The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Bertemu lagi


__ADS_3

Daniel mengangkat dagu nya dan tersenyum menyeringai saat Yuna menoleh ke arah nya.


"Kau??"Yuna terkejut mata nya terbelalak.


Pantas saja copet ini wajah nya ketakutan,ternyata ada monster di belakang ku.Batin Yuna.


"Kau yakin atau tidak jika dia orang yang mengambil dompet ibu mu?"Tanya Daniel tak merubah posisi nya.


"Aku yakin.Tadi dia bilang bahwa seorang ibu yang memakai baju warna biru kan?nah...dari mana dia tau jika ibu ku memakai baju warna biru?padahal aku tidak pernah bilang begitu,bahkan aku menegurnya di depan pasar,sedang ibu ku masih di dalam


Jadi sudah jelas lah dia yang mengambil copet ibuku."Jelas Yuna.


Daniel.pun berjongkok menatap ke wajah pria itu membalik tubuhnya hingga terlentang.


"Berikan dompet itu dan kau bisa pergi,atau...aku bawa kau ke kantor polisi."Ancam Daniel.Yuna yang ikut menyaksikan hanya manggut-manggut antusias.


"Tapi aku bukan copet bang...ampuni saya bang"Pria itu tetap kekeuh tidak mau mengakui perbuatan nya.


"Baiklah kalau begitu,kita bawa dia ke kantor polisi."Ujar Daniel lalu ia bangun untuk membuktikan omongannya.


Yuna mengerutkan kening nya.


"Hey,ayo bangun.Kami akan membawa mu ke kantor polisi."


"kau saja,apa urusan nya dengan ku"Bisik Daniel di telinga Yuna.Membuat Yuna memelototinya.


"Tadi kau bilang akan membawa nya ke kantor polisi"Bisik Yuna lagi pada Daniel dengan kesal.


Pria itu bangun dan mengeluarkan sebuah dompet yang di duga telah di ambilnya dari Ibu Julia.


Yuna melirik dan dahi nya berkerut.


"Ini dia dompet ibu ku...kau ini benar pencopet nya kan"Tukas Yuna seraya merebut dompet itu.


"Maaf maaf kan saya,saya baru kali ini mencopet.Saya butuh uang untuk membeli susu anak saya".Jawabnya ketakutan.


Daniel malah tergelak.


"Alasan yang cukup meyakinkan.haha,Sudah sana pergi.Jangan membuat alibi lagi."


Yuna terdiam,mimik wajah nya berubah.Tak lagi ber api-api seperti sebelum nya.


Pria pencopet itu pun berjalan tertatih meninggalkan dua orang yang masih mengawasinya.


"Tunggu.."Panggil Yuna menghampiri pria itu.Dan ia pun memberikan beberapa kembar uang pada pria itu.


Daniel mengerutkan kening nya.


Apa yang di lakukan gadis ini si.Mudah sekali percaya pada pencopet.heuhh...Dasar wanita berhati melow...Batin Daniel.


Pria itu merasa heran dengan apa yang di lakukan Yuna.


"Ambil lah"Ujar Yuna menyodorkan lembaran uang itu.


"Tapi..."Pria itu ragu.Baru kali ini ada orang yang memberi seorang pencopet yang telah mengambil dompet milik nya.


"Ayo ambil.Ini aku memberi nya ikhlas,jadi kau bisa membeli susu untuk anak mu dengan hasil yang halal.Agar darah yang mengalir di tubuh anak mu itu juga tidak menjadi haram".Jelas Yuna dengan wajah yang tulus.


Daniel masih memperhatikan.

__ADS_1


Ini baru adegan seru,tidak seperti acara di televisi tadi..haha.Batin Daniel.


Pria itu masih terpaku di hadapan Yuna.


Apa yang dia pikirkan?bisa saja aku berbohong,tapi ia malah memberi ku uang.Tidak membawa ku ke kantor polisi saja,aku sudah beruntung.Batin pria itu.


"Apa anda tulus memberi nya untuk saya"Tanya nya ragu.


"Apa aku terlihat bercanda?ambillah,Aku memang tidak tau kau itu jujur atau tidak.Tapi anggap saja ini rasa terima kasih ku karena kau sudah mengembalikan dompet ini.Jika kau memang berkata jujur,maka ceri lah nafkah yang halal dan baik untuk keluarga mu."ujar Yuna memberi pandangan.


Pria itu merasa ada sesuatu yang hangat dalam dada nya.Dia mengambil lembaran uang yang di sodorkan Yuna di hadapannya.Seraya mengucap kan rasa terima kasih nya.Lalu melangkah dengan segera meninggalkan tempat itu.Sebelum pria tampan yang memperhatikan nya sedari tadi itu berubah pikiran.


Yuna membalikkan badan nya setelah pria yang mencopet dompet bu Julia itu menghilang dari pandangannya.


Daniel masih bersandar di pintu mobil tanpa mengubah posisi nya.Pandangan mereka saling bertemu,tiba-tiba Yuna merasa canggung.


"Terima kasih sudah membantu tadi"Ucap nya pada Daniel.Tapi Daniel tak merespon,matanya masih menyelidiki gadis di hadapannya.


Yuna yang merasa tidak nyaman di perhatiakan mengerutkan wajah nya,ia menyolangkan kedua tangannya di dada.


"Apa yang kau lihat?"Tanya Yuna menyelidik.


Daniel malah tergelak.


"Haha apa memangnya?jangan Ge er begitu.Tapi rasa nya kita pernah berjumpa sebelum nya."


"Astaga...ingatan mu buruk sekali ya.Tentu saja kita pernah bertemu.Beberapa tahun lalu.Ah sudah lah aku tidak punya waktu untuk menjelaskan nya."


"ck!memang nya aku peduli?"ujar Daniel kemudian dia masuk ke dalam mobil.


"Dasar pria arogan yang aneh"Gerutu nya.


"Apa?kau bilang apa?aku mendengar nya"ujar Daniel membuka kaca jendela mobil nya.


"Sorry ..dan thank you ya..".ujarnya melambaikan tangan.


Yuna pun segera meninggalkan Daniel dan menemui bu Julia yang sudah menunggu lama dengan cemas.


Bu julia bangun dari duduk nya,ketika melihat Yuna memasuki pasar dan menghampiri nya.


Wajah nya terlihat khawatir.


"ibu"


"Astaga Yuna kau dari mana?ibu khawatir"Sambil melihat dompet yang di pegang Yuna.


"Lihat ini bu"Yuna tersenyum sambil meng goyang-goyang kan dompet itu.


"ini Dompet ibu kan?oh benar ini dompet ibu"ujar nya sambil meraih dompet itu dan mengamati nya.


"iya benar ini punya ibu kan?"Tanya Yuna memastikan.


Bu Julia mengangguk-angguk membenarkan.


"Dari mana kau mendapatkan nya?"Tanya Bu Julia bingung.


"Dari pencopet itu"Jawab Yuna antusias.


Bu julia mengerutkan dahi nya merasa tidak percaya.

__ADS_1


"Neng,sekarang kemana copet nya?si bawa kantor polisi?"Tanya seorang pedagang yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka.Dan beberapa orang pun berkerumun untuk mengetahui berita itu.


Orang -orang pun sudah mulai riuh membicarakan nya.


"Ah tidak kok.Copet nya sudah Kabur tadi,setelah memberikan dompet ini,aku juga dibbaantu oleh seorang pria tadi di depan.Tidak mungkin kan aku menghadapi nya sendirian.haha"Jawab Yuna tidak ingin memperkeruh suasana.


"Oh begitu ya..."ujar beberapa orang di sana.Mereka pun mulai membubarkan diri.


"Yuna?"Sapa seseorang yang tiba-tiba muncul dari beberapa kerumunan orang.


Yuna menoleh ke sumber suara karena nama nya di sebut.


"Nyonya Wini?"sahut Yuna seraya tersenyum lebar.


"Ada apa ini?"tanya nyonya wini penasaran dengan situasi yang di lihat nya.


"oh tidak apa-apa kok..tadi ada pencopet dan bla bla..."Yuna menceritakan kronologis kejadian yang di alami nya bersama ibu Julia.


Nyonya Wini terlihat kecemasan nyta mulai memudar.Akhir nya mereka pun mengobrol singkat di pertemuan yang singkat itu.


Beberapa lama kemudian mereka pun memisahkan diri.Nyonya Wini yang sudah menyelesaikan semua keperluannya pun pamit pulang.


Sedangkan Yuna dan Ibu Julia kembali berbelanja kebutuhan mereka yang sempat tertunda karena kejadian tadi.


Nyonya Wini merasa bahagia saat bertemu Yuna.Ia pun beri mengetahui tentang kepulangan Yuna.


Ternyata Yuna sudah pulang,aku akan mengajak Papi untuk menemuinya di rumah nya.Batin Nyonya Wini.


Ia pun berjalan menuju parkiran.Dan mengetuk-ngetik kaca jendela mobil.


"Niel.."panggil nya.


"Ah iya mam..Sudah selesai?"Sahut nya membuka kan pintu mobil.


"Iya sudah.Maaf ya Mami lama,habis nya tadi Mami bertemu teman lama Mami."Jelas nya sembari memposisikan duduk nya ketika memasuki mobil.


"ya Sudah.'*Daniel pun segera melaju kan mobil nya keluar dari area parkir pasar.


"Panas sekali ya.."Gumam nya.


Cuaca saat itu memang mulai terik.


"oh iya tadi teman Mami kecopetan,"ujar Julia bercerita.


Daniel menoleh sekilas mendengar apa tang di katakan Mami nya.


"Copet?"tanya Daniel mempertegas.


"Iya,tapi sekarang sudah kena dompet nya"Sambung Nyonya Wini.


"Iya aku tau Mam.Tadi aku yang membantu nya."Ucap Daniel.


Nyonya Wini pun terkejut.


"Benar kah?"


"Hmm"Daniel mengangguk.


"Wah terima kasih ya sayang".

__ADS_1


Ujar Nyonya wini mengusap bahu putera nya yang masih fokus mengemudi.


Jadi pria jutek dan menyebalkan,yang Yuna bilang tadi itu...Haha. Batin Nyonya Wini.


__ADS_2