
Pak Heru dan Bu julia memilih pamit ketika sore mulai menjelang.Mereka sangat menikmati jamuan yang di berikan oleh keluarga Dokter Arman.Keluarga ber ada,yang memiliki hati sederhana dan tulus.Sangat jarang kita jumpai di kehidupan nyata.
Pak Heru merebah kan tubuhnya ketika baru sampai di rumah nya.Ada sesuatu yang mengganjal fikiran nya saat itu,bukan mengenai undangan Dokter Arman,tapi mengenai kedua kakak beradik yang kini terbelit cinta segitiga dengan putri semata wayang nya.
Pak Heru mengurut pelipis mata nya,seolah menghilang kan pusing di kepala nya.Ia berfikir keras tentang apa yang harus dilakukan mengenai itu semua.
Dia tau,Yuna begitu dekat dengan Andrean,bahkan sudah lama sekali.Dan terlihat jelas,bahwa Andrean menyukai putri nya.Tapi ia pun tidak memahami,kenapa Andrean tidak menyatakan perasaan nya pada Yuna.
Tapi di sisi lain,Yuna telah menerima perjodohan dengan Daniel,dan Daniel pun juga telah menyetujui nya.
Bagaimana jika Yuna sampai mengetahui hal ini?Batin Pak Heru.
Bu julia pun datang setelah mengganti pakaian nya,dengan membawakan segelas air putih untuk sang suami.
"Minum dulu pak"ujar Bu julia seraya memberikan segelas air,dan Pak Heru pun menerima dan segera meneguk nya sampai tak tersisa.Bukan karena haus,tapi berusaha menghilangkan kegundahan yang sedang menyelimutinya.
"Ada apa pak?Masih memikirkan masalah Yuna dengan kedua putra Dokter Arman?"Tanya Bu julia menebak apa yang sedang di fikirkan suami nya.
"Iya bu..Aku khawatir,jika Yuna mengetahui nya,akan membuat Yuna terbebani.Dan membuat nya semakin merasa bimbang.Aku tidak mau sampai Yuna malah merasa semakin bersalah.Padahal ia sama sekali tak bersalah dalam hal ini."Jelas Pak Heru.
"Jadi bagai mana menurut bapak?"Tanya Bu julia.
"Sebaik nya kita rahasia kan hal ini untuk sementara,mungkin lebih baik Yuna mengetahui nya sendiri.Aku tidak mau membuatnya kefikiran.Karena akhir-akhir ini Yuna terlihat begitu banyak fikiran.Walau pun kita tidak tau masalah apa yang sedang Yuna hadapi."Jawab Pak Heru.
"Baiklah,semoga semua nya baik-baik saja."Ucap Bu julia.
***
Keesokkan Hari nya,selepas berolah raga pagi,Yuna pun menikmati sepotong roti bakar madu di tepi jalan,yang menjadi langganan nya.Selepas itu ia bergegas pulang dan membersihkan diri.
"Yuna,"Seru Bu Julia.
"Iya bu"sahutnya ketika baru saja keluar dari kamar mandi.
"Ibu minta maaf ya,hari ini ibu tidak bisa menemani mu ke makam mendiang ibu mu.Ibu lupa jika hari ini ada acara empat puluh hari meninggalnya kerabat ibu."ujar Bu julia.
"Iya bu,tidak apa-apa.Lagi pula aku bisa pergi sendiri."Jawab Yuna.
"Bagaimana jika lain kali kita pergi bersama?dengan Ayah mu juga.Sungguh ibu benar-benar merasa tidak enak padamu."Ujar Bu julia.
"Tidak apa-apa bu."Ucap Yuna menyentuh tangan bu julia,meyakin kan.
"Baiklah,ibu sudah bersiap untuk pergi.Jadi ibu pamit ya.Assalamualaikum".Ucap Bu julia dan melangkah pergi.
"Waalaikum salam"Jawab Yuna.
Yuna pun segera bersiap untuk berjiarah ke makan ibunda nya.
Sesampai nya disana,Yuna tak kuasa menahan haru.Ia menangis sesegukkan,setelah memanjatkan doa.
Ia menumpahkan segala kesedihan dan kebimbangan yang ia rasakan saat itu di hadapan pusara sang ibunda.
"Ibu...maaf kan anak mu yang selalu dalam keraguan ini,aku harus bagaimana menentukan pilihan hidup ku.Bagaimana cara nya agar aku tidak menyakiti perasaan orang lain.Aku tidak mau menjadi egois,yang hanya mementingkan perasaan ku sendiri..hiks hiks"Ujar Yuna tertunduk.
Selepas berjiarah Yuna pun melangkah menuju arah pulang,Ia memutuskan untuk berjalan kaki hari itu,karena cuaca yang sejuk.Dan memang jarak pulang ke rumah nya pun tidak terlalu jauh.
__ADS_1
***
Kediaman Tuan besar Wirawan.
Opa Wirawan akan menghadiri acara yang diadakan cucu perempuan semata wayang nya.Acara fashion Show rancangan Desainer muda ternama Seila wirawan pun akan di gelar.
Opa sudah bersiap untuk pergi ke acara itu.Dengan di antar oleh Kenzo,cucu laki-laki angkat nya.
"Ken,apa kau sudah siap?"Tanya Tuan besar Wirawan.
"Ya Opa,Mari kita berangkat."Ujar Ken.
"kita akan pakai mobil siapa?"Tanya Opa.
"Pakai mobil Opa saja.Mobil ku belum di cuci."Jawabnya.Opa pun tergelak.
"Jangan jorok.Cuci mobil mu sesering mungkin"Jawab Opa seraya melangkah menuju mobilnya.
"Iya Opa".sahut ken,seraya menggaruk kepala nya yang tidak gatal itu.Lalu melangkah menuju mobil sang Opa.
Opa dan Ken pun pergi menuju ke acara itu.Ketika di perjalanan tiba-tiba mobil nya mogok.
"Ada apa ken?"Tanya Opa penasaran.
"Entah lah Opa.Aku lihat dulu sebentar ya"Ucap ken.kemudian ia pun keluar dan memeriksa kap mesin.
"Bagaimana?Apa ada masalah?"Teriak Opa dalam Mobil.
Ken berjalan dan memasukkan kepala nya ke dalam jendela mobil.
"Tidak ada masalah pada mesin nya Opa"Jawabnya.
"Entah lah"
Ken pun memeriksa lagi kondisi mobil itu.
Dia malah terkekeh.
"Ada apa?kok malah tertawa."tanya Opa bingung.
"Haha...lebih baik jika lupa mencuci mobil dari pada lupa mengisi bensin.Haha"ucap Ken tergelak.
"Kau ini.Opa tidak pernah melihat mu terbahak seperti itu,bahkan ketika menonton acara komedi.Tapi kau malah terbahak hanya karena mobil Opa lupa mengisi bensin haha"Ujar Opa.Membuat Ken malah terdiam.
"Opa bercanda.Sudah sana cari bensin.Opa akan menunggu di halte seberang jalan itu."ujar Opa.
"Baik lah Opa.Hati-hati,aku akan kembali dengan cepat."ujar Ken.
"Iya..."Jawab Opa seraya melangkah menyebrang jalan.
Beliau duduk sendiri di halte itu.Tiba-tiba tenggorokannya terasa kering.
"ah..Dompet ku tertinggal di mobil,Haus sekali ya"Gumam Opa sambil menyentuh tenggorokan nya yang terasa kering.
Tiba-tiba seorang Gadis menyodorkan sebotol air mineral.
__ADS_1
"Bapak haus?ini minum lah,Aku belum membuka nya."Ujarnya.
Opa pun menoleh ke sumber suara.Gadis itu terduduk di samping Opa,sambil melukis senyum nya.
"Ini pak,ambil lah.Aku membeli dua botol tadi"Ucap nya memperlihatkan botol yang satu nya lagi sudah habis setengah nya.
Opa pun tersenyum dan mengambil air minum itu.
"Terima kasih nak.Panggil saja aku Opa.Ya".
"Oh iya Opa"Ucap nya menjabat tangan Opa.
"Siapa nama mu ?"
"Nama ku Yunanda prisilia,Panggil saja Yuna"Jawab Yuna.
"Oh nama yang cantik seperti orang nya"Puji Opa,membuat wajah Yuna memerah .
"ah terima kasih.Opa sedang apa di sini?"Tanya Yuna sambil mata nya berkeliling mencari seseorang yang mungkin bersama sang kakek itu.
"Sedang menunggu cucu Opa yang sedang mencari bensin.Tuh mobil Opa mogok"Jawab Opa menunjuk ke arah mobil yang terparkir di seberang jalan.Dan Yuna pun melihatnya.Ia mengangguk kan kepala.
"Kau dari mana?"Tanya Opa.
"Aku...dari makam ibu ku Opa"Jawab Yuna.
"Oh,begitu ya,Opa turut berduka ya".
"Iya Opa."Ucap Yuna.Ia tersenyum pada Opa.
"Ada apa Nak?"
"Opa mengingat kan ku pada kakek ku yang begitu aku sayangi."jawab Yuna hampir meneteskan air matanya.
"Benarkah?kau merindukannya?"Tanya Opa lembut.
"Sangat...aku sangat merindukan nya,"
"Memang kau tak pernah mengunjungi nya?"
"Kakek ku sudah meninggal sejak aku SD.Dan Makam nya juga berada di desa,tempat tinggal ku dulu Opa"jelas Yuna.
"Memang dimana kau tinggal dulu?".
"Di desa Xx Jawa tengah Opa"Jawab Yuna menyeka air matanya.
"Desa Xx?siapa nama kakek mu?"Tanya Opa mengerutkan dahinya.
"Nama Kakek ku Surotmo Opa".Jawab Yuna.
"Apa??Surotmo?Kau putri nya Heru?"Tanya Opa agak ragu.
Yuna mengangguk kan kepala nya.
"Opa mengenal keluarga ku?"Tanya Yuna heran.
__ADS_1
"Ya Tuhan...cucu ku.."Ujar Opa memeluk Yuna.Yuna pun mengerutkan kening nya,ia merasa bingung.Opa malah terisak-isak.
"Ada apa Opa??"Tanya Yuna.semakin cemas.