The Fake Legend

The Fake Legend
Arc 1 - Chapter 22 - Sang Legenda yang Sesungguhnya Datang!


__ADS_3

"tidak mungkin! Aku bertemu dengan MC cerita isekai pasaran di sini." Kata Izuru terkejut dalam hati.


"Maaf, temanku ini memang ceroboh." Kata Rin datang dan menarik Iona sedikit menjauh dari orang itu.


"Tidak apa-apa, ngomong-ngomong namaku Shun." Kata Orang itu memperkenalkan diri.


"Ahahaha... Siapa yang tanya?" Batin Rin.


"Boleh kutahu siapa nama kalian?" Tanya Shun.


"Namaku Rin dan ini Iona." Jawab Rin memperkenalkan diri.


"Hey kalian, ayo kita pergi!" Ajak Izuru.


"Apa kalian bisa mengantarku ke tempat pendaftaran petualang?" Tanya Shun menyela Izuru.


"Woy kau! Jangan menyela kata-kataku!" Kata Izuru marah.


"Baik, ayo lewat sini." Kata Rin pergi ke jalan lain sambil menggandeng Iona dan diikuti oleh Shun.


"Woy kalian..!" Kata Izuru marah, tapi tidak di hiraukan oleh mereka. "Aduh, bisa gawat jika aku kehilangan mereka. Bisa-bisa aku diusir dari rumah. Hey tunggu aku!" Kata Izuru berlari menyusul mereka.


"Dari mana asal mu?" Tanya Rin sambil berjalan.


"Aku..? Sebenarnya aku bukan dari dunia ini." Jawab Shun.


"Hahaha, di mana itu aku tidak mengerti?" Tanya Rin mengira kalau Shun bercanda.


"Jadi, dia reinkarnasi sama sepertiku?" Tanya Izuru dalam hati.


"Hebat! Baru pertama kali mendaftar, tapi sudah memiliki kemampuan luar biasa!" Kata Resepsionis guild saat mengecek tingkat kekuatan Shun.


"Sepertinya anda terlalu berlebihan."


"Baiklah, sudah selesai semuanya. Sekarang anda bisa mulai mengambil quest, disarankan untuk mencari anggota party. Tapi, karena kekuatan anda yang di atas rata-rata, jadi bisa mulai sendirian jika mau." Jelas Resepsionis itu. Lalu Shun pergi dari meja resepsionis itu dan berjalan menuju mereka bertiga, Izuru, Rin, dan Iona yang sedang mencari quest.


"Kenapa kau ke sini lagi?" Tanya Izuru kesal saat Shun mendekat lagi.

__ADS_1


"Apa kalian berdua sudah punya party?" Tanya Shun kepada Rin dan Iona.


"Woy, dari tadi gak pernah dianggap!" Kata Izuru kesal.


"Maaf, tapi kami sudah berada satu party." Kata Iona menolak.


"Itu benar! Mereka adalah anggota ku!" Akat Izuru berdiri di tengah-tengah mereka.


"Psstt... Apa kau dengar perkataan resepsionis tadi? Dia bilang kekuatannya di atas rata-rata, mungkin bisa menguntungkan bagi kita." Bisik Rin di telinga Izuru.


"Haahh..? Hebat apanya, dia pasti hanya pemula seperti yang lain. Walaupun dia akan berguna, tapi aku tidak mau satu tim dengannya!" Kata Izuru menolak.


"Kau belum mengenalnya saja sudah benci." Kata Rin.


"Melihatnya saja aku sudah kesal, apalagi mengenalnya!"


"Apa aku boleh satu party dengan kalian?" Tanya Shun.


"Tidak mau, aku tidak sudi satu party denganmu! Lebih baik kau cari orang lain saja!" Kata Izuru menolak.


"Kalau begitu aku mau satu party denganmu!" Kata seorang gadis muncul dari belakangnya.


"Kaget..!!?" Kata Izuru terkejut. Semakin lama, banyak wanita mengumpul di sekeliling mereka. Sampai Izuru berdesak-desakan. "Woy! Aduh, perhatikan siku mu! Waaa...!!!" Izuru berdesakan sampai terlempar keluar dari kerumunan itu. "Aduh... Woy, kami sedang memilih quest!" Teriak Izuru, tapi sama sekali tidak di pedulikan.


"Pada akhirnya kita tidak bisa memilih Quest. Dasar orang bodoh itu!" Kata Izuru kesal berjalan sambil menendang-nendang kerikil di jalan.


"Tidak apa-apa, nanti juga mereka pergi. Lagi pula kau belum beli perlengkapan bukan?" Kata Iona berjalan bersama Rin di belakang.


"Benar juga, ayo kita beli dulu." Mereka lalu pergi ke toko perlengkapan. "Halo, aku datang lagi! Ehh!? Kenapa kau ada di sini lagi!?" Tanya Izuru melihat Shun berada di dalam toko bersama tiga orang gadis, salah satunya Izuru kenal.


"Kau lagi?" Tanya Kyoko.


"Kau yang dulu itu kan?"


"Tunggu sebentar, bukannya kita duluan yang pergi dari guild?" Tanya Rin.


"Kami memakai sihir teleportasi tadi." Jawab Shun. Iona yang sedang melihat-lihat senjata yang dipajang, ia lalu memperhatikan bentuk pedang yang di bawa Shun.

__ADS_1


"Itu kan?" Iona lalu menarik-narik baju Shun, lalu Shun berbalik menghadap Iona. "Pedang yang kau bawa itu, sepertinya aku pernah melihatnya." Tanya Iona.


"Oh, katanya ini pedang legendaris."


"Pedang legendaris!? Aku ingat sekarang, itu pedang Dersoul! Pedang misterius yang menancap di batu. Kau berhasil mencabutnya!?" Tanya Iona terkejut.


"Kurasa seperti itu."


"Jika benar, itu artinya kau adalah orang terpilih!" Kata Iona.


"Hah? Apa hebatnya pedang itu, paling itu hanya pedang besar bodoh biasa."


"Pedang itu adalah pedang legendaris yang ada sejak dulu sekali, masih belum ada penjelasan pasti tentang siapa yang membuat pedang itu. Tapi, menurut cerita pedang itu di buat oleh dewa. Dan orang dalam ramalan itu adalah kau." Jelas Iona.


"Itu juga yang kudengar dari kakek itu." Kata Shun.


Tiba-tiba dari belakang Rin memukul kepala Izuru dengan keras. "Aduh! Kenapa kau memukulku!?" Tanya Izuru sambil memegangi kepalanya.


"Karena kau tadi kita jadi kehilangan orang hebat itu." Jawab Rin.


"Kita tidak butuh orang seperti dia! Akan aku buktikan bahwa aku bisa lebih unggul darinya!" Kata Izuru yakin dengan diri sendiri.


"Boleh aku lihat pedang itu sebentar?" Tanya Iona.


"Hey, bagaimana jika kau ikut party kami?" Tanya Rin. Merek berdua tidak mempedulikan perkataan Izuru tadi dan malah sibuk sendiri dengan Shun.


"Baiklah, terserah kalian saja! Aku pergi dari sini!" Kata Izuru lalu keluar dari toko itu. Izuru berjalan dengan wajah kesal. "Sialan orang itu! Bisa-bisanya dia mengambil teman-temanku yang aku cari dengan susah payah!" Kata Izuru marah. Karena tidak tahu mau ke mana, jadi Izuru pergi ke air mancur yang kemarin ia datangi bersama Asura. Izuru hanya menatap ke arah air yang bercipratan di tengah kolam. "Dia bisa dengan mudah mendapat semuanya? Padahal aku, awalnya sangat sulit. Bahkan sampai sekarang aku masih netral, aku tidak merasakan sihir apapun dari tubuhku." Kata Izuru sambil melihat ke telapak tangannya.


"Huh, apa ini?" Tanya Izuru melihat sebuah benang yang sangat tipis dan transparan menyangkut di telapak tangannya. Lalu Izuru melepaskan benang itu dari tangannya dan membuangnya. "Apa aku lempar koin lagi?" Izuru mengambil satu koin perunggu dari kantung bajunya dan kemudian melemparkannya ke kolam di bawah air mancur, sama seperti kemarin. Koin itu terlempar, tapi tiba-tiba koin yang dilempar Izuru berputar di udara, lalu terlempar kembali ke arah Izuru dan membentur ke dahi Izuru. "Akkhh...! Aduh! Kenapa ini, bagaimana bisa?" Tanya Izuru sambil memegangi dahinya.


"Koinnya terbang kembali ke arahku? Apa yang terjadi?" Tanya Izuru mengambil koinnya yang ada di dahinya. Lalu menatap koin itu dengan seksama, ada sebuah kilatan-kilatan cahaya berbentuk garis-garis tipis. "Apa ini?" Tanya Izuru. Tiba-tiba koin itu tertarik kebelakang. "Apa!?" Izuru berbalik kebelakang dan melihat koin itu tertarik melewati kerumunan orang, lalu masuk ke sebuah gang kecil. Izuru berniat mengejarnya, tapi...


"Izuru!" Panggil Rin dari sisi lain, Izuru langsung menoleh ke arah suara.


"Ke mana saja kau?" Tanya Iona berjalan mendekat bersama Rin. Izuru kembali memperhatikan gang yang menarik koinnya itu.


"Benang itu membawa kabur uangku."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2