The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Di rawat.


__ADS_3

Nyonya wini mempersilahkan Yuna untuk duduk di samping mereka.


"Daniel,kenal kan ini Dokter Yuna"Ujar Nyonya Wini pada Daniel yang terlihat tidak tertarik dengan ajang pengenalan itu.


"Ayo kita pulang Mam,aku ingin beristirahat."Ujar Daniel tak memperdulikan.


"Tapi maaf,Tuan Daniel,anda harus menjalani rawat inap hari ini"jelas Yuna.


"Rawat inap?"Tanya Nyonya Wini.


"Iya Nyonya,Tuan Daniel harus menjalani rawat inap dan harus mendapatkan perawatan secepat nya,ia terkena gejala tipes suhu tubuh nya juga tinggi,tekanan darahnya rendah.Harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut."Jelas Yuna.


"Tipes?"Tanya Dokter Arman memperjelas.Yuna pun menjawab dengan anggukan.


"Baiklah siap kan ruang rawat."


"Sudah Dok,saya sudah meminta Suster untuk menyiapkan nya."Ujar Yuna.


"Aku tidak mau di rawat Pap.Aku mau pulang.Mungkin dokter ini salah mendiagnosa."ucap Daniel menolak.


"Salah mendiagnosa?maaf tapi anda memang harus menjalani beberapa tes untuk memastikan.Saya berharap anda bisa berobat jalan dan tak perlu di rawat.Tapi sekarang anda bisa menjalani serangakaian pemeriksaan itu terlebih dahulu tuan".Tutur Yuna.


"Niel,kamu jangan mengabaikan kesehatan mu itu,tolong kurangi ego mu.Biarkan Dokter Yuna malakukan pemeriksaan lebih lanjut.Kau harus ke ruang rawat untuk beristirahat.Jika hasilnya negatif,kau bisa pulang dan tidak perlu menjalani rawat inap di sini.Bukan begitu Dokter"jelas Dr.Arman.


Yuna pun hanya mengangguk.


Tiba-tiba Suster Rena pun menghampiri mereka.


"Maaf permisi Dok,ruangbrawat susah di siap kan,pasien bisa langsung menuju kesana"Tutur suster Rena.


"Baiklah terima kasih Sus"Ujar Yuna.


"Ayolah Niel,jangan keras kepala.Ini demi kesehatan mu.please!"Bujuk Nyonya Wini.


Daniel hanya terdiam,dia mulai merasakan sakit di sekujur tubuhnya dan rasa dingin yang menusuk,dia menggigil.


"Sus,siap kan kursi roda,segera"Teriak Yuna pada suster Rena.


"Baik Dok".Suster Rena pun segera menyiapkan kursi roda yang di pinta oleh Yuna."Ini Dok,"di serahkan nya di hadapan mereka.


Dengan segera dr.Arman memapah Daniel menaiki kursi roda di bantu oleh Yuna dan Nyonya wini yang juga terlihat panik.Mereka pun segera menuju ruang pemeriksaan.


"Maaf,saya akan memeriksa tuan Daniel dulu,"ujar Yuna.


Lalu pintu ruang pemeriksaan pun di tutup,dr.Arman dan Nyonya Wini menunggu di luar dengan cemas.Beberapa saat kemudian Yuna keluar dari ruangan itu.


"Bagai mana Dokter?"Tanya Nyonya Wini.


"Hasil pemeriksaan sudah keluar,hasilnya Tuan Daniel positif mengalami gejala tipes dan harus menjalani rawat inap."jelas Yuna sembari memberikan catatan hasil nya Pada Dokter Arman.


Dokter Arman pun mengamati berkas itu.


"Terima kasih Dokter Yuna,atas kesabaran nya menangani Daniel.Maaf jika sebelum nya Daniel bersikap kurang menyenangkan atau kurang sopan."ucap dr.Arman.

__ADS_1


"Iya maaf ya,Daniel.memang fobia pada rumah sakit sejak kecil.Tapi entah lah.Bagaiman pun kan kita memang membutuhkan rumah sakit untuk mencari kesembuhan."ujar Nyonya Wini.


"Iya,saya mengerti kok.Tidak apa-apa.Terlebih lagi ia adalah putra kalian.Dengan senang hati saya melakukan nya."ujar Yuna seraya tersenyum.


Aku akan sabar menghadapi nya Nyonya,tapi itu untuk kali ini,besok-besok aku akan melatih diri ku dalam menghadapi nya.Seandai nya Nyonya tau drama apa yang terjadi di dalam saat menjalani pemeriksaan.hufh.Batin Yuna.


"Maaf Dokter,Nyonya,saya permisi ke ruangan saya dulu ya.sebentar lagi Tuan Daniel akan si pindah kan ke ruang rawat.Saya sudah memberikan nya obat."Ujar Yuna.


"Baiklah terima kasih banyak ya. "Ucap Nyonya Wini memeluk Yuna sekilas.


"Iya Nyonya jangan sungkan.Saya kan juga putri nyonya."ucap Yuna.


"Tentu Dokter cantik"jawab Nyonya Wini mengelus pipi Yuna yang terlihat kemerahan karena malu.


Yuna pun melangkah menuju ruangan nya.


"Dokter,ada beberapa pasien sudah menunggu."ujar Suster Rena.


"Baiklah persilahkan mereka masuk ya.Terima kasih"Sahut Yuna.Lalu melangkah masuk ke ruangan nya.


***


Daniel telah di pindah kan ke ruang rawat.walaupun. ia tidak begitu menyukai nya,tapi mau tidak mau ia harus menerima nya.Kondisi tubuhnya tak bisa di bohongi,dia butuh perawatan di rumah sakit.


"Daniel,apa kau ingin makan sesuatu?"Tanya Nyonya Wini yang terduduk di samping kasur rawat.


"Tidak usah Mam"Jawab nya singkat.Matanya masih terpejam tapi tidak tidur,ia merasa kan pusing di kepala nya.


"Baiklah,jika kau membutuhkan sesuatu bilang Mami ya".


***


Ruang pemeriksaan Dokter umum.


dr.Yunanda prisilia.


Yuna terlihat bersandar di kursi nya,dia memijat tengkuk nya.Hari pertama nya bekerja tidak lah ringan.Tapi dia sangat antusias menjalani nya,penuh dengan keikhlasan.Untuk itu lah ia berada disana,dengan perjalanan yang penuh liku dan asam manis nya perjuangan dalam meraih mimpinya.Bahagia saat melihat seseorang punya semangat untuk sehat,dan tidak mengabaikan dirinya.


"Maaf permisi Dok,"seru Suster Rena yang membuka pintu setelah mengetuknya.


Yuna pun menegakkan tubuhnya.


"ya Sus"sahut nya.


"Saya mau mengambil laporan mengenai riwayat pasien anda hari ini Dok.Dan setelah ini anda harus memeriksa pasien rawat.Ini daftar nya Dok."Suster Rena memberikan berkas laporan itu pada Yuna.


"Terima kasih Sus.oh ya apa kau mau makan siang?"Tanya Yuna.


"iya Dok,kebetulan saya membawa bekal".jawab Suster Rena tersipu.


"Oh begitu ya,Baiklah selamat makan siang tadi nya aku mau mengajak mu untuk makan siang bersama."ujar Yuna.


"Maaf Dok,mungkin lain kali.karena ibubsaya sudah memasak masakan kesukaan saya.Apa Dokter mau berbagi makan dengan saya?".Tanya Susuter Rena memawarkan.

__ADS_1


"Tidak usah terima kasih."jawab Yuna mengilas senyum nya.


"Kalau begitu saya permisi ya Dok."


"ya,selamat makan siang Suster."ujar Yuna.


Dibalas anggukan oleh suster Rena,lalu keluar ruangan.


"Aku lapar sekali,Tidak ada yang menemani ku makan,karena aku belum banyak mengenal para tenaga medis di sini."Gumam nya.Sambil berfikir.


Yuna pun bangun dan merapikan mejanya,menyimpan peralatan medis nya dan menyimpan stetoscop serta snelli nya di loker.Dia keluar ruangan untuk makan siang.


Bukan hanya Yuna,Dokter baru di rumah sakit itu,ada sekitar tiga orang Dokter wanita dan dua orang Dokter pria.Dua dia antara nya adalah Dokter spesialis.Tapi Yuna tidak mengenalnya.


Dia teringat kedua sahabatnya yang kini juga menjalani profesi yang sama dengan nya.Yuna pun mengeluarkan ponsel nya dari saku celana,sambil berjalan di lorong rumah sakit.


Doni.


Yuna melakukan panggilan keluar ia memencet kontak atas nama Doni.Tapi beberapa saat panggilan nya tidak di jawab.


"Mungkin dia sibuk"Gumam nya.


Beberapa saat kemudian ponselnya berdering.


"Halo hay Don.Bagai mana kabar mu?oh kau sedang di luar kota.haha..iya aku mulai bekerja hari ini di Xx Hospital.Oh terima kasih,ya ya semua berjalan lancar.Baik lah kita saling mendoakan.oke...semoga kau sukses ya...bay..."Yuna pun mengakhiri panggilannya.Ia memasukan lagi ponsel nya ke saku celana nya.


Yuna tiba- tiba teringat sesuatu.Dia pun membalik kan badan nya dan melangkah menuju ruang rawat.


Nyonya Wini..


Yuna pun sampai di ruang rawat.Dia mengangguk saat beberapa perawat menyapa nya.


"Apa pasien atas nama Daniel ada di ruang ini?"Tanya Yuna pada seorang perawat pria yang bertugas di sana.


"Iya Dok,benar tuan Daniel berada di ruang rawat VVIP."Jawabnya.


"Oh baik lah terima kasih".Ujar Yuna dan di balas anggukan oleh perawat itu.


Yuna melangkah memasuki ruangan yang di maksud.Yuna mengetuk pelan pintu yang terbuat dari kaca itu.


Seseorang membuka pintu.


"Hay,Dokter Yuna"Sapa Nyonya Wini.


"Apa aku mengganggu Nyonya?"Tanya Yuna yang masih berdiri di ambang pintu.


"Tidak.Daniel baru saja meminum obat nya,sepertinya dia tertidur."jawab Nyonya Wini.


"Oh begitu."


"Ayo masuk."Pinta Nyonya Wini.


"Tidak usah Nyonya,kita bicara di luar saja.Aku datang bukan untuk memeriksa nya"jelas Yuna.

__ADS_1


"Oh baiklah".Nyonya Wini pun melangkah keluar dari ruangan.


__ADS_2