
"Apa itu...???"Charlie menggeleng kan kepala nya.
"Kenapa?kau terkejut?dari mana aku mendapatkan nya?"Yuna sudah mulai emosi,tapi dia mencoba untuk tenang.
"Itu tidak benar Yuna,aku tidak pernah mengkhianati Stevania.Aku bersumpah!"ucapnya menggebu.
"Lalu?silahkan jelaskan padaku.Aku pun bersyukur jika ini semua tidak benar.Kau tau,kami sebentar lagi akan menghadapi ujian.Sesuatu yang sangat penting dalam hidup kami.Aku tidak ingin masalah ini membuat semua yang sudah Stevania lakukan menjadi sia-sia."Tegas Yuna.
"Baik lah aku mengerti,tapi dengar dulu semua penjelasan ku.Wanita itu adalah asisten pribadi ku.Kami tidak memiliki hubungan apapun.Aku berani bersumpah ada Yuna"Charlie terlihat bersungguh-sungguh,badannya terduduk tegap.
"Bukan kah asisten mu seorang pria?"
"Ya memang tapi beberapa minggu yang lalu,istri nya melahirkan,jadi dia minta izin cuti selama seminggu.Dan wanita itu menjadi pengganti nya untuk sementara waktu.Bahkan besok pagi hari terakhirnya bekerja dengan ku."
"apa aku harus percaya?"Yuna mencoba untuk mencerna semua penjelasan Charlie.
"Aku tidak meminta mu untuk percaya,tapi aku hanya menjelaskan semu kebenarannya.Agar menjadi clear.Apa stevania mengetahuinya?"Tanya Charlie cemas.
"Kau fikir aku mengetahui nya dari siapa?"
Ujar Yuna mengangkat alisnya.
"Astaga.."Charlie terlihat berfikir.
Yuna memperhatikan tingkah calon suami sahabatnya itu dengan seksama.
"Jangan-jangan..."
"Ada apa?"Tanya Yuna penasaran saat mimik wajah Charlie berubah.
"Ayo ikut dengan ku."ajak Charlie.
"Kemana?"Tanya Yuna bingung.Tapi Charlie menarik tangan Yuna agar mengikutinya.Yuna yang merasa bingung itu mengikuti langkah Charlie memasuki mobilnya.
"Kita mau kemana?"Tanya Yuna yang kebingungan.
"Aku mencurigai seseorang".masih fokus pada kemudinya.
"Siapa?"Yuna mengerutkan kening nya.
"Ikut saja,nanti kau akan tau sendiri"Charlie terlihat cemas.Yuna mencoba untuk tenang.
Sebenarnya mau kemana si?
Mobil Charlie memasuki halaman sebuah gedung perkantoran.Dan memarkirkan mobilnya di halaman parkir.Suasana yang sudah cukup sepi,hanya terlihat beberapa cleaning servis dan beberapa karyawan yang masih mondar mandir.Sepertinya sebagian besar karyawan sudah pulang sejak sore tadi.
Yuna mengikuti langkah Charlie yang tergesa menaiki lift menuju lantai Tiga.
Mereka melangkah dengan langkah panjang nya menuju satu ruangan yang lampu nya masih terlihat menyala.Dengan segera Charlie memasuki ruangan itu,ia membuka pintu dengan kasar,hingga suaranya terdengar di seluruh lorong yang sudah gelap sebagian.
"Sudah ku duga,Apa yang sedang kau lakukan?"Teriak Charlie suaranya melengking,terdengar memenuhi ruangan.
__ADS_1
Yuna yang berada di belakang Charlie pun berusaha untuk memiringkan kepalanya,mencari tau apa yang terjadi.
"Pak Charlie?"Terlihat seorang wanita dengan wajah yang panik sedang memegang beberapa berkas di tangannya.Sepertinya itu adalah berkas penting.
Charlie masuk ke dalam ruangan itu dan menarik lengan wanita itu juga merebut berkas yang di pegang nya.
"Apa yang kau lakukan di ruangan ku?"Tanya Charlie dengan marahnya.
Yuna memicingkan matanya,wanita itu adalh wanita yang ada di dalam foto.
"Apa kau bekerja sama dengan pak igo?jawaab?"Charlie berteriak di hadapan wanita itu.Yuna hanya meringis melihat apa yang di lakukan Charlie.
"Maaf kan saya pak,saya hanya menjalan kan perintah"Ucap Wanita itu ketakutan.
"Yuna tunjukan foto yang kau berikan tadi"pinta Charlie ,mata nya masih menatap tajam wanita itu.Bahkan ia tidak melepaskan cengkraman tangannya.Dengan segera Yuna membuka galery ponselnya dan memberikan nya pada Charlie.
"Jelaskan kenapa bisa jadi seperti ini.Ayo!kau ingin menghancurkan hidup ku juga?"Charlie sangat marah,bahkan ia teriakannya menggetarkan tubuhnya.
"Charlie,tolong lepaskan,jangan seperti ini,dia seorang wanita "Ujar Yuna mencoba melepaskan cengkraman Charlie pada wanita itu."Kita bisa bicarakan baik-baik.Ku bilang lepas Charlie".
Yuna menuntun wanita yang terlihat ketakuatan itu duduk di kursi yang berada di ruangan itu.
Tapi Charlie hanya berdiri dengan wajah yanh memerah karena marah.
"Ayo bicara lah,jelaskan apa yang terjadi.Karena jujur,aku tidak mengerti ada ap sebenarnya ini?"ucap Yuna.
"Aku hanya di suruh "ucap wanita itu,dengan menundukkan pandangannya.Terlihat kecemasan di wajahnya.
"kau pasti sudah merencana hal ini sebelum nya kan?"
Wanita itu masih terdiam.
"Perlu kau tau Yuna,ternyata dia bekerja sama dengan asisten ku Pak Igo untuk menjatuhkan ku.membuatku tersingkir dari kantor ini.Dan sekarang mereka mau membuat hubungan ku dengan Stevania menjadi salah faham Apa maksud semua ini?apa salah ku pada kalian?"Suara Charlie bergetar.
"Tenang lah Charlie,kendalikan emosi mu."
"Jelaskan padaku,bagaimana ada orang lain yang mengambil foto kita berdua?"Tanya Charlie pada wanita itu.
Yuna teringat bahwasanya Stevania lah yang menyuruh salah satu temannya untuk membututi Charlie.Tapi Yuna bingung harus bilang apa,ia takut jika Charlie merasa salah faham dan tidak di percaya.
"A aku tidak tau,tapi yang ku tau...ada seseorang yang membututi kita beberapa hari yang lalu dan mencoba untuk memotret kita."Jawabnya dengan suara yang bergetar.
"Lalu kau mencoba untuk berpose seperti itu?hah...aku tau kenapa akhir ini kau berusaha untuk mendekati ku,seolah peduli padaku,padahal kau tau aku akan menikah.Dan kau juga yang membuat aku selalu terkena masalah di kantor?"Charlie terdengar begitu marah.
"Jadi alasan apa yang membuat mu jarang menghubungi Stevania?"Tanya Yuna.
"Karena posisi ku di kantor yang sedang tidak baik,jadi aku jarang memang ponsel.Dan banyak sekali masalah yang ku hadapi karena ulah MEREKA"teriak Charlie.
"Sudah lah,selesai kan masalah mu baik-baik.Aku akan membantu menjelaskan ke salah fahaman ini pada Stevania,sekarang biarkan wanita ini pulang."Tutur Yuna.
Charlie hanya terdiam,Yuna pun meminta wanita itu untuk keluar dengan isyarat matanya.Dan wanita yang masih terlihat ketakutan itu pun keluar dari ruangan.
__ADS_1
"Aku juga akan pamit untuk pulang.Aku akan pulang ke rumah Ayah malam ini.ini sudah malam."Ajak Yuna.
"Baiklah,kau tunggu aku di luar ya.Aku harus membereskan berkas ini"ujar Charlie.Di balas anggukan oleh Yuna.
Lalu Yuna pun melangkah menuju lift.
Pintu lift belum terbuka,Yuna menunggu beberapa saat.
Ting..
Akhirnya pintu lift pun terbuka,Yuna terkejut dengan siapa yang ia lihat di sana.
"Kak Andrean?"
"Yuna?Benarkah kau Yuna?"Tanya Andrean mengerutkan keningnya,merasa tidak percaya dengan ke hadiran Yuna di sana.
"Iya ini aku kak.Apa kabar?"
"Kabar ku baik.Oh ya apa yang sedang kau lakukan di sini?".Tanya Andrean masih merasa heran.
"Haha..kau pikir aku hantu ya,kok melihat ku seperti itu?"Yuna tergelak.
"Aku kebetulan ada perlu dengan seorang temanku."Jawab Yuna.
"Teman?Dimana teman mu?siapa dia?"Tanya Andrean mata nta berkeliling,tapi tak menemukan siapa pun di belakang Yuna.
"Oh dia masih di ruangannya,aku di minta untuk menunggu di depan."Jawab Yuna ringan.
Di saat yang bersamaan Charlie muncul sambil berlari kecil.
"Ah itu dia teman ku"Ujar Yuna menunjuk ke arah Charlie.
Charlie pun membungkukan badannya pada Andrean.
"Selamat malam pak"
"Malam Charlie.Bukan kah tadi kau sudah pulang?"Tanya Andrean.
"Belum pak,tadi ada masalah yang harus saya selesaikan".
"Masalah?"
"Iya pak,tapi.."ucap Charlie menghentikan Kata-kata nya.
"Bagaimana jika kita makan malam bersama"Ajak Andrean.Ini adalah kesempatan yang langka baginya,sungguh suatu kebetulan ia bisa berjumpa dengan Yuna,setelah beberapa lama.
"Apa benar kau kalian saling mengenal?"
"Tentu saja pak,Dokter Yuna adalah sahabat dari calon istri saya "jawab Charlie.
"Iya kak,Charlie akan menikah dengan Stevania"sambung Yuna.
__ADS_1
"Oh begitu. baik lah tunggu lah di depan,aku harus mengambil beberapa file yang tertinggal di ruangan ku"kata Andrean.