The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Bekerja paruh waktu.


__ADS_3

Di sekolah


Saat jam istirahat,salah seorang teman sekelas Yuna duduk di sampingnya,Yuna yang sedang membaca buku mengenai ilmu kesehatan itu pun menoleh,seolah bertanya dengan sorot matanya."Yun,kamu punya kerabat atau tetangga gitu yang lagi butuh kerjaan sampingan?"tanya nya sambil mengetuk-ngetuk buku yang di baca Yuna.


"aku gak tau,,emang nya ada kerjaan apa?"tanyanya sekilas dan menutup buku itu,setelah melipat ujung halaman yang ia baca tadi.


"ada sih,di toko buku kakak ku"lanjut nya


"oh"terlihat Yuna sejenak berfikir.


"kalo ada yang mau,bilang ke aku ya"hendak beranjak dari kursi,tapi Yuna menghentikannya.


"tunggu sel,kalo kerja nya paruh waktu boleh gak?"


"emm...nanti aku tanya dulu ya emang buat siapa?"tanyanya sambil miringkan kepalanya.


"ya untuk aku"Yuna menunjuk wajahnya sendiri,sambil menampakkan giginya.


temannya hanya mengerutkan dahinya,mencoba berfikir sejenak.


"oh,ya udah nanti aku kasih kabar ya"dia pun berlalu selepas yuna menujukkkan jempolnya.


Beberapa hari kemudian Yuna pun mengunjungi toko buku yang di maksud oleh seli teman sekelas Yuna itu,setelah ia memberi kabar bahwa Yuna bisa bekerja paruh waktu,tapi hanya mendapat upah setengah nya.Yuna sangat senang kala itu.

__ADS_1


Dengan bekerja,dia bisa membantu Ayahnya.Setidaknya,uangnya bisa ia Sisihkan untuk biaya kuliah kedokteran,yang merupakan cita-cita terbesarnya.Selain bisa mendapatkan penghasilan,dia juga bisa membaca beberapa buku tentang ilmu kesehatan dan kedokteran sebagai bekal pengetahuannya yang mungkin bisa berguna suatu saat nanti.


Setelah ia mengunjungi toko buku itu,ia semakin yakin untuk bekerja paruh waktu,ia bisa membaca beberapa buku sains di sana,karna toko buku tempatnya bekerja itu,tidak hanya menjual buku saja,tapi memang menyediakan beberapa buku dan tempat untuk para reader.


"kamu bisa bekerja besok sepulang sekolah ya,"ujar kakak dari seli sebagai pemilik toko buku itu."ini seragam kamu ya."ia memberikan kantong plastik berwana putih yang berisi seragam untuk ia kenakan saat bekerja,seraya menampakan senyum ramahnya.


"iya ,terima kasih kak"dengan segera Yuna mengambil kantong plastik itu dan membalas senyumannya.


Setelah berpamitan ia pun,memutuskan untuk pulang,sepanjang perjalanan pulang, dia terus berfikir,haruskah ia memberi tahu Ayahnya tentang pekerjaan paruh waktunya di toko buku itu.


Ayah pasti tidak akan Mengizinkan.huff!


Aku akan memberitahu nya nanti.Batin Yuna


Dia merapihkan buku-buku dengan rapi di rak-rak sesuai dengan jenis buku.Hari itu toko buku ramai.Beberapa pengunjung di dominasi oleh para maha siswa yang sedang mencari bahan skripsi.


Ia melihat ada seorang pria seumuran dengan Ayahnya tampak kebingungan dengan buku yang mungkin sedang di carinya.Yuna memperhatikan sedari tadi.Lalu dia menghampiri pria itu,pria yang nampak rapi.Ia mengenakan kemeja biru panjang dengan dasi hitam garis-garis lengkap dengan kaca mata yang bertengger di hidungnya.


"permisi pak,ada yang bisa saya bantu?"tanya nya sopan,pria itupun spontan menoleh seraya tersenyum simpul.


"oh iya,saya sedang mencari beberapa buku tentang ilmu diagnosis penyakit langka. bisa bantu saya?"


"iya tentu saja,mari buku nya ada di sebelah sana"kemudian Yuna berjalan ke salah satu rak yang penuh dengan buku-buku tentang ilmu kedokteran.Dan menujukan jejeran buku yang di cari oleh pria paruh baya itu.Beliau hanya mengangguk seraya berterima kasih.

__ADS_1


"maaf pak,apa bapak seorang dosen?"tanya Yuna penasaran.Dia akan tertarik dengan apapun dan siapapun yang berkaitan dengan medis atau pun kedokteran.Ia sangat antusias jika membahas mengenai seputaran masalah


ilmu kesehatan.Beberapa maha siswa kedokteran yang terkadang mengunjungi toko itu pun terkadang mengajak Yuna untuk bergabung dalam diskusi mereka,yang awalnya mereka menyadari bahwa ada seorang gadis penjaga toko,yang diam-diam tertarik dengan pembahasan mereka.Akhirnya mereka mengajak Yuna untuk bergabung.


Pria itu tersenyum pada Yuna,nampak jelas dia adalah seorang yang ramah.


"bukan nak,Bapak bukan Dosen.Bapak,ini seorang dokter"jelasnya,sambil terus memilih buku yang di cari nya.


"Dokter?wah Bapak hebat sekali.saya juga ingin menjadi seorang Dokter"menampakan wajah sumringahnya.


"Benarkah.?wah itu bagus sekali,kamu harus banyak membaca ya,saya punya banyak buku kedokteran di rumah,kalo kamu mau."sambil memegang buku yang ia cari tadi setelah beberapa saat kemudian di temukan nya.


"benar saya boleh pinjam?"dengan antusiasnya.


"tentu saja,nanti kalo bapak ada waktu,bapak bawakan ya."


"iya,terima kasih banyak pak.Jadi merepotkan".Yuna menundukkan kepalanya,memberi hormat."kalo.boleh tau nama Bapak siapa ya?"tanyanya sedikit sungkan.Dokter itu tersenyum dan menyodorkan tangannya.


"oh iya kita belum kenalan yaa haha"Dokter itu tergelak."nama saya Dr.Ridwan saya dokter spesialis kulit".


Yuna menyambut nya sambil tersenyum.


"saya Yunanda,saya kelas dua SMA."

__ADS_1


Mereka pun mengobrol dengan akrab,hingga setengah jam kemudian Dokter Ridwan berpamitan untuk kembali ke Rumah Sakit.


__ADS_2