The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 122 - Azrael vs Nathasia part 2


__ADS_3

"Apa...? Aku tidak melihat itu datang..." Ucap Nathasia dalam hati.


Saat ia sadar, ternyata Azrael sudah berada di belakangnya. Nathasia yang terkejut hanya bisa memasang raut wajah panik sambil perlahan menoleh kebelakang.


"Cukup sampai di sini..." Ucap Azrael lalu memegang erat tombaknya dari belakang tubuh Nathasia.


Tepat setelah Azrael menyentuh tombaknya, tiba-tiba aura yang sangat kuat muncul di sekelilingnya. Guncangan yang kuat muncul bersama suara ledakan yang menggelegar. Di sana Azrael berdiri dengan mengangkat tombaknya dengan kedua tangan, beberapa bebatuan dan debu jatuh dari atas. Lubang besar tercipta tepat di atasnya karena serangan yang sangat kuat dari Kapten Azrael. Seseorang mendarat di seberangnya dan terlihat kalau itu adalah Nathasia yang berhasil menghindari serangan yang sangat kuat itu.


"Iya benar! Terus lalukan itu!" Ucap Nathasia yang tampak semakin antusias. Luka di perutnya juga sembuh dengan sangat cepat.


Mendengar perkataan Nathasia, Kapten Azrael menjadi semakin waspada. Ia menggunakan kuda-kuda yang berbeda dari sebelumnya. Nathasia lalu melesat dengan cepat ke arah Azrael dan memberikan serangan langsung, namun dengan mudah ditangkis olehnya. Tetapi, Kapten Azrael masih terbawa oleh dorongan kuat Nathasia sampai menembus beberapa dinding sampai ke pusat area bawah.


Karena keadaan yang semakin memburuk, Azrael melompat dan terbang ke atas. Nathasia langsung berhenti dan melepaskan tembakan sihir yang kuat saat Azrael berada di atasnya. Tembakan itu membuat ledakan besar yang menciptakan lubang besar di pembatas area bawah dan area atas. Kapten Azrael ternyata sudah memasang pelindung bulat di sekelilingnya, namun ia terpental sangat jauh ke atas. Di saat ada kesempatan, Nathasia langsung mengeluarkan 4 ular raksasa dari bawah yang melesat ke arah Azrael.


Dengan momentum yang tepat, Kapten Azrael membuat luka panjang di tubuh ular yang datang ke arahnya. Ia mengepakkan sayapnya untuk menambah kecepatan ke bawah sambil terus menyerang tubuh ular-ular raksasa itu. Namun, salah satu kepala ular itu berbalik dan hendak menyerang dari atas. Menyadari hal itu, Kapten Azrael kemudian berbalik badan untuk menghadapi ular di belakangnya. Tetapi, Nathasia tidak hanya diam melihat Azrael membantai ular-ular itu. Ia juga ikut menyerang dari belakang Kapten Azrael.


Dalam detik-detik yang melambat Kapten Azrael mulai berkeringat dingin karena sedang berada dalam keadaan yang tidak menguntungkan.


...*****...


Di tempat lain Izuru masih berusaha untuk bertahan di lorong bersama Gabriel. Keadaan di sana juga semakin buruk, retakan ada di mana-mana dan langit-langit di area bawah mulai berjatuhan.

__ADS_1


Izuru di sana masih tetap berusaha berjalan dengan perlahan. "Aku akan pergi duluan menghampiri Profesor." Ucap Gabriel kemudian berlari meninggalkan Izuru di sana.


"Hah... Hah... Aku sudah tidak kuat, ... Lagi." Ucap Izuru dengan suara yang lemah dan akhirnya kehilangan kesadaran di lorong sendirian.


Gabriel terus berlari menjauh tanpa mengetahui keadaan Izuru saat ini. Ia akhirnya sampai ke tempat kerja Profesor tanpa Izuru, tetapi di sana sudah tidak ada siapapun.


"Lauren! Profesor!" Panggil Gabriel sambil mengecek setiap ruangan satu per saru.


"Artefaknya juga sudah tidak ada di sini. Itu artinya mereka sudah menyelesaikannya?!" Ucap Gabriel yang tengah berada di ruang penelitian Profesor.


Tiba-tiba dinding ruangan itu di penuhi dengan banyak retakan. Perlahan dinding terluar hancur dan berjatuhan dari Fhsyle. Angin kencang ikut menerbangkan banyak kertas, buku, dan benda lainnya. Tidak lama kemudian lantai juga mulai terkikis sedikit demi sedikit mendekati pijakan Gabriel. Gabriel langsung keluar dari ruangan itu dan hanya bisa melihat semuanya hancur berjatuhan.


"Kalau mereka sudah menyelesaikannya, kenapa Dataran Fhsyle masih terus terkikis?! Mereka pasti dalam kesulitan di lantai 3, aku harus menyusul mereka!" Ucap Gabriel lalu berlari pergi.


...*****...


"Angel Shield!" Teriak Kapten Azrael mengeluarkan pelindung di depannya, dan seketika tangan Nathasia hancur ketika menebasnya.


Setelah berhasil menahan serangan Nathasia Kapten Azrael berbalik dan mengeluarkan rantai sihir yang langsung menusuk ke dalam mulut ular raksasa Nathasia. Rantai itu menusuk sepanjang tubuh ular itu dan kemudian mengikatnya dengan bangunan lain di sekitarnya.


Tiba-tiba suara seperti kaca yang pecah terdengar, ternyata tangan kiri Nathasia berhasil menembus pelindung Azrael. Pada akhirnya Kapten Azrael tidak bisa menghindar. Serangan itu hampir mengenai pinggangnya, tapi tangan kirinya harus dikorbankan.

__ADS_1


Azrael terpental dengan kuat dan menghancurkan banyak ruangan di area bawah. Tulang dan persendian lengan kirinya hancur akibat serangan Nathasia. Belum selesai sampai di situ, Nathasia langsung melesat ke tempat Kapten Azrael dan mendorongnya hingga menghancurkan banyak rumah warga selagi Nathasia terbang.


Nathasia terbang dengan kecepatan tinggi dan terus menabrakkan Kapten Azrael ke banyak bangunan juga jalan. Sampai perlahan zirah yang Azrael gunakan mulai hancur sedikit demi sedikit. Bahkan karena hal itu terdapat retakan besar yang melubangi area atas, retakan itu membentang dari ujung Fhsyle ke ujung yang lain.


Nathasia akhirnya berhenti dan melemparkan Kapten Azrael yang sudah terlihat lemas ke udara. "Ini waktunya kau untuk mati!" Ucap Nathasia mengumpulkan energi di kedua tangannya. Lalu dengan kekuatan penuh melepaskan ledakan energi ke arah Kapten Azrael yang terlempar di udara.


Dalam detik-detik yang singkat, Kapten Azrael tiba-tiba membuka matanya dan terkena serangan Nathasia. Beberapa detik setelah serangan itu mengenainya, ledakan yang sagat besar terjadi di udara dan hampir mencapai tanah Fhsyle. Karena ledakan itu awan hujan yang mengelilingi Fhsyle langsung terhempas menjauh, dan langit sore kembali terlihat.


(Tolong komen kalau latar waktunya tidak sesuai dengan sebelumnya.)


Kapten Azrael selamat dari ledakan itu, tetapi sama seperti sebelumnya. Ia terbaring lemah di atas reruntuhan bangunan dengan tubuh yang penuh dengan luka dan tangan kiri yang patah, pelindung sihirnya juga terlihat setengah hancur akibat serangan itu.


Nathasia berjalan melewati banyak rumah yang telah hancur. Ia berhenti karena mendengar sebuah suara dari salah satu reruntuhan. Nathasia lalu menyingkirkan batu besar dan melihat sebuah keluarga terjebak dalam reruntuhan dengan sebuah tongkat kayu yang menyangga bebatuan di atas. Nathasia hanya tersenyum dan mengulurkan tangan ke dalam. Orang-orang itu juga mengulurkan tangan mereka karena berharap untuk di tolong, tetapi Nathasia tidak mengulurkan tangannya untuk menolong namun untuk mengambil kayu yang menyangga bebatuan di atas. Dan setelah itu reruntuhan jatuh menimpa sampai tubuh mereka hancur tertimbun bebatuan.


"Hmph... Kalian boleh berharap." Ucap Nathasia melanjutkan berjalan ke tempat Azrael mendarat.


Saat sampai di depannya, Nathasia membungkukkan badannya untuk melihat keadaan Azrael dengan lebih dekat.


"Kau adalah Malaikat dengan fisik terkuat yang pernah kutemui." Ucap Nathasia. Mendengar hal itu Kapten Azrael membuka matanya dan menatap dengan penuh kekesalan.


"Aku ingin tahu, apakah para pengikut mu juga sekuat dirimu atau bahkan pemimpin mu juga? Sepertinya aku harus menguji mereka semua."

__ADS_1


Ucapan Nathasia seketika membuat Kapten Azrael sangat terkejut dan juga takut Nathasia akan membunuh yang lainnya.


Bersambung...


__ADS_2