The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 47 - Sang Monster Kabut


__ADS_3

"Raja!?" Kata Karin terkejut melihat raja menempel di dinding dengan banyak luka sayatan di seluruh tubuhnya.


"Jadi kau yang telah membunuh raja!? Aku tidak akan mengampunimu!" Kata Shun menarik keluar pedangnya.


Wanita itu lalu melihat ke arah pedang Shun. "Jadi, kau orang yang terpilih itu ya?" Tanya wanita itu bangun dari tahta.


"Kau tetap di sana, aku saja yang menghadapi dua orang itu." Kata Pria di sampingnya lalu maju ke arah Shun dan Karin.


"Kau ternyata menjebak kami!" Kata Shun.


"Itu benar. Aku memang sengaja membawa kalian ke kerajaan ini." Kata pria itu terus berjalan mendekat.


"Maksudmu, pak tua itu juga temanmu?" Tanya Karin.


"Tepatnya itu aku."


"Kau? Apa maksudmu?" Tanya Shun.


Pria itu lalu berlari ke arah mereka dengan cepat, Shun segera mengeluarkan jurusnya. Pedang bersinar dan tebasan dilepaskan ke arah pria itu. Pria itu langsung tertebas cukup dalam dan akhirnya jatuh tak berdaya. "Hanya begitu?" Tanya Karin.


"Tentu saja tidak." Kata seseorang di belakang mereka dan langsung mendang Shun sampai terpental jauh.


"Tuan Shun!?" Karin lalu di serang sampai membentur dinding di dekatnya. "Akhh...!"


"Siapa kau?" Tanya Shun bangun dan menyiapkan pedangnya.


"Tentu saja kau yang kalian ajak bicara tadi." Jawab orang itu.


"Apa!? Bukankah tubuhmu di sana!?"


"Itu bukan tubuh asliku. Yang ini baru asli." Jawab orang itu kembali berjalan mendekati Shun. "Untuk lebih mudahnya saja, namaku Dramist." Kata Dramist memperkenalkan diri.


"Aku tidak butuh namamu!" Kata Shun lalu ia menembakkan serangannya ke arah Dramist. Tapi Dramist berubah menjadi kabut dan bergerak sangat cepat mengelilingi Shun.

__ADS_1


"Tidak kena!" Kata Dramist masih dalam bentuk kabut. Shun terpancing dan terus menyerang sembarang arah. Serangannya mengenai dinding dan barang barang lain, bahkan hampir mengenai Karin.


"Jangan membuatnya menghancurkan ruang tahtaku." Kata wanita yang duduk di tahta. Saat serangan Shun menuju ke arah wanita itu, tiba-tiba saja serangan Shun pecah dan tidak mengenainya.


"Iya tenang saja, aku hanya bermain-main sebentar kok." Kata Dramist.


Serangan juga berkali-kali hampir mengenai Karin yang tersungkur di dekat dinding. "Tuan Shun! Kau bisa mengenai orang lain!" Kata Karin sambil tiarap dan memegangi kepalanya. Shun yang mendengar Karin segera menghentikan serangannya.


"Kena kau!" Kata Dramist kembali menjadi bentuk padat di udara, lalu melesat ke arah Shun.


Shun melihatnya langsung menebas ke arahnya. Dramist menangkis serangan Shun dan langsung memukul Shun dari bawah saat kakinya sudah menyentuh tanah. "Ugghh...!" Shun kena pukulan Dramist dan langsung terpental ke belakang.


Karin lalu mengeluarkan sesuatu, dari balik jubahnya keluar sebuah tongkat sihir pendek dengan kristal hijau di ujungnya. Ia lalu mengangkat tongkat sihirnya dengan satu tangan. "Elemen api!" Teriak Karin menembakan bola api dari tongkatnya ke arah Dramist.


Dramist melirik ke belakang dan segera berubah menjadi kabut. Bola api yang di tembakan Karin melewati Dramist dan melesat ke arah Shun yang tersungkur di tanah. "Gawat!" Kata Karin langsung meledakan bola apinya di udara sebelum mengenai Shun. Dramist yang berubah menjadi kabut langsung melesat ke arah Karin dan saat tepat berada di atasnya ia berubah kembali.


"Berakhir sudah kau nona!" Kata Dramist mengarahkan tangan dengan kuku-kuku tajam ke arah Karin. Karin tidak sempat untuk menghindar, ia lalu terkena serangan Dramist.


"Apa!? Akkkhhh....!" Suara petir yang menggelegar terdengar. Dramist mundur dengan tubuhnya yang sudah berasap karena tersambar.


"Hah... Hah... Tuan Shun." Kata Karin menahan tangan kanannya yang terkena serangan Dramist. Karin perlahan Berjalan ke arah Shun, tapi saat setengah jalan tiba-tiba tubuhnya menjadi kaku. "Akh... Apa ini?" Tanya Karin tidak bisa menggerakkan tubuhnya, ia perlahan melirik ke bawah. Beberapa bagian tubuhnya seperti tangan, kaki, dan perut seperti terikat oleh sesuatu yang tipis dan tidak terlihat. Kemudian Karin langsung tertarik ke belakang sampai ia menabrak ke dinding dengan sangat keras, bahkan dinding nya sampai retak cukup dalam.


"Karin!" Kata Shun bangun dan langsung melihat ke arah wanita yang duduk di tahta itu. Shun lalu memegang pedangnya dengan kedua tangan, lalu seketika di sekitarnya muncul aura yang meledak ke atas. "Wahai pedang legendaris, tolong berikan aku kekuatan untuk mengalahkan musuh-musuh ku!" Kata Shun dengan tatapan yang sangat serius ke arah wanita itu.


"Dramist! Hentikan dia!" Kata wanita itu. Lalu Dramist menjadi kabut dan melesat ke arah Shun.


"Terima ini! Hybird Blast...!" Teriak Shun lalu menebaskan pedangnya ke arah wanita itu. Cahaya di tembakan dari pedang Shun dan seketika meledakan apapun yang di lintasi.


"Gawat! Aku tidak bisa mendekat!" Kata Dramist saat menjadi kabut di atas.


Seketika dinding istana meledak dengan sangat kencang, hingga terdengar ke seluruh kota dan seluruh istana bergetar karenanya. Izuru dan yang lain juga ikut merasakan getaran hebat itu. "Woah...! Apa ini!?" Tanya Izuru terkejut berhenti di tengah lorong sambil ia menggendong anak yang ada di penjara.


"Mungkin itu Shun! Dia pasti sedang melawan seseorang!" Kata Rin.

__ADS_1


"Ayo semuanya ke ruang tahta!" Teriak salah satu pasukan memimpin pasukan lain. Mereka berlari ke suatu tempat melewati lorong, Izuru dan yang lain bersembunyi di sebuah ruangan saat para pasukan kerajaan itu lewat.


"Huh... Mereka tidak melihat kita, ayo cepat kita temui ratu!" Kata Izuru, lalu mereka semua berlari pergi.


...*****...


Setelah beberapa detik serangan Shun berhenti, dan ia tampak kelelahan. "Hah... Hah..." Shun kelelahan karena mengeluarkan jurus yang cukup kuat dan memakan banyak mana. Saat ia melihat ke arah tembakannya tadi. Asap tebal yang menyelimuti tempat itu perlahan memudar dan terlihat lubang besar di dinding. Lalu di depannya ada wanita itu masih tegak berdiri, seperti tidak terluka sama sekali. "Apa!? Tidak mungkin!" Kata Shun Terkejut.


"Ternyata hanya itu kemampuan orang-orang yang di takdirkan menjadi pengguna senjata legendaris. Tapi, kau yang paling lemah di antara semua orang yang pernah kulawan." Kata Wanita itu berjalan ka arah Shun.


"Jangan mendekat!" Teriak Shun memperingatinya sambil mempersiapkan kuda-kudanya. "Sial, seharusnya aku langsung kembali begitu tahu Raja sudah tewas. Karin malah jadi korban kecerobohan ku!" Kata Shun dalam hati.


...*****...


"Yang mulia! Ayo cepat bersiap, kita akan kabur sekarang!" Kata Izuru masuk ke dalam kamar Ratu bersama yang lain.


"Iya, aku sudah siap!" Kata Ratu, tiba-tiba terlihat sangat terkejut melihat Izuru.


"Umm... Ada apa?" Tanya Izuru.


"Ibu!" Kata gadis kecil yang di gendong Izuru, lalu Izuru menurunkan gadis itu. Ratu juga langsung berlari ke arah gadis itu dan memeluknya.


"Sayang, kamu ke mana saja?" Tanya Ratu sambil memeluk putrinya.


"Jadi dia putri? Untung saja kita membawanya tadi." Kata Izuru.


"Shun dan Karin masih belum kembali." Kata Rin.


"Tunggu saja, mereka pasti datang sebentar lagi." Kata Izuru.


Tapi, keadaan Shun berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan Izuru. "Berikan pedang itu padaku." Kata Wanita berambut perak itu hendak mengambil pedang Shun dari tangannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2