The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Tatapan cinta yang tulus.


__ADS_3

Mereka akhirnya memutuskan untuk makan malam di sebuah resto,dan berbincang-bincang ketika menunggu pesanan datang.


"Aku besok cuti,jadi bisa menyempatkan waktu untuk pulang"Ujar yuna setelah meminum secangkir teh hijau yang di sajikan oleh seorang pramusaji beberapa saat lalu.


"Pasti sangat melelahkan ya bekerja di Rumah sakit sepanjang waktu?"Tanya Andrean yang semenjak tadi tidak melepaskan pandangannya pada Yuna.


Charlie juga sepertinya menyadari akan hal itu.Selama ia mengenal Bos besar nya,tidak pernah sekali pun ia melihat beliau dekat dengan seorang wanita,meskipun banyak wanita yang mencoba untuk mendekati nya.


Charlie adalah salah satu staf di PT.Wira Group.Sudah dua tahun lebih ia berada di kantor pusat,setelah mendapatkan rekomendasi dari kantor cabang.


Meskipun sebagai staf biasa,Charlie sangat di percaya untuk menangani tender di berbagai projek.Karena ia begitu sangat di percaya akan kemampuannya,akhirnya Charlie mendapatkan kepercayaan di kantor itu,juga memiliki ruang kerja,yang tidak di miliki oleh staf lain.


Charlie akhirnya menceritakan perihal masalah yang terjadi akhir-akhir ini di kantor nya.Meskipun yang ia hadapi bukan lah Andrean,melain kan Daniel.


Tapi Andrean akan mencoba untuk membantu Charlie.Dan Charlie pun sangat berterima kasih kepada Bos nya itu.Begitu juga pada Yuna yang awalnya sangat peduli dengan hubungan antara Charlie dan Stevania,akhirnya malah membantu Charlie dalam menangani masalah pekerjaannya.


Selapas makan malam,Charlie menawarkan diri untuk mengantar Yuna,tapi sebenarnya ia tau bahwa Bos nya lebih berkeinginan untuk mengantar kan Yuna.


"Baiklah kalau begitu,saya permisi Bos,terima kasih telah bersedia mengantar kan Dokter Yuna"ucap Charlie seraya membungkuk kan badannya."Dokter,saya serahkan semua mengenai stevania padamu.Terima kasih banyak".ujarnya.


"Tentu saja,aku akan melakukan apapun d bisa ku untuk kalian"sambil mengulas senyum nya.


Charlie pun berlalu meninggal kan resto itu.


Tinggal lah Andrean bersama Yuna,yang kala itu tiba-tiba merasa canggung.


"Apa kak Andrean bisa mengantarkan ku pulang sekarang?"Tanya Yuna ragu.


"Tentu saja Dokter,"ucapnya menyematkan senyum sejuta pesona,membuat hati setiap wanita menjadi bergetar.Begitu pun Yuna yang semakin merasa gerogi.


"Panggil saja aku Yuna kak."ujarnya,wajahnya memerah.


Kemudian Andrean pun mengantarkan Yuna pulang kerumahnya.


Spenjang perjalanan,mereka hanya mengobrol ringan dan ada tawa di sela -sela perbincangan itu.


Apa kah ini waktu yang tepat ya?tapi kami baru saja bertemu.Batin Andrean.


Andrean mencoba mencuri pandang saat Yuna melihat ke arah jendela.


Ada rindu yang serasa menyeruak memenuhi kalbu,tapi tak bisa untuk di ungkapkan.


Andrean menyadari bahwa ia mencintai wanita luar biasa yang saat ini berada di hadapannya.Ingin rasa nya untuk ia bisa berbagi cerita dan kebahagiaan bersama wanita itu,tapi tak sanggup ia raih dalam nyata.

__ADS_1


Andrean tau,bahwa suatu hubungan harus dimulai.Tanpa ada kata mulai,maka takkan pernah terjadi ikatan suci itu.


*


Sampailah mobil di pelataran rumah Yuna yang sudah mengalami banyak perubahan itu.Karena beberapa bulan lalu Ayah Yuna sudah merehab beberapa bagian rumah nya,menjadi lebih apik.


"Alhamdulillah,sampai juga.Aku merindukan pulang"ujar Yuna memandangi rumahnya yang sederhana tapi begitu rapi itu.Yuna pun turun dari mobil,dan berdiri memandangi setiap sudut rumahnya pasca di renovasi.


Ia membungkukkan badannya melihat ke dalam jendela mobil.


"Ayo kak mampir dulu"sapa Yuna.


Andrean terlihat masih melamun,entah apa yang di pikirkan nya.Tapi wajah nya terlihat tegang.Hingga Yuna harus mengetuk jendela mobil itu beberapa kali.


"Ah iya,Yuna.eh maksud ku Dokter Yuna"sambil memasang senyum dengan deretan gigi nya yang rapi.


"kak Andrean,ada apa?ayo kak,mampir dulu"ajak Yuna.


"Tidak usah terima kasih,sudah sana masuk,beristirahat lah"


"Baik lah kalau begitu,sampai jumpa.Terima kasih untuk semua nya ya kak.Hati-hati di jalan"Ucap Yuna seraya melambaikan tangan.Dan Yuna pun berjalan menuju rumahnya.Tapi Susana terlihat sepi,lampu di dalam ruangan pun terlihat tidak menyala.


Yuna mencoba mengintip dari jendela rumahnya,tapi semua terlihat gelap.


"Ayah dan ibu kemana ya?"Gumam Yuna.ia menoleh ke belakang,mobil Andrean masih terparkir di sana.Kemudian Andrean pun turun dari mobil nya,dan menghampiri Yuna.


"Apa tidak ada orang di rumah?"Tanya Andrean.


"Iya kak sepertinya Ayah dan ibu tidak berada di rumah.Aku tidak memberi tau Ayah jika akan pulang,tadinya aku akan memberikan surprise."


"Coba hubungi Ayah mu"ujar Andrean memberikan ide.


"iya baiklah"Yuna pun segera mengambil ponselnya dari dalam tas selepang nya.


"Halo Ayah.Aku berada di rumah.oh Ayah sedang berada di luar kota.Tidak usah,Ayah tidak usah pulang,ini sudah malam.Aku cuti besok.Jadi besok saja Ayah kembali.Maaf aku tidak mengabari Ayah."Yuna pun berbicara beberapa lama,hingga akhirnya menutup panggilan telpon Ayahnya.


"Aku akan mencari penginapan di dekat sini,Ayah ku akan kembali besok"ujar Yuna.


"Biar aku antar kau mencari penginapan ya"Andrean pun dengan sigap menawarkan bantuan.


"Apa tidak merepotkan kak Andrean?"


"Aku malah senang bisa membantu"ujar Andrean.

__ADS_1


Mereka pun mencari beberapa penginapan di sekitar kediaman Yuna.


Di mobil.


"Dokter,boleh aku bertanya?"Andrean menghentikan mobil dan menepi.


"Tentu saja kak.Tapi panggil saja aku seperti biasa,jangan kaku begitu dong".ucap Yuna tergelak.


"Baiklah.Tapi maaf jika membuatmu tersinggung"Andrean mencoba menarik nafas.Yuna hanya mengangguk menanggapi perkataan nya.


"Apa kau belum memikirkan untuk menjalin kasih dengan seorang pria sampai saat ini?Atau kau sudah memiliki kekasih?"


"oh haha...kalau itu,aku..."Yuna yang awalnya merasa.lucu tapi tiba-tiba terdiam.Dia mengingat berapa usia nya sekarang.Beberapa temannya sudah menikah bahkan ada yang sudah memiliki anak.Beberapa minggu kedepan pun banyak sekali pesta pernikahan yang harus ia datangi.Stevania pun akan segera melangsungkan pernikahan nya bulan depan.Tapi bahkan sampai saat ini,Yuna belum berfikir ke arah sana.Karier dan pendidikan nya selalu memenuhi benak dan fikiran nya setiap saat.


"Apa kau sudah punya kekasih?"Tanya Andrean lagi,sebenarnya terasa sesuatu yang berdenyut di dada nya,saat pertanyaan itu d i lontar kan nya.


"oh...eum,aku bahkan belum berfikir untuk itu.Ah aku rasa,suatu saat pasti aku akan bertemu jodoh ku.Aku tidak mau menjalani sebuah hubungan tanpa kepastian."ucap Yuna menundukkan kepala nya.


"Maksud mu?"Tanya Andrean mengerutkan keningnya.


"Aku menunggu calon suami,bukan seorang pacar kak.Bukan kah menjadi halal itu lebih indah.Ah sudah lah,aku jadi malu haha"sambung Yuna sambil menutup mulut nya.


"Oh begitu ya,pemikiran yang luar biasa"ucap Andrean sambil mengangguk- angguk.


Jadi kau menunggu seseorang yang kelak akan melamar mu ya...Batin Andrean


Andrean terlihat senyum-senyum sendiri.Hal itu di sadari oleh Yuna,hingga Yuna memperhatikan nya.


"Ada apa kak?"tegur Yuna menyadarkan Andrean.Hingga Andrean menjadi salah tingkah.


"Ah iya,tidak apa-apa kok.Aku mau tanya,seandai nya tiba-tiba ada seorang pria datang untuk melamar mu,Bagaimana?"Tanya nya ragu.


"Eumm.. aku mungkin akan meminta persetujuan Ayah,dan berfikir lagi mungkin.Suami adalah pelabuhan hati kita yang terakhir.Aku ingin hidup bersama nya suatu hari nanti dengan kebahagiaan.Dan menjalani nya seumur hidup ku.Jadi keputusan yang akan ku ambil adalah sebagai penentu masa depan ku".


"mm..baiklah kalau begitu"gumam Andrean.


"eh tadi kakak bilang apa?"Tanya Yuna dengan suara Andrean yang terdengar samar.


"Tidak,tidak apa-apa.Ayo coba tanya pada ibu itu mungkin dia bisa memberikan tumpangan untuk mu malam ini"Ujar Andrean mengalihkan perhatian,dan menunjuk ke pada seorang ibu yang sedang duduk di teras rumahnya.Terlihat di samping rumahnya terdapat beberapa rumah kontrakan.


"Oh iya baik lah,tunggu sebentar ya kak"Yuna pun segera turun dari mobil dan bertanya pada ibu setengah baya itu.


Andrean terus menatap Yuna dalam.Ia memandangi wanita itu,wanita yang selama ini mengukir kerinduan dalam hati nya.Cinta yang mungkin belum sempat ia unkapkan.Tapi Andrean punya rencana untuk masa depannya,Andrean harus menunggu sampai waktu yang tepat dan itu pasti.Senyum nya mengembang,cinta nya menemukan jawaban.

__ADS_1


__ADS_2