The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Big Boss


__ADS_3

Semua pegawai di cafe pun kembali bekerja,meski pun Yuna tau ini adalah hari terakhirnya bekerja di sana,tapi Yuna tetap bekerja dengan rajin.Ia sibuk mengantarkan pesanan kesana kemari.Sikapnya yang ramah dan wajah nya lembut,merupakan nilai plus yang di miliki Yuna sebagai waitress di cafe itu.Banyak pelanggan yang memuji kepiawaian yuna dalam melayani para pelanggan cafe,tutur katanya yang lembut memang berasal dari kepribadiannya.Bukan semata-mata peraturan yang di wajibkan di cafe itu.


Beberapa pegawai cafe tiba-tiba terlihat panik.Yuna pun merasa heran


"Ada apa?"tanya Yuna sambil memegang nampan setelah mengantarkan pesanan.


"Big Bos ada disini"jawab Rendy.


"Big Bos?"tanya Yuna heran.dia hanya diam terpaku.Pasalnya,selama ia bekerja di sana,tidak pernah menjumpai Big Bos yang di maksud kan para pegawai lain.


"Yuna kenapa bengong,Dia sudah ada di depan.Ayo rapikan semuanya"tegur ica.Tapi dia sendiri terlihat malah merapikan pakaian dan make up nya.


Apa Big Bos nya galak ya?Batin yuna.


Yuna dan yang lain pun sibuk merapikan beberapa peralatan di cafe itu.Dan semua pegawai berdiri berjejer setelah seseorang memasuki ruangan.Kebetulan cafe tidak begitu ramai.Yuna pun ikut berbaris sejajar dengan para waitress.Semua menundukkan pandangan mereka.


"selamat malam pak"sapa salah satu ketua.


"Malam,"jawab Big bos.Sambil melangkah memperhatikan setiap pegawai cafe yang ada."Bagai mana kabar kalian?"tanya nya ramah.


Sepertinya aku kenal suara nya.Batin Yuna.


Yuna pun mencoba menegakkan pandangan nya perlahan.


"kak Andrean??"ujarnya spontan.


Andrean menoleh ke sumber suara.


"Yuna?kau?"Andrean pun terkejut dengan keberadaan Yuna.


"Apa anda mengenalnya pak?"Tanya ketua.


Andrean hanya mengangguk.Pandangannya masih berfokus pada Yuna.


"Dia sudah hampir tiga tahun bekerja di sini sebagai waitress pak"sambung ketua lagi.


"oh begitu"Andrean menganggukkan kepalanya."Apa kau betah bekerja di sini Yuna?"


"i iya pak"jawab Yuna ragu dengan panggilannya untuk Andrean yang ternyata adalah pemilik cafe tempatnya bekerja.


Andrean hanya tersenyum mendengan jawaban Yuna.


"Tapi pak,ini adalah hari terakhirnya bekerja di sini"sahut Rendy.


Andrean merasa terkejut.Dia menoleh ke arah Rendy.


"kenapa?Apa dia mengundurkan diri?"tanya Andrean,mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Bukan pak,Yuna di pecat"sambung ketua.


Andrean melirik ke arah Yuna yang menundukkan kepalanya.


"padahal Yuna baru kali ini terlambat pak,tapi yang ada di data nya,Yuna sudah terlambat lima kali.Dan bu Ola..."Rendy menghentikan ucapannya.


"kemana atasan kalian itu?"tanya Andrean,raut wajahnya berubah kesal.Rahangnya mengeras."Suruh dia ke ruangan ku"Andrean pun berjalan dengan langkah panjangnya menaiki tangga.


Semua pegawai yang ada saling melirik satu dengan yang lain.


"baru kali ini aku melihat pak Andrean semarah itu"ujar Rendy.


"Apa hubunganmu dengan big bos?"tanya ica penuh selidik.


Yuna menggeleng pelan.


"Aku.. hanya mengenal nya saja."jawabnya rendah.


Aku juga baru lihat jika ka Andrean si manusia baik hati itu,ternyata bisa marah juga.hrrr!Batin Yuna.


"Bagaimana biasanya pak Andrean bersikap pada kalian?"tanya Yuna.


"pak Andrean adalah orang yang ramah,bahkan ia tak segan membantu para chef untuk memasak di dapur,ia selalu berpesan agar kami merawat cafe nya dengan baik"jawab ketua.


"kami merasa tidak enak jika keadaan cafe atau dapur tidak bersih.Dia pernah bilang,'jagalah cafe ini seperti rumah kalian sendiri'."sambung Rendy.


"tapi aku tidak pernah melihat nya selama bekerja di sini?"tanya Yuna lagi.


Yuna hanya mengangguk -angguk.


*


Andrean memasuki ruangan nya.Ia mnjatuhkan diri di sofa.Wajahnya terlihat sangat marah.


"Olaaa.."gumamnya menggertakan giginya.Dadanya yang bidang terlihat kesulitan mengatur nafas karena menahan emosinya.


Sesaat kemudian Ola memasuki ruangan itu setelah mengetuk beberapa kali.


"hay Andrean,apa kabar?lama kau tidak kemari ya,maaf aku tidak tau kau akan kemari sekarang,ku pikir..."Ola menghentikan ucapan nya karena menyadari bahwa raut wajah Andrean saat itu terlihat marah."ada apa?"Tanyanya duduk di sofa berhadapan dengan Andrean.Dia merasa ada yang tidak beres dengan sikap Andrean.


"Apa kau memecat pegawaimu hari ini?"Tanya Andrean tanpa melihat ke arah Ola.


"oh itu...kau mengetahuinya?"jawab Ola mencoba untuk bersikap tenang.Padahal ia terlihat gugup.


"Apa kesalahannya?"


"karena dia sering terlambat Rean,bahkan sudah lima kali.Aku tidak bisa mentoleransinya lagi."ucap Ola dengan nada meyakinkan.

__ADS_1


"Dari mana kau bisa mengetahuinya?bahkan kedatangan ku saja kau tidak tau."Andrean mulai menaikan suaranya.


Ola terlihat panik,ia berfikir keras untuk mencari alasan.


"Dari pegawai yang lain tentunya"jawab Ola gugup.


"Bawa kemari pegawai yang maksud itu."Andrean menatap Ola dengan tatapan yang tajam.Ola mencoba membuang pandangannya ke arah lain."kenapa?kau bingung?siapa yang akan kau jadikan kambing hitam?"


"Kenapa kau semarah ini?ini kan hal yang biasa Rean,memang begitu peraturannya."ujar Ola.


"peraturan mana yang sudah kau buat?sejak kapan ada peraturan untuk memecat pegawai yang baru sekali terlambat masuk kerja?"tanya Andrean memicingkan matanya.


"Tapi dia sudah lima kali terlambat Rean,kenapa kau membelanya?"tanya Ola yang sudah mulai emosi."Apa kau menyukainya?"


"ck..dari mana kau punya fikiran seperti itu?bahkan kau pun tidak tau aku mengenalnya atau tidak.kecuali..."Andrean menghentikan ucapannya.


Ola terlihat salah tingkah.Karena Andrean terus memperhatikan nya dengan tatapan tajam.


"kecuali apa?"tanya Ola


"kecuali kau melihat kami di cafe xx tadi siang,dan membututi kami saat keluar dari cafe itu.Dan akhirnya kau kehilangan kami saat di perjalanan,karena aku memutar arah,mengambil jalan yang lain."Andrean memicingkan matanya.Seolah menangkap basah.


Ola terlihat panik,wajahnya memucat.Dia menelan salivanya yang terasa berat itu.Bola matanya terlihat mencari alasan.


"kenapa?kau bingung kenapa aku bicara seperti itu?Kau fikir aku tidak melihat mu?hahaha.."Suara Andrean memenuhi ruangan.


"Aku...tidak.."Ola merasa terpojok.


"Aku kecewa pada mu Ola,kemana keprofesionalan mu?kenapa kau mencampur adukkan masalah pribadi ke dalam pekerjaan?terlepas itu Yuna atau pegawai ya g lain.Aku sangat kecewa padamu."Andrean menghela nafas.


Ola terlihat nafas nya tercekat.


"Aku masih memperkerjakan dan mempercayai mu untuk mengelola cafe ini karena aku tidak pernah mencampur adukkan masalah pribadi kita dulu.Aku ingin bersikap profesional.Dan untuk itulah kau masih ada di sini,aku bangga karena pekerjaan mu bagus.Tapi..."


"Tapi aku tidak menyangka kau melakukan ketidak adilan ini"Andrean menggeleng kan kepalanya.


"Aku...minta maaf,aku hanya..."Ola kembali terdiam,ia menundukkan kepala ya dalam.


"Kalau kau bisa memecat pegawai mu karena satu kesalahan saja,terlepas itu Yuna atau pegawai yang lain.Apa yang harus aku lakukan?apa lagi kau sudah beberapa kali melakukan kesalahan."Andrean mulai merasa tidak nyaman.


"Maaf kan aku Rean,aku tidak akan memecat Yuna,ku mohon maaf kan aku.Aku hanya tidak suka melihat mu pergi dengan orang sekelas Yuna,dia hanya seorang waitress Rean."ucap Ola.


Andrean terlihat semakin marah,mukanya memerah.


"Apa maksud mu?siapa kau,sampai kau bisa merendahkan orang lain seperti itu?apa kau terlihat lebih hebat?heuhh.."Andrean mencoba menghela nafas nya.


"Aku akan memaafkan mu kali ini.cepat ambil berkas-berkas laporan mu,aku tidak ingin berdebat lagi.kau sudah memancing emosi ku.Aku harap kau perbaiki segera kesalahanmu."Andrean berjalan menuju meja kerjanya.

__ADS_1


Ola pun segera menuju ruangannya dan mengambil beberapa berkas yang diminta sang big bos.


Menyebalkan...kenapa aku tidak langsung memecat nya dan menyuruhnya pergi tadi,uh...bodoh bodoh.Maki ola dalam hati.


__ADS_2