The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 86 - Masa Lalu Part 2


__ADS_3

"Mulai sekarang aku akan menjadi pelatih kalian. Aku harap kalian bisa menjadi prajurit yang hebat dan berbakat, apa kalian siap?!"


"Siap!" Jawab semua orang dengan semangat.


"Bagus! Apa ada pertanyaan sebelum kita mulai latihannya?" Tanya Crgoshiro setelah menyelesaikan pidato singkatnya.


Beberapa orang mengangkat tangan termasuk Aira. "Kau yang agak tinggi, apa pertanyaan mu?" Tanya Crgoshiro menunjuk anak yang berada di tengah.


"Apa ada latihan khusus hingga anda sampai menjadi seperti sekarang?" Tanya anak itu.


"Tidak ada latihan khusus, hanya latihan yang akan kita lakukan nanti. Baiklah, sekarang kamu yang ada di depan." Crgoshiro kali menunjuk anak yang berada di depan.


"Kapan pertama kali anda mendaftar menjadi prajurit kerajaan?"


"Kalau itu aku bergabung sejak 7 tahun lalu dan melakukan pelatihan selama 3 tahun. Tapi itu karena faktor usiaku, saat itu aku masih berumur 14 tahun, jadi pelatihan ku diperpanjang agar menyesuaikan kriteria umur untuk bertugas. Baiklah, sepertinya sudah tidak ada pertanyaan lagi, kalau begitu ayo kita..."


"Aku! Aku punya pertanyaan!" Kata Aira menyela Crgoshiro sambil mengangkat tangan.


"Oh maaf, aku sulit melihatmu dari sini. Jadi ala pertanyaan mu?" Tanya Crgoshiro.


"Aku dengar bahwa anda sering memenangkan penghargaan dari pertandingan duel. Tapi, kenapa anda masih tetap menjadi prajurit kerajaan? Sementara menjadi petarung bayaran lebih banyak menghasilkan uang." Tanya Aira.


"Pertanyaan yang bagus. Sebenarnya aku menjadi prajurit kerajaan bukan hanya memikirkan tentang uang, tapi ini adalah bentuk penghormatan dan kesetiaan ku pada Kerajaan Hyron.


Ingat semuanya. Jangan hanya memikirkan bayaran, tapi pikirkan juga tentang kehormatan menjadi pelindung kerajaan. Dengan pemikiran itu, aku yakin kalian akan bisa menjadi prajurit hebat yang dapat menyaingi legenda suatu hari nanti."


Kata-kata indah itu meresap sangat dalam sampai kedalam hati Aira. Membuatnya merasa kagum kepada Crgoshiro.


"Ke...keren sekali, Tuan Crgoshiro memang benar-benar hebat!" Kata Aira kagum dalam hati. "Aku ingin suatu saat nanti menjadi sepertinya!"


"Baiklah, karena sudah tidak ada pertanyaan lagi kita akan segera mulai latihannya. Walaupun ini hanya sebuah latihan, tapi lakukan dengan sungguh-sungguh, karena semuanya akan menentukan kalian pantas menjadi prajurit atau tidak."


"Siap!" Jawab semuanya dengan semangat.


Setelah pidato pembukaan, semua peserta remaja memulai latihan di lapangan pelatihan. Ada beberapa macam latihan yang di lakukan, yaitu latihan kekuatan fisik, kelincahan, dan pertarungan.


Semuanya dilakukan sampai senja, semua anggota duduk kelelahan berpencar di lapangan. Crgoshiro kemudian kembali mengumpulkan semuanya untuk melakukan penutupan.


"Kalian semua sudah berkerja keras, aku yakin kalian semua akan menjadi prajurit yang hebat. Kalau begitu latihan hari ini kita akhiri sampai di sini, kalian semua boleh pulang."


Semuanya membubarkan barisan dan pulang ke rumah masing-masing. Zhagi yang ingin bubar tiba-tiba di tarik oleh Aira.


"Uhh, Ada apa? Ayo kita pulang." Tanya Zhagi.


"Ayo temani aku sebentar, aku ingin bicara dengan Tuan Crgoshiro!" Jawab Aira lalu berjalan ke depan sambil menarik Zhagi.

__ADS_1


"Kau mau bicara apa? Sudahlah, nanti kita dimarahi." Kata Zhagi.


"Aku tidak pernah lihat dia marah saat latihan tadi, aku yakin Tuan Crgoshiro adalah orang yang baik." Jawab Aira.


Mereka berada di belakang Crgoshiro dan Aira memanggilnya. "Tuan Crgoshiro!"


Crgoshiro berbalik dan bertanya. "Kenapa belum pulang?"


"Sebenarnya begini, aku masih agak kesulitan saat latihan bertarung tadi. Jadi, apa anda bisa berlatih dengan kami lagi? Hanya kami." Tanya Aira.


"Kami!? Kenapa aku ikut dibawa-bawa?" Tanya Zhagi terkejut.


"Hmm... Sebenarnya itu bukan masalah, tapi bukankah latihan seperti tadi cukup? Lagi pula ini baru hari pertama, jadi tidak masalah kalau belum terlalu bisa bertarung." Jawab Crgoshiro.


"Aku mohon! Kami juga ingin menjadi sepertimu." Kata Aira.


"Aduh, bagaimana ya?"


"Tolonglah!" Kata Aira memohon.


"Hah... Baiklah, aku tidak bisa menolak semangatmu itu." Kata Crgoshiro setuju.


"Yey! Terima kasih!" Kata Aira melompat senang.


"Baiklah! Besok subuh di gerbang keluar, aku harus mengingat itu!" Kata Aira terlihat serius.


"Sekarang kalian cepat pulang dan istirahat untuk besok."


"Sampai jumpa besok!" Kata Aira berjalan pergi bersama Zhagi.


Zhagi dan Aira lalu berjalan pulang bersama-sama saat matahari mulai terbenam.


"Aku tidak percaya kita benar-benar akan berlatih bersama Tuan Crgoshiro!" Kata Aira.


"Padahal aku tidak memintanya. Aku yakin latihannya akan tetap sama seperti tadi pagi." Kata Zhagi.


"Tentu saja berbeda! Hanya kita berdua, aku yakin Tuan Crgoshiro akan memberikan rahasia kehebatannya! Ah aku sudah tidak sabar lagi!" Kata Aira.


"Kenapa kau tiba-tiba jadi terobsesi begitu? Bukannya kita baru saja bertemu dengan Tuan Crgoshiro, bagaimana kau bisa langsung mempercayainya begitu saja?" Tanya Zhagi.


"Aku tidak tahu, tiba-tiba saja aku merasa kagum, dan juga aku harus membuat ayahku bangga. Awalnya aku berpikir untuk menjadi orang sukses dan kaya raya, tapi aku juga memikirkan bagaimana ayah tewas di medan perang demi melindungi Kerajaan Hyron. Hal itulah yang membuatku ingin meneruskan perjuangan ayahku." Jelas Aira.


"Sama seperti Aira, Ayahku juga seorang prajurit, namun tidak tewas di medan tempur. Walaupun selamat, umurnya sudah tidak lama lagi dan akhirnya meninggal 2 minggu kemudian. Karena hal itu, Ayahku tidak mendapat penghormatan seperti prajurit lain yang tewas di medan tempur. Mungkin saat ini hanya aku yang masih mengingat hari kematian Ayah." Kata Zhagi dalam hati.


Setelah beberapa menit mereka berpisah ke rumah masing-masing. Mereka berdua memiliki satu perasaan yang sama saat masuk ke rumah, yaitu kekosongan dan kesepian. Selama beberapa menit mereka hanya terdiam di belakang pintu, membayangkan memori masa lalu di mana meja makan di depan mereka terisi penuh oleh semua anggota keluarga.

__ADS_1


Namun, mereka tidak bisa terus membayangkan hal itu. Karena waktu akan terus berlalu dan tidak akan bisa kembali.


"Huh? Apa yang kulakukan? Aku harus istirahat untuk besok, tidak ada gunanya memikirkan semua itu." Kata Aira berjalan ke arah kamarnya sambil mengusap sedikit air mata di pipinya.


...*****...


"Ugghh...? Emm... Hoam...!" Aira bangun tepat setelah mendengar suara ayam berkokok.


"Oh iya! Sekarang waktunya, aku harus cepat bersiap!" Kata Aira segera beranjak dari ranjangnya. Setelah memakai perlengkapan, ia segera pergi ke rumah Zhagi.


"Zhagi! Ayo cepat kita berangkat!" Panggil Aira dari luar.


Pintu terbuka dan Zhagi langsung muncul. "Shhh....! Jangan berisik, semua orang sedang tidur." Kata Zhagi.


"Maaf, ayo kita berangkat..." Kata Aira pelan.


"Apa tidak terlalu cepat? Sekarang saja langitnya masih terlihat hitam pekat, belum ada tanda matahari terbit."


"Tidak apa, semakin cepat semakin baik."


"Yah terserah kau saja."


Mereka lalu berjalan ke tempat pertemuan dengan Crgoshiro. Saat sampai di padang rumput yang di maksud, belum ada siapapun di sana. Mereka pun duduk bersandar sebuah pohon, sampai beberapa menit akhirnya Crgoshiro sampai di sana.


"Wah, kalian cepat sekali datangnya. Apa sudah lama?" Tanya Crgoshiro berjalan mendekati mereka.


"Kami baru sebentar di sini, benar kan Aira?" Tanya Zhagi pada Aira, namun tidak ada jawaban.


Zhagi menoleh dan melihat Aira tertidur sambil bersandar di bahunya. Aira terlihat manis dan juga pulas tertidur, sepertinya ia masih belum mendapat istirahat yang cukup.


"Hey, kenapa malah tidur?" Kata Zhagi mencoba membangunkan Aira.


"Sudah, jangan di bangunkan. Sepertinya dia sangat lelah, kau bawa pulang saja." Kata Crgoshiro.


Zhagi lalu menggendong Aira di punggungnya dengan bantuan Crgoshiro untuk menaikkannya.


"Maaf, karena Aira anda jadi harus repot-repot seperti ini." Kata Zhagi.


"Tidak apa-apa, masih ada hari esok. Lebih baik kalian pulang sekarang." Kata Crgoshiro.


Zhagi lalu berjalan pulang bersama Aira yang berada di punggungnya. Tepat saat matahari terbit dengan langit cerah berwarna orange terang.


Keindahan datang setiap hari, tapi kesempatan untuk melihatnya tidak datang setiap saat.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2