The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Temu kangen.


__ADS_3

Beberapa saat kemudian,sebuah ojek online berhenti di depan sebuah cafe yang terlihat megah.Yuna pun terkesima dengan banyaknm nya perubahan yang terjadi pada cafe itu.Terlihat lebih indah dan nyaman.Dekorasi dan konsep nya sudah berubah menjadi lebih elegan.Terlihat beberapa waitress memakai seragam yang berbeda dari yang ia pakai dulu.Mereka sedang mondar-mandir melayani beberapa pelanggan.Terlihat dari balik dinding kaca yang terlihat sangat berkilau.


Mata Yuna berkeliling ketika melangkah memasuki pintu cafe yang terbuat dari kaca itu.Tak ada pegawai yang ia kenal,teman -teman yang dulu bekerja dengannya,tak terlihat satu pun dia antara beberapa waitress yang lalu lalang.


Ya..ini sudah beberapa tahun berlalu semenjak ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan nya itu.


"Ada yang bisa saya bantu Nona?"Tegur salah satu pegawai di sana.


"Ah iya aku mau pesen kopi"Jawab Yuna sekena nya.


"Baik lah,mari silahkan pilih meja anda,kami akan menyiapkan pesanan Nona."Tutur nya,lalu mengikuti Yuna menuju meja nya.Yuna memilih meja yang lebih dalam dekat dengan arah menuju dapur,agar dapat melihat teman-teman nya dengan mudah.


Yuna lalu menarik kursi nya,dan duduk perlahan sambil mata nya melihat ke beberapa arah yang ingin kan nya.


Pelayan itu memperhatikan gerak gerik Yuna yang mencurigakan.ia mengerutkan dahinya,berharap bahwa wanita cantik do hadapannya itu tidak berbuat yang aneh -aneh.


"Ada yang anda pesan lagi Nona,selain kopi?"Tanya pelayan itu,sambil terua mengawasi Keanehan Yuna.


"Memang nya aku pesan kopi?"Tanya Yuna bingung,padahal hari itu,ia tidak ingin minum kopi.


Jawaban Yuna menambah kecurigaan sang waitress.


"Lalu apa yang anda ingin kan nona?"Tanya nya menyelidik.


Yuna pun tiba-tiba menyadari akan hal itu.Ia tersenyum.


"Maaf ya jika membuat mu curiga.hehe"ucap nya tergelak.


Pelayan itu malah meringis,mendengar pernyataan Yuna.


"Apa aku boleh bertanya?"


"Apa yang anda pesan Nona?"Tanya waitress itu kesal.


"Oh tidak boleh bertanya ya?baik lah,aku mengerti.Aku pesan cappucino ya dan roti bakar keju satu"jawab Yuna sambil melihat menu yang tertera di buku menu.


"Baik lah,itu saja?ada lagi?"


"Ya itu saja.terima kasih"ujar Yuna,sambil tersenyum,agar kecurigaan gadis itu memudar.


"Baik,mohon menunggu nona"ujarnya setelah mencatat pesanan Yuna.


"Dari tadi dong,pesannya jangan malah mencuriga kan begitu"Gumam Waitress itu,sambil berjalan menuju dapur dan memberikan pesanan yang di minta Yuna,untuk segera di buatkan.

__ADS_1


Haha...aku mendengar gumaman mu nona,maaf ya...habis nya tak ada yang aku kenal sekarang ini.Kemana ya para pegawai yang aku kenal dulu?


Ah chef Gun,apa masih bekerja di sini ya?.Batin Yuna


Yuna kembali celingukkan.


"Apa yang anda cari Dokter Yuna?"Tanya seseorang dari belakang Yuna,hingga mengejutkannya.Spontan Yuna pun menoleh.


"Ah iya,,"sahut Yuna dan iya pun merasa lega saat siapa yang di lihat nya.


Pria itu tersenyum dan menarik kursi lalu duduk di samping Yuna.


"senang melihat mu di sini"ujar nya.


"Apa kabar ka Andrean?"sapa Yuna.


"Tentu saja baik.Seperti yang kau lihat."jawab Andrean sumringah.


"Syukurlah".


"Bagai mana dengan mu?kapan kau kembali?"Tanya Andrean lagi.


"Beberapa hari lalu,kenapa kakak ada di sini?Maksud ku,apa kakak tidak pergi ke kantor?".Tanya Yuna lagi.


"Oh itu,iya sudah.Tadi aku sudah pesan.Oh iya kak.Aku ke sini ingin bertemu teman -teman pegawai saat aku masih bekerja di sini dulu.Apa mereka masih bekerja di sini?aku tidak melihat mereka.semua pegawai yang ku lihat,tidak ada yang ku kenali."Jelas Yuna.


"Masih ada beberapa yang bekerja.Tapi hanya di bagian dapur dan clening service saja.Selebihnya,mereka memutuskan untuk resign dengan berbagai alasan.Menurut informasi yang aku dapatkan dari manajer cafe ini sih seperti itu."ujar Andrean menjelas kan.Yuna pun hanya manggut-manggut.


"Eumm apa aku bisa bertemu mereka?"Tanya Yuna ragu.


"Tentu saja,kenapa tidak.Ayo aku antar kau ke dapur"Ajak Andrean.


"Benarkah?"Tanya Yuna meyakin kan.


Andrean hanya membalas nya dengan senyuman.Yuna terlihat sumringah.Lalu mereka pun bangun dan melangkah menuju dapur cafe itu,yang memang sudah mengalami banyak perubahan,meski tidak seluruh nya.


Saat memasuki pintu dapur ada seseorang yang berteriak dan berhambur memeluk Yuna.Hingga menarik perhatian semua pegawai yang ada di dapur itu.Andrean hanya tersenyum memperhatikan.Dia tau bahwa Yuna adalah orang yang ramah dan supel.Hingga tidak sulit bagi orang untuk merindukan nya.


Andrean memutuskan m pergi ke ruangan manajer,untuk menyelesaikan urusan nya.


Mereka akhirnya bertemu kangen beberapa saat,dan mengobrol di sela kesibukan mereka,tapi dengan izin Andrean.Beberapa pegawai yang mengenal Yuna pun ikut bergabung dalam acara temu kangen itu.Ada beberapa yang antusias bertanya mengenai Yuna.Dan mereka sangat kagum dengan pencapaian Yuna sekarang.


"Wah Yuna sekarang sudah menjadi Dokter ya..wah hebat."Ujar seorang pegawai lainnya,dan di imbuhi anggukan juga ucapan selamat dari mereka.

__ADS_1


Kerinduan Yuna sedikit terobati,meskipun banyak dari mereka yang memutuskan untuk tidak bekerja lagi di sana.


Seorang Waitress masuk ke dapur dan menyimpan pesanan di meja.Sambil terus menggerutu.


"Ini pesanan Nona aneh tadi.Dia malah tidak ada di meja nya.uh menyebalkan"Gumam nya.


Dan Yuna pun mengenali suara gadis itu,ya tentu saja itu suara seorang waitress yang tadi melayani nya.


Yuna bangkit dan berjalan ke ruangan sebelah nya,dimana waitress itu berada dengan pesanan yang telah di pesan Yuna tadi.


"Maaf ya,aku ada di sini."tegur Yuna.


Waitress itu menoleh dan terkejut dengan ada nya Yuna di area khusus pegawai itu.


"Hay maaf Nona,sedang apa kau di sini.Sudah ku duga kau terlihat mencurigakan.Apa jangan -jangan kau mau mencuri resep rahasia ya?"Tanya nya polos.


"Haha...kau pikir aku plankton dalam serial film anak spongebob?"Yuna malah menanggapinya sambil terkekeh.Menambah kesal gadis itu.


"Aku hanya ingin bertemu teman ku di sini.tenang dulu ya.."Ujar yuna menenangkan.


Tapi beberapa pegawai yang tadi berbincang dengan Yuna pun menghampiri kedua nya.


"Dian...ada apa ini?"Tanya teman Yuna.


"Nona ini terlihat mencurigakan sedari tadi bu,bukti nya sedang apa dia di sini?aku tadi mengantarkan pesanan nya tapi dia tidak ada di meja nya".


"oh begitu.Tidak apa-apa,Beliau ini teman kami.Kenal kan,ini Dokter Yuna.Dulu semasa ia kuliah,ia juga pernah bekerja di sini.Dokter Yuna juga adalah teman dari Pak Andrean.Bahkan beliau yang mengantarkan Dokter Yuna kemari."Jelas Teman Yuna.


"Oh begitu ya,maaf kan saya Nona"Ucap nya menundukkan kepala.


"eh..kenapa minta maaf,justru aku yang harus nya meminta maaf,karena sudah merepotkan juga membuatmu khawatir."Ucap Yuna sungkan,seraya menepuk bahu nya.


"Tidak apa-apa Nona,saya yang terlalu curiga."ujarnya.


Di balas senyuman ramah oleh Yuna,dan beberapa yang ada di sana tersenyum-senyum.


"Oh iya,aku tidak melihat Randy?dimana dia?"Tanya Yuna sambil melihat sekeliling.


"Dia sudah tidak bekerja di sini lagi.Dua tahun lalu,Pak Andrean memintanya untuk bekerja sebagai karyawan di perusahaan nya.Dia juga sudah menikah,bahkan istrinya sedang hamil muda."


"oh benar kah?aku turut senang mendengarnya.Padahal aku merindukan nya juga.Ya sudah lah,sekarang kehidupan nya sudah menjadi lebih baik."


Gagal sudah,niat ku untuk meminta Rendy menemani ku ke pesta pernikahan Stevania.Eh tapi mungkin juga aku bertemu dengan nya nanti bersama istrinya.Mereka kan berteman.

__ADS_1


Tapi bagai mana nasib ku.Di sana juga pasti banyak teman kuliah yang sudah memiliki pasangan.Ah mungkin ini alasan Stevania meminta ku untuk datang bersama seorang pria di acara pentingnya nanti.Agar tidak banyak pertanyaan mengenai ke jombloanku..hufh!Batin Yuna.


__ADS_2