
Selepas berbincang bersama teman lama nya,sambil menikmati pesanan.Yuna pun berpamitan pulang.Cuaca memang terlihat mendung,tapi belum juga meneteskan air nya hingga saat itu.Yuna pun segera melangkah keluar dari cafe,tapi tiba-tiba Andrean menghampiri dan mensejajari langkah Yuna.
"Anda mau kemana Dokter Yuna?terburu-buru sekali"Goda Andrean.Membuat Yuna menoleh dan terkekeh.
"Ah kak Andrean...haha,kaku sekali memanggil ku?panggil saja aku Yuna.Seperti biasa nya."Ujar Yuna.
"Tapi sekarang kau sudah menjadi seoamrang dokter kan?bahkan kau meraih nya dengan penuh perjuangan.Jadi sudah selayak nya aku memanggil mu demikian."ucap Andrean.
"Ya tapi kita kan tidak sedang berada di Rumah Sakit.Aku sedang tidak bertugas"Jelas Yuna dalam canda nya.
"Oh iya kak Andrean mau ke mana?kembali ke kantor?"Tanya Yuna sambil melihat jam di tangannya.
"Tidak,aku mau pergi mengantar mu.kau mau kemana?"
"Ah,berhentilah bergurau."
"Apa aku terlihat sedang bergurau?tidak tidak..aku sungguh mau mengantar mu.jawab pertanyaan ku."ujar Andrean.
"Aku mau pulang,aku takut hujan akn turun sebelum aku pulang,seperti nya hujan akan turun lebat hari ini"jawab Yuna.Sambil melihat ke awan mendung yang berada di atasa kepalanya.Awan yang sudah terlihat menghitam hampir di seluruh langit yang berada di pandangan nya.
"Baiklah kalai begitu,sebaik nya kita cepat.Aku akan mengantar mu pulang.Tidak mungkin jika kau pulang menggunakan ojek online".Ujar Andrean.
"Jika kau kehujanan,kau bisa sakit.Bukan kah seorang dokter harus sehat agar dapat.menyembuhkan orang yang sakit.Jadi,lebih cepat lebih baik,jika aku dapat mengantarkan mu pulang.
"Oke...Baiklah.. "Ujar Yuna,masih terpampang senyum sumringah nya.
Yuna pun segera memasuki mobil berwarna mewah berwarna biru itu.Andrean memang telah mengganti mobilnya beberapa tahun lalu.
Andrean pun segera melaju kan mobilnya setelah mempolisikan duduk nya di belakang kemudi dan memasang sabuk pengaman nya.
"Mobil yang bagus,"puji Yuna setelah mobil melaju meninggalkan area parkir dan memasuki jalan raya.
"Terima kasih."sahut Andrean seraya.mwngulas senyum nya.
Tapi beberapa saat suasana terasa hening.
Kenapa jadi canggung seperti ini ya..Batin Yuna.
Yuna melihat ke arah luar jendela,untuk menghilangkan kecanggungan nya.Tapi terlihat titik-titik hujan mulai turun.Dan semakin lama semakin deras.Andrean pun mengurangi kecepatan mobilnya,karena jalanan mulai terlihat licin.
"Wah hujan nya semakin deras ya.."gumam Andrean.
"Terima kasih sudah mengantar ku"Kata Yuna tersenyum simpul.
"Iya sama-sama.jangan sungkan".
__ADS_1
Aku bahkan rela membatal kan meeting ku hari ini ,demi mengantar kan mu pulang.Batin Andrean.
Hari itu Andrean memiliki beberapa meeting di kantornya,yang terpaksa dia batalkan dan ada pula yang di tunda nya,karena mengantar yuna pulang.Hal yang sudah terniat di fikiran nya,semenjak bertemu awal tadi.
Jalanan tiba-tiba macet total.Ada kecelakaan di beberapa puluh meter dari mobil Andrean.Hingga jalanan menjadi macet total.Sebuah mini bus tergelincir karena jalanan yang memang licin akibat hujan yang begitu deras.
"Ada apa ya,kenapa jadi macet begini?"Tanya Yuna mencoba menengok ke arah depan,meski tidak begitu jelas karena hujan yang sangat deras.
"Seperti nya ada kecelakaan di depan.Tapi kita tidak bisa putar arah,karena jalanan memang macet parah.Maaf ya.."ucap Andrean menyesal.
"Kenapa kak Andrean meminta maaf?ini kan bukan karena kakak.haha santai saja.aku tidak apa-apa kok".
Jujur saja,aku merasa senang jika kita bisa terjebak disini beberapa saat saja.Batin Andrean.
Diam beberapa saat.
"Yuna,apa aku boleh bertanya?"
"silahkan kak.memang nya kakak mau bertanya apa?oh iya,apa tidak akan ada yang marah jika aku bersama kakak?"
"Tentu tidak ada kok"jawab Andrean sedikit gugup.
"Benar kah?"
"Mana mungkin itu,orang seperti kakak tidak punya pacar"gurau Yuna,membuat wajah Andrean semakin memerah.
Sebenarnya bukan tidak ada yang mendekati nya,tapi Andrean lah yang menjauhi mereka para wanita.Karena di hati nya sudah terpatri nama gadis yang saat ini ada di hadapan nya.
Ingin rasa nya Andrean mengungkap kan perasaan nya saat itu juga.Tapi ia rasa bukan moment tapi,waktu yang kurang tepat.Karena mereka baru saja bertemu setelah beberapa waktu.Lagi pula,Andrean tau,bahwa Yuna baru saja mendapatkan gelar nya.Bahkan ia belum bertugas.Andrean harus menunda niat nya itu lagi.
"Bulan depan Stevania dan charlie akan melangsungkan pernikahan.Apa kak Andrean akan menghadiri nya?"Tanya Yuna.Padahal Yuna ingin sekali meminta Andrean untuk pergi bersama nya,tapi dia tak cukup nyali untuk mengatakan nya.Sebab bagi nya tak mungkin seorang wanita mengajak lebih dulu.
"iya,aku akan.menghadiri nya.Bagaimana dengan mu?"
"Tentu saja aku juga akan kesana,mungkin sebelum acara juga aku akan ada di sana."Jawab Yuna.
"Bisa kah kita pergi bersama?".Ajak Andrean.
Apa?dia mengajak ku?Akhirnya harga diri wanita ku terselamatkan."Batin Yuna.
"Oh tentu,kenapa tidak.Kita bisa pergi bersama nanti."Jawab Yuna antusias.Membuat Andrean tersenyum-senyum bahagia mendengar nya.
Beberapa saat mereka terjebak di sana,Yuna yang merasa kedinginan itu sepertinya menggigil,ia mengusap-usap tengkuk nya dan menggosok-gosok lengan nya,untuk menghilangkan rasa dingin yang menusuk.
Andrean pun memperhatikan tingkah Yuna,dan merasa khawatir dengan nya.Padahal dengan segera Andrean mematikan Ac di dalam mobilnya ketika udara mulai teasa dingin.Tapi sepertinya memang cuaca saat itu benar benar dingin hingga membuat Yuna terlihat menggigil.
__ADS_1
Andrean memberikan jas nya pada Yuna,dan meminta nya untuk memakai jas itu.Yuna yang awal nya merasa ragu dan tidak enak karena Andrean harus merasakan dingin juga jika jas itu di pakai nya,akhirnya ia pun segera memakai nya.Setelah Andrean memaksa dengan sorot mata nya.
Tercium aroma parfum khas pria yang menyejukkan dari jas yang di pakai Yuna.Sesaat Yuna mencium aroama wangi dari parfum Andrean yang pasti adalah parfum mahal.Karena wanginya jarang di jumpai di pasaran.
Andrean terus mencuri-curi pandang beberapa waktu,tanpa ada obrolan yang berarti.Mereka di selimuti kabut kecanggungan saat itu.Kata-kata nya seolah berhenti di tenggorokan,mereka terlihat kaku.Hingga akhirnya hujan mulai reda dan jalanan terlihat mulai normal kembali.
Andrean pun segera melaju kan mobilnya untuk mengantar Yuna pulang.
Yuna sangat cemas tadi,pasalnya Bu julia mengirimkan pesan bahwa Nyonya Wini dan dr.Arman tengah berada di rumahnya.Mereka ingin berjumpa dengan Yuna.
Tapi sepertinya mereka harus menunggu lama karena Yuna terjebak macet.
Apa mereka masih berada di rumah ya?aku merasa tidak enak karena telah membuat mereka menunggu lama.Batin Yuna.
Yuna terus melihat jam tangan nya,berharap kedua orang tua angkat nya itu masih berada di rumah nya.Karena ia pun merindukan mereka.
Andrean menyadari kecemasan Yuna.
"Ada apa?"Tanya nya.Masih fokus dengan kemudi.Mereka baru setengah Perjalanan.
"Tidak apa-apa.hanya saja ada yang menunggu ku di rumah Kami sudah lama tidak berjumpa.Jadi aku berharap mereka masih berada di rumah."Jawab Yuna dengan wajah yang terlihat khawatir.
"Semoga saja mereka masih menunggu mu ya"Ujar Andrean.
"Ya semoga saja."ucap nya seraya tersenyum sambil menarik nafasnya perlahan.
Kemudian sampai lah mereka di halaman rumah Yuna.Andrean dengan segera membukakan pintu mobil untuk Yuna.
"Terima kasih"ucapnya Canggung.
Andrean hanya mengangguk.
"Ayo masuk dulu,akan aku kenalkan kakak dengan kedua orang tua angkat ku.Sambil meminum secangkir kopi untuk menghangatkan.oh iya ini jas kakak,terima kasih ya"
"apa aku tidak merepotkan?"Tanya Andrean sungkan.
"Tentu saja tidak kak.Ayolah jangan menolak."Ajak Yuna merayu.
Ya Tuhan,,jika seperti itu,dia terlihat begitu manis.Kenapa aku enggan berkedip ya.Akhh Andrean apa yang kau lakukan.Rencana mu harus berjalan lancar.Hentikan memandang nya seperti itu.Batin Andrean.
"Baiklah.Terima kasih."Ujarnya sumringah.
Mereka pun melangkah menuju pintu masuk.Seseorang membukakan pintu Setelah Yuna mengetuk nya tadi.
Cekrek!.
__ADS_1