The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Yuna yang lemah


__ADS_3

Ola mengantarkan Julia tepat di depan rumahnya,Ola menolak untuk masuk.


"Aku tidak mau gadis sialan itu mengetahui siapa aku tante.Aku harap tante bisa memberinya pelajaran."ucap Ola memicingkan matanya,kata-kata nya penuh dendam dan amarah.


"serahkan semua pada tante."Sorot matanya yang tajam menatap ke arah pintu rumahnya.


Julia pun turun dari mobil dan melambaikan tangan sesaat setelah mobil Ola meninggalkan halaman rumah.Ia berjalan dengan mengangkat dagu nya.Seperti akan memulai peperangan.


Julia membuka pintu dengan kasar.Dengan segera ia masuk ke dalam kamar Yuna.Terlihat Yuna sedang berbaring,tubuhnya masih lemah,wajahnya masih memucat,dan tubuh nya yang ringkih itu meringkuk di bawah selimut.Seperti menahan sakit.


Yuna membuka matanya tatkala sang ibu masuk dengan kasar kedalam kamarnya.


"Bangun kau gadis tak tau diri"teriaknya.


"Ada apa bu?"Yuna yang merasa heran itu,berusaha bangun dari tidurnya perlahan.Tapi dengan kasarnya Julia menarik lengan Yuna yang lemah.Julia menyeret nya ke dapur,Yuna meringis menahan sakit.


Julia melemparnya ke lantai.Yuna tersungkur jatuh,siku nya berdarah menegenai tabung gas yang berada di bawah meja kompor.


Ibu ita yang baru masuk dari pintu belakang pun terkejut dengan apa yang di lakukan Julia.


"Apa salah ku bu.."Yuna mencoba untuk menutupi luka nya,karena darah nya menetes ke lantai.


"ya Allah..neng Yuna"Bu ita langsung meraih tubuh Yuna yang ringkih dan memeluknya.


"Ada apa bu,kenapa ibu berbuat seperti ini pada neng Yuna?bu tolong sabar,jangan seperti ini,neng Yuna sedang sakit bu"ujar Bu ita.


"Jangan ikut campur urusan keluarga ku,cepat kau pulang sana"Julia penuh dengan amarah,matanya melotot dan nafas nya tersengal.


Bu ita menggeleng kan kepala nya,ia tidak beranjak dari tempatnya.


"Tidak bu,tolong jangan sakiti neng Yuna.selesaikan semua masalah dengan baik-baik" .


"jangan menasehati ku,ini bukan urusan mu."


"Bu ita sebaiknya pulang saja ya,aku tidak mau jika bu ita terkena masalah"pinta Yuna dengan sendu.


"Ibu akan tetap di sini.jika terjadi sesuatu dengan neng Yuna bagaimana?"


"Aku tidak apa-apa bu.sudah ibu pulang saja" .


"Hey gadis kurang ajar.Kenapa kau malah malas-malasan di rumah?kenapa tidak pergi bekerja?hah...kerja mu hanya menggoda para pria kan?"ujar Julia sembari melipat tangannya di dada.


"Apa maksud..."

__ADS_1


"Kau tanya maksud ku?haha...aku tau kau itu wanita seperti apa.Aku mendengar kabar bahwa kau itu wanita penggoda.iya kan?makanya akhir-akhir ini kau sering pulang malam ya kan?"


"Ya Allah...itu tidak benar bu..aku bekerja di cafe bu"


"Jangan membela diri.Kau sudah mencoreng nama baik keluarga ku dan keluarga mu juga.Gadis macam apa kau,beberapa kali kau di antar jemput oleh pria yang berbeda,ku pikir mereka hanya teman mu,tapi ternyata..haha dasar munafik"


Wajah Yuna mulai memerah,matanya berkaca,butiran bening di matanya tak sanggup ia bendung lagi.Dada nya berdenyut seperti ada sesuatu yang menghujam hati nya.Yuna menggeleng-gelengkan kepala nya.


"itu tidak benar bu hiks"Yuna mulai menangis.


Bu ita yang masih berada di samping Yuna itu,mempererat pelukannya.Berusaha melindungi gadis tidak berdaya itu.


"Bu,tolong tarik kata-kata anda.Tidak mungkin neng yuna seperti itu,jika anda tidak memiliki bukti.Itu fitnah namanya.Jangan merusak nama baik neng Yuna."


"Sudah ku bilang jangan ikut campur."suara julia terdengar melengking memenuhi ruangan.


"Bu,sudah ibu pulang saja ya...ku mohon"Suara Yuna yang lirih itu,membuat hati bu ita terasa perih.Kenapa Julia bisa setega itu pada Yuna,gadis lemah yang sedang berjuang untuk sembuh.


Dengan hati yang berat Bu ita pun bangun dan berjalan menuju pintu keluar,mata nya masih tertuju pada Yuna yang baru saja ia bantu untuk duduk di kursi.


Yuna menganggukkan kepalanya,mencoba meyakin kan wanita itu,bahwa ia baik-baik saja.


"Apa kau akan mengadukan kejadian ini pada Ayah mu?"Tanya Julia.Yuna menggeleng kan kepala nya.


"Pekerjaan kotor apa bu?aku bekerja di tempat yang baik bu,aky bekerja halal."Bela Yuna.Sebenarnya Julia pun mengetahui itu,hanya saja ia tidak punya alasan untuk membalaskan dendam keponakannya yang kehilangan pekerjaan karena Yuna.


"Atasan mu memecat manajer cafe mu itu kan?itu semua karena ulah mu kan?"


"memecat manajer?"Kening Yuna berkerut,dia mencoba mencerna kata-kata Julia.


"Ya...manajer mu menegur ibu,dia bilang atasan mu memecatnya.Mungkin agar pekerjaan kotor nu dengan atasan mu itu tidak di ketahui ya kan?"


"Astagfirullah itu tidak benar bu,aku dan Kak Andrean hanya berteman,tidak mungkin kami melakukan perbuatan tercela"Suara Yuna semakin serak,ada sesuatu yang tercekat di tenggorokannya.Hati nya terluka dengan semua tuduhan yang di berikan Julia padanya.


Plakk..


Plakk..


Pipi Yuna memerah,ia tersungkur kembali di lantai.Yuna memegang kedua pipi nya yang terasa perih itu.


"ibu.."ia terisak.


"Jangan panggil aku ibu.Aku bukan ibu mu.Aku tidak sudi di panggil ibu oleh wanita murahan seperti mu."Julia membungkukkan badan ya di hadapan Yuna.

__ADS_1


"Oh mungkin dulu mendiang ibu juga seorang wanita penggoda ya?"


Cettaarr...


Hati Yuna seperti tersambar petir.Luka yang ia rasakan seperti di siram dengan air keras.Yuna merasa pedih menusuk ke lubuk hati nya yang paling dalam.Mendiang Ibunya yang begitu lembut dan terhormat,telah di injak-injak harga diri nya.Yuna merasa marah dan tidak terima dengan kata-kata wanita kejam itu.Dia bangkit dari duduk nya.Dia menatap dalam mata Julia.


Tatapan yang tidak pernah di tunjukannya pada siapa pun.Yuna adalah gadis ramah,lemah lembut dan penyayang.Setiap hari ia selalu menampakkan senyum dan matanya yang penuh dengan keceriaan.


Baru kali ini lah tatapan yang mengerikan itu nampak di matanya.


Mimik wajah julia berubah seketika,Julia melangkah mundur perlahan.Yuna pun melangkah maju,matanya masih menatap lekat julia.


"Tolong tarik kata-kata anda nyonya Julia.Kata-kata yang sangat menyakitkan di telinga ku.Aku berusaha mengalah dengan semua perilaku dan perbuatan anda padaku selama ini.Sabar ku takkan pernah habis,tapi anda harus berhati-hati dengan ucapan anda itu."


"Kau mengancam ku,kau berani pada ku hah!"Terlihat ketakutan di mata Julia.Tak pernah ia menyangka bahwa gadis lemah di hadapannya itu,mampu berkata seperti itu.


"Aku memperingati anda.Jika Anda masih ingin tinggal di rumah Ayah ku,jaga bicara anda.Anda fikir kan apa yang akan terjadi jika Ayah mendengarnya.Dan satu hal yang perlu anda tau,Ayah tak pernah barang sedetik pun melupakan mendiang istrinya,Ayah akan selalu mencintai ibu sampai kapan pun."


Julia tercekat,dia menelan salivanya.


"Kenapa?anda terkejut.meski semua foto dan kenangan beliau telah anda musnah kan,tapi kenangan di hati kami takkan pernah musnah.Rasa cinta yang Ayah miliki untuk ibu,takkan pernah bisa di gantikan oleh siapa pun,termasuk anda."Yuna menarik nafas nya.


"Jadi,apa sudah terbayang di benak anda ,apa yang akan terjadi pada diri anda,jika Ayah mengetahuinya?".


"Kau berani mengadukannya?Ayah mu tidak akan pernah percaya padamu."Suara Julia mulai bergetar.


"satu lagi,yang perlu anda tau,bahwa aku lah orang yang paling di percaya oleh Ayah,melebihi kepercayaannya pada diri nya sendiri."


"Aku tidak takut dengan ancaman mu,gadis sialan".


"Jadi,berfikir lah atas semua kesalahan yang telah anda perbuat selama ini.Jadi lah istri dan ibu yang baik.Karena itu akan baik bagi anda"Lalu Yuna pun dengan lemah nya meninggalkan Julia yang masih terpaku.


Yuna tau,tak ada tempat bagi julia untuk berteduh selain di rumah Ayahnya.Karena Julia pun sudah di usir dari rumah nya sendiri akibat keserakahannya.Dan kini rumah itu telah menjadi hak milik saudara nya,sepeninggal kedua orang tuanya.Tak mungkin pula ia tinggal bersama keluarga nya yang lain,karena semua keluarga nya juga memiliki kehidupan masing-masing.


Hay reader... jangan lupa ya dukungan nya.


Like and vote..


Kami sangat berterima kasih atas dukungannya..


mari saling mendukung..


Agar kita bisa terus berkarya..

__ADS_1


__ADS_2