
Waktu nya bekerja,Yuna bergegas menuju cafe.Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah yang sudah menjadi pekerjaan rutinnya.
Di perjalanan menuju cafe ternyata ponselnya tertinggal di rumah,karena Yuna begitu terburu-buru,hingga ia lupa memasukan ponselnya kedalam tas.
Ya ampun kenapa sampai tertinggal si.Tidak mungkin kan aku harus balik lagi.Aku bisa telat nanti.huh..bisa-bisa kali ini bu Ola benar-benar memecat ku.!Batin Yuna
Dia terus melihat jam tangannya.ia menoleh ke arah jendela angkutan umum,sepertinya ia sudah sampai setengah jalan.
Beberapa menit kemudian ia pun sampai di cafe.Dengan langkah panjang nya ia segera memasuki cafe,beberapa pegawai sudah berada di sana.Mereka menyapa Yuna sekilas,Yuna segera menuju ruang ganti.Memang peraturan sejak awal,bahwa semua pegawai dilarang untuk memakai seragam di luar cafe.Jadi semua pegawai di sana di sediakan ruang ganti.
Yuna dengan segera membersihkan beberapa tempat,meja-meja dan kursi-kursi.Tak ada batasan pekerjaan untuk Yuna.Semua pekerjaan di cafe harus di kerjakannya,begitulah peraturan yang di berikan oleh sang manager cafe,tentu tanpa sepengetahuan Big bos.Dan semua pegawai disana di minta untuk tutup mulut mengenai masalah ini.
"Yuna,apa kau sudah makan?"Tanya salah satu rekan kerja nya.
"Astaga aku lupa"Ia terkejut,mengi gat pesan Sang Ayah tadi,bahkan ia sudah berjanji untuk makan.Tapi karena pekerjaan rumah yang ia kerjakan begitu banyak dan memakan waktu yang lama,akhirnya lagi-lagi Yuna melupakan makan siang nya.
Kebiasaan yang buruk!Jangan di tiru ya para reader!
"Ya sudah kamu makan saja dulu,itu aku tadi masih punya bekal makan siang yang belum sempat aku makan.karena aku di traktir oleh pacarku.Jadi makan lah,nanti kau bisa sakit"Sambungnya lagi.Memberikan kotak nasi pada Yuna.
"Tapi,nanti aku.."ujar Yuna ragu,karena tentu Yuna khawatir akan ketahuan oleh atasannya.
"Sudah lah Yuna lebih baik kau makan dulu,Bu Ola sepertinya hari ini tidak datang".Sambung salah satu rekan kerjanya yang bertugas sebagai koki.
"Benar kah?"tanya Yuna mata nya berkeliling.
"Benar.sudah lah cepat makan,ini.."menyodorkan kotak makan itu kehadapan Yuna.Dengan mata yang masih menampakkan keraguan,akhirnya Yuna pun menerima pemeberian rekan nya itu.
"Terima kasih ya,kalian perhatian sekali.Tapi apa benar kalian sudah makan"
"Kami sudah makan kok..kamu harus bekerja keras setiap hari nya.ini hanya sebagian kecil dari kami,yang bisa kami lakukan"menepuk bahu Yuna.
Dengan segera Yuna menghabiskan makanannya,dan melanjutkan pekerjaannya kembali.
__ADS_1
Waktu berlalu begitu cepat,malam semakin larut.Sebagian pegawai sudah pulang,hanya tersisa beberapa pegawai cleaning dan Asisten chef yang sedang memilah bahan makanan di dapur,Yuna pun ikut membantunya.Setelah semua pekerjaan selesai Yuna pun segera mengganti bajunya.
Yuna terduduk di halte, di temani dengan seseorang rekan kerja nya yang berprofesi sebagai asisten chef.Tapi beberapa saat kemudian rekan kerja nya itu di jemput oleh suaminya menggunakan sepeda motor.Ia merasa tidak enak hati meninggalkan Yuna seorang diri disana,tapi dengan terpaksa ia memutuskan untuk pulang terlebih dahulu karena anak nya sedang tidak sehat dan menunggunya di rumah.
"Tidak apa-apa mba,sudah cepat pulang sana.Kasihan kan anak mba sudah menunggu di rumah."ujar Yuna meyakinkan.
"Tapi bagaimana dengan kamu Yuna?"ia melirik ke arah suaminya.Suaminya pun bingung,hanya mampu mengangkat bahunya.
"Sebentar lagi juga angkutan umum akan lewat kok."menepuk bahu rakannnya itu.Dengan berat hati akhirnya Yuna pun di tinggal sendiri.
Yuna menghela nafasnya,Yuna bukan lah wanita penakut.Apa lagi hanya sendirian di jalan raya yang sepi saat tengah malam seperti itu.Yuna bahkan pernah kemakam ibu nya ketika tengah malam selepas ibunya di makamkan pada siang harinya.
Yuna juga pernah pergi ke rumah kosong yang terkenal angker di sekitar tempat tinggalnya,hanya untuk mencari bola seorang anak kecil yang tidak sengaja masuk kesana.Memang mental seperti itu kan yang di butuhkan seorang Dokter..
Di kejauhan
Mobil sport mewah melaju dengan cepat,memecah kesunyian malam.Suana yang cukup sepi meski masih ada beberapa kendaraan yang lalu lalang.
"Ah iya kenapa aku bisa lupa.jam segini kan cafe sudah tutup.cih!kenapa sih ka Andrean tidak menelpon Ola langsung."Daniel mengendurkan kerah kemejanya,dan melepaskan dasi nya di ada sembarang tempat."ck..pasti wanita itu membuat ulah lagi hingga kakak enggan menghubunginya"
ujar Daniel.menyandarkan tubuhnya melepas lelah,setelah seharian berjibaku di kantor nya,banyak yang harus ia urus,karena ketidak beradaan kakaknya membuat pekerjaannya kian menumpuk.Perusahaannya kini berada di puncak,bisnis yang di jalani kini kian maju pesat.
Tadi siang Andrean menelpon nya untuk mengambil data mengenai cafenya.Yang biasa nya ia minta langsung dari Ola,tapi kini semenjak kejadian penguntitan yang di lakukan Ola,dan pemecatan tanpa alasan terhadap Yuna,Andrean pun marah dan enggan menghubungi wanita itu.Meski Ola masih di beri kesempatan untuk mengelola cafenya.
Karena kesibukan nya,Daniel melupakan pesan dari kakak nya.Sebenarnya,Andrean hanya ingin mengetahui perihal kabar Yuna di cafe itu.Apakah Ola memecat nya lagi atau tidak.Karena Andrean mengenal betul seperti apa sikap Ola pada orang yang tidak ia sukai.Andrean sangat mengkhawatirkan keadaan Yuna.Karena sampai mereka bentan pun Andrean merasa canggung untuk meminta nomer ponsel Yuna.
Daniel melihat kearah depan,ia memicingkan matanya.Tampak sekarang wanita terduduk di halte seorang diri.Ia mengerjapkan matanya berulang kali.Mungkin Daniel mengira wanita yang duduk di tengah malam itu bukan lah manusia,melainkan makhluk halus.Tapi setelah beberapa lama ia memperhatikannya,ia pun memajukan mobilnya mendekati wanita itu.
"Benar dia manusia.huh..syukur lah!sedang apa dia sendiri di situ?tapi tunggu..."Daniel mencoba memperhatikannya secara seksama.
"Dia kan wanita yang tempo hari di rumah sakit.oh ya..benar.Sedang apa dia di sana?"
Daniel menghembuskan nafasnya."hah sudah lah untuk apa aku peduli pada wanita menyebalkan itu"Daniel pun memajukan mobilnya perlahan.Masih memperhatikan Yuna yang sedang terduduk,sesekali Yuna terlihat mengurut pelipisnya.mencoba mengurangi rasa pusing di kepalanya.
__ADS_1
*
Yuna memperhatikan mobil yang melintas di hadapannya.
"Seandainya pemilik mobil itu mau memberikan tumpangannya,aku akan sangat bahagia bisa pulang malam ini.Tidak harus menginap disini kan..cih kenapa juga aku melupakan ponsel ku.Ayah pasti sangat khawatir.Ayah pasti bingung harus mencari ku kemana,aku kan tidak memberi tau alamat cafe."ujar Yuna,ia mendekap tubuhnya dan menggosok lengannya mencoba mengusir hawa dingin yang sangat menusuk malam itu.
Tiba-tiba mobil yang melintas tadi bergerak mundur dan berhenti di hadapan Yuna.Yuna spontan bangun dari duduk nya.
Turun lah seorang pria berkemeja biru muda yang sudah tidak terlihat rapi lagi,tapi entah kenapa pria itu masih terlihat sangat mempesona,bahkan hanya dengan cahaya lampu jalan yang temaram.
Pria itu melangkah maju.Yuna memicingkan matanya,seolah mengingat sesuatu tentang pria itu.
Apa??Dia kan...
"hay,sedang apa kau disini wanita menyebalkan ?"Tanya Daniel menyandarkan tubuhnya pada mobil.
"Kau??"ucap Yuna seraya menunjuk Daniel dengan telujuknya.
"hh..ingatan mu bagus sekali ya,Sedang apa kau disini?"tanya nya dengan nada yang tegas.
"Bisa kah kau bertanya dengan sopan,Tuan arogan"Ujar Yuna membuang muka.
Daniel hanya menyilangkan tangannya di dada,tanpa mengulangi pertanyaannya.Dia memperhatikan Yuna .
"Aku sedang menunggu angkutan umum"
Daniel malah tergelak mendengar jawaban Yuna.
"Angkutan umum kau bilang?semalam ini mana ada angkutan umum"Daniel menggelengkan kepalanya."Baik lah ayo naik.aku tidak akan meminta nya dua kali.kalau kau benar ingin pulang"ujar Daniel memutari mobilnya dan kembali duduk di belakang kemudinya.
Terlihat Yuna berfikir sambil memperhatikan tingkah Daniel.
Apa dia pria baik-baik?Bagaimana jika dia menculikku?ah tapi tidak ada jaminan aku akan baik baik saja di sini.huuhh! baiklah jangan sia-sia kan kesempatan ini Yuna.Kau harus pulang.Tidak mungkin kau bermalam disini kan?Batin Yuna.
__ADS_1