setelah cafe tutup.Seolah tidak adil dengan semua pekerjaan yang di bebani untuk Yuna,beberapa pegawai pun mengajukan protes membela rekan mereka,tapi itu justru membuat gaji mereka di potong hingga sepuluh persen.Dan juga berlaku seterusnya jika mereka mengajukan protes lagi.


Setiap hari Yuna selalu pulang larut malam.Ola pun tersenyum puas.Pernah sesekali ia mempermalukan Yuna di hadapan pelanggan.Ia menumpah kan kuah mie yang panas di baju Yuna,sehingga tangan Yuna pun memerah dan melepuh.Tapi ia malah mempermalukan Yuna dan merendahkan Yuna di hadapan pelanggan.Hingga kejadian itu membuat Yuna terisak di toilet.Yuna merasa harga dirinya jatuh,tat kala kuah mie yang juga mengenai sepatu Ola,untuk ia bersihkan di hadapan banyak Orang.

__ADS_1


"Hey,pelayan,kalau kerja yang benar dong.gimana si!sepatu ku mahal tau,"Ujar Ola menunjukkan sepatu high heels nya.


"saya minta maaf bu"Jawab Yuna sambil mengelap tangannya yang mulai memerah.Dan berjongkok membersihkan sisa-sisa mie yang tumpah. Padahal kejadian itu jelas-jelas kesalahan Ola,karena Ola berpura-pura lewat dan terburu-buru hingga menyenggol Yuna yang sedang membawa nampan berisi mie kuah panas.


"Cepat bersih kan"pinta Ola.


"tapi bu saya..."


"Sekarang,saya tidak mau punya pegawai yang tidak bertanggung jawab.Ayo "Ucapnya.


Dada Yuna terasa sesak,buliran bening di sudut matanya dengan susah payah ia tahan agar tidak mengalir.


Kejadian itu di lihat oleh banyak orang,ada yang memandang nyinyir,ada pula yang merasa kasihan.Tapi bukan lah seperti itu seharusnya.Seorang atasan pun harus menjaga harga diri pegawai nya di mata para orang lain,terutama di hadapan para pelanggan nya.


Andrean pun mengetahui kabar itu,hingga membuatnya sangat kecewa dan marah.Saat dimana Andrean mendapatkan kabar itu,ia pun ingin sekali segera kembali ke tanah air.Tapi karena pekerjaan nya yang sangat penting, membuat Andrean mengurungkan niatnya untuk kembali.


Saat ini lah puncak kemarahan Andrean,Tak ada lagi kesempatan apapun untuk wanita itu.Seandainya ia seorang laki-laki,tentu kejadiannya akan jauh lebih buruk,dari hanya sekedar memecat nya.


**


Ola mengambil ponselnya sesaat setelah memasuki mobil nya yang terparkir di halaman cafe.


"Halo tante,aku ingin bertemu,baik lah kitra bertemu di cafe Xx."Ola menutup Telfon dan menyeka air matanya.


Ola melajukan mobilnya menuju cafe xx untuk bertemu dengan tantenya.Sepanjang perjalanan,fikiran dan hati nya begitu hancur,bersamaan dengan harapannya.Harapan untuk bisa menjadi pendamping Andrean,meski dengan perjuangan yang sulit,ia akan terus berusaha merebut hati pria idaman nya itu.Tapi dengan terbongkar nya semua itu,harapan nya pun kian pergi menjauh.Ola terus menangis dan menjerit,hatinya di penuhi amarah dan dendam.Meski semua itu adalah kesalahan nya sendiri.


Beberapa menit kemudian Ola sampai di tujuan.Ia memilih tempat duduk di sebelah sudut yang berjarak lebih jauh dengan tempat lainnya.

__ADS_1


Ia memesan coklat hangat untuk menenangkan suasana hatinya yang buruk saat itu.Beberapa menit berlalu,seseorang yang di tunggu nya sedari tadi belum juga menampakkan batang hidung nya.Ola mulai terlihat gelisah,saat itu ia membutuhkan seseorang untuk mengadu dan menumpahkan segala beban di hati nya.


OIa sudah menghabis kan setengah gelas coklat hangat nya,ia melirik ke arah pintu masuk,hal yang ia lakukan sedari tadi.


Terlihat seorang wanita memasuki cafe dengan pakaian modis dan tubuh yang seksi.Wajah yang tak asing lagi.


"Tante..."panggil Ola dengan melambaikan tangan.Wanita itu pun membalas nya,dia menghampiri Ola yang tengah duduk sendiri di sudut.Wajahnya tampak berantakan,beberapa tissu berserakan di meja.


"Tante lama sekali."ucap Ola yang mulai terlihat sumringah,karena seseorang yang ia tunggu telah datang.


"Maaf ya,tadi macet soalnya"Jawabnya santai.Lalu memanggil waitress untuk memesan segelas lemon tea.


"Ya ampun Ola,apa yang terjadi pada mu?"Tanya nya memperhatikan tissu yang berserakan itu.


"Apa lagi?tentu saja gadis sialan itu tante...hiks"menyeka air mata nya kasar.


"Maksud mu..Yuna?"


"Siapa lagi,hiks.kali ini aku benar-benar di pecat tante..uwaaaa..."Tangis Ola semakin menjadi,Beberapa pengunjung cafe menoleh dan memandangnya heran.Ada juga yang menggeleng kan kepalanya.Entah apa yang mereka pikirkan,Ola pun tidak peduli.Saat ini suasana hatinya benar-benar tidak terkontrol.


"Sudah lah,hentikan tangisanmu,semua orang sedang melihat mu,apa kau tidak malu"sambung Tantenya.


"Aku tidak peduli,tante hiks.."masih mencoba menyeka air matanya yanf terus mengalir.


"Sudah lah,kau kan bisa .mencari pekerjaan lain"


"Bukan masalah pekerjaan tan,tapi ini masalah harga diri ku,dan masa depan ku,kesempatan ku untuk bersama Andrean sudah hancur lebur tante..uuu"

__ADS_1


"Kau tenang saja,aku akan memberi perhitungan pada gadis menyebalkan itu,dia sedang sakit di rumah.Aku bisa melakukan sesuatu untuknya"Alis nya terangkat,fikiran nya penuh dengan ide licik dan kejam.Entah apa yang akan di lakukan nya pada Yuna,pandangan benci nya semakin menjadi sirot mata tajamnya seolah akan menghujam siapa saja yang ia kehendaki.


Yuna gadis lemah yang sedang terbaring sakit itu,takkan mampu berbuat apapun melawan sang tante yang ternyata adalah Julia,sang ibu tiri.


__ADS_2