The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Di hianati.


__ADS_3

Stevania sangat bahagia,karena sebentar lagi ia akan melangsungkan pernikahan setelah ujian co-*** nya berakhir.


Tapi akhir-akhir ini tunangannya itu jarang sekali menghubunginya.Dengan alasan tidak ingin mengganggu kesibukan Stevania,maka tunangannya yang bernama Carlie itu jarang sekali berkomunikasi dengan stevania.


Hubungan mereka menjadi renggang,pasalnya setiap kali stevania menghubungi nya,Charlie tidak pernah menjawab panggilan telponnya.


Stevania mencari tau dengan keanehan yang terjadi pada calon suaminya itu.Beberapa hari yang lalu,diam-diam Stevania meminta salah satu temannya untuk mencari tahu mengenai hal ini.Dan hal yang mengejutkan pun terjadi,hal yang sangat tidak ingin di ketahui oleh stevania sebenarnya.Tapi karena rasa penasarannya,akhirnya stevania harus mengobati rasa penasarannya itu.


Malam hari Stevania mendapat telpon dari teman nya yang di minta tolong untuk menyelidiki Charlie.


Ia memberi tau bahwa Charlie terlihat bersama seorang wanita di beberapa tempat yang berbeda.Mereka terlihat sangat akrab,bahkan wanita itu sampai memegang lengan Charlie dengan mesra.


Karena laporan yang di berikan oleh temannya, yang juga memang keingintahuan nya sendiri,akhirnya Stevania merasakan kekecewaan.Hatinya terasa pedih seperti tertusuk sembilu.Stevania tau pada siapa ia harus mengungkap kan rasa sakitnya itu,tapi saat ini bukan lah waktu yang tepat karena stevania sangat mengerti dengan semua kesibukan yang sedang dijalani nya maupun Yuna.Hingga Stevan urung untuk memberi tau sahabat nya itu.


Tapi Yuna pun sangat khawatir mengenai keadaan stevania,tanpa pikir panjang Yuna pun berjalan seorang diri di tengah malam,untuk bertemu sahabatnya itu.Rasa khawatir dan kecemasan yang ada di hati Yuna,membuat rasa lelahnya tidak terasa lagi.Saat ini yang ia fikirkan adalah apa yang terjadi pada stevania.


Yuna pun sampai di halaman Rumah paman stevania.Yuna pun melangkah masuk setelah mengetuk pintu rumah itu beberapa kali.Dan terlihat Asisten rumah tangga nya yang membukakan pintu.


"Terima kasih ya mba"ucap Yuna seraya melangkahkan kaki nya masuk.Rumah terlihat sepi,seperti nya paman dan tante Stevania sudah tidur.


Memang Yuna sudah beberapa kali berkunjung ke sana,hingga wajah nya tidak asing untuk semua penghuni rumah itu,termasuk sang ART yang membukakan pintu.


Yuna pun segera masuk ke kamar yang di tempati stevania untuk menemui nya,tapi ia tidak menemukan nya di sana,Yuna bertanya pada ART yang kebetulan masih berada di ruang depan.


"Maaf mba,Stevania nya kemana ya?aku tidak menemukan nya di kamar?"tanya Yuna semakin cemas.


"Oh nona Stevi ada di halaman belakang,sejak pulang dari Rumah Sakit tadi,ia terus menangis."jawabnya.


Yuna pun segera menuju halaman belakang.


Rumah Paman steavania memang tidak begitu besar,tapi rumah nya cukup nyaman dan memiliki halaman yang luas,juga halaman belakang yang cukup nyaman untuk sesekali bersantai.


Terlihat Stevania terduduk seorang diri,ponselnya tergeletak di bawah kursi.Yuna menarik nafasnya dalam,seraya mendekati nya.


"kenapa malam -malam begini masih di luar?kau bisa masuk angin nanti.Sebaiknya kan istirahat."ujar Yuna duduk di samping stevania setelah mengambil ponsel yang terjatuh itu.

__ADS_1


"Yuna....hiks hiks"Stevania berhambur memeluk erat sahabat nya itu.


"Ada apa?Tenang lah,sebaiknya kita masuk dulu,di sini dingin.Ayo"ajak Yuna seraya menggandeng stevania memasuki rumah dan menuju kamarnya,Stevania terlihat menurut.Ia terus menangis dalam pelukan Yuna.


"Sekarang tenangkan diri mu dulu,barulah ceritakan semua nya padaku"sambil menepuk nepuk bahu sahabatnya itu.


Beberapa menit Stevania larut dalam tangis nya,Yuna dengan sabar mencoba untuk menenangkan sahabatnya itu.Akhirnya tangis stevania pun mulai mereda dan menceritakan semua yang di alami nya perlahan,sambil sesekali terisak.Yuna mencoba untuk mencerna semua yang di ceritakan.Hati Yuna tiba-tiba terasa pedih,ia ikut merasakan apa yang di rasakan oleh stevania.Walaupun Yuna belum pernah menjalin hubungan dengan seorang pria,tapi Yuna mengerti bagaimana rasanya di hianati.


"Kau menginap di sini ya,temani aku.."pinta Stevania dengan suara parau nya.Yuna hanya mengangguk,ia tidak mungkin meninggalkan sahabat nya itu dalam keadaan seperti ini.


Setelah semuanya di ceritakan pada Yuna,Stevania mulai lelah dan berbaring.Dia mulai terlelap dalam sisa tangisnya.


Semoga semua yang di khawatirkan tidak sepenuhnya benar.Semoga ini hanya ujian menjelang pernikahan.Batin Yuna.


Yuna mengambil ponsel Stevania dan menghidupkannya,karena sepertinya mati karena terpelanting tadi.


Yuna memeriksa ponsel Stevania,mencari kontak seseorang.Stevania memang tidak pernah mengunci ponselnya.


Yuna langsung mencatat nomer yang ia cari ke ponselnya.Dan meletakkan kembali ponsel Stevania di meja.


*


Karena jika kita berbagi cerita pada orang yang tidak tepat,justru akan menjadi boomerang bagi kita sendiri.


Maka ada satu hal yang harus kita pahami,bahwa setiap orang yang kita anggap bisa di percaya,belum tentu sepenuhnya peduli pada kita.Maka ada satu cara agar hati kita selalu tenang dalam menghadapi segala masalah.Curhat lah,sampaikan lah,mengadu lah pada yang maha mendengar yang maha pengasih,dan maha penyayang.Tuhan kita,adalah satu-satunya tempat kita meminta pertolongan,jangan jauh dari -Nya.Karena semakin dekat kita pada-Nya,maka semakin Tuhan menyayangi kita.Tapi semakin jauh kita dari-Nya,maka kita akan semakin tersesat dan jiwa terasa sempit.


**


Hari itu tugas Yuna agak lenggang,Yuna pun pulang lebih cepat dari biasanya.


Dalam perjalanan pulang,Yuna teringat pada nomer telpon yang ia dapat dari kontak ponsel Stevania malam lalu.


Dia memeriksa nomer itu,dan melakukan panggilan keluar.


Suara panggilan terdengar lumayan lama tidak ada jawaban dari si empunya nomor.Yuna pun mencoba untuk menghubungi ulang.

__ADS_1


Beberapa saat panggilan nya pun di jawab.


"Halo,ini aku Yuna"Yuna pun berbicara tidak begitu lama.Sepertinya orang tersebut menyetujui ajakan Yuna untuk bertemu.Stelahenutup telpon nya Yuna pun segera memesan taksi online.Selang beberapa menit,taksi itu pun datang.Dengan segera Yuna masuk dan mobil pun melaju cepat.


Perjalanan yang cukup jauh,Yuna melihat jam tangannya.Waktu sudah lewat magrib,Yuna pun sampai di tujuan.Sebuah cafe yang tidak jauh dari pusat perkantoran,menjadi tempat tujuan Yuna saat itu.


Selepas menunaikan solat magrib di mushola yang di sediakan,Yuna pun segera memesan tempat.Tidak lama berselang,seseorang yang ia tunggu pun datang seorang diri.


Yuna yang sudah mengenal Irang tersenmbut sebelum nya pun melambaikan tangan.Pria itu pun melembaikan tangannya membalas.


Pria itu,duduk di bangku yang saling berhadapan.Dan mereka saling menjabat tangan.


"Bagaimana kabar mu Dokter Yuna?"tanya nya.


"Baik,bagai mana dengan mu?"


"Ah tentu saja aku sangat baik"ucap nya tergelak.Yuna memicingkan matanya dan tersenyum di sudut bibirnya.


Sangat baik ya..Batin Yuna.


"oh syukur lah,aku tidak bisa basa basi lagi.Aku akan bicara hal penting yang ku bilang di telpon tadi."ucap Yuna dengan nada yang serius.


Pria itu menelan salivanya,dia tau seperti apa Yuna.Tidak suka basa basi ada orang yang tidak begitu akrab dengannya.Dan selalu to the poin.


"Apa yang kau lakukan selama Stevania tidak di sini?"Tanya Yuna denga tatapan menyelidik.


"Apa maksud mu?tentu saja aku bekerja"jawabnya gerogi.


"Hay Charlie,aku tidak suka orang yang suka berbohong ya."menarik nafasnya.Charlie yang merupakan calon suami stevania itu pun tau sedekat apa Yuna dengan calon istrinya.


"Tapi aku tidak mengerti maksud mu Yuna,eh maksud ku Dokter Yuna."ucapnya mencoba untuk tersenyum.


"Kau lihat ini..."Yuna menunjukan sebuah foto yang ia dapat kan dari ponsel Stevania semalam,foto yang membuat Stevania menangis histeria hingga membanting ponselnya.


Charlie tercekat,mata nya terbelalak melihat foto yang di tunjukkan oleh Yuna di hadapannya.

__ADS_1


"Apa..ituu...???"


__ADS_2