
Mobil berwarna putih keluar dari halaman parkir Sebuah Rumah sakit,dengan kecepatan sedang.
dr.Arman tiba-tiba merasakan perutnya yang sudah keroncongan.Ia tau,bahwa ia sudah melewatkan makan malam bersama keluarga nya.
"Pasti mereka sudah makan malam."Gumam nya."Aku sebaik nya mampir ke kedai sate pak Heru untuk mengisi perut.Semoga saja belum tutup."Ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukan pukul setengah sepuluh malam.
Sampai lah ia di halaman ruko sebuah kedai.Untunglah kedai itu masih buka,walaupun pelanggan nya tidak seramai waktu sore.Dr.Arman kerap mampir ke kedai itu beberapa kali di sela waktu luang nya.Ia biasa berkunjung ke sana bersama Nyonya Wini.Mereka sangat menyukai menu yang di tawarkan disana.Karena sekarang kedai milik Heru,tidak hanya menjual sate saja.Tapi banyak tersedia menu-menu baru,selain sate yang memang sudah menjadi primadona para pelanggan nya.
Dr.Arman melangkah dengan ringan masuk ke kedai yang sudah mengalami beberapa kali renovasi itu.Kedai yang cukup luas karena telah di bangun ulang setelah pak Heru membeli ruko itu.
Beberapa tahun lalu,pemilik ruko yang di sewa Pak Heru mengalami masalah keuangan.Akhirnya sang pemilik memutuskan untuk menjual ruko itu dan dua ruko di sebelahnya juga.
Dengan pertimbangan yang sangat matang, Pak Heru memutuskan untuk membeli semua ruko itu,dengan menggunakan uang simpanan nya.Dan juga dengan terpaksa pak Heru menggadaikan sertifikat rumah nya,sebagai tambahan.Karena dana yang ia punya masih kurang.
Dalam jangka waktu dua tahun,Pak Heru pun dapat melunasi hutang-hutang nya.Selang waktu setahun,Pak Heru juga merenovasi ruko itu dengan menggabung kan ketiga ruko nya,agar lebih luas.
Bahkan Yuna pun belum pernah berkunjung ke tempat usaha Ayah nya yang baru itu,karena kesibukannya menjalani co-*** di luar kota.Meski pun tempat nya tidak begitu jauh,tapi karena padat nya jadwal Yuna,membuat Yuna tidak mempunyai waktu untuk mengunjungi kedai Ayah nya.
Terlihat pak Heru sedang bersiap untuk pulang,dr.Arman muncul dan menyentuh bahunya hingga Pak Heru menoleh.Ia terlihat sumringah saat melihat siapa yang datang.Mereka pun berjabatan tangan.Pak Heru menyiapkan tempat untuk dr.Arman dan segera meminta pelayan nya untuk menyiapkan pesanan.Pesanan yang sudah di hafal nya.Seporsi sate bebek dengan bumbu tidak terlalu pedas dan segelas teh tawar hangat.
"Anda hafal betul menu apa yang akan aku pesan ya?Hahaha..."ujar dr.Arman.
"Tentu saja Dokter,anda adalah pengunjung terhormat kami.Kami sudah menganggap anda sebagai bagian dari keluarga.Haha"jawab Pak heru ikut tergelak.
"Terima kasih pak.Saya merasa sangat terhormat mendengar nya."ujar dr.Arman.
Ia terdiam sejenak,mengingat sesuatu yang harus ia katakan pada pria yang hampir sebaya dengannya itu.
"Ada apa Dokter?"Tanya pak Heru melihat mimik wajah dr.Arman yang berubah serius.
__ADS_1
"Ada hal penting yang ingin saya bicara kan pada anda pak".
Pak Heru menggeser kursi nya mendekat,muka nya berubah serius sesaat mendengar perkataan dr.Arman.
"Begini pak..."kata-kata dr.Arman terputus saat menu makanan yang di pesan datang dan di sajikan di meja nya.
"Begini saja Dokter,sebaiknya Dokter makan dulu.Karena pasti Dokter belum makan malam.setelah itu,baru lah kita bicara lagi."usul Pak Heru.
"Oh baik lah anda benar sekali,perutku sudah protes ingin di isi.Haha".
Beberapa saat dr.Arman pun menikmati makanan nya.Sedangkan Pak Heru dengan santai melihat televisi yang memang di sediakan di sana,sambil menyerubut secangkir kopi panas.
Beberapa saat kemudian,dr.Arman pun selesai menandaskan seporsi sate yang menurutnya adalah sate terenak di kota itu.
"Alhamdulilah.Luar biasa,perutku kenyang sekali.Terima kasih telah membuat makanan yang lezat ini."ucap nya.Membuat Pak Heru tersenyum lebar.
Tanpa membuang waktu lama,akhir nya dr.Arman pun memulai pembicaraan nya yang ia bilang penting itu.Karena waktu sudah semakin larut,ia tidak mau mengganggu waktu istirahat si empu nya kedai.Padahal hal itu sama sekali tidak mengganggu waktu nya,ucap Pak Heru berkali-kali.
"Baik lah aku hanya ingin menyampaikan hal penting ini secepat nya, agar kami bisa memiliki kesempatan nanti nya."dr.Arman membuka perbincangan.
"Maksud Dokter,masalah penting seperti apa ya?"Tanya Pak Heru mulai merasa penasaran.
"Apa anda ingat,waktu lalu istri saya pernah mengatakan bahwa ingin menjodohkan putra kami dengan Yuna?"dr Arman mulai mengingatkan kejadian beberapa waktu lalu,saat Nyonya Wini berkunjung ke kedai itu.
Pak Heru terlihat berfikir.ia mencoba mengingat nya.
"oh iya,memang nya kenapa ya?"
"Begini,sebelum nya kami meminta maaf sebesar-besar nya.Bukan maksud kami untuk melangkahi anda mengenai jodoh untuk Yuna.Tapi yang pernah di sampaikan oleh istri saya itu,memang serius.Bukan sekedar gurauan saja."lanjut dr.Arman.Masih merasa ragu.
__ADS_1
"Tidak masalah Dokter,katakan saja "Tutur Pak Heru.
"Kami ingin menjodohkan putra kami dengan Yuna.Apa anda setuju?"
"oh...haha..jika masalah jodoh,siapa pun itu.Saya sebagai Ayah Yuna,tidak pernah berkeberatan.Selama Yuna menerima nya.Apa lagi dengan putra Dokter Arman.Saya merasa sangat beruntung dan tersanjung."ucap Pak Heru .Terlihat rona kebahagiaan di matanya.
"Jadi Anda setuju ?"Tanya dr.Arman memastikan.Pak Heru hanya mengangguk.Spontan dr.Arman memeluk dan menepul-nepuk punggung pak Heru.Rasa bahagia yang sepertinya tak bisa di bendungnya.
"Tapi sebaiknya hal ini jangan di beri tau dulu sekarang.Karena Yuna baru saja selesai mengikuti ujian.Biar kan dia mewujudkan cita-cita nya dulu."Tutur dr.Arman.
"Baik lah Dokter,jika begitu.oh iya besok Yuna akan pulang".jelas Pak Heru.
"Benar kah?syukur lah.Dia adalah gadis luar biasa,Anda patut bangga memiliki putri seperti Yuna.Maka dari itu,kami juga ingin merasakan jadi orang tua nya,melalui perjodohan ini."ungkap dr.Arman.
"Terima kasih.Tapi saya juga yakin bahwa anda pasti memiliki putra dan putri yang tak kalah membanggakan juga."
"Ah iya,alhamdulillah.oh iya bagai mana?apa Yuna mau dengan tawaran untuk bekerja di Rumah Sakit Xx Hospital?"Tanya dr Arman perihal tawarannya agar Yuna dapat mendedikasikan diri nya sebagai Dokter di Rumah sakit Asuhan Wira Group.Meski pun Yuna memang belum tau siapa kah dr.Arman dan apa hubungan beliau dengan Perusahaan itu.
"Saya sudah menyampaikan nya.Tapi Yuna bilang,dia masih memikirkan nya.Ia ingin jika nanti ia bisa bekerja di Rumah Sakit besar itu dengan usahanya sendiri."
"Ah tentu saja.Saya hanya merekomendasikan nya saja.selebihnya atas dasar usaha dan kemampuan Yuna sendiri.Karena saya sudah tau benar,prestasi dan kemampuan Yuna dalam bidang ini."ucap dr.Arman.
Pak Heru hanya mengangguk seraya tersenyum bahagia.
Dr.Arman pun berpamitan pulang,setelah menyampaikan niat nya yang sudah di pendam nya lama itu.
Ia pun segera pulang dan menyampaikan kabar gembira ini pada sang istri.
Tentu saja,Nyonya Wini sangat bahagia.Dan mempunyai banyak rencana untuk kedepan nya.
__ADS_1