The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Makan bersama.


__ADS_3

"Selamat ya dokter Yuna" ucap dokter Miranda seraya menyodorkan tangan nya.Dan Yuna pun menyambut nya seraya mengulas senyum tipis nya.


"Terima kasih".Jawab Yuna singkat.


"Kau sangat beruntung bisa mendampingi Daniel.Dia pria yang baik"Ujar nya.


Ya aku tau...kau ingin memberi tau aku,kalau kalian dulu begitu dekat.Tapi...baik apa nya..yang jelas dia itu menyebalkan. Batin Yuna


Yuna hanya tersenyum.


"Begitulah". jawab Yuna singkat.


"oh iya. bagaimana jika nanti kita makan siang bersama?apa bisa kau mengajak Daniel?Kami belum bertemu sejak lama sekali.bahkan dia juga tidak tau bahwa aku sudah kembali."Ujar nya.


"Oh....begitu ya... nanti aku coba untuk menanyakan pada nya ya.."Ucap Yuna spontan.


"Baik lah,aku tunggu makan siang nanti ya.Sampai jumpa"Dokter Miranda pun melangkah meninggalkan Yuna yang masih mencoba untuk mencerna kata-kata nya.


Makan siang bersama Daniel dan mantan kekasih nya?Apa aku tidak salah?.Batin Yuna.


Suster Rena menatap Dokter Yuna sesaat,penuh tanya dalam mata nya,Yuna hanya mengangkat bahu nya,dan kembali melangkah kan kaki menuju ruangan nya.


***


Di sela jeda waktu pemeriksaan pasien nya yang hari itu tidak begitu banyak,Yuna meraih ponsel yang ia letakkan di dalam tas nya.Ia mencari kontak suami nya,Masih tertulis 'Daniel',dia sempat berfikir ulang ketika hendak menekan panggilan keluar.


Apa Daniel mau ya...?Batin Nya.


Yuna pun melakukan panggilan telpon dengan sedikit ragu.


Panggilan pun di jawab.


"Halo...Daniel?Apa aku mengganggu waktu mu?"Tanya Yuna sedikit terbata.


☎"Ada apa?"


"Apa,siang ini kita bisa makan bersama?"Tanya Yuna lagi,masih terdengar ragu.


☎"Tidak bisa"jawab nya singkat.


"Oh baiklah..kalau begitu.Sebenarnya,bukan aku yang mengajak makan siang tapi Dokter Miranda.Dia ingin berjumpa dengan mu kata nya".


Hening.Tak ada jawaban dari Daniel.


"Halo...Halo..Daniel?kau masih di sana kan?"Tanya Yuna berulang kali.


☎"Hmm.."


"Ya sudah maaf mengganggu waktu mu".ujar Yuna hampir menutup panggilan nya.


☎"Tunggu...aku akan datang.Makan dimana?"Tanya Daniel,merubah fikiran nya.

__ADS_1


membuat Yuna mengerutkan dahi nya.


"Oh...begitu ya..aku akan Share lokasi nya."Jawab Yuna singkat.


☎"oke"Tut...tut..Daniel.menutup telpon nya.


"Dasar..tadi menolak.Giliran aku bilang ajakan Dokter Miranda, langsung mau.Kalau masih cinta kenapa tidak menikah dengan nya..."Gerutu Yuna.


Sesaat Yuna terdiam.


"Ada apa dengan ku ya..?kenapa aku merasa kesal."Yuna berfikir sejenak.


"Tentu saja aku kan istri nya..."gumam Yuna.Sambil mengetuk-ngetuk pena yang di pegang nya ke atas meja.Dia merasa aneh pada diri nya sendiri.Kenapa dia merasa tidak suka jika Dokter Miranda akan bertemu dengan Daniel.


Tapi Yuna menepis perasaan nya itu.Dia melanjutkan pekerjaan.nya.


"Pasien selanjut nya.."


***


Di kantor.


Andrean menuju ruangan Daniel.Dan mengetuk pintu,sesaat kemudian terdengar suara dari dalam.mempersilahkan nya.


"Niel...bagaimana jika kita makan siang bersama?"Ajak Andrean,sesaat ketika memasuki ruangan.Terlihat Daniel bersandar di kursinya.


"Tidak bisa,aku ada janji."jawab Daniel singkat.


"janji?".


"Oh begitu ya..baik lah."


"Aku pergi."Ujar Daniel,seraya melangkah menuju pintu keluar setelah menyambar kunci mobil dan ponsel di meja nya.


"Hati-hati."ujar Andrean.


Lagi-lagi Andrean merasa kan sesak di dada nya.Entah kenapa,iya merasa begitu sulit menerima kenyataan.Begitu besar cinta nya pada Yuna,membuat nya tak mudah melupakan wanita itu.Apa lagi ia harus bertemu nya setiap hari.Karena memang ia tinggal di satu rumah yang sama.


Andrean sempat berfikir untuk pindah ke apartemen nya,tapi ia masih memikirkan alasan yang tepat pada Mami nya.Karena tidak akan semudah itu,memberikan alasan kepindahan nya pada sang Mami.


***


Di sebuah resto yang cukup nyaman,dan terkenal dengan kelezatan masakan nya,sudah duduk dua wanita yang memiliki profesi yang sama.


Dokter Yuna dan Dokter Miranda telah duduk di sebuah meja yang telah di pesan kan olah Dokter Miranda sebelum nya.


Mereka terlihat berbincang ringan.sembari menunggu kedatangan Daniel,yang mungkin masih dalam perjalanan.


Perasaan Yuna semakin tidak menentu,saat itu.Saat menunggu kedatangan suami yang akan bertemu sang mantan kekasihnya di depan mata nya.


Entah akan jadi apa dia di sana,jadi lalat yang hinggap di meja,atau jadi nyamuk yang mengganggu mereka.,atau pula bagai kan lilin di sudut ruangan.Entah lah,fikiran Yuna sudah membayangkan yang tidak-tidak.Apa mungkin Daniel akan mencium dan memeluk mantan nya itu,untuk melepas kerinduan di antara mereka.

__ADS_1


Yuna jadi bergidik ngeri,karena memang dia belum mengenal betul bagaimana sifat suami nya yang sebenar nya.karena lagi-lagi menurut berita yang beredar,suami nya itu dulu adalah seorang playboy.


Yuna menghela nafas nya,mencoba untuk menenangkan hatinya yang gundah.


Ahkk Yuna...untuk apa sih kau gundah?bahkan kalian tidak saling mencintai.Wajar saja jika Suami mu bertingkah sesuka hatinya.Batin Yuna.


"Dokter,ini adalah tempat favorite kami dulu,makanan disini enak.Niel sangat menyukai masakan dan tempat ini.Aku dulu yang membawa nya kemari"jelas Dokter Miranda.


Yuna hanya tersenyum tipis.Ada anggukan sedikit mempertegas bahwa ia mengerti yang dikata kan nya.


"Oh iya,tempat favorite kalian dimana?"Tanya Dokter miranda membuat Yuna tercekat.


Yuna bingung harus menjawab apa.Jangan kan tempat favorite,makanan kesukaan nya saja pun dia tidak tau.


Beberapa saat kemudian,terlihat seorang pria berdada bidang bertubuh tinggi dan atletis memasuki resto itu.Banyak wanita yang sekilas melirik nya dengan senyum menggoda dan ada pula yang sengaja melambaikan tangan.Tapi Daniel berjalan lurus ke tempat dimana dua wanita sedang menunggu nya.


Yuna melihat kedatangan Daniel,membuat nya merasa lega karena tidak harus menjawab pertanyaan Dokter Miranda yang sederhana namun sulit untuk di jawab nya.


"Ah itu suami ku.."Ujar Yuna sumringah,ia melambaikan tangan nya ke arah Daniel antusias,mencoba untuk bersikap layak nya seorang suami istri.


Membuat Dokter Miranda pun menoleh dan ikut melambaikan tangan nya.


Yuna mengerut kan dahi saat melihat nya.


Daniel pun melihat posisi mereka dan segera menghampiri.


"Apa kabar Nda..?"Tanya nya sesaat setelah sampai.Bahkan Daniel tidak melihat ke arah Yuna sekali pun.Mata nya fokus pada Dokter Miranda mantan kekasih nya.


"Ah baik bagai mana kabarmu?"ucap Dokter Miranda seraya bangkit dari duduk nya dan memeluk Daniel juga mencium pipi kiri dan kanan nya.


Tuh kan benar.Apa yang ku bayang kan.Bahkan Dokter Miranda tidak merasa bersalah sedikit pun karena ada aku di sini.batin Yuna..


"Aku baik"jawab Daniel singkat dan duduk di dekat Dokter Miranda. Membuat Yuna membuang pandangan nya.


"Mau pesan apa?"Tanya Yuna mencoba untuk bersikap biasa saja.


"ah..maaf tadi aku sudah memesan kan makanan kesukaan Niel, jadi tidak perlu repot."Ujar Dokter Miranda.Membuat Yuna terdiam.Dada nya tiba-tiba merasa panas,dia tidak mengerti maksud Dokter Miranda bersikap seperti itu.


Sudah jelas bahwa dia tau jika Daniel sudah menikah dengan Yuna.kenapa malah tidak menghargai keberadaan dan status Yuna di sana.


Daniel masih memperhatikan Dokter Miranda,mereka saling melempar senyum.Mungkin wajar,karena mereka tidak berjumpa sekian lama.Tapi apakah wajar itu di lakukan pada pria yang sudah beristri.


Mereka saling mengobrol ringan,membahas nostalgia saat mereka bersama.Senyum Daniel terlihat mengembang,tanpa rasa bersalah sedikit pun.


Aku tau kau tidak mencintai ku Daniel,Tapi setidak nya hargai aku.Batin Yuna.


Perasaan Yuna semakin tidak karuan,ia bahkan lupa memesan makanan saat itu,tersadar saat pelayan membawakan pesanan Daniel dan Dokter Miranda.Mereka memesan makanan yang sama.


"Dokter Yuna,tidak memesan makanan?"Tanya Dokter miranda ketika seorang pelayan hanya membawakan dua porsi pesanan mereka saja.


"Ah..aku,tidak lapar.Makan lah,sebaiknya aku akan kembali ke Rumah sakit.Aku belum menyelesaikan laporan"Ujar Yuna sekena nya.Ia melirik Daniel,yang bahkan tidak peduli jika Yuna belum makan.Daniel malah terlihat begitu menikmati makanan nya.

__ADS_1


"Pelan-pelan Niel...haha."Ujar Dokter Miranda tergelak.Tidak Memperdulikan Yuna yang sudah beranjak pergi dari meja itu.


Daniel hanya melirik kepergian Yuna sesaat dan kembali menikmati makan siang nya.


__ADS_2