
Andrean melangkah masuk menuju kamarnya,dengan perasaan yang tak tentu arah.Harus bahagia atau kah sedih yang semestinya ia rasakan.Tapi Andrean pun manusia yang tau bagaimana rasa nya terluka.
Ia melangkah memasuki kamar nya,yang sudah hampir dua bulan tak di tempati nya.
Ia menutup pintu kamar nya.Lututnya terasa lemas,jiwa bergetar perih.Andrean terduduk di lantai,bersandar pada pintu kamarnya.Ia memejamkan mata nya,mencoba untuk memahami kondisi yang ia hadapi sekarang.Ia harus berperang melawan rasa nya sendiri.Rasa cinta yang telah menorek luka dalam di hatinya.
Kepedihan dalam hatinya tak dapat ia bendung lagi,tumpah lah air mata nya melukiskan luka yang di rasakan nya saat ini.
Kenapa,kenapa rasa nya begitu sakit ya Tuhan?kenapa aku tak bisa setegar batu karang.kenapa ia yang ku cintai harus menjadi ipar ku.kenapa cinta ini menoreh luka di batin ku.Bahkan raga ku tak sanggup menopangnya.hiks hiks.Batin Andrean.
Andrean menjambak rambutnya,mengusap kasar wajahnya yang sudah basah karena air mata luka di hati nya.
Ini kali pertama Andrean merasa kan jatuh cinta yang teramat.Dan kali pertama pula merasakan pedihnya cinta itu.
Apa aku sanggup melupakan nya,apa aku sanggup menerima nya sebagai adik ku?hiks Hiks...
"kenapa ini terjadi padaku?di hidup ku yang hampir sempurna karena menemukan mu Yuna...hiks hiks.."
Andrean masih sesegukkan menahan tangis nya yang tak bisa ia bendung.Luka nya terlalu dalam untuk hanya sekedar menerima kenyataan,lalu melupakan nya.
***
"Kak Andrean lama sekali sih,"Gumam Seila.
"Mungkin ia lelah,karena memang pekerjaan nya begitu banyak"Jawab Daniel.
Yuna masih merasakan sesak rasa bersalah di hati nya.Ia begitu mengkhawatirkan keadaan Andrean yang hanya dia lah yang mengetahui nya.Karena memang karena ia lah Andrea. terluka hati nya.
Aku tau kau coba menutupi ini dari keluarga mu,juga dari ku.Batin Yuna.
"Ah itu kak Andrean"Tunjuk seila pada Andrean yang sedang menuruni anak tangga.ia tersenyum,senyum yang penuh keterpaksaan.
"Daniel,ini hadiah untuk pernikahan mu.Maaf,kakak bingung harus memberi mu apa"Ujar Andrean ketika sampai di ruang keluarga.ia menyodorkan kotak kecil berpita,pada Daniel.
"Wah,terima kasih"Ucap Daniel.
"Itu untuk istri mu"ujar Andrean melirik ke arah Yuna yang terlihat salah tingkah.
Daniel membuka kotak itu,Tatapan penuh dengan rasa penasaran dari keluarga nya.
"Buka ...apa isi nya?"Ujar Seila mencoba menempel pada Daniel karena penasaran.
"Waah kalung diamond..."Ucap seila penuh kekaguman."Apa itu untuk..."Mata seila melirik Yuna.
"ya.Untuk adik ipar"Jawab Andrean tegas,membuat Yuna seperti mendapat tamparan keras.
Ya...aku adik ipar mu...itu benar,kau berkata benar.Aku yang salah dalam hal ini.Batin Yuna.
.
"Wah,indah nya...ayo Niel,pakaikan pada istri mu"pinta Nyonya wini.
__ADS_1
"Tidak usah,dia bisa memakai nya sendiri"Seru Daniel.membuat Nyonya wini memelototi nya.
"Ya,aku akan memakai nya nanti."Jawab Yuna melirik ke arah Andrean.
"Ayo pakai kan Niel,Mami mau lihat".Nyonya wini kekeuh.
"Oke baiklah..." Daniel pasrah menuruti kata sang ratu,yang bisa murka jika di bantah.
Yuna menahan Saliva nya,pandangan nya masih tertunduk,ia enggak melihat tatapan Andrean yang seperti nya penuh rasa luka.
"Ayo Niel "ujar sang Mami lagi saat Daniel tak bergeming di tempat nya.
"Aku bisa sendiri Mam"ujar Yuna mencoba menolak.
"Sayang,kalian kan pengantin baru,sudah selayak nya Daniel memperlakukan mu seistimewa mungkin.apa lagi hanya memakai kan kalung,itu hal yang biasa bagi seorang suami.Jadi jangan sungkan ya."Ujar Nyonya wini lembut.
Yuna hanya terdiam.
Daniel pun bangun dari duduk nya dan begitu juga Yuna.Daniel pun memakaikan kalung berlian itu di leher Yuna.
Mata Yuna melirik ke arah Andrean yang terlihat berkaca-kaca.
Yuna merasa bersalah karena nya.merasakan bahwa Andrean terluka saat itu.
"Sudah"ujar Daniel kembali duduk.Yuna pun demikian.Ia memegangi kalung pemberian Andrean itu.
Seandainya aku yang mengenakan nya di leher mu,pasti rasa nya sungguh bahagia,tidak sesakit ini.Batin Andrean .
"Waah cantik sekali.kau tampak memukau sayang.Andrean kenapa kalung pemberian mu, terlihat pas di pakai oleh Yuna ya...padahal kan kalian baru bertemu."ucap Nyonya wini.
Yuna hanya tersenyum,tidak tau jika memang awal nya kalung itu untuk melamar dirinya.
"Aku ke kamar dulu ya,mau istirahat.Lelah."Ucap Andrean seraya mengurut tengkuk nya.
"istirahat lah sayang kau pasti begitu lelah karena pekerjaan mu di sana."Tutur nyonya wini.
Andrean pun kembali ke kamar nya.
Yuna menghela nafas nya berat.ia tau pasti perasaan Andrean saat ini.
***
Ke esokan hari nya saat makan siang keluarga.
karena Yuna masih dalam masa cuti,ia pun menghabiskan waktu seharian di rumah.Karena yang lain sudah memulai aktifitas nya masing-masing.Begitu juga dengan Daniel yang memaksa untuk kembali bekerja.Karena menurut nya,banyak pekerjaan nya yang harus di tunda karena dua hari ia tidak pergi ke kantor.
Walaupun kedua orang tua nya melarang,tapi Daniel tetap kekeuh untuk kembali bekerja.
Hari itu Andrean tidak menampakkan batang hidung nya,bahkan saat makan malam dan sarapan pagi Andrean tidak terlihat.
"Mam,Rean kemana ya,sejak semalam Papi tidak melihat nya,?"Tanya Dokter Arman yang memang tidak melihat putra sulung nya itu.
__ADS_1
"semalam dia makan malam di kamarnya,dia bilang tidak.enak badan.Tapi sejak pagi tadi dia bilang akan keluar.Entah kemana...Dia tidak menjawab saat Mami tanya.Sebenar nya Mami khawatir,melihat keadaan nya.dia terlihat tidak semangat sejak pulang dari singapura."Ujar Nyonya wini.
Yuna masih mendengar kan.Dan ia merasa khawatir.
"Ada apa dengan nya ya,,apa Mami sudah menghubungi nya?"
"nomer nya tidak aktif.Mami khawatir sekali."
"Sudah lah mungkin dia ingin refreshing,biar saja."sambung Dokter Arman.
Aku mungkin tau kemana kak Andrean.Batin Yuna.
***
Semua anggota keluarga pun telah melakukan aktifitas nya,hanya ada Nyonya wini dan Yuna sedang asik menikamati acara televisi.
"Mam,apa aku boleh izin keluar sebentar?"Tanya Yuna ragu.
"Keluar?kau bosan di rumah ya..."tanya Nyonya wini lembut.
Yuna hanya tersenyum.
"Pergi lah sayang,kemana pun kau mau.Tapi hati-hati di jalan ya,jika kau pulang nanti Mami tidak ada di rumah,berarti Mami sudah pergi ke acara arisan."
"iya Mam..."Yuna mengwngguk dan segera melangkah menuju kamar untuk bersiap.
Beberapa menit kemudian Yuna pun susah bersiap dan melangkah menuju ruang keluarga untuk berpamitan pada sang mertua yang masih asik menonton.
"Mam,"Panggil Yuna menghampiri.
"iya sayang,oh kau sudah bersiap ya..biar pak jul yang antar ya.."Ujar Nyonya wini,meminta Yuna di antar oleh supir pribadi keluarga nya.
"Oh,tidak usah Mam,aku pergi sendiri saja,aku sudah memesan taksi online.Lagi pula pak jun kan harus mengantar Mami nanti."Jawab Yuna.Seraya meraih tangan mertua nya dan mencium.punggung tangan nya.
"Benar tidak apa-apa kau pergi sendiri?"Tanya Nyonya wini terlihat cemas.
"Tidak apa-apa Mam,aku biasa sendiri,jangan khawatir ya. "sahut Yuna memegang lengan Nyonya wini,berharap ke khawatiran nya mereda.
"Baiklah,berjanjilah untuk hati-hati"Sambungnya.
"Iya Mam,aku pergi dulu ya..Assalamualaikum. "Ujar yuna melangkah keluar rumah.
"wa'alaikum salam,hati-hati"Teriak nya.
Yuna hanya tersenyum,ia terharu telah mendapatkan perhatian yang begitu besar dari nyonya wini.
Para penjaga menundukkan kepalanya saat Yuna berjalan keluar gerbang.
Yuna pun membalasnya dengan senyuman.
"Terima kasih ya pak"Ujar Yuna pada seorang security yang membukakan pintu gerbang.
__ADS_1
Yuna pun segera masuk kedalam taksi yang sudah menunggunya di luar gerbang.
Aku berharap bisa menemukan nya di sana.Aku harus menjelaskan yang sebenarnya.Batin Yuna.