
Beberapa saat mereka mengobrol,merencanakan sesuatu,yang memang hanya sang Opa yang mengetahui maksud nya.Sany ikut terlibat dalam rencana itu,karena sang Opa tau bahwa Daniel sangat tidak menyukai wanita yang telah menyakiti hati nya itu.Disana letak peran Sany,membuat Daniel terpojok.Tapi semua tidak di beri kesempatan untuk bertanya mengenai maksud sang kakek.
"Baik lah,Andrean tolong bantu Sany ya,berikan apa yang dia mau."pinta Opa.
"Iya Opa."Tapi sepertinya Andrean mengetahui maksud sang Kakek.
Hanya Sany saja yang merasa bingung atas peran nya.Tapi tak ia permasalah kan,saat ini di benak nya adalah ia harus mencari cara untuk menggoda Daniel dan bisa berbelanja sepuasnya.Dan semua itu adalah hadiah dari sang Opa untuk peran nya.
Meski pun Sany melakukan nya dengan senang hati.Bahkan tanpa di pinta oleh Tuan besar Wirawan pun ia sudah melakukan nya.
"Ayo kak eh pak bos,antar aku belanja ke butik di simpang sana ya,ada banyak pakaian keluaran terbaru.Aku kan harus tampil modis di depan Daniel."rengek Sany,sambil menarik narik lengan Andrean.
Sang Kakek hanya terkekeh.
Andrean pun bangkit dari duduk nya.
"Apa tidak bisa lain kali?".
"Apa?lain kali?bukan kah Opa bilang secepatnya?begitu kan Opa?"Tanya Sany pada sang kakek.Dan di jawab dengan anggukkan.Membuat Andrean menelan Saliva nya berat.
Apa tidak ada wanita lain ya Opa?wanita ini selalu membuatku pusing.Batin Andrean.
"Baik lah,tapi jangan lama-lama ya,aku masih banyak pekerjaan.Dan kau juga harus menyelesaikan laporan mu."ucap Andrean pasrah.
"Oke pak Bos".
"kami permisi ya Opa.Jaga kesehatan Opa.Sampai jumpa".ucap Andrean.
"jaga dirimu ya.sehat selalu."jawab Opa.
Dibalas anggukkan oleh Andrean setelah mencium punggung tangan sang Kakek.
"Aku juga mengucapkan banyak terima kasih ya Opa,Atas Hadiah ku."ujar Sany,mengipas-ngipaskan kartu kredit yang di berikan sang kakek.
"Sama-sama.Gunakan lah sesuka hati mu"ucap Opa.
Mereka pun meninggalkan resto itu,menggunakan mobil Andrean.Dan menuju tempat yang di maksud Sany tadi.
Sany yang memiliki sifat manja itu,masih saja menggandeng Andrean.Layak nya seorang kekasih.Andrean yang merasa tidak nyaman pun berkali-kali melepaskan nya.Tapi Sany pun selalu melakukan nya.
Hufh..Ya Tuhan wanita ini benar-benar membuatku gila.Batin Andrean.
Sany pun sibuk memilih dan menunjuk pakaian yang ia ingin kan.
***
Si Rumah Sakit Xx Hospital.
Ruang pemeriksaan Dokter umum.
dr.Yuna prisilia.
__ADS_1
Selepas memeriksa seluruh pasien nya,yang kian hari kian banyak itu pun akhirnya,Yuna bisa beristirahat.Tiba-tiba ponsel nya berdering.
Doni?
Segera ia menjawab nya.
"Halo Don.Apa kabar?Oh kebetulan aku belum makan siang,bagaimana dengan mu?dimana kau sekarang?Makan bersama?boleh..haha..Kau mau menjemputku?Baik lah ku tunggu ya..bay."Klik. Yuna pun menutup telpon dari Doni dan segera bersiap.Yuna melangkah keluar dari ruangan nya setelah meraih tas nya yang ia simpan di kursi.
"selamat siang Dok,mau makan siang ya?"Tanya suster Rena.
"Iya, aku sudah ada janji.Jangan lupa makan siang Ya.."ujar Yuna dan di balas anggukan oleh suster Rena.Dan ia pun menuju tepi jalan untuk menunggu Doni.
Tanpa menunggu lama Doni pun sampai.Ia melihat Yuna berdiri di halte.Ia membunyikan klakson mobilnya.Yuna menoleh dan melambaikan tangan.
"Hay Dokter Doni...bagaimana kabar mu?wah kau semakin tampan sekarang."sapa Yuna menggoda.Saat melongoh ke jendela mobil yang di buka oleh Doni.
"Hey,jangan menggoda ku.Kau bisa menyesal nanti"ujar Doni mengancam.
"Oh..ampun deh..haha"
"Sudah cepat masuk"pinta Doni.Dan Yuna pun segera masuk ke dalam mobil.Mereka pun menuju sebuah restoran yang tak jauh dari rumah sakit.
Setelah memesan makanan,mereka mengobrol ringan sambil menunggu pesanan datang.
"Don,apa kau yakin tidak akan ada yang marah jika melihat kita berdua?"Tanya Yuna mata nya berkeliling.
"oh itu tenang saja.Aman kok.hihi"jawab nya seraya menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Sudah"jawab Yuna singkat sambil mengaduk minuman nya yang baru saja di sajikan.
"wah aku telat dong"ujar Doni kecewa.
"Kenapa?kau bilang akan pergi dengan calon pacar mu,ya sudah aku mencari orang lain"
"siapa?pasti pria berjas itu kan?yang sok tampan itu?".Tebak Doni sinis.
"Hey,dia memang tampan.Lagi pula nama nya itu Andrean."
"Terserah.Aku kecewa."Ucap nya cemberut.
"Hey Don,kau ini menggemaskan sekali si haha".
"Sudah ku bilang jangan menggoda ku.Dalam hati ku ini masih ada nama mu.loh.jadi jangan memancing ku ya."
Yuna memukul lengan Doni gemas,dan Doni pun mengaduh seraya mengusap -usap tangan nya.
"Jangan pernah menghianati calon pacar mu ya...kata Orang di hianati itu rasa nya sakit.Jadi jangan lakukan itu.Berjanji lah untuk setia pada pasangan mu."ujar Yuna.
Doni hanya terdiam.
"Hey..kau dengar aku?"
__ADS_1
"Iya Dokter Yuna yang cantik".ucap Doni terkekeh.
Yuna membalas dengan mengerucutkan bibirnya.
"Kau bekerja dimana sebenar nya sekarang?"Tanya Yuna.
"Aku bekerja di klinik paman ku"jawab Doni.
Mereka pun menyantap makan siang bersama setelah beberapa lama tak berjumpa.
Setelah itu,Doni pun mengantar kan Yuna kembali ke rumah sakit.
Dalam perjalanan,tepat di lampu merah,merek berhenti.
Pandangan Yuna tertuju pada sebuah butik ternama,ia memicingkan matanya.Ada seseorang yang ia kenal,berada di dalam butik tersebut.Terlihat dari dinding kaca yang transparan,hingga apapun yang berada di dalam nya terlihat dari luar.
Kak Andrean?dengan siapa dia?apa itu kekasih nya,mereka terlihat akrab sekali.Batin Yuna.
Ada sesuatu yang terasa menusuk di hatinya.Tiba-tiba mulut Yuna terkunci,dada nya terasa basah.Ada yang menggumpal di dadanya,sesak dan terasa sakit.Air mata nya menumpuk di pelupuk matanya.Dia mencoba untuk menahan nya agar tidak tumpah.Ia menelan Saliva nya berat.
Ada apa dengan ku?Batin Yuna.
Doni pun menyadari ada hal yang tiba-tiba berubah dari sahabat nya itu.
"Ada apa Yuna?kau baik-baik saja?Ada apa?"Tanya Doni yang merasa khawatir dengan perubahan mimik wajah Yuna.
"Aku tidak apa-apa,aku ingin beristirahat saja.Cepat lah."Pinta Yuna,Doni pun melajukan mobilnya dengan cepat.Masih merasa khawatir,tapi dia tau jika Yuna tidak akan memberi tau nya.
Apa ini alasan nya ,kenapa kak Andrean tidak mengatakan perasaan nya pada ku?ternyata dia sudah memiliki kekasih.Ah..Yuna kau terlalu banyak berharap.Terlalu percaya diri,tidak mungkin pria sempurna seperti Andrean mencintai mu.itu tidak mungkin.
Tapi kenapa aku merasa sakit.Apa yang terjadi pada hati ku?kenapa seperih ini?Bahkan dia bukan siapa-siapa untuk ku.Siapa lah aku,aku hanya wanita sederhana dengan segala kekurangan ku.Ya Tuhan,apa kah aku mencintai nya hanya untuk merasakan sakit ini?.Batin Yuna.
Yuna terus berkecamuk dalam fikiran nya.Dia terluka meski tak dapat ia mengerti kenapa ia bisa merasakan nya.
Doni yang merasa bingung itu,mencoba menenang kan Yuna,meski tak tau alasan nya.Karena Yuna terlihat menangis dan terus menyeka air matanya.
Ada apa dengan mu Yuna?Kenapa hati ku pedih melihat mu menangis,seandainya kau mau berbagi dengan ku,aku pasti akan hapus kan kepedihan mu.Batin Doni.
"Yuna,sudah sampai.Apa kau yakin akan kembali bekerja?"Tanya Doni ragu.
"Oh iya,aku tidak apa-apa Don.Percaya lah."Jawab Yuna mencoba untuk tersenyum meski terlihat di paksakan.
"Aku harap begitu.Hubungi aku jika kau membutuhkan ku sebagai sandaran mu.itu kan guna nya kita bersahabat."ucap Doni.
Yuna menarik nafas nya dan mencoba tersenyum lebar.meski masih tersisa sembab di mata nya.Ia menepuk bahu sahabat nya itu.
"Terima kasih ya Don.Aku sangat menghargai itu.Aku menyayangi mu."ujar Yuna.Doni hanya tersenyum.
"Aku turun ya,aku harus kembali bekerja.Terima kasih bay.Jaga diri mu"ujar Yuna lalu turun dari mobil dan kembali ke rumah sakit,menuju ruangan nya untuk kembali bekerja.
Doni memandangi Yuna sampai ia masuk ke dalam rumah sakit,barulah ia melajukan mobil nya.
__ADS_1