The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 55 - Dua Pertarungan Sengit Part 2


__ADS_3

"ugghhh...." Desah Asura terduduk di dinding yang hancur berlubang.


"Kau tidak akan bisa menandingi kekuatan senjata legendaris di tangan orang yang tepat." Kata Dramist berjalan keluar dari asap tebal.


"Aku belum selesai." Kata Asura bangun dari dinding itu. Lalu membungkuk dan meletakan kedua tangannya di lantai. Aura merah muncul di sekelilingnya dan tangan berapi-api serta mulutnya yang menghembuskan asap.


"Bersiaplah!" Kata Asura lalu mengepakan sayapnya sekali untuk memberi dorongan dan berlari cepat dengan kedua tangan masih berada di bawah.


"Kau tamat sampai di sini, Hybird Blast...!" Teriak Dramist mengumpulkan energi ke pedang legendaris itu dan lalu menebaskan energi yang lebih kuat dari sebelumnya.


Serangan itu meluncur ke arah Asura sembari menghancurkan dinding di sampingnya. Asura lalu memutar tubuhnya dan kemudian mendorong dirinya ke atas dengan kedua tangan. Ia melayang di atas serangan Dramist dan juga di atasnya.


Api yang berkobar lebih besar menyala di kedua sarung tangan besi Asura. "Burning Sky Gauntlet...!" Teriak Asura lalu meluncur ke arah Dramist dengan kobaran api yang membara.


Dramist melindungi dirinya dengan pedang legendaris dan Asura menyerang ke arah pedang itu dari atas dengan sangat cepat sampai membuat lantai pijakan Dramist retak. Ledakan api berkobar ke seluruh ruangan itu sampai merobohkan dinding di sekitar mereka dan hanya menyisakan pilar-pilar penopang. Dramist terus berusaha menahan serangan Asura dengan pedang legendaris.


"Ini belum cukup! Lebih panas lagi....!" Teriak Asura lalu menggertakkan giginya. Seketika kobaran api di tangannya menyala lebih besar dan membuat seluruh istana bergetar.


"Aku tidak akan oleh naga....!!!!" Teriak Dramist lalu menguatkan kaki-kakinya.


*****


"Apa... Benang itu menghancurkan zirahku!?" Tanya Izuru dalam hati terkejut. Tiba-tiba sebuah getaran yang cukup kuat mengguncang ruangan itu.


"Apa yang Dramist lakukan di sana?" Tanya Shiori melihat ke atas, lampu gantung yang bergoyang-goyang.


"Ini kesempatanku!" Kata Izuru meletakan busur yang ia pegang di lantai dan berlari ke arah Shiori dengan memegang pedangnya dengan dua tangan.


"Elemen racun! Tolong bakar ini, Asura...!" Kata Izuru sambil berlari. Pedangnya mengeluarkan asap ungu dan seketika terbakar karena kekuatan gelang pemberian Asura.

__ADS_1


Izuru memotong benang-benang yang ada di depannya dengan tebasan racun apinya. Shiori menoleh ke arah Izuru dengan santai dan Izuru sampai lalu menebaskan pedangnya dari samping. Shiori menghindar ke bawah lalu memegang lengan Izuru dan kemudian merebut pedang Izuru dari tangannya. Pedang itu di tancapkan di lantai cukup dalam, lalu dada Izuru di tendang sampai terpental cukup jauh.


"Akkkhh....!" Izuru jatuh tersungkur di lantai. Ia lalu berusaha bangun dan mengangkat wajahnya.


"Sekarang apa yang akan kau lakukan tanpa pedang kesayanganmu?" Tanya Shiori.


Izuru perlahan bangun dan berkata. "Apa kau lupa, kalau aku punya ini...!" Jawab Izuru mengambil busur yang ada di dekatnya, lalu mengarahkan busur ke arah Shiori.


"Aku tidak yakin kau bisa menggunakanny...." tiba-tiba sebuah kilatan melesat dan hampir mengenai Shiori sebelum ia menyelesaikan perkataannya.


Kedua mata Shiori melirik ke dinding yang terkena kilatan itu, dinding itu berlubang dengan rapi akibat kilatan tadi.


"Apa kau tadi mengatakan sesuatu?" Tanya Izuru sambil menarik tali busur legendaris itu.


"Jadi kau benar-benar menggunakannya?" Tanya Shiori.


"Ternyata ini benar-benar bisa digunakan oleh sembarang orang."


"Tentu saja tidak! Lagi pula aku hanya meminjamnya sebentar, jika aku bisa menggunakannya bukan berarti ini milikku."


"Kau itu terlalu naif." Kata Shiori lalu melangkahkan kakinya ke depan.


Izuru lalu mengarahkan busurnya ke arah Shiori dan bersiap untuk menembak. Lalu panah dilepaskan ke arah Shiori, namun bisa dengan mudah di hindari. Izuru terus menembakinya, tapi tidak ada satupun anak panah yang kena.


"Percuma saja, aku bisa tahu betul ke mana kau akan menembak." Kata Shiori terus maju ke arah Izuru.


Izuru juga maju sambil menahan busur itu, dan saat sudah di depan wajah Shiori, Izuru melepaskan tembakan dengan jarak yang sangat dekat.


Shiori dengan santainya membuat pelindung dari benang-benangnya. Tembakan Izuru tidak mempan terhadap pelindung benang milik Shiori. "Sudah kubilang percuma. Cukup main-mainnya, sekarang berikan busur itu padaku!" Kata Shiori mencoba meraih busur itu.

__ADS_1


"Tidak akan kuserahkan!" Kata Izuru membuang busur itu ke belakang. Lalu melepaskan pukulan ke arah pipi Shiori, tapi lagi-lagi dapat di tangkap olehnya. Tangan Izuru lalu ditarik dan dilemparkan ke belakang.


"Akk....!" Izuru terlempar dan jatuh tersungkur di lantai. Izuru lalu mengangkat wajahnya ke depan dan melihat pedangnya yang menancap di lantai. "Padangku!?" Kata Izuru segera bangun dan menarik keluar pedangnya.


Tanpa di sadari Shiori sudah hampir menyentuh busur legendaris yang dilemparkan Izuru. "Tidak akan kubiarkan! Pedang mode Cambuk!" Teriak Izuru, tiba-tiba bilah pedangnya terpisah-pisah menjadi panjang dan kemudian Izuru menebas ke depan. Ujung pedang itu melesat panjang ke arah Shiori dan mengenai lengannya.


"Apa!?" Shiori terkejut dan berbalik ke arah Izuru sambil memegangi tangannya yang tertebas itu.


"Jangan sentuh busur itu!"


"Kau... Beraninya kau...!" Teriak Shiori terlihat sangat marah. "Kau tidak akan pernah membuatku marah lagi setelah ini!" Kata Shiori mengarahkan kedua tangannya ke depan. Benang-benang muncul dari tangan Shiori dan meluncur ke arah Izuru.


Izuru berusaha menghindarinya dan terus maju, tapi beberapa serangan mengenai tubuhnya. "Akkhh....!" Desah Izuru kesakitan.


"Aku sudah muak denganmu! String of Distance!" Teriak Shiori. Tiba-tiba benang-benang yang membentang muncul dari sekeliling Izuru.


Izuru hanya melihat sekeliling dengan keringat dingin yang menetes dari pipinya. "Hiiyyyaaa....!" Izuru mencoba menebas benang-benang itu, tapi tiba-tiba pedangnya seperti tertangkis oleh benang-benang itu.


"Tamat riwayatmu..." Kata Shiori lalu mengepalkan tangannya.


Benang-benang itu melesat lebih cepat dan hampir mengenai Izuru. "Waaaaaa......!!!!" Teriak Izuru melindungi diri dengan kedua tangannya.


Benang-benang itu menerjang Izuru, tapi bukannya terpotong seperti para warga, justru Izuru terikat oleh benang itu. Kaki, tangan, leher, semua bagian teriak oleh benang Shiori.


"Apa ini!? Lepaskan aku!" Teriak Izuru memberontak, tapi itu membuat ikatan di lehernya semakin kencang. "Ghhaaa....!! Uhuk! Uhuk!"


"Jika jadi kau aku tidak akan melakukan itu. Semakin kau bergerak, semakin kencang jeratan benang di lehermu itu. Kepalamu bisa putus dengan mudah, itu karena kau membuatku sangat marah." Kata Shiori.


"Apa yang harus kulakukan?" Tanya Izuru dalam hati. Lalu ia melirik ke arah pedang yang masih dipegangnya. "Aku harus terus bergerak!" Kata Izuru lalu memutar pedangnya agar bisa mengarah ke benang yang mengikatnya. "Akkhhh....! Hanya gerakan sedikit membuatku semakin tercekik, lalu apa yang harus kulakukan?" Tanya Izuru mulai putus asa.

__ADS_1


Tapi, di penglihatan Izuru muncul sebuah tulisan. "Ini...!?"


Bersambung...


__ADS_2