
Izuru akhirnya tidur bersama dengan Asura. Tapi tampaknya ia tidak bisa tidur sama sekali, apalagi dengan posisi Asura yang sedang tertidur pulas sambil memeluknya. "Di depan aku merasakan sesuatu yang lembut, tapi di belakang aku merasa akan menangis." Kata Izuru dalam hati. Dada Asura yang menekan ke arah Izuru dan Kuku Asura yang melubangi punggung Izuru, inilah yang dinamakan keseimbangan alam.
"Keseimbangan alam gundul mu!" Kata Izuru dalam hati. Apa!? Dia bisa mendengar suara narator? Mungkin ini adalah kekuatan seorang nolep!?
"Emm..." Asura sedikit bergerak, tapi itu membuatnya memeluk Izuru semakin erat dan...
Kretek... Suara kuku Asura yang menancap di punggung Izuru. "Wuaaaaaa.....!!!! Ini sangat menyakitkan, aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi! Aku harus pergi dari sini, aku mungkin tahan dengan pekerjaan ini, tapi aku tidak mungkin tahan dengan orang ini!" Izuru berteriak dalam hati.
Izuru mencoba melepas pelukan Asura, ia meraih tangannya dan perlahan mengangkatnya, lalu meletakkannya di kasur. Tangan Asura yang di atas sudah lepas dari Izuru, sekarang giliran tangan yang menusuk punggung Izuru. "Semoga saja aku masih bisa melepasnya!" Izuru memegang tangan Asura dan perlahan menariknya, tapi berbeda dari sebelumnya, tangan kirinya ini rasanya memiliki usaha untuk mempertahankan posisinya. "Ayolah, cepat lepas..." Batin Izuru terus mencoba menarik tangan Asura dan akhirnya terlepas juga. "Akhirnya... Aku bebas." Tapi tiba-tiba tangannya meluncur kembali ke arah Izuru dan menusuk ke tempat yang sama seperti sebelumnya. "Guhhhh....!!!?? Sial, aku pasti akan mati." Kata Izuru pasrah. Mungkin ini memang akhir untuk Izuru, entah apa yang akan terjadi jika ia mati lagi setelah reinkarnasi.
"Emm...." Suara Asura bergerak saat tidur, ia menarik tangannya dari Izuru, lalu membalikkan badan membelakangi Izuru.
"Semudah itu?" Tanya Izuru bangun, lalu ia turun dari tempat tidur dengan perlahan, dan berjalan menuju pintu.
"Izuru, kamu mau ke mana?" Tanya Asura tiba-tiba bangun dan sedang melihat Izuru sambil duduk setengah bangun di kasur.
"Hyaa...!!? Aku tidak mencoba kabur atau apapun kok!!" Jawab Izuru gugup. "Aku ingin ke toilet! Ya, toilet!"
__ADS_1
"Owh... Cepatlah kembali." Kata Asura lalu kembali berbaring. Izuru menghela nafas, lalu melanjutkan membuka pintu. "Hoam... Apa kamu sudah tahu di mana toiletnya?" Tanya Asura tetap menutup matanya.
"Tidak usah, aku akan segera kembali." Jawab Izuru lalu segera keluar dari kamar. "Huff... Sekarang aku harus keluar dari tempat ini!" Kata Izuru menghela nafas. Lalu ia pergi ke pintu depan, tapi terkunci. Pergi ke taman belakang rumah, tapi tembok tinggi berdiri di sekitarnya. "Ke mana aku harus keluar? Semuanya terkunci." Kata Izuru bingung, lalu ia menyerah dan kembali ke kamar Asura. Saat ingin membuka pintu tiba-tiba ia mendapat sebuah panggilan alam. "Sial, aku malah beneran kebelet." Kata Izuru, lalu ia segera pergi ke toilet dan membuang hajat kecilnya. "Apa aku akan terus terjebak di sini?" Tanya Izuru. Saat selesai ia tidak sengaja melihat sebuah jendela kecil di atas. "Itu..? Jalan keluar!" Kata Izuru kegirangan, lalu ia segera mengambil bangku untuk menggapai jendela itu, dan mengangkat tubuhnya ke atas, kemudian mengeluarkan kepalanya. "Udara kebebasan, akhirnya kutemukan!" Kata Izuru melihat keluar, lalu perlahan mengeluarkan tangannya kemudian seluruh tubuhnya.
"Ayo, sedikit lagi!" Izuru masih mencoba mengeluarkan setengah tubuhnya dari jendela itu, dan akhirnya berhasil, tapi ia terjatuh ke jalanan cukup keras, sekarang ia berada di sebuah gang kecil. "Aku bebas! Aku bebas!" Teriak Izuru kegirangan sambil berlari keluar dari gang itu, lalu berhenti saat sampai di jalanan kota yang sepi. "Sekarang aku mau ke mana?" Tanya Izuru sambil bersandar di dinding dekat jalan.
"Fiel, apa kau lihat Izuru?" Suara Asura terdengar dari tembok di dekat Izuru berdiri.
"Tidak, apa kau sudah mencarinya di toilet?"
"Aku sudah mencarinya di mana-mana, tapi tidak ada. Dia mungkin kabur!"
Izuru yang mendengar pembicaraan mereka menjadi panik dan segera berlari tanpa arah, menyusuri jalanan kota. "Gawat gawat gawat! Apa yang akan mereka lakukan padaku jika tertangkap lagi?" Tanya Izuru sambil berlari. Tapi ia berhenti karena merasa tidak asing dengan jalan yang tengah ia lewati. "Ini kan? Tempat aku tangkap! Jalan ke bar lewat sini!" Kata Izuru lalu berlari ke jalan menuju bar milik Gorden.
Setelah beberapa menit berlari, Izuru sampai ke depan bar dengan kehabisan nafas. "Hah... Hah... Hah... Akhirnya... Hah... Hah... Sampai." Kata Izuru terengah-engah. Lalu Izuru mengetuk pintu dan memanggil Gorden, "Gorden! Ini Izuru, tolong buka pintunya! Woy! Aku dengar tidak anji*g!?" Panggil Izuru, tapi tidak ada jawaban sama sekali. Lalu ia melihat jendela yang belum di perbaiki, hanya di tutup dengan papan kayu agar tidak terlihat berlubang. Kemudian terlihat sebuah tangan yang muncul dari luar, mencoba melepaskan papan kayu yang menutup lubang itu. Izuru kemudian melihat ke dalam melalui lubang itu, lalu ia memasukan kepalanya dan selanjutnya seluruh badannya. Izuru terjatuh saat seluruh tubuhnya sudah berhasil masuk ke dalam bar. "Aduh!" Kata Izuru mencoba bangun.
Dari luar, ada sebuah bayangan yang melesat melewati bar. "Bayangan apa itu?" Tanya Izuru sedikit mengintip keluar. Tapi, tiba-tiba bayang itu kembali dan berhenti di depan bar. Izuru sontak langsung menunduk, "apa itu Asura?" Tanya Izuru dalam hati. Bayangan itu berjalan ke arah lubang tempat Izuru menyelinap, lalu ia melihat ke dalam melalui lubang itu. Izuru menunduk semakin rendah saat menyadari seseorang mengintip melalui lubang di atasnya. "Itu, Fiel!?" Kata Izuru dalam hati terkejut melihat Fiel melirik ke bawah, ke arah Izuru dengan mata bersinar berwarna hijau terang.
__ADS_1
Fiel mengendus, lalu berkata. "Aku tahu kau di sini, Izuru. Aku bisa menciumnya, bau orang yang belum mandi."
"Sial, bagaimana dia tahu aku belum mandi!? Tunggu, kenapa aku malah memikirkan soal belum mandi? Jadi, aku sudah ketahuan? Apa yang akan terjadi padaku selanjutnya?" Batin Izuru terus melirik Fiel, keringat dingin terus keluar membasahi Seluruh wajah Izuru.
"Tapi, aku tidak bisa merusak restoran seseorang hanya karena ini." Sambung Fiel lalu pergi dari sana.
Izuru menghela nafas lega saat Fiel pergi dari bar. "Untung saja dia taat peraturan. Jika yang menemukanku Asura, mungkin dia akan langsung menarik ku keluar." Kata Izuru.
"Siapa itu!?"
"Waaa....!!?!" Izuru terkejut melihat seseorang berbadan besar di depannya yang membawa sebuah pemukul dari kayu. Ternyata itu adalah Gorden.
"Kau? Ke mana saja kau?" Tanya Gorden.
"Huaaa...! Aku senang bertemu denganmu lagi!" Kata Izuru sambil memeluk kaki Gorden.
"Sebenarnya ada apa kau ini?"
__ADS_1
Bersambung...