The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 121 - Azrael vs Nathasia


__ADS_3

"Kalian benar-benar Naif! Dark Distortion!" Teriak Nathasia mengeluarkan bola tenaga di tangannya yang kemudian meledakan tempat di sekitarnya dengan radius yang besar.


Semua orang yang berada di dekat Nathasia terpental jauh dengan menerima banyak luka bakar, sementara yang berada di belakang dapat berlari menyelamatkan diri sebelum ledakan itu mengenai mereka. Izuru terpental ke arah dinding dan kepalanya membentur dinding sangat keras membuat darah menetes dari dahinya.


Akibat serangan Nathasia, hampir 70 meter Fhsyle bagian timur hancur sepenuhnya. Lantai yang memisahkan area atas dan area bawah kini telah hilang. Langit yang gelap kini menurunkan badai besar, membasahi tubuh banyak orang yang tergeletak penuh luka bersama dengan puing-puing bangunan.


Di dalam asap tebal terlihat bayangan Nathasia yang terbang cukup tinggi, di dekatnya terlihat beberapa bola yang bercahaya terang berwarna ungu. Perlahan asap di sekitarnya hilang dan pemandangan terlihat dengan jelas. Dengan tangan kirinya Nathasia melepas jubah usang nya dan menunjukan tubuhnya yang menggunakan pakaian minim. Terlihat bekas luka di beberapa bagian tubuh Nathasia, terutama yang paling mencolok ada pada perutnya.



"Aku benar-benar tidak habis pikir dengan kalian semua. Sebaiknya aku akhiri sebelum sifat naif kalian menyebar." Ucap Nathasia mengeluarkan lebih banyak lagi bola cahaya di sekitarnya dan menembakkannya pada semua orang yang tergeletak di bawahnya.


Izuru membuka matanya dan melihat pemandangan yang benar-benar tidak menyenangkan. Ia lalu berusaha berdiri untuk menyelamatkan diri. Namun, Izuru menghentikan langkahnya saat melihat banyak orang juga akan terkena serangan itu.


"Mereka... Sudah menyelamatkanku... Tapi, bagaimana caraku menyelamatkan mereka? Aku tidak bisa melakukan apapun, tetapi aku juga tidak bisa lari begitu saja!" Ucap Izuru dalam hati saat berdiri di depan puluhan bola cahaya Nathasia yang mengarah kepadanya.


Tiba-tiba sebelum serangan Nathasia mengenai semua orang, para Pasukan Ras Malaikat datang menghadang semua serangan itu. Pemimpin terdepan mereka dengan lantang berteriak, "Lindungi semuanya..!"


"Angel Shield...!" Seru seluruh pasukan membuat perisai sihir masing-masing dan kemudian bergabung menjadi satu perisai dengan area yang luas.


Saat serangan Nathasia mengenai perisai itu gelombang besar berhembus ke segala arah, sampai beberapa Prajurit ikut terpental karenanya. Izuru terdorong kebelakang karena gelombang itu, ia berusaha menahan sekuat tenaga sambil melindungi wajahnya. Dari atas turun seorang malaikat di dekat Izuru, ia adalah Gabriel.


"Dasar bodoh! Jika terlambat tiga detik saja, kami pasti sudah mati!" Ucap Izuru.


"Kau tidak tahu seberapa keras aku mencoba meyakinkan mereka untuk membawa pasukan penuh ke sini!" Balas Gabriel.


Jadi sebelumnya mereka sudah membuat rencana untuk mendatangkan bantuan dari Pasukan Fhsyle, untuk membantu menghadapi Nathasia.


"Untung saja kami langsung ke sini karena melihat sebuah ledakan, padahal sebelumnya rencana kita bertemu di lantai tiga." Ucap Gabriel.

__ADS_1


"Keadaan saat ini tidak ada yang pasti, pergerakannya juga jauh dari perkiraan." Ucap Izuru.


"Beberapa orang bantu warga keluar dari sini! Yang lainnya kepung wanita itu!" Teriak Pemimpin pasukan itu setelah berhasil menahan serangan Nathasia.


"Ayo kita pergi! Biarkan saja prajurit itu mengurus yang lain." Ucap Gabriel kemudian pergi bersama Izuru dari tempat itu.


Mereka berdua berlari di lorong gelap dengan banyak retakan di dinding juga lantai. Izuru berlari di belakang Gabriel, perlahan kecepatannya mulai berkurang dan akhirnya berhenti di sana.


Gabriel yang melihat Izuru berhenti juga ikut berhenti dan menghampirinya. "Ayo cepat!" Ucap Gabriel.


"Kau gila! Kau tidak tahu apa yang aku hadapi tadi! Sekarang aku tidak punya tenaga lagi." Ucap Izuru terlihat kelelahan sambil bersandar dinding lorong.


...*****...


Sementara di tempat tadi, Nathasia di kepung oleh para Prajurit Malaikat. Ia melihat sekelilingnya dengan senyum menyeringai di wajahnya. "Hey hey, kapan kalian mulai peduli pada Ras lain huh?" Tanya Nathasia.


"Kau sendiri juga bicara seakan sedang membela mereka, bukan?" Ucap salah satu prajurit yang menggunakan zirah lebih mencolok dari yang lain.


Semua prajurit mengeluarkan lingkaran sihir di depan tangan mereka dan menciptakan rantai untuk mengikat seluruh tubuh Nathasia. Tiba-tiba tanah bergetar tanpa henti, retakan perlahan muncul di segala tempat. Semua warga mulai panik saat itu dan para ras yang tinggal di area bawah berlarian ke atas.


"Kapten Azrael! Apa yang terjadi?!" Tanya salah stau prajurit.


"Artefaknya sudah mencapai batas? Seperti yang Hideroca katakan. Jawberg! Apa dia sudah menyelesaikan tiruannya?" Ucap Kapten Azrael dalam hati.


"Tetap tahan wanita itu dan yang lainnya pergi memperingati warga! Aku akan menemui Profesor Jawberg!"


"Baik Kapten!" Ucap semua prajurit.


Saat beberapa dari mereka ingin pergi Nathasia tiba-tiba mengeluarkan aura yang sangat kuat. Ia lalu memegang beberapa rantai yang menahannya sekaligus.

__ADS_1


"Kalian pikir bisa menahan ku semudah itu?" Ucap Nathasia.


Nathasia dengan kuat menarik rantai bersama dengan prajuritnya sampai membentur lantai. Sedikit demi sedikit semua prajurit yang mengikatnya dihempaskan ke segala arah.


"Tunjukan kemampuanmu padaku!" Ucap Nathasia menatap ke arah Kapten Azrael. Azrael juga membalas dengan tatapan serius.


"Kenapa kalian berhenti?! Cepat peringati semua warga! Biar aku yang menghadapinya." Teriak Kapten Azrael.


"Bagus sekali! Saat kau mati mereka pasti akan menunjukan wajah keputusasaan. Jadi bersiaplah!"


"Dark Arceleration..." Ucap Nathasia menumbuhkan sayap hitam di punggungnya.


"Angel System..." Ucap Kapten Azrael, setelah itu bentuk zirah nya menjadi berubah lebih terbuka dan membuat mudah bergerak.


Tanpa basa-basi Nathasia langsung melesat ke arah Kapten Azrael sampai meninggalkan bekas di pijakannya. Azrael terlebih dulu menyiapkan tombaknya dan dengan cepat menangkis serangan Nathasia di udara. Namun dorongan yang sangat kuat membuat Azrael harus menginjakkan kaki ke lantai.


"Kuat sekali! Inilah yang aku cari!" Ucap Nathasia mengangkat satu tangannya dan bersiap menyerang dalam jarak dekat.


Melihat kesempatan itu, Kapten Azrael memukul Nathasia ke samping saat tangannya berada di posisi terbuka. Nathasia terpental sampai menciptakan lubang besar di dinding.


"Bagus! Tunjukan lagi kemampuanmu, kemampuan para Malaikat..!" Teriak Nathasia. Bahkan sebelum suaranya berhenti, Kapten Azrael sudah melesat kedepannya dan langsung menyerangnya dengan mata tombak.


Cahaya terang keluar saat tombak Azrael di tebas kan, memotong semua benda yang di lalui. Nathasia berhasil menghindarinya bahkan dari jarak yang sangat dekat. Ia menjaga jarak yang sangat jauh dari Azriel.


"Kau sudah mengeluarkan kemampuanmu, kini aku juga sama!" Ucap Nathasia mengumpulkan tenaga di kedua tangannya, untuk menyiapkan serangan besar.


"Rasakan se....?!" Tombak Kapten Azrael melesat cepat menusuk perut Nathasia sebelum ia menyelesaikan kalimatnya.


"Apa...? Aku tidak melihat itu datang..." Ucap Nathasia dalam hati.

__ADS_1


Saat ia sadar, ternyata Azrael sudah berada di belakangnya. Nathasia yang terkejut hanya bisa memasang raut wajah panik sambil perlahan menoleh kebelakang.


Bersambung...


__ADS_2