The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Doni cemburu


__ADS_3

Setelah jam kuliah berakhir,Yuna dan Stevania memutuskan pergi ke caffe untuk membahas mengenai beberapa materi kuliah juga tentang ujian praktek.


"Doni mana ya,katanya mau nyusul.kok lama banget"ujar stevania sambil matanya berkeliling mencari keberadaan Doni.


"ehm...gelisah banget nyariin doni.haha"ledek Yuna.Stevani malah cemberut dan mencubit tangan Yuna."aww..ampun deh ampun.Iya iya,yang sudah mau tunangan."


"awas ya,kalo ngejek mulu.Nanti calon tunangan ku dengar,bisa salah faham."mata nya melotot.


"hehe..jadi kapan dong mau kenalin calon tunangan mu itu?"tanya Yuna.


"nanti deh,dia kan lagi sibuk ngurus projek di luar kota.Maklum lah calon imam kan harus banyak tanggungan buat pelaksanaan..hahay."


"cie,yang kebelet nikah"Yuna tergelak.


"iih siapa juga yang mau nikah buru-buru.masih jauh lah,tunangan aja beloom"sambil mengaduk-aduk jus mangga yang sudah ia pesan sesaat tadi.


"selamet ya sekali lagi semoga semuanya lancar"


"Aamiin,eh tuh Doni.Awas ya kalo Cerita-cerita sama dia,bisa abis aku di cengin mulu"menunjuk ke arah Doni yang baru saja memasuki pintu caffe yang terbuat dari kaca itu.


Yuna hanya menganggukkan kepalanya.


Doni pun langsung duduk bergabung.


"Sory yah telat.Soalnya tadi nyokap minta di jemput di bandara.kebetulan Ayah ku lagi ada jadwal operasi.jadi yaa..."ujar Doni yang baru datang sambil menyerubut jus kepunyaan Stevania.Stevania pun memukul lengan Doni.


"eh,enak saja maen srubut minuman orang,pesan sana.belum juga aku minum."mata nya melototi Doni sambil memegang gelas jus miliknya.


"ahk...udah sana kamu pesen lagi saja,ini untukku"kembali merebut galas jus itu.


"iih nyebelin,udah datang telat...ngambil minuman ku lagi"berdiri sambil marah,seolahau memukul Doni.


"udah dong jangan ribut mulu,kapan kita mulai diskusi nya?biar aku yang pesan"melangkah meninggalkan mereka yang masih saling adu urat syaraf.Yuna hanya menggelengkan kepalanya."ampun deh kalian ini."


*


Mereka pun akhirnya membahas materi kuliah,setelah memesan beberapa cemilan dan makanan.


"akh..pusing banget siih mikirin kuliah akhir-akhir ini.Makin bejibun,"ujar Doni.


"Aku heran ya sama kamu Don,kakek mu dokter,Ayah mu juga,tapi kamu kok beda siih?otak mu itu loh.kalo masalah kuliah bawaan ya sewot mulu,apalagi kalo lagi banyak tugas gini.Apalagi sebentar lagi kita ngadepin skripsi,waahh...maka nya belajar yang betul,jangan mikirin dia teroos"matanya melirik ke arah Yuna.


"apaan sih kamu stev?mulai deh"sahut Doni masih sibuk dengan buku yang dia pegang."Aku sih pinter nya udah bawaan orok,garis keturunan"sambungnya sambil senyum menyeringai.


"haha...pinter apaan?Lihat tuh Yuna,tanpa ada nya garis keturunan Dokter,kalo dia rajin belajar dan otak nya encer,nilainya jauh banget sama orang yang ngaku garis keturunan haha"Stevania tertawa sambil memukul-mukul meja.


"udah donk jangan ribut..beberapa tugas mata kuliah yang kemaren di kasih juga belum rampung semua,praktek untuk besok lusa juga lumayan rumit.Jadi kalian harus benar-benar fokus.Aku mau nanti kita bisa lulus sama-sama.jadi kita harus serius"tegur Yuna.Dan kedua sahabatnya langsung terdiam.


Memang Yuna orang yang tidak banyak bicara,tapi sekali dia bicara,takkan ada nya yang berani membantah.Beberapa tugas kuliah mereka pun tak luput dari bantuan Yuna.


*

__ADS_1


Beberapa lama mereka pun sibuk membahas materi kuliah.


"selesai juga..."ujar Doni.sambil merapikan buku-buku di meja.


Tiba-tiba terlihat seseorang dari kejauhan mendekati mereka bertiga.


"hay.."sapa nya.


Mereka pun mendongakkan kepalanya ke sumber suara.


"kak Andrean"ucap Yuna


"Apa aku mengganggu?"tanya Andrean lagi.


"tidak kok kak,silahkan duduk"Yuna pun mempersilahkan Andrean untuk bergabung bersama mereka.


"iya...tidak sama sekali kok,lagian kita sudah selesai,ya kan Yuna"ujar Stevania.sambil senyum-senyum.


"Tapi habis ini kita kan,mau ke kampus"sahut Doni.


"itu kan kamu Don.Kamu belum ngumpulin tugas."bisik Stevania.


Doni hanya melototi Stevania.Sikap Doni seolah tidak menyukai keberadaan Andrean di sana.


Ngapain sih ni orang,sok akrab banget sama Yuna.sok keren lagi.Batin Doni


"oh iya kak,kenalin ini teman-teman ku,kami satu fakultas."Ucap Yuna sambil menyematkan senyum manisnya.


Ya ampuun ini asli cowok guantengnya kebangetan.Apa tidak salah dia teman Yuna.kok Yuna gak pernah cerita ya,punya teman se keren ini uhhh!Batin Stevania


"kenalin juga ini Doni"Stevania melirik Doni yang tak kunjung menyambut tangan Andrean."shuuuttt"menyenggol lengan Doni.


Doni melirik ke arah Yuna,dan Yuna hanya mengangguk pelan,seolah meminta Doni menyambut tangan Andrean.


"Doni.."


"Andrean"Andrean menahan senyumnya.Dia menyadari ketidak sukaan Doni dengan kedatangannya.


"oh iya kak,sedang apa kakak disini?"tanya Yuna sembari membereskan beberapa buku di mejanya dan di masukan ke dalam tasnya...


"oh iya,tadi aku habis meeting.Eh liat kamu di sini.Bener kan aku tidak mengganggu kalian"ujar Andrean melirik ke arah Doni.


"ck.."Doni membuang mukanya.


"Serius kok.tidak sama sekali."sambung Stevania.


"Gimana kuliah kalian?lancar?"tanya Andrean.


"Alhamdulilah kak.ini kami lagi menyiapkan materi untuk praktek lusa."sambung Yuna.


Ponsel Doni pun berdering,Doni dengan sigap mengangkatnya.

__ADS_1


"halo..oh iya bu...iya iya,saya kesana sekarang.oke oke"segera Doni menutup ponselnya.


"kenapa Don?"tanya stevania


"biasa bu Ratih,oh iya Yuna...kamu bisa temani aku kan?"tanya Doni penuh harap.Masih acuh dengan keberadaan Andrean.


"emmm.."Yuna terdiam.Yuna merasa tidak enak jika harus meninggalkan Andrean.


"eh sama aku saja,lagi pula.aku mau ke perpustakaan.Ada beberapa buku yang mau ku pinjam."sambung Stevania.


"ck..kamu ini"Gumam Doni sambil matanya melotot, seolah mau menerkam srevania.


Stevania yang tak ambil pusing dengan kelakuan Doni itu,membereskan tasnya dan beranjaka dari duduk nya.


"yuk.."menarik tangan Doni.Dengan terpaksa Doni pun mengikuti Stevania.Matanya tidak luput dari keberadaan Andrean.Stevania melambaiakan tangannya.


"maaf ya kak,kami tinggal dulu,sampai jumpa lagi"sambil te bar pesona.


katanya mau tunangan,tapi masih saja tebar pesona.heuuhh!Batin Yuna.


*


Di parkiran


"ck...stev.apaan sih,kenapa coba kita ninggalin Yuna sama cowok sok ke gantengan itu?"gerutu Doni,sambil menyandarkan tubuhnya di pintu mobil yang belum terbuka.


"maksud mu kak Andrean?"


"ya iya lah siapa lagi"Ucap Doni Ketus.


"Dia itu,bukan sok ke gantengan,ya emang abang-abang ganteng kok."sahut Strevania memajukan bibir bawahnya.


"ganteng apaan?sok keren begitu"masih dengan nada ketus nya.


"emang keren banget..week"menjulurkan lidahnya.


"ck..kamu ini nyebelin banget si,udah pergi ke kampus sendiri sana"Doni masuk ke dalam mobil.Dan stevania pun buru-buru masuk ke dalam mobil Doni,khawatir temannya yang sedanhf marah itu meninggalkan nya.


"maaf deh..jangan ngambek dong."sambil memasang wajah sok imut nya,sambil cengengesan."eh tapi tunggu deh..kayaknya aku pernah liat kak Andrean sebelum nya deh tapi dimana ya"Stevani terlihat berfikir.


"aaahh iyaa aku ingat.dia kan Derut dari PT.wira group.itu loh perusahaan yang banyak sekali menanam saham nya di mana-mana.uuh keren banget Yuna bisa seakrab itu sama babang ganteng yang tajir melintir.."matanya berbinar,Stevani benar-benar mengagumi sosok Andrean.


"udah deh...stop muji-muji dia,gimana coba kalo Yuna sampe suka sama dia.lagi pula orang kaya dia kan bisa saja cuma main-main"sambung Doni.


"udah deh Don, jangan terlalu posessif jadi orang.Kita sebagai sahabatnya yah harus nya seneng dong,kalo Yuna bisa bahagia.stop deh posesif sama dia,setiap ada cowok yang deket sama dia di kampus,pasti kamu tegur.emangnya aku gak tau."stevania pun mulai meninggikan suaranya.


"apa kata kamu?aku posesif?haha.."Doni malah tergelak.


"kamu itu cemburu kan?maka nya sikap kamu itu posesif sama Yuna.Dengar ya Don,kita tau Yuna itu sekarang ini,sedang fokus sama kuliahnya.Bukan sesuatu yang mudah dia sampai di titik ini.Perjuangan nya berat banget,dari dia masih kecil udah di tinggalin sama orang-orang yang dia sayangi,"stevania melirik ke arah Doni yang mulai terdiam.


"Don,kita sebagai sahabatnya harus saling mengerti dong.kalo Yuna bahagia dengan orang lain,ya...kamu harus rela.Hidup Yuna itu berat tau,dia gak punya waktu buat santai-santai kayak kita.Apalagi perihal ibu tirinya yang hampir setiap hari membebani Yuna dengan pekerjaan yang harusnya jadi tanggung jawab seorang ibu.Belum lagi kuliah dan pekerjaan paruh waktunya.So,kamu harus bisa bahagia jika suatu saat Yuna bahagia sama orang lain,bukan kamu"Kata-kata Stevani benar-benar membuat Doni kehilangan kata-kata nya.Dia hanya terdiam,sambil menghela nafas yang berat.

__ADS_1


Apa benar, aku cemburu?Batin Doni.


__ADS_2