
Pagi hari Yuna sudah selesai mengemas semua baju nya ke koper.Hari itu adalah hari yang sangat bahagia,hari yang sudah di tunggu nya sekian lama.Ia pulang dengan membawa kebanggaan bagi keluarga nya.Detik dimana dia telah menjadi seorang Dokter seutuhnya.Setelah melaksanakan ujian yang begitu menegang kan dan penuh dengan perjuangan,kini saat nya ia patut berbangga diri dengan segala pencapai nya.Tak ada usaha yang mengkhianati hasil bukan.
Seorang anak kesayangan yang harus merasa kan kehilangan orang-orang yang menyayanginya.Dan tanpa menyerah,terus bangkit dan melangkah menuju sebuah kesuksesan yang awalnya di anggap mustahil dan di anggap hanya mimpi semata.Tapi kini ia telah membuktikan pada diri nya,bahwa tidak akan sia-sia setiap detik usahanya untuk bisa meraih semua cita.
Senyum nya terpampang lebar,Yuna melangkah keluar dari pintu kos kosan nya,yang telah lama menjadi peneduh dan tempatnya melepas lelah dari hari ke hari selama menjalani masa pendidikan profesi atau co-*** di rumah sakit.
Kini ujian pun telah selesai,Yuna mendapatkan nilai yang memuaskan.Berkat semua kesungguhan dan keseriusan nya menjalani masa -masa yang tidak mudah itu.
"Terima kasih bu"Ucap Yuna ketika bertemu dengan sang pemilik kos.
Yuna pun bergegas naik kedalam taksi online yang telah terparkir di pinggir jalan depan kos-kosan,setelah di pesan nya beberapa waktu lalu.
Ia melambai kan tangannya pada ibu kos yang masih berdiri mengantarnya hingga tepi jalan,setelah ia memeluk hangat wanita yang ia sudah ia anggap sebagai ibu angkatnya itu.Saat Yuna tinggal di sana beliau sering sekali mengantarkan makanan,kue atau sekedar cemilan yang ia buat sendiri dan membagi nya untuk Yuna.
Ada kesedihan yang di rasa kan Yuna saat berpamitan.
Saat di dalam mobil.
Yuna mengingat sesuatu.
"Bagaimana dengan Stevania ya?apa dia sudah berangkat.Lebih baik aku menelponnya."Segera Yuna mengambil ponselnya yang ia masukkan di tas nya tadi.Ia pun menghubungi Stevania,tapi nomornya ternyata tidak aktif.
"Mungkin dia sudah berada di pesawat.Nanti saja ku telpon lagi "Gumam nya pada diri sendiri.Kembali ia masukan ponselnya ke tas,dan menyandarkan tubuhnya,ia memijit tengkuknya yang terasa pegal.
"Aku akan memanggil tukang pijit setelah sampai di rumah.Badan ku rasa pegal semua"Gumam nya lagi.
Setelah semua proses pengambilan sertifikat selesai,Yuna pun kembali pulang dan berjumpa dengan keluarga nya,begitu pun Stevania si anak rantau.stevania memutuskan untuk pulang ke Surabaya,tempat kedua orang tuanya tinggal.Stevania dia antar Charlie,pagi sekali mereka sudah berada di bandara.Selain pulang,ia juga akan mengurus surat-surat untuk melengkapi berkas pernikahan nya.Pernikahan mereka akan di langsung kan di dua tempat,surabaya dan kota ini.
ponsel Yuna pun berdering lagi.panggilan masuk dari Doni.
__ADS_1
"Astaga aku lupa,ya ampun"ujarnya segera ia menjawab panggilan Doni.
"Halo Don.oh iya maaf ya maaf.Aku lupa,hehe...Baik lah aku akan berhenti di minimarket dekat klinik.Aku tunggu ya,sekali lagi aku minta maaf.oke?...baik lah...iyaaa"ujar Yuna,lalu menutup panggilan telfon itu.Ia menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Kenapa aku bisa lupa ya,jika Doni mengajak ku untuk pulang bersama.Pasti dia ngomel-ngomel deh,di telfon saja suara nya sudah seperti petasan banting.ck!Sejak kapan dia bertambah cerewet gitu si"gerutu Yuna.
Ia pun merapikan pakaian nya,dan memasukkan ponsel nya kembali ke tas nya.jika tertinggalkan bisa repot.
"Pak,maaf ya tolong berhenti di mini market dekat klinik Asih itu ya pak."Ucap Yuna pada driver taksi online itu.
"Oh iya Nona."jawab nya.
Mobil masih melaju,Yuna menghela nafas.Yuna harus kembali ke kotanya lagi setelah beberapa lama tinggal di kota itu,untuk menyelesaikan pendidikannya.Kota yang bahkan Yuna sendiri tak tau seperti apa.Karena yang ia tau hanya lah kos-kosan,Rumah sakit,dan mungkin cafe,juga klinik.Tak banyak tempat yang pernah ia kinjungi.Mungkin hampir delapan puluh persen waktu nya di habiskan di Rumah Sakit.
Yuna menatap keluar jendela,ia memandangi pinggiran kota itu,cukup ramai dan tertata rapi.Banyak taman -taman kota,dan beberapa pusat jajanan yang mengundang antrian banyak orang yang di dominasi oleh para remaja.Hari itu hari minggu,pantas suasana nya ramai,banyak yang bersepeda atau pun berjalan kaki.Yuna melihat kedua orang tua yang menuntun anak mereka,penuh dengan keceriaan.
Yuna sangat bahagia kala itu,meskipun ia hanya bisa melihat perlombaan itu tanpa bisa ikut andil di dalamnya,karena memang usia Yuna yang masih kecil.Bahkan Ayah nya selalu menggedongnya saat acara itu usai,sebab Yuna tertidur.
Wajah Yuna tersenyum-senyum saat memory indah itu melintas.Kini ia telah tumbuh menjadi seorang wanita dewasa yang akan mendedikasikan jiwa dan raga nya sebagai seorang Dokter.Menyembuhkan banyak orang,menjadi tumpuan harapan setiap orang yang membutuhkan uluran tangannya untuk menyembuhkan penyakit yang menerpa raga mereka.Padahal sebenarnya kesembuhan itu ada pada diri mereka sendiri,seberapa yakin kah mereka untuk sembuh,dan setulus apakah mereka berdoa,untuk meminta kesembuhan pada sang khalik,yang maha menyembuhkan.
Pada hakikat nya,Dokter adalah sebuah nama yang di sematkan pada seseorang yang dapat membantu orang lain dalam menyembuhkan penyakit mereka.
Meski pun untuk menjadi seorang Dokter tidak lah mudah,tapi setiap orang pasti mampu untuk mencapai nya,jika ada kesungguhan dalam jiwa mereka.Tidak hanya sekedar titel,tapi kita harus mampu menjiwai setiap bidang yang kita jalani.Dan harus berusaha untuk mampu menempuhnya.
*
Mobil pun menepi di depan minimarket seperti yang Yuna bilang tadi.Membuat Yuna tersadar dari lamunan nya.Segera ia membuka pintu mobil dan menurunkan barang-barang nya.Terlihat Doni menghampiri dan membantu.
"Ku bilang kan tunggu jam delapan.Kenapa aku malah di tinggal?"Tanya Doni ketus.
__ADS_1
"Haha maaf aku lupa Don,lagi pula tadi aku berangkat juga sudah jam delapan lewat kan.Berarti kau yang telat"jawab Yuna tak mau disalah kan sepenuhnya.
"Ck... kan kau bisa menunggu,tadi pemilik kos nya tidak di rumah.Akhirnya aku menunggu sebentar,tapi karena aku tak mau membuat mu menunggu,aku pun hanya pamit pada anak nya.eeh ternyata kau meninggal kan ku "ujarnya kecewa.
Mereka pun masuk ke dalam mobil,setelah barang milik Yuna di pindahkan ke dalam mobil Doni.Doni pun segera melajukan mobilnya.
"ya kan aku sudah minta maaf"Sambung Yuna seraya menampakan gigi-gigi nya.Berharap Doni tidak marah.
"Sudah lah lupakan.Oh ya,bagai mana Stevania?"Tanya Doni.
"Tadi aku sudah menghubungi nya,tapi tidak aktif mungkin ia sedang berada di pesawat."Jawab Yuna.
"ya sudah lah lagi pula dia pergi juga bersama calon suaminya."sambung Doni.
Yuna hanya mengangguk.
"Lalu kapan kau akan mencari calon suami?"Tanya Doni mulai serius.
Yuna terkejut dengan pertanyaan Doni dan tiba-tiba mengingatkan nya dengan peristiwa pernyataan cinta Doni,saat mereka masih kuliah dulu.Yuna hanya terdiam.
"Kenapa tidak menjawab?haha kau gerogi ya?Tenang saja,aku sudah mempunyai calon pacar kok"kata Doni tergelak.
Yuna merasa lega sekaligus penasaran dengan pernyataan sahabatnya itu.
"Calon pacar?maksud mu?"
"Haha kau penasaran ya...nanti saja ku beri tau saat aku benar-benar sudah mendapat kan nya.".jawab Doni masih terkekeh.
"cih...kau ini.Baik lah ku doakan semoga kau sukses."ujar Yuna mencubit lengan Doni.Yang membuat Doni semakin tertawa.
__ADS_1