
Nyonya wini menghampiri kedua nya.
"Wah kalian sudah akrab sekali ya.".
Akrab apa nya?
"Oh iya tante,kebetulan sekali tante sudah datang,aku harus pamit pulang."ucap Yuna.
Daniel melirik nya sambil senyum di ujung bibirnya.
Kau mau kabur rupa nya.Batin Daniel.
"Kok buru-buru sekali?"Tanya Nyonya Wini kecewa.
"Oh aku sudah ada janji dengan teman,jadi aku.minta maaf ya tante."ucap Yuna mencari alasan.
Maaf aku berbohong.
"Oh kalau begitu,tante minta maaf ya sudah merepotkan mu."Ujar Nyonya wini.
"iya tidak apa-apa kok"Ujar Yuna tersenyum.Senyum yang di tunjukkan untuk Nyonya wini bukan karena dia benar-benar merasa senang berada di sana.
Yuna pun berpamitan pulang.
Daniel masih sibuk dengan gawai nya.sesekali melirik kepergian Yuna.
Kau ternyata menggemaskan juga ya...Batin Daniel.
"Mam.."Panggil Daniel mengubah posisi duduk nya.
"ya ada apa?"Tanya nyonya wini sambil meletakan beberapa barang bawaan nya.
"Kenapa Mami menyuruh Dokter baru itu untuk menemani ku?"
"Karena Mami sudah menganggap nya sebagai putri Mami sendiri.Dia baik,cantik dan pintar.Apa kau tidak menyukai nya?"
"itu bukan jawaban nya Mam.Tidak ada urusan dengan kepribadian nya yang Mami bilang tadi.Aku tidak bertanya tentang itu.Bukan aku tidak menyukai nya.Tapi kita kan belum tau dia itu siapa.Jadi kenapa Mami percaya sekali dengan dia."
"Apa maksud mu Niel.Dia adalah seorang Dokter.Mana mungkin Mami tidak percaya pada nya.Lagi pula Mami sudah mengenal baik tentang keluarga nya.Dia dari keluarga yang baik,dan Yuna adalah wanita baik."Jelas Nyonya Wini.
Daniel malah terdiam.
"Jadi tidak masalah bukan,jika Mami seandainya menjodohkan kalian."
Daniel terkejut mata nya terbelalak.Dia menarik nafasnya.
"Jangan bicara yang aneh-aneh Mam."
"Haha...kau terkejut begitu.Kau harus percaya ,Dokter Yuna adalah wanita yang sempurna."Ujar Nyonya wini sambil menepuk-nepuk bahu putra nya.
__ADS_1
Sempurna?yang ku tau dia wanita yang menyebalkan.Batin Daniel.
***
Beberapa hari kemudian,Daniel sudah kembali beraktifitas,begitu pun Yuna yang merasa lega,karena beberapa hari ini menangani pasien dalam tingkat kewajaran.Kalian tau kan maksud nya?😂
Sepulang nya Yuna dari rumah sakit,dia langsung membersihkan diri dan bergabung di meja makan bersama kedua orang tua nya.
Selesai makan malam.Mereka melanjutkan acara keluarga di ruang televisi.Berbagi cerita dan tertawa bersama.Sebuah kehangatan yang memang di impikan Yuna sejak lama.
Hidup nya terasa sempurna,impian nya sudah ia raih,keluarga nya sudah kembali utuh.Dan yang terpenting adalah mereka semua bahagia dengan apa yang mereka miliki.
Pak Heru membuka obrolan serius nya,yang sudah sejak lama di bicarakan bersama sang istri.Ini merupakan waktu yang tepat untuk menyampaikan niat mereka.Tanpa ada sedikit pun rasa memaksakan kehendak.
"Yuna"panggil Pak Heru dengan nada serius.
Yuna pun menoleh dam menghampiri Ayah nya.ia meletakan ponsel nya di meja ketika mendengar Ayah nya memanggilnya.
"Iya Ayah,ada apa?kedengaran nya ada sesuatu yang serius?"Tanya Yuna.Yang memang sudah hafal betul bagaimana cara Ayah nya bicara.
"Kau benar sayang,Ayah ingin membicarakan hal yang sangat serius."
"Bicara lah Ayah..."
"Sebelum nya Ayah minta maaf pada mu jika nanti ada kata-kata Ayah yang tidak berkenan di hati mu ya"Ujar Pak Heru.
Yuna pun semakin mendekat pada Ayah nya,menyampaikan dengan bahasa tubuhnya bahwa ia akan terima apapun yang akan Ayah nya sampaikan.
Bu julia yang juga berada di sana pun hanya menyimak.Hati nya ikut berdebar,dengan reaksi Yuna nanti.Pasal nya baru kali ini Ayah nya menginginkan sesuatu yang besar,menurut nya.
Ada apa ya?Kenapa Ayah seserius ini?tak pernah Ayah meminta apa pun pada ku dengan serius seperti ini.Aku kok jadi deg degan ya.Batin yuna.
"Apa itu Ayah,katakan lah.Jika aku sanggup untuk mewujudkan nya,aku akan mengabulkan nya.Apa pun itu,asal kan Ayah bahagia.Tak ada yang penting lagi dalam hidup ku selain melihat Ayah bahagia.Jadi katakan lah,apa yang ingin minta dari putri mu ini?".Ujar Yuna penuh kasih.
"Sayang,usia mu sekarang sudah dewasa,bukan kah kau sudah layak mencari pendamping hidup,dan memberikan Ayah mu yang sudah semakin tua ini seorang cucu."ujar Ayah nya.
Jedarr....
Yuna benar-benar terkejut mendengar nya,tapi ia berusaha untuk bersikap tenang,agar Ayah nya tidak merasa bersalah karena menyampaikan hal itu.Memang bukan hal yang aneh jika orang tua menginginkan cucu dari anak nya bukan.Toh umur Yuna juga memang sudah cukup untuk berumah tangga.Hanya saja Yuna tidak pernah menjalin kasih dengan pria mana pun.Itulah yang membuat nya terkejut luar biasa.
Bukan tak ada pria yang menyukai nya dengan paras cantik dan keanggunan Yuna,tapi memang Yuna lah yang menutup hati nya dan hanya ada cita-cita yang terpatri dalam fikiran nya.Tapi sekarang,bukan kah semua nya sudah dapat ia raih.Sudah saat nya ia membuka hati nya,untuk menjalani kehidupan berumah tangga seperti teman -teman sebaya nya.
Yuna tau pada siapa hati kini tertambat.Tapi ia pun tidak yakin dengan perasaan yang ada di hati nya.Dan ia juga tidak yakin dengan persaan yang di miliki pria itu pada nya.
"Maksud Ayah?"Tanya Yuna,ingin mengetahui arah pembicaraan Ayah nya.Ia masih terdiam di samping sang Ayah.
"Apa kau sekarang sudah memiliki kekasih?jika benar,Ayah ingin mengenal nya."
Apa kekasih?Astaga Ayah... keinginan mu itu aku tak sanggup untuk menjawab nya.
__ADS_1
"Bagaimana apa ada?"Tanya Pak Heru lagi karena Tuna masih terdiam.
"Eh..aku belum punya pacar.Hehe.Maaf ya Ayah,aku juga bingung bagaimana cara nya agar aku punya pacar."ujar Yuna membuat Pak Heru dan Bu julia terkekeh.
Kau polos sekali Yuna...Yuna.Batin Bu julia.
Yuna tersipu malu,Ayah nya pun langsung memeluk nya.
"Sayang,Ayah tidak ingin membebani mu dengan hal ini.Jika kau tidak keberatan,Bagaimana jika Ayah jodohkan kau dengan seseorang.Itu pun jika kau mau"Lanjut Pak Heru.
Yuna hanya mengerutkan dahinya.
"Ayah,aku tidak mempunyai alasan apapun untuk menolak nya,aku yakin Ayah pasti menginginkan sesuatu yang terbaik untuk ku.Aku bersedia menerima nya Ayah."Jawab Yuna.Membuat Ayah nya itu terharu dan meneteskan air mata nya.Segera Pak Heru menyeka air mata nya dan melanjutkan kata-katanya.
"Sayang,kami telah memiliki niat ini sejak lama.Tapi Ayah menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikan nya."Pak Heru menghela nafas nya.
Yuna tersenyum memperhatikan Ayah nya yang terlihat tegang.
"iya Ayah..."
"Nak,Putri ku sayang.Kau tau bahwa Kedua orang tua angkat mu juga memikir kan hal yang sama.Mereka menginginkan kau untuk menjadi menantu mereka."
Duarrr...
Yuna terkejut bukan main.Dia bingung harus berekspresi bagaimana,senang atau..
"Tante Wini dan dr.Arman?"Tanya Yuna memperjelas.
"Ya sayang,mereka ingin menjodohkan mu dengan salah satu putra nya."
Semoga saja bukan si arogan itu..batin Yuna.
"siapa dia Ayah?"
"Jujur saja Ayah juga belum pernah bertemu dengan nya.Tapi Nyonya Wini bilang putra nya itu bernama Daniel."jawab Pak Heru mengingat-ngingat.
Jleb...
Ya Tuhan...kenapa harus dia?apa yang harus ku katakan pada Ayah?Pria itu sangat tidak mungkin untuk ku...Batin Yuna.
Yuna terkejut bukan main.Dia bingung harus bimah apa pada Ayahnya mengenai pria yang sebenarnya sudah ia kenal itu.
"Bagaimana Yuna?"
"Ah iya Ayah,aku akan mencoba nya ya"Jawab Yuna sekena nya.
Membuat kedua orang tua nya bernafas lega.
"Terima kasih ya,sudah bersikap bijak dalam hal ini.Jika kau masih merasa bingung setelah nya.Beristikharah lah sayang,minta petunjuk pada yang maha kuasa,untuk di tunjukkan siapa jodoh mu."ucap Pak Heru.
__ADS_1
Yuna hanya mengangguk,lalu memeluk Ayah nya.