The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Tindakan konyol.


__ADS_3

Yuna kembali ke rumah sakit,setelah bertemu kangen dengan kedua orang tua nya.Hati nya sangat bahagia,tapi ada satu masalah yang belum ia selesaikan.Mengenai Stevania dan Charlie.Sebenarnya ia ingin segera menjelaskan tentang ke salah fahaman antara keduanya secepat mungkin,tapi urung ia lakukan karena Yuna fikir menyampaikan secara face to face lebih baik dari pada melalui sambungan telpon.


Tempat pertama yang ia tuju adalah kediaman paman dari Stevania,yang menjadi tempat tinggal sahabatnya itu sementara waktu.


Sepanjang jalan, Yuna sudah merangkai kata yang tepat untuk menjelaskan semua kebenaran itu pada Stevania,agar tidak ada kata-kata yang bisa membuat Stevania menjadi ragu padanya.Meskipun Yuna tau bahwa sahabat nya itu sangat percaya pada nya.Tapi Yuna sadar dalam hal ini,konteks nya berbeda dari hanya sekedar pendapat dari seorang sahabat.Ini mengenai seseorang yang merasa di khianati oleh calon suami nya.Meskipun semua nya hanya ke salah fahaman saja.


Tok


Tok


Tok


"Permisi."


Seperti biasa sang ART lah yang membuka kan pintu.


"Eh Dokter Yuna,silahkan masuk Dok,Nona Stevi ada di dalam."ujarnya.


Yuna pun melangkah masuk,dan menuju kamar Stevania.


"Terima kasih mba."


Sebelum nya Yuna sudah mencoba menghubungi Stevania,tapi ponsel nya tidak aktif.Hati Yuna merasa khawatir dengan keadaannya.Pasalnya hari ini ia tidak pergi ke rumah sakit,begitu lah menurut informasi yang di dapatnya dari salah seorang perawat yang ia kenal,melalui sambungan telpon.


Di buka nya pintu kamar Stevania,tetapi ia tidak berada di sana.Yuna semakin khawatir.


"Bukankah tadi si mba bilang,jika stevania ada di kamarnya?tapi kemana dia?"Tanya Yuna dalam hati.Ia pun masuk ke kamar itu dan menengok ke kamar mandi yang berada di kamar nya.


"Ya ampun stev..."Teriak Yuna.Yuna pun segera membantu stevania untuk berbaring di kasur nya,dengan bantuan sang ART yang tadi datang karena mendengar teriakan Yuna.


Pergelangan tangan Stevania penuh darah,urat nadi nya terluka.Tapi ia masih sadarkan diri,luka nya tidak begitu parah.Yuna segera .enghentkan pendarahan nya.Dan segera melakukan tindakan medis dengan peralatan yang ada.


Hati Yuna bergetar,karena selama ini ia tidak pernah melihat stevania selemah ini.Dan melakukan tindakan konyol yang bahkan tidak pernah terlintas di fikiran nya.Stevania adalah pribadi yang kuat,berpemikiran yang realistis dan penuh ke hati-hatian.Ternyata bisa menjadi serapuh ini dalam masalah percintaan.Sebegitu bahaya kah persaan yang terluka? Dapat menghapus semua logika.


Yuna tak dapat menahan kepedihannya,iq menangis sambil memeluk sahabat nya itu.Seandainya ia datang lebih cepat,tak mungkin semua ini terjadi.

__ADS_1


"Maaf kan aku stev,maafkan aku..hiks"Yuna menangis sesegukkan.


Stevania pun membuka matanya dan memang lengan Yuna lemah.


"Yuna,"panggil nya.


Yuna pun melihat wajah stevania yang memucat itu.


"Stev,kau sudah sadar?sebaik nya aku mengantar mu ke rumah sakit ya"ajak Yuna.Tapi stevania menggeleng.


"Tidak perlu,aku sudah baik -baik saja."


Lengan Stevania memang terluka,tapi tidak begitu dalam.Yuna pun sudah tidak begitu khawatir,karena stevania susah terlihat membaik.


"Maaf kan aku ya,kenapa kau bisa seperti ini?hiks"Yuna pun tak kuasa menahan air mata nya.


"Jangan menangis ,ini bukan salah mu."


"Tolong jangan pernah melakukannya lagi ya,berjanji lah padaku" menggenggam tangan Stevania.


"Tapi aku melakukan ini karena hati begitu sakit Yuna...hiks.Charlie mengkhianati ku,dia mengkhianati ku saat pernikahan kita sudah di depan mata,dia tega pada ku...uuaaa..hiks"Stevania terus meraung menangisi hatinya yang terluka.


Saat stevania terdiam sambil menyeka air mata nya,baru lah Yuna menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Stev,Charlie tidak pernah mengkhianati mu"ujar Yuna.


"Apa maksud mu?"Stevania terkejut dengan apa yang di ucapkan Yuna.Keningnya berkerut,dia tidak menyangka Yuna akan mengetakan hal itu,padahal ia tau jelas-jelas Charlie bermesraan dengan wanita lain.


"Kemarin aku pulang,makanya hari ini aku mengambil cuti.Dan semalam aku menemui Charlie,maaf kemarin malam aku mencatat nomer nya dari ponsel mu"sambung Yuna menjelaskan perlahan.Stevania hanya manggut-manggut.


"Lalu apa kata nya?kau apakan dia?kau memukul nya?"Tanya Stevania tak sabar.


Yuna tersenyum,


"Kau mengkhawatirkan nya ya...?"Goda Yuna,Stevania terdiam,wajah nya memerah.

__ADS_1


"Aku tidak menyakitinya kok,mana mungkin tubuhnya kan lebih besar dari ku.haha"Yuna mencoba untuk mencairkan suasana.


"Lalu bagaimana?dia bicara apa?"


"Charlie tidak pernah mengkhianati mu,ada yang sengaja ingin menghancurkan karier nya dan hubungan mu dengan nya.Semalam aku...bla bla bla"Yuna menceritakan dengan rinci semua yanh ia ketahui semalam.


Stevania yang awalnya merasa cemas dengan wajah terkejutnya,lama kelamaan wajah nya berubah sumringah.


"Aku mempertaruhkan persahabatan kita,jika kau tidak mempercayai ku.Demi hubungan mu dengan Charlie baik-baik saja,apapun akan aku lakukan.Jadi percaya lah"Ujar Yuna meyakinkan.


"Aku..."Stevania pun terdiam.


"Apa kau meragukan ku?kalau kau masih meragukan ku,aku akan meminta kak Andrean kemari untuk menjelaskannya,karena ia mengetahui betul apa yang terjadi semalam.Dia bilang siap menjadi saksi atas semua kebenaran ini"tukas Yuna.


Stevania pun langsung memeluk erat sahabatnya itu.


"Aku sangat mempercayai mu,sungguh aku sangat berterima kasih atas semua yang telah kau lakukan.Aku menyayangi mu Yuna...hiks".


Yuna menepuk bahu nya,seraya menyeka air mata nya yang ikut tumpah membasahi bagian belakang baju sahabatnya itu.


"Berjanjilah pada ku,kau tidak akan melakukan tindakan konyol ini lagi.Berjanjilah hiks.."ucap Yuna.Dan di balas angguka. oleh stevania.


"Aku akan meminta Charlie kemari,dia bulang jika kau susah mengetahui semuanya,dan memahami semua kesalah fahaman ini,dia akan menemui mu."tutur Yuna.


"Aku akan menunggu nya."ucap Stevania seraya mengulas senyum nya.Hatinya kini sudah membaik,tak ada lagi kesedihan di matanya.


"Percaya lah pada Charlie mulai sekarang.Bukan kah seperti itu seharusnya sebagai sepasang kekasih?"


Stevania hanya mengangguk dengan kata-kata yang di ucapkan Yuna.


"Kau pasti tau betul,bagaimana tabiat buruk dari ibu Julia dulu.Tapi aku tidak pernah mengadukan hal buruk apapun pada Ayah ku.Karena aku tau,bahwa Ayah ku mencintai dan mempercayai nya.Dan lihat,sekarang ibu julia sudah berubah menjadi pribadi yang jauh lebih baik.Beliau sudah menjadi ibu yang seutuhnya."ujar Yuna seraya tersenyum lebar,mengingat bagaimana lembutnya Julia memperlakukan nya sekarang.


"Aku akan mengingat dengan baik semua yang kau katakan pada ku,terima kasih sahabat ku tersayang"ucap nya kembali memeluk erat Yuna.


"Kebahagiaan mu adalah kebahagiaan ku juga."Yuna mencubit pipi stevania manja.Mereka malah terkekeh.

__ADS_1


Persahabatan di bentuk,bukan hanya karena saling mengenal,pergi bersama atau makan bersama.Tapi harus saling memahami dan saling mengerti.Jadikan lah kebahagiaan nya sebagai bahagia mu,dan kesedihan nya,sebagai rasa sedih mu.


Saling berbagi dan saling mendukung,jadi lah sesuatu yang berarti bagi orang lain.Jadi kan lah dirimu berguna bagi orang lain,apa lagi bagi orang terdekat mu.


__ADS_2