The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Rindu Ayah


__ADS_3

Semua Dokter sedang beristirahat selepas magrib.Stevania berjalan melawati lorong seorang diri.


"Stev,"panggil seseorang di belakangan nya.Ia pun menoleh,tapi tak ada senyuman di bibir nya.


"Kemana saja kau sedari tadi,aku mencari mu?"Tanya Yuna yang berjalan menghampiri Stevania yang terlihat lesu."Ada apa dengan mu?kenapa kau terlihat tidak bersemangat seperti itu?"Tanya Yuna seraya memperhatikan dan menyentuh bahu sahabatnya itu.


Stevania dan Yuna melaksanakan co-*** nya di satu rumah sakit yang sama,sedangkan Doni di rumah sakit yang berbeda meski masih di satu kota yang sama.Tapi memang mereka sesekali menyempatkan waktu untuk berjumpa meski hanya sekedar minum teh di cafe.Itu karena jadwal mereka sangat padat,bahkan tidak jarang mereka menghabiskan waktu di Rumah Sakit.


"Aku tidak apa-apa."jawab nya.


"Apa kau sudah makan?"tanya Yuna lagi dan Stevania menggeleng."Baik lah,ayo kita makan sama-sama"Ajak Yuna,tapi Stevania benar-benar terlihat murung.


"makan lah duluan,aku belum lapar"


"Hey,ada apa?jika kau terlambat makan,kau bisa sakit nanti.Aku sekarang sudah membuang jauh kebiasaan buruk ku semasa kuliah dulu.Karena apa yang kau bilang itu benar,kita sebagai tenaga medis harus selalu menjaga kesehatan kita,agar bisa berguna untuk orang lain."sambung Yuna.


"Ada yang ingin aku ceritakan pada mu,tapi..."


"Baik lah,aku akan selalu mendengar kan semua cerita mu.Tapi kita makan dulu ya,masih banyak yang harus kita lakukan"Ucap Yuna seraya menggandeng lengan Stevania menuju Kantin.


**


Selepas makan,stevania dan Yuna berpisah,karena steviania harus kembali ke ruang IGD.Sedangkan Yuna harus memeriksa pasien yang mengalami kecelakaan bus pariwisata,yang siang tadi mengalami kritis pasca operasi.Meski keadaan nya sudah kembali stabil,tapi beliau masih dalam pengawasan Dokter di ruang ICU.


"Dokter Yuna,Anda di minta untuk memeriksa pasien atas nama Bapak Dodo di ruang ICU."Ujar salah satu perawat.


"Iya suster,aku akan segera kesana,terima kasih."Yuna pun segera menuju Ruang ICU.Sesampai nya disana,terlihat anak lelaki yang bernama Daniel itu masih terduduk di ruang tunggu ICU,seorang diri.


Jadi sampai sekarang,belum ada keluarga yang datang,kasihan sekali dia.Batin Yuna.


Yuna pun berjalan menghampirinya.


"Hay,jagoan."sapa Yuna.


Anak itu pun segera bangkit dan menghampiri Yuna.


"Dokter Yuna"


"Apa kau sudah makan malam?"


"Sudah Dok.Tadi ibu polisi sudah mengirimi ku makan.Anak yang lain semua sudah pulang Dok."ucap nya ketika Yuna melirik ke beberapa arah.

__ADS_1


"Oh begitu ya,lantas kenapa kau masih di sini?Sekarang Ayah mu keadaannya sudah stabil,sebaik nya hubungi keluarga mu ya,tidak baik jika kau masih di sini.Malam sangat dingin di sini.Ruangan ini terbuka."


"Sudah ku bilang kan aku tidak memiliki siapa pun selain Ayah ku."


Yuna terdiam,muncul lah butiran bening di sudut matanya.Dia teringat seseorang yang juga sangat berarti dalam hidupnya.Dan kini sudah lama sekali mereka tidak berjumpa.Kerinduan yang menyeruak memenuhi kalbunya.


Ayah!


"Baik lah,kalau begitu.Tunggu di sini ya,Dokter akan memeriksa keadaan Ayah mu dulu,Jika keadaan nya sudah Benar-benar stabil,Dokter akan memindahkan Ayah mu ke ruang rawat.Agar kau bisa menemani nya disana ya"ucap Yuna menepuk bahu Anak itu.


"Benar kah Dokter?"kata nya dengan mata yang berbinar.


"Tentu saja."mengulas senyum nya.


Yuna pun segera masuk ke ruangan ICU.Anak itu masih memperhatikan Yuna.


Anak itu menunggu dengan penuh harap,dia masih terduduk di sana.Beberapa orang yang lewat bertanya pada nya dan ada juga yang sekedar tersenyum iba.


Anak itu teringat kembali saat hendak berangkat berlibur bersama Ayahnya.


Hari itu adalah hari ulang tahunnya,padahal ia sudah menolak untuk pergi,tapi Ayah nya memaksa nya untuk berlibur,karena Ayah nya sudah mempersiapkan kejutan itu beberapa minggu yang lalu.


Bus jadi tidak terkendali dan tergelincir.Kejadian yang terjadi begitu cepat itu,memakan korban yang tidak sedikit.Bahkan menelan korban meninggal dunia.


***


Di ruang ICU.


"Bagaimana dengan keadaan Bapak?"Tanya Yuna sambil memeriksa denyut nadi nya dan detak jantung nya menggunakan stetoskop yang selalu melingkar di lehernya.


"Saya sudah merasa lebih baik Dok."jawabnya.


"Syukur lah.Kondisi Bapak juga sudah stabil"Ucap Yuna sambil memeriksa cairan infusan yang tergantung.


"Dok,saya ingin bertemu dengan anak saya Dok,dimana dia?Tadi saya sudah bertanya pada perawat,tapi mereka tidak mengetahui nya.Saya khawatir dengan keadaan anak saya Dok".Tanya nya cemas.


"Bapak tidak perlu khawatir,pihak kepolisian menjaga anak anda dengan baik,dia ada di depan.Sekarang saya akan merujuk anda untuk di pindah akan ke ruang rawat inap,agar anda bisa bertemu dengan anak anda."Tutur Yuna.


"Benar kah Dok?terima kasih banyak ya Dok"ucapnya.


"Terima kasih juga,bapak sudah berjuang untuk bisa tetap bersama dengan anak anda.dia sangat merindukan anda.Kalau begitu saya tinggal ya pak,perawat akan mengurus semuanya,Bapak jangan khawatir."ucap Yuna.Lalu keluar dari ruangan ICU,setelah memberikan laporan.

__ADS_1


Yuna melangkah mendekati anak Laki-laki yang masih terduduk di sana.


"Hay jagoan.Ada kabar baik untuk mu"


"Apa Dokter?"Tanya nya penasaran.


"Ayah mu sudah semakin membaik,dan sekarang juga akan di pindah kan ke ruang rawat.jadi,kamu bisa Menemani Ayah mu malam ini."


"Terima kasih Dokter Yuna.Dokter baik sekali,Apa Dokter punya Ayah?"


Yuna terdiam.Ya Yuna juga memiliki Ayah yang sangat luar biasa,dan saat ini ia juga sedang merindukannya.


"Tentu saja,Dokter juga merindukan Ayah nya Dokter.Tapi,di sini kan Dokter sedang mengobati orang-orang yang sakit,jadi Dokter belum bisa pulang".


"Aku doa kan,semoga Dokter juga bisa segera bertemu dengan Ayahnya Dokter".ucap nya seraya tersemat senyum ketulusan.Yuna menepuk lembut bahu anak itu.


"Aamiin,terima kasih ya...".


Selepas menangani beberapa pasien gawat darurat,dan memberikan laporan,Yuna pun kembali ke kos an nya untuk beristirahat.Tempat kos nya memang tidak jauh dari Rumah sakit itu.


Setelah membersihkan diri,Yuna pun merebahkan tubuhnya di kasur.Terasa pegal diseluruh tubuhnya.Ia menatap ke langit-langit kamar yang memang tidak terlalu luar itu.Bayangan Ayahnya muncul di sana.Yuna sangat merindukan orang terkasihnya itu.


Ia pun segera mengambil ponselnya yang ia letakkan di sembarang tempat tadi.


Ia pun menatap nomor Ayahnya dalam kontak ponsel nya.Ia ingin menghubungi Ayah nya tapi,Yuna khawatir akan mengganggu waktu istirahat Ayahnya.Terlebih waktu sudah menunjukkan jam dua belas malam.Yuna pun mengurungkan niatnya itu,dan menyimpan ponselnya kembali di meja.


"Besok saja,aku menghubungi Ayah."


Lalu Yuna pun teringat dengan Stevania,yang tadi hendak bicara dengannya,tapi tidak sempat.Segera Yuna mengambil ponsel nya lagi dan menghubungi Stevania.


Yuna dan stevania tidak tinggal satu kos,karena stevania memilih untuk tinggal bersama paman nya,yang memang kediaman nya tidak jauh dari Rumah Sakit.


"Halo stev,maaf ya aku kembali ke kosan terlebih dahulu.soalnya tadi aku mencari mu tapi tidak ketemu,ponsel ku Lowbet tadi."


"iya tidak apa-apa,aku juga sudah pulang"Suara Nya terdengar sedih,Seperti sedang menangis.


"Ada apa dengan mu stev?"Tanya Yuna cemas.


"Aku...aku...hiks".


"Stev,stevania...ada apa?"tanya Yuna semakin cemas.Tapi stevania tidak menjawabnya.Yuna bangun dan segera meraih tasnya dimeja dan memakai sweater yang tergantung di balik pintu.Ia keluar dan berlari menuju kediaman paman Stevania.

__ADS_1


__ADS_2