
"Ada pengganggu kecil ternyata." Kata Hira dengan nada santai. Ia berbalik ke belakang dan melihat Rin dengan busur. Hira lalu mencabut panah di punggungnya dan menjatuhkannya di tanah.
Rin kembali menarik busurnya dan muncul anak panah yang bercahaya, ia langsung menembakkannya ke arah mereka. Tapi,o dengan mudah Hira menangkapnya.
"Apa aku harus menjelaskannya lagi?" Tanya Hira. Ia lalu membakar anak panah itu dengan api hitam dan melemparkannya kembali kepada Rin.
Rin melompat menghindar, tapi anak panah itu sangat cepat sehingga melukai bahunya. "Arggghh...!" Rin jatuh dengan bahu yang berdarah-darah.
"Gyaahhhh....!" Teriak Asura meluncur ke arah Zhagi dan membawanya terbang.
Hira terkejut menoleh kebelakang. Iona mengeluarkan lingkaran sihir di atas dan lingkaran sihir itu menyambar kan petir ke arah Hira, tapi hanya beberapa detik petir itu seakan-akan pecah berkeping-keping seperti kaca.
"Akhh...!" Hira melihat kebelakang dan menemukan panah menancap di punggungnya.
"Kau..." Hira lalu melihat Rin dengan tatapan dingin. Ia lalu melesat ke arah Rin dan hendak menyerangnya, Rin tidak punya waktu untuk menghindar karena Hira sudah ada tepat di depannya.
"Rin...!" Teriak Iona berlari menyusul.
Saat pukulan diluncurkan ke arah Rin, Izuru datang di antara mereka berdua bersiap dengan pedangnya dan pukulan itu mengenai pedang Izuru, membuatnya terpental bersama dengan Rin.
*****
Sementara itu Asura tengah terbang rendah sambil membawa Zhagi. Asura terus merendah sampai bisa menyerempet kan Zhagi ke tanah.
"Arrgghh....! Lepaskan aku!" Teriak Zhagi kesakitan. Ia mengambil belati dari dalam pakaiannya dan menusukkannya ke perut Asura.
"Arrggghh...!" Teriak Asura.
Asura segera memukul Zhagi ke depan dengan keras sampai terpental ke rumah warga. Asura meregangkan sayapnya agar berhenti, setelah berhenti ia membungkuk kesakitan di jalan.
"Hah.... Hah..."
*****
"Kalian cukup membuatku kesal." Kata Hira berjalan mendekati Izuru dan Rin. "Kau lagi ternyata?" Tanya Hira melihat Izuru.
"Sepertinya kau bukan tipe orang yang sayang nyawa." Sambung Hira akan menyerang mereka berdua.
Tiba-tiba tanah di sekitar sana bergetar seperti ada suatu yang besar sedang mendekat. Hira waspada melihat sekeliling, tapi tidak ada siapapun. Saat itu dinding rumah kediaman Nona Reshieka hancur dan keluar Golem batu milik Nona Reshieka, Golem itu langsung memukul Hira sampai terpental sangat jauh.
"Golem!?" Kata Izuru terkejut.
__ADS_1
"Kalian baik-baik saja?" Tanya Iona berlari mendekat. "Golem!? Siapa yang membuatnya?" Tanya Iona.
Beberapa saat kemudian Nona Reshieka datang dari dalam. "Kalian tidak apa-apa? Di mana Asura?" Tanya Nona Reshieka.
"Asura terbang membawa Zhagi ke sana!" Jawab Iona.
"Izuru, kau tidak apa?" Tanya Nona Reshieka.
"Aku baik-baik saja, hanya sedikit luka." Jawab Izuru.
"Kalau begitu kau bawa Asura kembali, jangan lawan pria bertudung itu jika kalian tidak mau mati!" Kata Nona Reshieka.
"Baiklah!" Kata Izuru bangun dan segera berlari pergi.
*****
Zhagi bangun dari tempatnya jatuh dan keluar dari rumah yang sudah terdapat lubang besar di dindingnya.
"Kau wanita sialan." Kata Zhagi dengan sedikit luka di wajahnya.
Asura langsung bangun saat melihat Zhagi, tapi jatuh lagi karena kakinya terluka setelah menahan pukulan Hira tadi. Asura terus berusaha bangun, tapi masih sangat sulit.
"Waktunya untuk serangan balasan!" Kata Zhagi mengangkat kapaknya ke atas dan muncul sebuah aura di sekelilingnya. Zhagi langsung menebaskan energi sihir ke arah Asura.
"Sekarang kau tidak bisa lari lagi." Kata Zhagi bersiap melepaskan serangan kedua.
"Asura...!" Teriak Izuru berlari mendekat dari belakang.
"Izuru!?" Asura yang terkejut langsung menoleh kebelakang.
"Terima ini...!" Teriak Zhagi melepaskan tebasan energi ke arah mereka.
Serangan itu sampai tepat saat Izuru di dekat Asura, hanya beberapa saat sebelum mereka berdua akan terkena serangan itu. Asura segera mengepakkan kedua sayapnya dan terbang menghindar sambil membawa Izuru.
"Apa yang kau lakukan, Izuru!? Bukannya kau masih terluka!?" Tanya Asura saat terbang di atas.
"Aku sudah di obati Meiro dan juga, Nona Reshieka menyuruh kita sembunyi!" Jawab Izuru.
"Baiklah, ayo kita kembali!" Asura lalu melemparkan Izuru ke atas cukup tinggi.
"Waaaaaaaa......!!!!?!? Apa yang kau lakukan!!???" Teriak Izuru. Saat Izuru kembali turun, ia jatuh di atas Asura yang sudah berubah menjadi naga.
__ADS_1
"Hah... Hah..." Izuru terlihat syok.
Zhagi tidak diam saja melihat mereka pergi, ia terus mencoba menyerang dari bawah. Tapi Asura terbang sangat gesit menghindari semua serangan Zhagi.
"Sial!" Kata Zhagi berhenti menyerang.
*****
"Ternyata kita bertemu lagi dan kau masih menggunakan Golem yang sama seperti kemarin, betapa bodohnya dirimu!" Kata Hira berjalan mendekati mereka.
Nona Reshieka dan semua orang di sana terkejut mendengar suara Hira. "Dia masih bisa bertahan!?" Tanya Iona.
"Akan kuhancurkan makhluk itu dengan satu serangan!" Kata Hira bersiap mengeluarkan serangan yang sama seperti yang dia gunakan saat menghancurkan rumah-rumah warga.
Tapi dari udara sebuah bola api turun menimpa Hira. Ternyata di sana sudah datang Izuru dan Asura, mereka tengah terbang di atas sambil terus menembaki Hira.
"Arrgghh...! Sial!" Kata Hira tidak bisa mengeluarkan serangannya, ia lalu melindungi diri dengan kedua tangannya.
"Sudah kuduga nafas api ku bisa mengenainya!" Kata Asura.
"Nishiki! Sekarang giliran mu!" Teriak Hira.
"Aku sudah menunggu saat ini!" Kata Nishiki bersembunyi di gang dekat lokasi itu. Ia lalu mengeluarkan sebuah lingkaran sihir di tanah yang kemudian melebar menjadi sangat besar.
"Bangkitlah Naga Undead!" Kata Nishiki, lingkaran sihir itu menjadi bersinar terang. Tanah mulai bergetar dan perlahan jalan di sekitar sana menjadi retak, lalu keluarlah sebuah naga berkulit pucat dari dalam tanah.
"Naga!?" Kata Asura dan Izuru terkejut.
Naga itu terbang ke arah Asura lalu menyemburkan api berwarna hijau. Asura langsung terbang menghindarinya sambil terus mencoba membalas serangan. Keduanya saling serang dan terus menghindar di udara.
"Asura...! Asura....! Aku akan jatuh!" Teriak Izuru berpegangan erat pada punggung Asura, tapi semakin lama Izuru semakin tergelincir kebelakang.
"Bertahanlah Izuru!" Jawab Asura.
Tangan Izuru mulai lelah dan akhirnya ia jatuh dari punggung Asura. "Waaaaaaaa........!!!!!" Teriak Izuru jatuh dan akan mendarat di atap rumah-rumah warga.
"Izuru...!" Teriak Asura mencoba menolong Izuru. Tapi, karena mencoba menolong Izuru, membuatnya terkena semburan Naga Undead itu.
"Aarrgggghhh....!!!" Teriak Asura kesakitan, ia akhirnya jatuh ke arah lain.
"Huaaaaawwwww......!!!!!" Izuru masih jatuh dan beberapa detik lagi ia akan mendarat dengan sangat keras.
__ADS_1
"Tolonglah! Aku ingin menggunakan keberuntunganku sekarang....!" Teriak Izuru menarik pedangnya dan mengubahnya menjadi mode cambuk. Ia lalu mengayunkan pedangnya ke sebuah tiang horizontal saat hampir menyentuh tanah, pedangnya langsung terkait ke tiang itu dan membuat Izuru tidak jatuh dengan keras.
Bersambung...