The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Sakit (part 3)


__ADS_3

Senja mulai terlihat,hembusan malam kian mendekat.Hampir seluruh karyawan kantor sudah meninggalkan gedung bertingkat itu.Tapi sang Bos masih sibuk dengan pekerjaan nya.Tidak ada batasan waktu baginya,keprofesionalan mereka dalam berkerja tidak berbatas senja.


Andrean melangkah menuju ruang Daniel.Dan mengetuk pintu kaca itu.


"Ya masuk"sahut nya dari dalam.


Andrean pun melangkah memasuki ruangan ternyaman di kantornya itu.


"Kau belum bersiap untuk pulang?"Tanya nya sembari mengamati beberapa berkas di meja Daniel.


"Belum aku akan lembur"Jawab nya singkat tanpa menoleh ke arah kakak nya.Hati nya masih kesal karena kejadian tadi pagi di depan ruang rapat.


"Pulang lah.Lanjutkan besok"Tutur Andrean.


"Aku akan lembur"Jawab nya lagi tanpa memperdulikan kata-kata sang kakak.


"Kau lupa,bahwa istri mu sedang sakit?"


"Di rumah banyak orang yang akan mengurusnya.".Jawab Daniel masih tak menoleh.


"Baiklah.Kalau begitu atur saja hidup mu.Itu hak mu sebagai seorang suami.Dan bukan hak ku untuk mengatur hidup mu lagi.Kau sudah menjadi seorang pemimpin sekarang.Jadi lakukan lah sesuka mu"Ucap Andrean melangkah keluar dari ruangan Daniel.


Daniel mendorong kursinya kebelakang,dia memijit pelipis nya.


Aku sangat di repot kan karena wanita itu.Hidupku jadi tidak bebas.Aku tidak suka di atur.Aku menyesal menerima perjodohan ini.Hufh aaarrrgghh.Batin Daniel kesal.


Daniel pun segera merapikan tas kerja nya dan memasukan laptop nya.ia meraih jas dan kunci mobil nya yang tergeletak di meja.Dan segera keluar dari ruangan nya.Wajah nya penuh emosi.Dia marah,marah pada keadaan dan marah pada wanita yang seharusnya ia sayangi itu.


Andrean melihat Mobil Daniel yang lebih dulu meninggal kan area parkir.


Andrean menghembuskan nafasnya,mencoba membuat Daniel menyadari betapa berharga nya berlian yang ia miliki sekarang.Tak sepatut nya ia sia -sia kan.Andrean tidak ingin adik nya itu menyesal nanti nya.Karena penyesalan hanya ada di akhir kisah.Bukan di awal.Jika di awal,nama nya pendaftaran...wkwkwk...


***


Daniel memasuki rumah nya dengan keadaan gusar,bahkan ia tidak menjawab sapaan dari sang Mami.


Ia menaiki tangga rumah nya,menuju kamarnya,kamar di mana Yuna sedang terbaring lemas.Merasakan sakit di sekujur badan nya,dan tak mendapatkan perhatian dari suaminya sedikit pun itu.


Daniel membuka pintu kamar nya kasar.Membuat Yuna terkejut dan terperanjat.Daniel memelototi Yuna.Pandangan nya penuh amarah.Yuna tau bahwa suami nya itu sedang marah.


Apa salah ku?kenapa dia terlihat marah?apa karena aku tidur di ranjang nya?.Batin Yuna.


Yuna terlihat ketakutan,ia bangkit dan duduk dengan kaki turun ke lantai.


"maaf kan aku...maaf karena tidur di ranjang mu..maaf"ujar Yuna gemetar,ia menundukkan kepalanya.


"kehadiran mu sudah membuat keluarga ku selalu menyalahkan ku,Apa yang kau lakukan pada hidup ku ini,membuat ku tidak nyaman"ucap Daniel marah.


"Apa salah ku?"Tanya Yuna menatap Daniel sendu.


"Salah mu adalah telah hadir dalam hidup ku."ujar Daniel,membuat Yuna menitikan air mata nya,hati nya seperti tertusuk sembilu.Ia tidak menyangka jika Daniel dapat setega itu,mengatakan hal yang paling menyakitkan bagi seorang istri.

__ADS_1


Yuna semakin terisak.


"Maaf kan aku..".Yuna mencoba bangkit tapi rasa pusing di kepala nya belum mereda,hingga membuat nya terjatuh di lantai.Tapi sekali lagi Daniel tak bergeming.Ia malah pergi meninggalkan Yuna.


"Tidurlah di ranjang ku semau mu.Aku akan tidur di ruang kerja ku".Ujar nya lalu melangkah pergi.


Yuna masih sesegukkan di lantai.


Tiba-tiba Andrean yang akan menuju kamar nya itu melihat Yuna terduduk di lantai.Karena memang kamar Andrean bersebelahan dengan kamar Daniel.


Andrean terkejut,pintu kamar nya memang belum sempat di tutup.


"Yuna...apa yang kau lakukan?Bangun lah,kau kan masih sakit.Mana Daniel?".Tanya Andrean seraya membantu Yuna kembali ke ranjang nya.


Yuna hanya terdiam.


"Apa ini karena Daniel?"Tanya Andrean marah.


Yuna menggelengkan kepala nya.


"Tidak,bukan karena Daniel.Aku jatuh sendiri."Jawab Yuna.


"Beristirahat lah"Tutur Andrean,dengan suara geram nya.Ia kesal dengan tingkah adik nya itu.


Yuna memegang lengan Andrean yang hendak pergi keluar.


"Kak.."Ucap Nya dengan suara parau.


"Tolong jangan bertengkar dengan Daniel.Dia adalah suami ku.Tolong jangan campuri urusan ku dengan nya."Ujar Yuna.


Andrean hanya terdiam.Dia tau,pasti Daniel telah mengatakan macam-macam pada Yuna.


Akhirnya Andrean mengangguk,dan keluar dari kamar.Setelah menepuk lengan Yuna lembut.


Yuna menelan Saliva nya berat.Dia mencoba untuk tetap kuat dengan prilaku suami nya itu.


Semua pasti indah pada waktu nya..Batin Yuna.


***


Di ruangan tengah Nyonya wini masih terlihat gusar dengan sikap Daniel yang tidak menggubris nya,sesaat setelah datang tadi.


Beberapa saat kemudian,Dokter Arman pun datang.Beliau pun masih menyimpan kekesalan pada putra nya itu,perihal keadaan Yuna.


"Dimana Daniel?"Tanya nya sesaat sampai di ruangan tengah,mendapati nyonya wini hendak menaiki tangga.Beliau melihat mobil Daniel yang terparkir di sembarang tempat.


"Dia tadi ke atas Pap,bahkan dia tidak menyahut saat Mami panggil,Mami khawatir pada Yuna."Ujar Nyonya wini.


"Biar Papi saja yang bicara pada nya"ucap Dokter Arman dengan nada tegas.


Nyonya wini tau bahwa suami nya itu sedang gusar.

__ADS_1


Nyonya wini hanya mengangguk dan kembali melangkah turun.Dokter Arman pun melangkah menuju kamar Daniel.Terlihat Andtean baru saja keluar dari sana.


"Dimana Daniel?"


"Entah lah Pap,seperti nya ia ke ruangan kerja nya."jawab Andrean.


"Bagaimana keadaan Yuna?".


"Dia sedang beristirahat,tadi Daniel sempat menemuinya."ucap Andrean.Sambil menggelengkan kepalanya.Dan sang Papi pun mengerti maksud nya.


Dokter Arman pun melangkah menuju ruang kerja Daniel.


"Pap,jangan terlalu keras pada nya,aku sudah memperingati nya tadi,suasana hati nya sedang buruk saat ini"Ucap Andrean.


Dokter Arman hanya terdiam dan melanjutkan langkah nya.Andrean kembali ke Kamar nya untuk mengganti pakaian.


***


Dokter Arman memasuki ruangan kerja Daniel,beliau membuka pintu dengan kasar.Daniel terkejut saat melihat siapa yang datang.


"Papi?"


"Apa yang kau lakukan terhadap istri mu?"Tanya nya tegas.Membuat Daniel mengerut kan dahi nya.


"Apa?Apa yang ku lakukan?Aku tidak melakukan Apapun pada nya?".Jawab nya.


"Apa tujuan seorang laki-laki menikahi seorang wanita?".Tanya Dokter Arman mengintrogasi.Beliau tau putra nya itu sudah cukup dewasa untuk mengerti arti dari sebuah pernikahan.


Tapi Daniel malah terdiam dia menelan Saliva nya berat.


"Niel,kita sebagai seorang pria yang sudah menikah,punya tanggung jawab penuh terhadap wanita yang sudah di nikahi.Kebahagiaan nya lahir dan batin,keselamatan nya,kenyamanan nya adalah tanggung jawab kita.Sudah kah kau melakukan nya?".ujar Dokter Arman,dan tanpa jawaban dari putra nya.


Andrean yang berada di depan pintu yang tidak di tutup rapat itu pun,ikut mendengar kan petuah sang Papi.


"Niel,kita meminta Yuna dari Ayah nya,bukan untuk membuat nya sedih,dan tertekan di sini.Kau tau,Yuna tumbuh dari seorang Ayah yang penyayang.Dia besar tanpa kasih sayang seorang ibu,Ayah nya sibuk berjualan.Dan ia begitu gigih meraih impian nya,Perjuangan nya tidak mudah untuk sampai di titik ini."Dokter Arman menghela nafas nya.


"Papi tau betul bagaimana perjalanan hidup nya.Dan sekarang,kau yang seharusnya melukis kebahagiaan di hidupnya,malah membuat dia..."Dokter Arman menghentikan kata-kata nya.


"Niel,bagaimana perasaan mu,seandainya Papi berbuat seperti yang kau lakukan pada Yuna?atau ketika Seila menikah,ia di perlakukan seperti itu oleh suami nya?Bagaimana perasaan mu?".


Kata-kata Ayah nya itu membuat Daniel tertunduk dalam.Seperti ada sesuatu yang menghujam hati nya.


"Fikirkan itu,bersikap lah layak nya seorang suami,karena tidak ada sekolah untuk menjadi suami yang baik.Tapi itu ada pada diri mu sendiri."Ucap Dokter Arman.


Hai...Reader sayang...


terima kasih atas dukungan nya..


jangan lupa vote,like dan coment nya ya...


Aku tunggu looh..😍

__ADS_1


__ADS_2